<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cara aman bermotor kala hujan &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/cara-aman-bermotor-kala-hujan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Oct 2021 15:21:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>cara aman bermotor kala hujan &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Berkendara Motor yang Nyaman dan Aman di Saat Hujan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cara-berkendara-motor-yang-nyaman-dan-aman-di-saat-hujan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2021 04:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara sepeda motor]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara sepeda motor saat hujan]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara yang aman]]></category>
		<category><![CDATA[bersepeda motor yang aman]]></category>
		<category><![CDATA[cara aman bermotor kala hujan]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3679</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski secara intensitas belum tinggi,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski secara intensitas belum tinggi, namun hujan sudah mulai turun di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi hujan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemotor alias biker dalam melakukan perjalanan.</p>
<p>Tak hanya kondisi sepeda motor saja yang dituntut prima, tetapi kewaspadaan dan kecermatan dalam bermanuver ketika melintasi lintasan yang tergenang air dan guyuran air hujan yang deras mengalir. Perlengkapan yang digunakan pun juga wajib diperhatikan terutama menyangkut kenyamanan dan keamanan berkendara.</p>
<p>“Karena itu ada tiga hal yang perlu diperhatikan ketika akan berkendara sepeda motor di tengah musim hujan,&#8221; kata instruktur safety riding Java Adventures, Yuwono Triatmojo, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> dari Jakarta, Selasa (26/10/2021).</p>
<figure id="attachment_2539" aria-describedby="caption-attachment-2539" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2539" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Piringan-cakram-rem-motor-yang-termakan-besi-sepatu-kampas-karena-kampas-rem-yang-sudah-aus-tak-segera-diganti-dok.Mobilitas-2-scaled-e1628322380546.jpg" alt="" width="700" height="511" /><figcaption id="caption-attachment-2539" class="wp-caption-text">Periksa perangkat pengereman dan kondisi ban, serta rantai motor sebelum berkendara menerabas hujan &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Pertama, persiapan perlengkapan yang dibutuhkan selama perjalanan menembus hujan. Kedua, kondisi sepeda motor yang harus prima dan siap untuk diajak menempuh perjalanan selama hujan. Dan ketiga, kesiapan fisik dan mental kita bahwa melibas jalanan di saat hujan membutuhkan kewaspadaan, kecermatan, dan kesabaran.</p>
<p>Tri – panggilan akrabnya – memberikan saran kepada para bikers di Tanah Air sebelum dan selama berkendara menembus guyuran hujan. Berikut ini sarannya:</p>
<p><strong>Pertama, pastikan kondisi sepeda motor dalam kondisi prima</strong>. Mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, rantai,lampu utama dan lampu sein, spion, hingga komponen pengapian alias busi. “Komponen ini bukan hanya menyanngkut kenyamanan berkendara, tetapi juga keamanan,” ujar dia.</p>
<figure id="attachment_3023" aria-describedby="caption-attachment-3023" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3023" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Pilih-jas-hujan-dengan-warna-terang-atau-mencolok-agar-terlihat-pengguna-kendaraan-lain-di-saat-air-hujan-lebat-mengguyur-dok.Istimewa-e1632895801558.jpg" alt="" width="700" height="493" /><figcaption id="caption-attachment-3023" class="wp-caption-text">Pilih jas hujan model setelan atau model single agar lebih nyaman dan aman &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p><strong>Kedua, pakailah jas hujan model setelan dan paiklah helm dengan bagian wajah yang tertutup</strong>. Dari segi fleksibilitas, jas hujan model setelan membuat pengendara lebih leluasa dan bebas bergerak. Selain itu, lebih efektif menangkal rembesan air hujan masuk mengenai tubuh kita.</p>
<p>&#8220;Perlunya helm dengan bagian wajah tertutup akan menghindarkan kita dari terpaan air hujan yang tidak saja sakit, tetapi juga menggangu pandangan dan konsentrasi,&#8221; jelas Tri.</p>
<p><strong>Ketiga, perhatikan cara atu teknik pengereman ketika lintasan basah</strong>. Jangan mengerem secara mendadak, jika harus melakukan pengereman sebaiknya secara perlahan dan diikuti engine brake (cara ini lebih mudah dilakukan pengguna sepeda motor transmisi manual).</p>
<figure id="attachment_3681" aria-describedby="caption-attachment-3681" style="width: 714px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3681" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-mengerem-sepeda-motor-dok.MPM_.co_.id_-e1635302393907.jpg" alt="" width="714" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-mengerem-sepeda-motor-dok.MPM_.co_.id_-e1635302393907.jpg 714w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-mengerem-sepeda-motor-dok.MPM_.co_.id_-e1635302393907-300x210.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-mengerem-sepeda-motor-dok.MPM_.co_.id_-e1635302393907-150x105.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-mengerem-sepeda-motor-dok.MPM_.co_.id_-e1635302393907-696x487.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-mengerem-sepeda-motor-dok.MPM_.co_.id_-e1635302393907-600x420.jpg 600w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-mengerem-sepeda-motor-dok.MPM_.co_.id_-e1635302393907-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 714px) 100vw, 714px" /><figcaption id="caption-attachment-3681" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mengerem sepeda motor &#8211; dok.MPM.co.id</figcaption></figure>
<p>“Kalau kita lakukan pengereman mendadak, ban akan selip dan kemungkinan motor tergelincir sangat besar. Agar potensi mengerem mendadak bisa dikurangi atau dihindari, maka sebaiknya menjaga jarak hingga aman dengan kendaraan lain. Selain itu jangan memacu motor terlalu kencang. Ingat, kemungkinan buruk ada orang menyeberang, ada lubang di jalan, dan lain-lain,” kata Tri.</p>
<p><strong>Keempat, beristirahat dan berteduh jika kondisi hujan semakin memburuk misalnya disertai angin kencang yang membuat kestabilan kita mengendalikan motor terganggu.</strong></p>
<figure id="attachment_3682" aria-describedby="caption-attachment-3682" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3682" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Menerjan-genangan-air-hujan-sebaiknya-dihindari.-Tetapi-jika-tak-bisa-dihindari-lakukan-dengan-cara-yang-cermat-dan-tepat-dok.The-Himalayan-Times-scaled-e1635302523657.jpg" alt="" width="700" height="519" /><figcaption id="caption-attachment-3682" class="wp-caption-text">Lebih baik berhenti dan berteduh jika kondisi hujan semakin memburuk &#8211; dok.Reuters via Himalayan Times</figcaption></figure>
<p>Paling tidak, jika jarak pandang kita terganggu. “Karena kondisi seperti itu sangat berisiko untuk melakukan perjalanan,” imbuh pria yang pernah menjadi instruktur safety riding di sebuah agen pemegang merek motor buatan Jepang itu. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
