<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BBM RON 92 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/bbm-ron-92/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2026 03:20:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>BBM RON 92 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ternyata Ini Alasan Harga Pertamax Tak Ikut Turun, Saat BBM Non-subsidi Lainnya Susut</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ternyata-ini-alasan-harga-pertamax-tak-ikut-turun-saat-bbm-non-subsidi-lainnya-susut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 02:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Non subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[BBM RON 92]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Solar]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamax]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28456</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pemerintah dan Pertamina per 1...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pemerintah dan Pertamina per 1 Juli 2026 mengumumkan penurunan harga sejumlah BBM non-subsidi Pertamina Dex, Dexlite, dan Pertamax Turbo.</p>
<p>Informasi di situs resmi Pertamina yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (3/7/2026) menyebut per 1 Juli itu harga Pertamax Turbo menjadi Rp19.300/liter dari harga bulan sebelumnya Rp20.750/liter. Kemudian, Pertamina Dex dibanderol Rp21.150/liter atau turun Rp3.650 dari harga bulan sebelumnya sebesar Rp24.800/liter.</p>
<p>Sedangkan harga Pertamax (RON 92) masih ditahan di Rp16.250 per liter setelah sebelumnya pada 10 Juni naik dari Rp12.300/liter. Pada Kamis (2/7/2026) kemarin, kepada media, VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan penetapan harga BBM non-subsidi yang dilakukan perseroan mengacu kepada peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Termasuk harga Pertamax yang tak serta merta turun.</p>
<p>“Di Permen ESDM ini dinyatakan, untuk menetapkan formulasi harga BBM nonsubsidi dihitung dengan mempertimbangan harga minyak dunia, kurs, hingga daya beli masyarakat,” ungkap Baron.</p>
<figure id="attachment_8919" aria-describedby="caption-attachment-8919" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Ilustrasi-pengisian-BBM-jenis-Pertamax-ke-sepeda-motor-pelanggan-SPBU-dok.Istimewa.jpg-e1664711300814.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8919" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Ilustrasi-pengisian-BBM-jenis-Pertamax-ke-sepeda-motor-pelanggan-SPBU-dok.Istimewa.jpg-e1664711300814.jpeg" alt="" width="700" height="504" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Ilustrasi-pengisian-BBM-jenis-Pertamax-ke-sepeda-motor-pelanggan-SPBU-dok.Istimewa.jpg-e1664711300814.jpeg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Ilustrasi-pengisian-BBM-jenis-Pertamax-ke-sepeda-motor-pelanggan-SPBU-dok.Istimewa.jpg-e1664711300814-300x216.jpeg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Ilustrasi-pengisian-BBM-jenis-Pertamax-ke-sepeda-motor-pelanggan-SPBU-dok.Istimewa.jpg-e1664711300814-150x108.jpeg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Ilustrasi-pengisian-BBM-jenis-Pertamax-ke-sepeda-motor-pelanggan-SPBU-dok.Istimewa.jpg-e1664711300814-696x501.jpeg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Ilustrasi-pengisian-BBM-jenis-Pertamax-ke-sepeda-motor-pelanggan-SPBU-dok.Istimewa.jpg-e1664711300814-583x420.jpeg 583w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-8919" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengisian BBM jenis Pertamax ke sepeda motor pelanggan SPBU &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Merespon fakta ini, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (3/7/2026) mengatakan dengan kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berkisar Rp17.190/US$ dan harga minyak Brent US$87,9/barel, maka harga Pertamax Rp16.250/liter saat ini, masih 1,2 persen lebih rendah dari harga pasar riil atau harga keekonomian yang semestinya.</p>
<p>Terlebih, lanjut Josua, Pertamina sempat menahan harga Pertamax di level Rp12.300/liter selama kurang lebih tiga bulan sebelum akhirnya dinaikkan pada 10 Juni. Kenaikan menjadi Rp16.250 saat itu baru 50 persen dari selisih harga pasar riil yang semestinya,  demi menjaga daya beli masyarakat.</p>
<p>“Artinya, sebelum harga Pertamax itu dikerek naik pada 10 Juni lalu, Pertamina nombok membayar selisih dari harga keekonomiannya. Lalu, ketika dinaikan menjadi Rp16.250 itu juga masih nomboki 50 persen. Bahkan ketika harga minyak sekarang turun, Pertamina juga masih nombok. Jadi wajar jika pemerintah masih menahan harga sekarang, karena Pertamina mengajukan biaya nombok itu ke pemerintah. Sehingga, anggaran untuk energi membengkak,” papar Josua. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
