<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>berkendara saat hujan &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/berkendara-saat-hujan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Nov 2024 01:13:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>berkendara saat hujan &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berkendara Liburan Nataru Saat Hujan, Antisipasi Aquaplaning dengan Cara Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/berkendara-liburan-nataru-saat-hujan-antisipasi-aquaplaning-dengan-cara-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 03:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[aquaplaning]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara saat hujan]]></category>
		<category><![CDATA[cara menyikapi aquaplaning]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena aquaplaning]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Nataru 2024/2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=21456</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Dari total jumlah orang yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Dari total jumlah orang yang diprediksi melakukan mobilitas (bepergian baik antar kota dalam provinsi maupun antar kota antar provinsi) saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 &#8211; yakni sebanyak 110, 6 juta orang &#8211; itu sebagian besar ada Pulau Jawa.</p>
<p>Keterangn resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (22/11/2024) menyebut prediksi jumlah orang yang melakukan mobilitas selama libur Nataru tersebut didasarkan hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub.</p>
<p>“Jumlah inilah yang kami antisipasi, agar proses mobilitas masyarakat berlangsung dengan aman dan nyaman,” ungkap Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.</p>
<p>Sementara penggiat keselamatan berkendara yang juga pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (24/11/2024) mengingatkan masyarakat yng akan berliburan Nataru dengan menggunakan mobil pribadi.</p>
<p>“Karena di Desember hingga awal Januari merupakan puncak musim hujan, sehingga jalanan akan basah seiring dengan tingginya intensitas curah hujan,” papar Jusri.</p>
<figure id="attachment_3915" aria-describedby="caption-attachment-3915" style="width: 704px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3915" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673.jpg" alt="" width="704" height="509" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673.jpg 704w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-696x503.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-581x420.jpg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 704px) 100vw, 704px" /></a><figcaption id="caption-attachment-3915" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kerja wiper saat mobil melaju di tengah guyuran hujan &#8211; dok.Christensen&amp;Hymas</figcaption></figure>
<p>Langkah antisipasi pertama yang harus dilakukan pemilik kendaraan adlah menyiapkan kendaraan agar benar-benar layak jalan. Pastikan sistem pengereman, sistem penopang penerangan tu lmpu, serta visibilitas.</p>
<p>“Maksud visibilitas itu dalah daya pandang. Karena guyuran air hujan di kaca depan mobil akan menghalangi pandangan pengemudi. Agar hal itu tidak terjadi, pastikan wiper mobil berfungsi secra maksimal,” tandas Jusri.</p>
<p>Sedangkan langkah antisipasi kedua adalah, menyiapkn mental jika tiba-tiba terjadi aquaplaning saat perjalanan. Aquaplaning merupakan kondisi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkram dan terpisah dari permukaan jalan karena terhalang oleh genangan air.</p>
<p>“Hal itu bisa terjadi saat hujan lebat, jalanan basah, bahkan akibt tumpahan air dari kendaraan lain. Untuk memastikan mobil kita aman saat itu terjadi, sebelum bepergian pastikan ketebalan ukiran di telapak ban mobil masih aman. Kemudian pastikan tekanan angin ban tidak kurang dan tidak lebih,” tandas Jusri. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Komponen yang Rawan Rusak Saat Mobil Dipakai di Musim Hujan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-komponen-yang-rawan-rusak-saat-mobil-dipakai-di-musim-hujan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2023 14:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara saat hujan]]></category>
		<category><![CDATA[bermobil saat hujan]]></category>
		<category><![CDATA[komponen mobil yang rawan rusak saat hujan]]></category>
		<category><![CDATA[merawat mobil saat hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11129</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Berkendara dengan mobil adalah cara...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Berkendara dengan mobil adalah cara yang paling nyaman di saat hujan.</p>
<p>Meski begitu potensi risiko mengendarai kendaraan bermotor roda empat itu juga tinggi. Baik risiko yang terkait dengan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain jik kita tidak berhati-hati, maupun risiko kerusakkan di kendaraan.</p>
<p>“Risiko berupa rusaknya beberapa komponen di mobil sebenarnya yang paling besar kemungkinannya terjadi. Namun banyak yang tidak merasakan atau menyadarinya. Mereka baru mengetahui atau menyadari ketika musim hujan telah berlalu karena musim telah berganti,” ujar mekanik senior OtoKlinika, Cikokol, Tangerang, Yogianto, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, Jumat (3/3/2023).</p>
<p>Komponen yang sangat rawan mengalami kerusakkan adalah komponen kaki-kaki mobil. Mulai dari ball joint, tie rod, ban,shockbreaker. Bahkan di luar komponen itu, bearing roda hingga karet bushing.</p>
<p>Kerusakkan itu terjadi karena pada saat hujan mengguyur, muncul genangan-genangan air. Umumnya di bawah genangan ini ada lubang yang tidak terlihat pengemudi mobil.</p>
<p>&#8220;Nah, ketika mobil melaju kencang dan roda menghantam lubang maka komponen-komponen itu seperti dibenturkan dengan sangat keras, sehingga kerusakkan pun tidak terhindarkan,” jelas Yogianto.</p>
<figure id="attachment_6450" aria-describedby="caption-attachment-6450" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6450" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Bsuhing-roda-mobil-bagian-belakang-dok.Mobilitas-scaled-e1651666229222.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-6450" class="wp-caption-text">Bushing roda mobil bagian belakang &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Awalnya, bisa saja tidak semua komponen langsung rusak secara bersamaan, tetapi hanya satu dua. Tetapi karena kerusakkan itu tidak segera diperbaiki maka kerusakkan bisa menjalar ke komponen lain.</p>
<p>“Karena kalau satu dua komponen rusak dan mobil tetap dipakai maka terjadi ketidakseimbangan bobot beban yang harus ditopang oleh masing-masing komponen sehingga komponen yang tadinya masih sehat akan ikut rusak karena menopang beban yang lebih saat menjalankan fungsinya,” ujar mantan mekanik di diler mobil pabrikan kondang asal Jepang itu.</p>
<p>Dia menyarankan agar pemilik mobil segera melakukan perbaikan jika merasakan ada gejala kerusakkan di komponen tersebut. Sebab selain menimbulkan ketidaknyamanan juga bisa berpotensi menimbulkan kerusakkan yang lebih luas, dan biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. (Zis/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Cegah Wiper dan Washer Kaca Mobil Bermasalah</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cara-mudah-cegah-wiper-dan-washer-kaca-mobil-bermasalah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2021 06:30:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara mobil]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara saat hujan]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah wiper kaca mobil cepat aus]]></category>
		<category><![CDATA[mengemudi di tengah hujan]]></category>
		<category><![CDATA[tips aman berkendara]]></category>
		<category><![CDATA[trik merawat wiper]]></category>
		<category><![CDATA[washer kaca mobil]]></category>
		<category><![CDATA[wiper]]></category>
		<category><![CDATA[wiper kaca mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2855</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Menjelang bulan Oktober, Indonesia –...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Menjelang bulan Oktober, Indonesia – khususnya Jakarta dan sekitarnya – telah mulai intensif diguyur hujan. Pada saat berkendara mobil, salah satu aspek penting dalam kenyamanan berkendara adalah tak terganggunya pandangan (visibilitas) pengemudi baik ke depan maupun ke arah sekitarnya.</p>
<p>Bicara soal pandangan pengemudi di saat hujan mengguyur, tentu tak lepas dari keberadaan wiper alias penyapu guyuran air ke kaca mobil, sehingga pandangan tak terganggu. Komponen di mobil ini memang sepele dan kerap orang mengabaikan atau lupa akan perawatannya.</p>
<p>Begitu pula dengan water washer alias penyemprot air dari yang berupa lubang kecil untuk membilas kaca. Padahal, ujar Burhan, di saat hujan atau di saat kaca mobil terkena debu pekat saat melintasi lintasan berdebu dan kita ingin membersihkannya, maka keberadaan wiper dan washer-nya.</p>
<figure id="attachment_2858" aria-describedby="caption-attachment-2858" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2858" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Masih-bagus-tidaknya-wiper-bisa-dilihat-dari-kelenturan-karetanya-dan-tidak-berbunyi-mendecit-saat-digunakan-dok.The-Manual-e1632032725823.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-2858" class="wp-caption-text">Masih bagus tidaknya wiper bisa dilihat dari kelenturan karetanya dan tidak berbunyi mendecit saat digunakan &#8211; dok.The Manual</figcaption></figure>
<p>&#8220;Sebelum kaca disapu dengan wiper tentu kita semprotkan dulu air hingga memungkinkan kaca kita sapu dengan wiper agar tidak tambah kotor dan menghindari kaca baret akibat ada partikel debut kasar yang menempel di kaca,” tutur Sales Manager Queen Motors &amp; Accessories, Ciledug, Tangerang, Burhan Solohin, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Ciledug, Tangerang, Jumat (18/9/2021).</p>
<p>Menurut dia, cara untuk mengetahui wiper yang sudah tak bagus adalah karet pada peranti itu sudah mengeras. Selain itu, ketika diaktifkan untuk menyapu air di kaca gerakannya seret dan muncul bunyi berderit atau mendecit.</p>
<p>Sehingga, jika kondisinya seperti itu maka mau tak mau karet wiper harus diganti. Tetapi, ada juga faktor lain penyebab masalah di wiper yakni poros engkolnya yang sudah aus atau motor penggeraknya sudah melemah.</p>
<figure id="attachment_2861" aria-describedby="caption-attachment-2861" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2861" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Mengecek-kelenturan-karet-wiper-kerap-diabaikan-atau-terlupakan-oleh-pemilik-mobil-dok.Youtube-e1632033317764.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-2861" class="wp-caption-text">Mengecek kelenturan karet wiper kerap diabaikan atau terlupakan oleh pemilik mobil &#8211; dok.Youtube</figcaption></figure>
<p>“Ini pun harus diganti. Karena tidak ada pilihan lain. Tetapi, persoalan yang sering terjadi dan sering dialami pemilik mobil adalah karet yang sudah mengeras. Padahal jika dilihat dari umur pakainya belum saatnya diganti. Ini bisa terjadi karena perawatan yang tidak baik.</p>
<p><strong>Trik menyiasati masalah</strong><br />
Untuk merawat wiper, Burhan memberi tips sebagai berikut:<br />
<strong>Pertama, cuci karet wiper dengan air tanpa sabun atau shampo mobil setelah mobil digunakan menerobos hujan dan dicuci.</strong> Usahakan mencuci dengan cara mengguyurnya secara pelan-pelan. Kemudian lap dengan kain lembut dan jangan segera menempelkan karet wiper ke kaca mobil, tegakkan batang wiper hingga karet benar-benar kering sebelum kembali ditempelkan ke kaca.</p>
<p><strong>Kedua, jika mobil diparkir di area terbuka dan terkena paparan sinar matahari secara langsung sebaiknya karet wiper jangan menempel di kaca mobil.</strong> Tegakkan batang wiper selama mobil diparkir di area tersebut.</p>
<figure id="attachment_2862" aria-describedby="caption-attachment-2862" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2862" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Upayakan-karet-wiper-tak-menempel-di-kaca-mobil-ketika-kendaraan-diparkir-di-bawah-terik-sinar-matahari-dok.CarRoar-e1632033430250.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-2862" class="wp-caption-text">Upayakan karet wiper tak menempel di kaca mobil, ketika kendaraan diparkir di bawah terik sinar matahari &#8211; dok.CarRoar</figcaption></figure>
<p>Sebab suhu panas dari paparan sinar matahari ke kaca mobil akan terserap oleh karet dan menjadikannya cepat mengeras.</p>
<p><strong>Ketiga, untuk merawat washer, sebaiknya secara rutin membersihkan lubang penyemprotnya dengan jarum atau jarum pentul.</strong> Selain itu, jangan menggunakan air kran untuk menambahkan cadangan air di water reservoir karena bisa jadi air tersebut mengandung partikel-partikel tertentu.</p>
<figure id="attachment_2863" aria-describedby="caption-attachment-2863" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2863" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Washer-kaca-mobil-dok.YourMechanic-e1632033502308.jpg" alt="" width="700" height="483" /><figcaption id="caption-attachment-2863" class="wp-caption-text">Washer kaca mobil &#8211; dok.YourMechanic</figcaption></figure>
<p>“Selain itu sebaiknya menggunakan cairan khusus pembersih kaca untuk dicampurkan ke cadangan air di reservoir wasaher itu. Karena cairan khusus itu akan membantu menetralkan partikel-partikel atau jamur yang dapat menyumbat lubang washer,” imbuh Burhan. (Yap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
