<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bunga kredit mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/bunga-kredit-mobil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Sep 2024 03:23:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>bunga kredit mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BI Rate Turun Tak Serta Merta Bikin Penjualan Mobil Langsung Meningkat, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bi-rate-turun-tak-serta-merta-bikin-penjualan-mobil-langsung-meningkat-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 00:32:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BI Rate]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[dampak BI Rate turun ke Kredit Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil naik gegara BI Rate Turun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=20169</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar 17 – 18 September lalu menyepakati untuk menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) dari 6,25 persen menjadi 6 persen.</p>
<p>Sejumlah pelaku industri pembiayaan kredit menyebut kebijakan itu memberi harapan terpicunya penyaluran pembiayaan kredit kendaraan bermotor. Pasalnya, dengan diturunkannya BI Rate tersebut, maka perusahaan pembiayaan akan mengerek turun besaran bunga kredit bagi nasabah.</p>
<p>Perusahaan pembiayaan mengerek turun bunga kredit karena dana yang mereka pinjam dari bank untuk membiayai kredit konsumen juga turun, sejalan dengan turunnya BI Rate itu. Salah satu pelaku industri pembiayaan yang mempercayai dampak itu adalah Chief Executive Officer (CEO) Astra Credit Company, Hendry Christian Wong.</p>
<p>Menurut dia, jika suku bunga kredit turun maka daya beli masyarakat akan tumbuh, sehingga permintaan kredit mobil pun akan ikut tumbuh. Terlebih, sebagian besar pembelian mobil di Indonesia dilakukan dengan cara kredit.</p>
<p>“Dan ini (penurunan BI Rate) diharap berdampak positif ke <em>cost of financing</em> (biaya bunga dari bank yang dipinjamkan ke perusahaan pembiayaan untuk mendanai kredit konsumen, karena sumber dana perusahaan pembiayaan berasal dari pinjaman ke bank. Sehingga, harapannya ini memberi ruang bagi teman-teman di industri (pembiayaan) otomotif untuk menawarkan paket kredit yang atraktif (menarik),” papar Hendry dalam Astra Media Day, yang digelar di Jakarta, Kamis (19/9/2024).</p>
<figure id="attachment_19221" aria-describedby="caption-attachment-19221" style="width: 704px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/07/Kia-Seltos-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1721292820829.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-19221" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/07/Kia-Seltos-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1721292820829.jpg" alt="" width="704" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-19221" class="wp-caption-text">Ilustrasi, salah satu mobil Kia yakni Kia Seltos yang dipamerkan di GIIAS 2024 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Namun, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (19/9/2024) menyebut persoalannya tidak sesederhana itu. Menurut dia, meski BI Rate turun dan ditetapkan sejak September 2024, namun tak serta merta pada hari itu juga suku bunga kredit dari bank akan turun.</p>
<p>Setidaknya, lanjut Bhima, perlu waktu tiga &#8211; enam bulan untuk membuat kebijakan menurunkan atau tidak suku bunga kredit bagi bank. Jadi kalau BI Rate turun diumumkan pada September dampaknya baru terlihat pada Desember 2024, atau Maret 2025.</p>
<p>&#8220;Mengapa? Karena dari beberapa diskusi dengan teman-teman praktisi perbankan soal ini, mereka menyebut untuk menurunkan suku bunga kredit, mereka harus menurunkan dulu suku bunga simpanan atau uang tabungan masyarakat di bank,” papar Bhima.</p>
<p>Penurunan suku bunga simpanan itu harus dilakukan terlebih dahulu, agar bank mempunyai <em>spread of margin</em> (tingkat selisih keuntungan antara bunga yang mnereka bayarkan untuk simpanan nasabah dengan tingkat bunga kredit yang mereka berikan) yang lebih besar. Dengan begitu mereka bisa untung.</p>
<p>&#8220;Iya dong, kan bunga dapat untungnya dari bunga kredit. Nah, proses penurunan bunga simpanan itu tidak mudah prosesnya, karena menyangkut sumber keuangan bank dari masyarakat (atau Dana Pihak Ketiga/DPK). Kalau bunga simpanan turun, orang juga tidak tertarik menyimpan duit di bank,” tandas Bhima.</p>
<figure id="attachment_3479" aria-describedby="caption-attachment-3479" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Kantor-Bank-Indonesia-dok.Istimewa-e1634690559385.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3479" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Kantor-Bank-Indonesia-dok.Istimewa-e1634690559385.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-3479" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kantior Bank Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Persoalan kedua terkait dengan minat orang membeli mobil secara kredit saat ini, bukan hanya soal bunga kreditnya saja, tetapi daya beli mereka. Dari hasil kajian CELIOS maupun sejumlah lembaga riset menunjukkan tingkat daya beli kelas menengah Indonesia saat ini melemah.</p>
<p>“Biaya hidup meningkat, tetapi pendapatan tetap. Sementara, mobil itu bukan kebutuhan utama yang harus dibeli. Jadi intinya faktor daya beli jadi kunci, selama daya beli masih lemah, pembelian mobil masih jadi masalah. Daya beli kuat kalau tingkat pendapatan menguat dan tingkat inflasi terkendali,” tandas Bhima.</p>
<p>Namun demikian, kata Bhima, jika penurunan BI Rate ini berlangsung dalam waktu lama (tidak dikerek naik lagi) atau bahkan turun lagi, maka penjualan mobil bisa kembali mencuat. Sebab, kebijakan itu bisa menjadikan suku bunga cicilan kredit turun, biaya produksi manufaktur turun, begitu pula dengan biaya hidup masyarakat. (Aan/Tis/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bunga Kredit Rendah, Januari – Juni 502.536 Mobil Terjual ke Konsumen di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bunga-kredit-rendah-januari-juni-502-536-mobil-terjual-ke-konsumen-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jul 2023 03:57:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bunga bank]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit Pembelian Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di semster I 2023]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[suku bunga KPB]]></category>
		<category><![CDATA[suku bunga leasing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=13183</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski penjualan sepanjang bulan Juni...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski penjualan sepanjang bulan Juni lebih rendah dibnading Mei, namun secara kumulatif Januari – Juni penjualan ritel masih meningkat.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (12/7/2023) menunjukkan selama Juni total penjualan mobil langsung ke konsumen (ritel) sebanyak 80.021 unit. Jumlah ini menyusut 3,1 persen dibanding angka penjualan ritel yang diraup seluruh pabrikan di Tanah Air pada bulan Mei, yang sebanyak 82.559 unit.</p>
<p>Sementara, total angka penjualan ritel selama Januari – Juni yang dikoleksi seluruh pabrikan tercatat sebanyak 502.536 unit. Jumlah ini meningkat 8 persen dibanding total angka penjuakan ritel yang didulang seluruh pabrikan pada periode sama di 2022, yang masih sebanyak 465.257 unit.</p>
<p>Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (12/7/2023) menyebut setidaknya ada tiga hal yang memantik naiknya penjualan mobil langsung ke konsumen atau penjualan ritel.</p>
<p>“Pertama karena kondisi perekonomian nasional yang masih stabil, masih terus tumbuh. Ini menjadikan nilai tukar kita terhadap dolar AS juga relatif stabil. Sehingga, daya beli masyarakat juga relatif masih kuat,” ungkap dia.</p>
<figure id="attachment_6084" aria-describedby="caption-attachment-6084" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6084" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/SUV-kompak-Hyundai-Creta-yang-diproduksi-di-Indonesia-dok.Mobilitas-scaled-e1649247496507.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-6084" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Hyundai Creta &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Kedua, lanjut Jongkie, karena banyak pabrikan atau merek yang menggelontorkan model-model baru di Tanah Air. Kehadiran model baru merupakan daya tarik yang memiliki daya pantik tinggi terhadap minat konsumen untuk membeli.</p>
<p>Terlebih, sejumlah pameran digelar baik di Jakarta maupun di daerah-daerah. Hajatan ini, menjadi “jendela” atau etalase yang melibatkan konsumen untuk berinteraksi langsung dengan produk baru, sehingga semakin menarik minat.</p>
<p>Dan ketiga adalah masih stabilnya tingkat suku bunga kredit. Sehingga, baik suku bunga kredit pembelian mobil baik melalui bank maupun lembaga pembiayaan (<em>leasing</em>) masih relatif rendah dan terjangkau oleh konsumen dengan acuan tingkat daya beli mereka.</p>
<p>“Faktor besaran bunga kredit ini sangat menentukan. Karena 80 persen lebih pembelian mobil di Indonesia masih menggunakan cara kredit. Sehingga, kalau bunga kredit naik bisa berdampak serius. Tetapi sampai akhir Juni bunga masih relatif stabil dan terjangkau,” tandas Jongkie. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – Mei Penjualan Mobil di RI Naik 10,7 Persen, Model Baru Jadi Pemicu</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-mei-penjualan-mobil-di-ri-naik-107-persen-model-baru-jadi-pemicu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 16:39:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Leasing]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Honda]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Mitsubishi]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toyota Astra Motor]]></category>
		<category><![CDATA[TAM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12767</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Masih terjaganya daya beli dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Masih terjaganya daya beli dan hadirnya model mobil baru maupun versi penyegaran menjadi pemicu.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (12/6/2023) menunjukkan sepanjang lima bulan pertama tahun ini, total mobil yang terjual ke konsumen (ritel) mencapai 381.678 unit. Jumlah ini meningkat 10,7 persen dibanding penjualan selama periode sama di tahun lalu, yang sebanyak 381.678 unit.</p>
<p>Pada saat yang sama, jumlah mobil yang terjual ke diler (<em>wholesales</em>) mencapai 423.404 unit. Jumlah ini menanjak 6,9 persen dibanding angka <em>wholesales</em> yang dibukukan pabrikan mobil di Tanah Air sepanjang Januari – Mei 2022, yang mencapai 396.120 unit.</p>
<p>Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto menyebut membaiknya penjualan ritel mobil di lima bulan pertama tahun ini tak lepas dari daya beli masyarakat Indonesia yang terjaga.</p>
<figure id="attachment_11251" aria-describedby="caption-attachment-11251" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11251" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/All-New-Astra-Daihatsu-Ayla-di-GJAW-2023-dok.Mobilitas-e1678508922390.jpg" alt="" width="700" height="512" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/All-New-Astra-Daihatsu-Ayla-di-GJAW-2023-dok.Mobilitas-e1678508922390.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/All-New-Astra-Daihatsu-Ayla-di-GJAW-2023-dok.Mobilitas-e1678508922390-300x219.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/All-New-Astra-Daihatsu-Ayla-di-GJAW-2023-dok.Mobilitas-e1678508922390-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/All-New-Astra-Daihatsu-Ayla-di-GJAW-2023-dok.Mobilitas-e1678508922390-696x509.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/All-New-Astra-Daihatsu-Ayla-di-GJAW-2023-dok.Mobilitas-e1678508922390-574x420.jpg 574w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/All-New-Astra-Daihatsu-Ayla-di-GJAW-2023-dok.Mobilitas-e1678508922390-80x60.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11251" class="wp-caption-text">All New Daihatsu Ayla di GJAW 2023 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Kemampuan membeli masyarakat ini ditopanng oleh kondisi perekonomian yang stabil.</p>
<p>“Ekonomi yang stabil juga menjadikan tidak adanya kenaikkan tingkat suku bunga pinjaman atau kredit. Soal suku bunga ini penting, karena kalau kita lihat 70 persen sampai 80 persen pembelian mobil itu dilakukan secara kredit. Jadi kalau bunga naik, akan sangat berdampak,” papar dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (12/6/2023).</p>
<p>Selain itu, pemicu minat masyarakat untuk membeli mobil yang tidak kalah besarnya adalah hadirnya mobil baru baik yang baru maupun versi penyegaran. Terlebih hingga lima bulan pertama tahun ini ada beberapa pameran otomotif yang digelar di Jakarta maupun di daerah. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BI Kerek Bunga Lagi, Cicilan Kredit Otomotif Bakal Makin Mahal</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bi-kerek-bunga-lagi-cicilan-kredit-otomotif-bakal-makin-mahal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2023 00:33:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[bunga Kredit Motor]]></category>
		<category><![CDATA[DP kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[harga Xpander]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[kredit Avanza]]></category>
		<category><![CDATA[kredit Mitsubishi Xpander]]></category>
		<category><![CDATA[kredit motor Yamaha]]></category>
		<category><![CDATA[LCGC terlaris]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris]]></category>
		<category><![CDATA[MPV terlaris]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Avanza]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan motor]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan leasing]]></category>
		<category><![CDATA[PT AHM]]></category>
		<category><![CDATA[PT Wahana Makmur Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[uang muka kredit motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=10496</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Bank Indonesia (BI) menetapkan kebijakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas </strong>&#8211; Bank Indonesia (BI) menetapkan kebijakan uang muka kredit mobil dan motor 0% hingga akhir 2023.</p>
<p>“Pelonggaran uang muka (down payment atau DP) ini berlaku bagi semua pembelian kendaraan baru, untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif. Kebijakan ini mulai berlaku 1 Januari 2023 sampai 30 Desember 2023,&#8221; ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo, usai Rapat Dewan Gubernur BI, di Jakarta, Kamis (19/1/2023).</p>
<p>Namun, pada saat yang sama,  BI yang kembali mengerek tingkat suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis point (bps). Sehingga besaran bunga acuan kredit dari bank sentral itu saat ini menjadi 5,75%.S</p>
<p>Sebelumnya di 2022 lalu, pada periode Agustus – Desember, BI sudah mengerek suku bunga acuan sampai 200 bps. Walhasil, suku bunga acuan di tahun itu menjadi 5,50%.</p>
<p>Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyebut cepat atau lambat bank dan perusahaan pembiayaan harus mengerek suku bunga kredit mereka.</p>
<p>“Kalau tidak maka konsekwensinya Nett Interest Margin (NIM) atau tingkat keuntungan bersih dari bunga semakin tergerus, sebab sejak Agustus 2022 BI Rate sudah naik 225 bps,” papar dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Kamis (19/1/2023).</p>
<p>Dengan kata lain, angsuran kredit otomotif – baik sepeda motor maupun mobil – bakal lebih mahal. “Potensi dampaknya ke industri otomotif juga lumayan, karena 70% &#8211; 80% pembelian mobil maupun motor selama ini menggunakan cara kredit,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_2973" aria-describedby="caption-attachment-2973" style="width: 701px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2973" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-pengitungan-bunga-kredit-dan-pokok-angsuran-kredit-oleh-leasing-dok.Istimewa-e1632712709926.jpg" alt="" width="701" height="491" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-pengitungan-bunga-kredit-dan-pokok-angsuran-kredit-oleh-leasing-dok.Istimewa-e1632712709926.jpg 701w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-pengitungan-bunga-kredit-dan-pokok-angsuran-kredit-oleh-leasing-dok.Istimewa-e1632712709926-300x210.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-pengitungan-bunga-kredit-dan-pokok-angsuran-kredit-oleh-leasing-dok.Istimewa-e1632712709926-150x105.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-pengitungan-bunga-kredit-dan-pokok-angsuran-kredit-oleh-leasing-dok.Istimewa-e1632712709926-696x487.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-pengitungan-bunga-kredit-dan-pokok-angsuran-kredit-oleh-leasing-dok.Istimewa-e1632712709926-600x420.jpg 600w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-pengitungan-bunga-kredit-dan-pokok-angsuran-kredit-oleh-leasing-dok.Istimewa-e1632712709926-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 701px) 100vw, 701px" /><figcaption id="caption-attachment-2973" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengitungan bunga kredit dan pokok angsuran kredit oleh leasing &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut, sepanjang 2022, sebagian besar perusahaan pembiayaan masih menahan untuk tidak mengerek bunga kredit.</p>
<p>“Tetapi di awal 2023 ini, sudah ada yang menyesuaikan. Ini karena sebagian besar dari mereka mengalami kontraksi net interest margin (NIM) terutama pada semester kedua 2022. Apalagi, sumber modal dana perusahaan pembiayaan itu sebagian besar juga dari pinjaman dari bank atau penerbitan surat utang, jadi kalau tidak menaikkan bunga ya akan berat bebannya,” kata dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, Kamis (19/1/2023).</p>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto berharap kenaikkan suku bunga acuan itu yang berpotensi menyebabkan bank dan lembaga pembiayaan menaikkan bunga kredit itu diimbangi dengan stimulus pemerintah.</p>
<p>Misalnya, kata Jongkie yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (19/1/2023) seperti yang tahun lalu diberlakukan, dengan relaksasi fisal melalui potongan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang terbukti efektif membantu konsumen. “Sehingga, masyarakat terbantu dan industri juga tumbuh,” kata dia. (Eva/Swe/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BI Kerek Suku Bunga Acuan, Cicilan Mobil dan Motor Bakal Naik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bi-kerek-suku-bunga-acuan-cicilan-mobil-dan-motor-bakal-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2022 23:53:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[bunga Kredit Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Cicilan Kredit MObil]]></category>
		<category><![CDATA[cicilan kredit Motor]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar sepeda motor]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=8855</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas –  Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> –  Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan.</p>
<p>Dalam rapat yang digelar 21 – 22 September lalu itu, BI memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%. Sementara, suku bunga Deposit Facility naik 50 bps menjadi 3,50%, dan suku bunga Lending Facility (suku bunga pinjaman) naik 50 bps menjadi 5,00%.</p>
<p>Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pengaruh kebijakan ini ke suku bunga perbankan &#8211; baik suku bunga kredit dan simpanan &#8211; akan terjadi pada enam nanti.</p>
<p>“Transmisinya (pengaruhnya) kepada suku bunga kredit perbankan, baik kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), kredit tanpa agunan (KTA), hingga kredit usaha, akan terjadi dalam dua kuartal ke depan (atau mulai April 2023 nanti),” kata dia dalam keterangan resmi BI, belum lama ini.</p>
<figure id="attachment_8857" aria-describedby="caption-attachment-8857" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8857" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903.jpg" alt="" width="700" height="499" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-300x214.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-696x496.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-589x420.jpg 589w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8857" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kredit kendaraan bermotor &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, Rabu (28/9/2022) mengatakan, asosasi saat ini pihaknya tengah mempelajari kebijakan BI tersebut. Kenaikkan suku bunga acuan BI, kata Suwandi, pasti berdampak terhadap kebijakan penetapan suku bunga kredit oleh lembaga pembiayaan.</p>
<p>“Apalagi, porsi terbesar sumber modal lembaga pembiayaan itu dari bank. Tapi berapa besar kenaikkannya (bunga kredit) itu, masih kita pelajari,” kata dia. (Swe/Mus/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catat, Ini Plus Minus Kredit Mobil Tenor Panjang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/catat-ini-plus-minus-kredit-mobil-tenor-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 08:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[angsuran kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil baru]]></category>
		<category><![CDATA[leasing mobil]]></category>
		<category><![CDATA[mobil baru]]></category>
		<category><![CDATA[pembiayaan kredit]]></category>
		<category><![CDATA[tenor kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[uang muka kredit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2437</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Saban kali kita mendapatkan tawaran...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Saban kali kita mendapatkan tawaran skema pembiayaan pembelian kredit kerap mendengar tawaran tenor atau jangka waktu pinjaman kredit yang panjang. Tentu, tawaran ini perlu dipikirkan secara matang sebelum diputuskan untuk menerimanya atau tidak.</p>
<p>“Karena tenor akan sangat mempengaruhi jumlah bunga dan besaran cicilan yang harus dibayarkan oleh kreditur. Ada plus minus dari tenor kredit yang panajng, dan faktor plusnya ini terkait dengan kondisi ca;on kreditur atau orang yang akan melakukan kredit mobil itu. Karena itu sekali lagi pikirkan masa-masak,” ungkap Financial Planner independen, Mutia Chairunissa, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> dari Jakarta, Sabtu (31/7/2021).</p>
<p>Nilai plus dari tenor kredit yang panjang dirasakan oleh calon nasabah (calon pengredit) mobil yang memiliki pendapatan tetap dan cenderung pas saban bulannya. Misalnya seorang aparatur sipil negara atau karyawan swasta yang hanya mengandalkan pendapatan dari gaji semata.</p>
<figure id="attachment_1888" aria-describedby="caption-attachment-1888" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1888" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800.jpg" alt="" width="700" height="493" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-300x211.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-150x106.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-696x490.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-596x420.jpg 596w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-1888" class="wp-caption-text">Kredit mobil mengalami masalah &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sehingga, dengan perhitungan pemdapatan bulanan yang telah dibagi dengan anggaran kebutuhan tetap saban bulannya plus kebutuhan lainnya, masih tersisa jumlah yang tetap untuk angsuran atau cicilan kredit.</p>
<p>“Dan tenor kredit panjang akan memperkecil jumlah uang muka (DP) yang harus dibayarkan dan besaran cicilan per bulan. Jadi cocok untuk orang yang memiliki pendapatan tetap saban bulannya,” kata Mutia.</p>
<p><strong>Nilai minus</strong><br />
Namun, selain menawarkan keringanan seperti itu, tenor kredit yang panjang juga mempunyai kekurangan atau nilai minus. Nilai minus pertama adalah jumlah bunga yang dibayarkan hingga tenor berakhir, jika ditotal akan jauh lebih besar atau lebih tinggi.</p>
<p>“Sebab, meski besaran bunga kredit saban bualnnya terbilang kecil atau rendah, tetapi karena Jangka waktu pembayaran yang lebih panjang atau jumlah bulannya yang jauh lebih banyak, maka kalau ditotal nilai nominal pembayaran bunga itu jauh lebih besar,” jelas Mutia.</p>
<figure id="attachment_2439" aria-describedby="caption-attachment-2439" style="width: 600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2439" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank.jpg" alt="" width="600" height="450" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank.jpg 600w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-300x225.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-150x113.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-560x420.jpg 560w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-80x60.jpg 80w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Dialabank-265x198.jpg 265w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption id="caption-attachment-2439" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kredit mobil &#8211; dok.Dialabank</figcaption></figure>
<p>Kedua, nilai mobil ketika kredit telah lunas sudah jauh terdepresiasi banyak alias sudah merosot sangat dalam. Maklum, penurunan nilai (dipresiasi) harga mobil saban tahunnya berlangsung secara konstan, dengan besaran 10% per tahun.</p>
<p>Sehingga jika dalam waktu tenor rata-rata alis normal saja – yakni lima tahun – maka mobil yang saat dibeli (kredit) berharga Rp 250 juta, maka lima tahun kemudian harganya sudah Rp 125 juta – Rp 150 juta, meski kondisi bodi masih mulus dan mesin masih prima sekalipun.</p>
<p>Nilai minus ketiga dari tenor kredit panjang adalah, akan sulit di-over kredit jika Anda kesulitan membayar cicilan di tengah perjalanan proses kredit. Anda kemungkinan besar akan kesulitan mencari orang yang mau mengambil alih sisa waktu kredit tersebut.</p>
<figure id="attachment_2442" aria-describedby="caption-attachment-2442" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2442" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-kredit-pemilikan-mobil-dok.Forbes-e1627721518978.jpg" alt="" width="700" height="493" /><figcaption id="caption-attachment-2442" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kredit pemilikan mobil &#8211; dok.Forbes</figcaption></figure>
<p>Sebab, orang tidak akan mau mengambil alih atau take over kredit tersebut jika masa cicilannya masih panjang. Sebab, orang juga akan berpikir nilai kendaraan terus terdepresaisi.</p>
<p>Begitu pun dengan kondisi mesin maupun bodinya. Selain itujumlah kilometer yang ditempuh kendaraan selama digunakan juga terus bertambah. Padahal hal itu menambah penurunan nilai mobil. (Swe/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
