<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Chery &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/chery/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 May 2026 23:41:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Chery &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjualan Chery di RI Tak Berseri Lagi, Januari &#8211; April 2026 Anjlok Segini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-chery-di-ri-tak-berseri-lagi-januari-april-2026-anjlok-segini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 07:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Chery]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Chery 2026]]></category>
		<category><![CDATA[PT Chery Sales Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PT CSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27869</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Padahal di kurun waktu yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Padahal di kurun waktu yang sama, pasar mobil di Indonesia menggeliat. Itu terlihat dari kenaikan penjualan -baik penjualan secara grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) &#8211; yang cukup lumayan.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (14/5/2026) menunjukkan, di periode Januari &#8211; April.2026 itu, <em>wholesales</em> mobil di Tanah Air mencapai 289.787 unit. Jumlah tersebut menanjak 12,5 persen dibanding <em>wholesales</em> di periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 257.647 unit.</p>
<p>Sementara, total penjualan ritel pada kurun waktu yang sama, sebanyak 287.581 unit. Total penjualan eceran ke konsumen tersebut meningkat 6,9 persen dibanding periode sama tahun lalu yang masih sebanyak 268.940 unit.</p>
<p>Namun, di tengah berseminya pasar mobil Indonesia ini, ternyata penjualan mobil Chery yang dijajakan oleh PT Chery Sales Indonesia (PT CSI) justru meredup. Fakta data berbicara, di Januari &#8211; April 2026 itu, total <em>wholesales</em> yang diraup merek ini hanya 4.348 unit, anjlok 27,8 persen.</p>
<figure id="attachment_22551" aria-describedby="caption-attachment-22551" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Chery-J6-saat-pertama-kali-diluncurkan-di-Indonesia-dok.PT-CSI-e1738286209504.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-22551" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Chery-J6-saat-pertama-kali-diluncurkan-di-Indonesia-dok.PT-CSI-e1738286209504.jpg" alt="" width="700" height="499" /></a><figcaption id="caption-attachment-22551" class="wp-caption-text">Chery J6 &#8211; dok.PT CSI</figcaption></figure>
<p>Di bulan April saja, Chery melalui PT CSI mencetak total<em> wholesales</em> sebanyak 1.137 unit. Jumlah tersebut anjlok 29,8 persen dibanding total penjualan grosir yang dibukukannya pada bulan yang sama di 2025.</p>
<p>Sedangkan catatan total penjualan ritel yang berhasil ditorehkan Chery Indonesia di empat bulan pertama 2026 tersebut 4.490 unit. Jumlah ini anjlok 19,7 persen dibanding periode sama di tahun 2025.</p>
<p>Adapun di bulan April saja, merek mobil asal Republik Rakyat Cina itu mengoleksi total angka penjualan ritel sebanyak 1.057 unit. Jumlah itu anjlok hingga 31,8 persen dibanding total penjualan ritel yang dicetaknya pada bulan April 2025. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Ritel Mobil Cina di Lokal Januari – April 2026 Loyo, Tapi Ekspor Melejit 66,5 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-ritel-mobil-cina-di-lokal-januari-april-2026-loyo-tapi-ekspor-melejit-665-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 04:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Mobil Chna 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Geely 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mobil BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina terlaris]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Cina 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27823</guid>

					<description><![CDATA[Beijing, Mobilitas – Bahkan, di bulan April saja,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beijing, Mobilitas</strong> – Bahkan, di bulan April saja, total jumlah mobil yang diekspor oleh seluruh pabrikan yang ada di Negeri Tiri Bambu itu (baik dalam wujud utuh atau CBU maupun terurai alias CKD) meroket hingga 80,7 persen dibanding ekspor di bulan yang sama pada 2025.</p>
<p>Data China Passenger Car Association (CPCA) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (11/5/2026) menunjukkan di periode Januari – April 2026 atau empat bulan pertama 2026, jumlah mobil – konvensional, hybrid, plug-in hybrid, dan listrik murni atau BEV – yang terjual ke konsumen alias penjualan ritel di Cina mencapai 5,604 juta unit.</p>
<p>Jumlah penjualan secara eceran dari dealer langsung ke konsumen itu melorot 18,5 persen dibanding penjualan eceran ke konsumen di periode sama tahun 2025. Sebab di periode emapat bulan pertama 2025, total penjualan mobil di Cina ke konsumen masih sebanyak 6,872 juta unit.</p>
<figure id="attachment_15440" aria-describedby="caption-attachment-15440" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Leapmotor-C10-yang-gambar-desainnya-dipatenkan-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1770816538260.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15440" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Leapmotor-C10-yang-gambar-desainnya-dipatenkan-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1770816538260.jpg" alt="" width="700" height="485" /></a><figcaption id="caption-attachment-15440" class="wp-caption-text">Leapmotor C10 &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Fakta juga berbicara, di periode emapat bulan pertama 2026 tersebut, total jumlah mobil elektrifikasi alias NEV yang terdiri dari hybrid, plug-in hybrid, dan listrik murni atau BEV yang terjual ke konsumen sebanyak 2.792 juta unit. Jumlah n ritel tersebut merosot hingga 17 persen dibanding periode Januari – April 2025.</p>
<p>Namun, meski penjualan riil ke konsumen di dalam negeri loyo, ternyata ekspor mobil penumpang dari negara berpenduduk 1,423 miliar jiwa itu justru meroket. Di periode Januari – April 2026 totalnya 2,591 juta unit, melejit hingga 66,2 persen dibanding total ekspor selam periode Januari – April 2025.</p>
<p>Bahkan di bulan April saja total jumlah mobil yang diekspor Cina mencapai 769.066 unit. Jumlah mobil yang dikirim ke luar negeri tersebut meroket hingga 80,7 persen dibanding April 2025, dan melonjak 11,8 persen dibanding Maret 2026. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chery Eksportir Mobil Terbesar Cina, Januari – April 2026 Kirim 570.884 Unit ke Dunia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/chery-eksportir-mobil-terbesar-cina-januari-april-2026-kirim-570-884-unit-ke-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 02:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Group]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Chery Group 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Exeed/Exlantix]]></category>
		<category><![CDATA[iCAR]]></category>
		<category><![CDATA[Jaecoo]]></category>
		<category><![CDATA[Jetour]]></category>
		<category><![CDATA[Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Luxeed]]></category>
		<category><![CDATA[Omoda]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Chery 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27748</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Chery Group (Chery Automobile Co....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Chery Group (Chery Automobile Co. Ltd.) adalah perusahaan raksasa otomotif yang didirikan pada tahun 1997 dan dimiliki pemerintah Wuhu, Republik Rakyat Cina.</p>
<p>Group ini kini menyuguhkan berbagai jenis dan merek mobil dengan pilihan teknologi penggerak yang lengkap mulai dari ICE (mesin konvensional), Hybrid, PHEV, hingga BEV (listrik murni), yang dipasarkan di lebih dari 80 negara. Merek yang ada di bawah Chery adalah Chery, Jaecoo, Omoda, Jetour, iCAR, Lepas, Exeed/Exlantix, Luxeed, dan Karry.</p>
<p>Data Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (5/5/2026) menunjukkan, di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, Cherry Group, msih mencatatkn kinerja positif di periode Januari – April 2026. Khususnya dalam kinerja ekspornya.</p>
<figure id="attachment_25135" aria-describedby="caption-attachment-25135" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/07/Lepas-L6-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1753976657362.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-25135" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/07/Lepas-L6-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1753976657362.jpg" alt="" width="700" height="492" /></a><figcaption id="caption-attachment-25135" class="wp-caption-text">Lepas L6 di GIIAS 2025 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Fakta data berbicara, di empat bulan pertama 2026 tersebut, Chery Group membukukan penjualan di pasar global 853.098 unit. Jumlah penjualan ini meningkat 3,9 persen dibanding periode sama di tahun 2025.</p>
<p>Menariknya, dari total jumlah penjualan itu, 570.884 unit diantaranya merupakan mobil yang diekspor, dan jumlah tersebut melonjak hingg a 66,3 persen dibanding total ekspornya di periode Januari – April 2025. Kinerja itu sekaligus mengukuhkan Chery Group sebagai eksportir mobil terbesar di Cina.</p>
<p>Sedangkan mobil elektrifikasi (Hybrid, PHEV, dan BEV) yang dijual Chery Group pada periode Januari – April 2026 itu sebanyak 261.480 unit. Jumlah tersebut meningkat 16,4 persen dibanding periode empat bulan pertama 2025. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Instruksi Mendagri ke Daerah untuk Bebaskan Pajak EV Dinilai Tepat, Ini Alasannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/instruksi-mendagri-ke-daerah-untuk-bebaskan-pajak-ev-dinilai-tepat-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 07:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak EV]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Permendagri Nomor 11 Tahun 2026]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27657</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Setelah dua tahun mendapatkan treatment...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Setelah dua tahun mendapatkan treatment khusus berupa pembebasan pajak – baik Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) – pemerintah mencoba menata ulang perlakuan itu melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, BBNKB, dan Pajak Alat Berat.</p>
<p>Beleid itu – secara esensial – membawa pesan bahwa mobil listrik sejak 1 April 2026 tidak lagi bebas pajak meski dengan pemungut pemerintah daerah. Tetapi untuk besaran insentifnya, itu diserahkan sepenuhnya kepada daerah.</p>
<p>Namun, setelah menerbitkan dalam waktu kurang dari sebuian beleid itu diberlakukan, Menteri Dalam Negeri, TIto Karnavian, menginstruksikan semua gubernur membebaskan pajak kendaraan listrik (EV). Instruksi itu diberikan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.13.1/3764/SJ tentang Pemberian Insentif Fiskal berupa Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kendaraan Bermotor.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kepala Center of Industry, Trade and Investment INDEF, Andry Satrio Nugroho, menyebut langkah Menteri Tito itu tepat, sebagai koreksi dari penerjemahannya bahwa mobil listrik ‘bisa’ dipajaki sesuai kebijakan pemerintah daerah. “Karena kalau pemajakan itu terjadi maka bertolak belakang dengn bagi masyarakat maupun investor. Pemerintah ingin memacu adopsi kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan ke BBM fosil dan menciptakan lingkungan bersih. Instrumennya insentif,” ujar Andry.</p>
<figure id="attachment_22347" aria-describedby="caption-attachment-22347" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Mobil-listrik-Chery-Omoda-E5-yng-dijual-di-Indonesia-dok.PT-CSI-e1737077809336.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-22347" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Mobil-listrik-Chery-Omoda-E5-yng-dijual-di-Indonesia-dok.PT-CSI-e1737077809336.jpg" alt="" width="700" height="491" /></a><figcaption id="caption-attachment-22347" class="wp-caption-text">Mobil listrik Chery Omoda E5 yng dijual di Indonesia &#8211; dok.PT CSI</figcaption></figure>
<p>Selain itu, lanjut Andry, agar dopsi itu makin kuat dan industrinya memberikan manfaat ekonomi yang besar maka produksi harus lokal. Itu bisa terjadi kalau investor diberi insentif juga dan hasil produksinya laku terjual. “Itulah mengapa pemajakan EV itu kontraproduktif,” tandas dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Terlebih,sebut Andry, pemerintah menargetkan 944.000 unit mobil listrik beroperasi pada 2030. Sehingga perlu mengejar penjualan 840.000 unit untuk mencapai target tersebut, atau sekitar 136.000 unit per tahun.</p>
<p>Sedangkan data Kementerin Perindustrian menunjukkan, populasi kendaraan listrik di Indonesia hingga Maret 2026 sebanyki 358.205 unit. Jumlah itu terdiri 236.451 unit sepeda motor listrik, 119.638 unit mobil listrik, 798 unit bus listrik, 537 kendaraan komersial listrik, serta kategori lainnya.</p>
<p>Adapun perusahaan perakitan mobil listrik 14 dengan kapasitas produksi mencapai 409.860 unit per tahun, 68 perusahaan sepeda motor listrik dengan kapasitas 2,51 juta unit per tahun, serta sembilan perusahaan bus listrik dengan kapasitas 4.100 unit per tahun. Total investasi sektor ini telah mencapai Rp25,674 triliun. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Respon Industri Terkait Mobil Listrik Dikenai Pajak Sesuai Permendagri Nomor 11 Tahun 2026</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-respon-industri-terkait-mobil-listrik-dikenai-pajak-sesuai-permendagri-nomor-11-tahun-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Permendagri Nomor 11 Tahun 2026]]></category>
		<category><![CDATA[PKB Mobil Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[PPnBM Mobil Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27638</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Di Peraturan Menteri Dalam Negeri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, BBNKB, dan Pajak Alat Berat, salah satu poin pentingnya adalah perubahan pada ketentuan objek pajak yang dikecualikan. Dalam beleid yang mulai berlaku efektif sejak 1 April 2026, mobil listrik yang sebelumnya bebas pajak, kini tidak lagi.</p>
<p>“Pencantuman kendaraan listrik sebagai objek pajak dalam Permendagri ini bertujuan sebagai dasar administratif agar pemerintah daerah bisa memberikan fasilitas pajak (insentif) secara tepat, terstruktur, dan terstandar, ” ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri, Benni Irwan, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (23/4/2026),</p>
<p>Hal itu dilakukan, lanjut Benni, karena pemerintah tidak lagi menerapkan pembebasan pajak penuh (0 persen) untuk mobil listrik secara nasional. Sehingga, kata Benni, untuk menormalisasi pajak, kendaraan listrik tetap mendapatkan perlakuan khusus berupa pengurangan atau pembebasan pajak.</p>
<p>“Tetapi untuk besaran insentifnya, itu diserahkan sepenuhnya kepada daerah. Sesuai kebijakan masing-masing pemerintah daerah. Itu yang perlu dipahami bersama, ” jelas Benni.</p>
<p>Menanngapi kebijakan tersebut, Head of Marketing PR &amp; Government Relation PT BYD Motor Indonesia, Luther T Panjaitan, mengingatkan para pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan yang komnsisten dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dia menyebut kebijakan pengenaan pajak akan berdampak pada tingkat adopsi mobil listrik oleh masyarakat.</p>
<figure id="attachment_25464" aria-describedby="caption-attachment-25464" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/09/BYD-Sealion-7-dok.Mobilitas.jpg--e1756797033383.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-25464" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/09/BYD-Sealion-7-dok.Mobilitas.jpg--e1756797033383.jpg" alt="" width="700" height="504" /></a><figcaption id="caption-attachment-25464" class="wp-caption-text">BYD Sealion 7 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Karena kendaraan listrik itu bukan hanya bermanfaat untuk mengurangi emisi karbon yang menciptakn lingkungan lebih bersih saja, tetapi juga mengurangi ketergantungan ke bahan bakar minyak sehingga mengurangi beban anggaran untuk subsidi, ” papar Luther dalam diskusi bertajuk Lonjakan Harga Minyak Dunia, Momentum Genjot Adopsi Electric Vehicle yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Sementara Sekretaris Jenderl Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, yang ditemui <em>Mobilitas</em> di tempat yang sama mengaku tak masalah jika mobil listrik dikenai pajak oleh daerah. Kebijakan itu dinilainya wajar.</p>
<p>“Mengapa, karena mobil listrik itu juga menggunakan jalan. Hanya, soal besaran tarifnya, harus juga memikirkan bagaiman mobil listrik itu terjual sehingga jika produksi terjadi karena permintaan ada, maka investasi juga akan masuk. Tenga kerja terserap, ” tandas Kukuh.</p>
<p>Pernyataan serupa diungkapkan pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Jakarta, Trubus Rahadiansyah yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (23/4/2026). Menurutnya, penerapan pajak untuk mobil listrik saat ini hal wajar sebagai proses transisi dari insentif penuh ke kewajiban pajak normal.</p>
<p>“Ini untuk perlakuan yang adil terhadap kewajiban pajak  untuk semua pengguna fasilitas milik publik, khususnya jalan. Meskipun besarannya harus mempertimbangkan konsistensi untuk mendorong penggunaan mobil listrik. Itu penting , ” kata dia. (Uni/Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jaecoo Melesat, Kuartal I 2026 Merek Mobil Terlaris ke-7 di RI Jauh Ungguli Hyundai</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/jaecoo-melesat-kuartal-i-2026-merek-mobil-terlaris-ke-7-di-ri-jauh-ungguli-hyundai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[Jaecoo]]></category>
		<category><![CDATA[Jaecoo J7]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Jaecoo Indonesia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27554</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Jaecoo yang merupakan submerek dari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Jaecoo yang merupakan submerek dari Chery dengan spesialisasi di SUV premium itu mulai masuk ke pasar Indonesia pada awal tahun 2025. Saat itu merek ini memperkenalkan model Jaecoo J7 di gelaran IIMS 2025 yang disusul dengan kehadiran model EV.</p>
<p>Namun penjualan secara resmi dan pengiriman mobil pesana konsumen mulai gencar dilakukan setelah pamern itu, khususnya di pertengahan tahun 2025. Sejak saat itu pula penjualan Jaecoo terus melaju hingga di tahun 2026 ini.</p>
<p>Terbukti, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (16/4/2026) menunjukkan, penjualan mobil Jaecoo – baik secara grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – telah masuk 10 merek mobil terlaris.</p>
<p>Bahkan telah mendekati merek-merek mobil penumpang asal Jepang yang menjdi penghuni kelompok lima besar di periode Januari – Maret alias kuartal pertama 2026. Fakta berbicara, di tiga bulan pertama 2026 itu Jaecoo mencetak angaka <em>wholesales</em> sebanyak 8.065 unit, dan bercokol di urutan ke-7 terlari setelah Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, Honda, dan BYD.</p>
<figure id="attachment_26162" aria-describedby="caption-attachment-26162" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/10/Dealer-Jaecoo-Manang-Kenjeran-Surabaya-dok.Jaecoo-Indonesia-e1761788584749.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-26162" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/10/Dealer-Jaecoo-Manang-Kenjeran-Surabaya-dok.Jaecoo-Indonesia-e1761788584749.jpg" alt="" width="700" height="493" /></a><figcaption id="caption-attachment-26162" class="wp-caption-text">Dealer Jaecoo Manang Kenjeran, Surabaya &#8211; dok.Jaecoo Indonesia</figcaption></figure>
<p>Sedangkan dalam penjualan eceran ke konsumen atau penjualn ritel di kuartal pertama 2026 itu, Jaecoo membukukan jumlah sebanyak 7.927 unit. Dalam penjualan dari dealer ke konsumen tersebut, Jaecoo berada di urutan ke-7 dalam daftar 10 merek mobil terlaris di Indonesia.</p>
<p>Jaecoo, berhasil menyusul Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, Honda, dan BYD. Bahkan Jaecoo mengungguli Mitsubishi Fuso, Isuzu, dn merek asal Korea – Hyundai – yang nangkring di urutan ke-10 dengan total penjualan ritel 4.824 unit. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertama Kalinya, Tahun 2025 Cina Jadi Penjual Mobil Terbanyak di Dunia Geser Jepang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pertama-kalinya-tahun-2025-cina-jadi-penjual-mobil-terbanyak-di-dunia-geser-jepang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 02:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Geely]]></category>
		<category><![CDATA[Great Wall Motor]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil Cina 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[SAIC Motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27369</guid>

					<description><![CDATA[Tokyo, Mobilitas – Seperti diketahui, Jepang – dengan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokyo, Mobilitas</strong> – Seperti diketahui, Jepang – dengan pabrikan terkenal seperti Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Mazda, Subaru, Nissan, Daihatsu Fuso, Hino, UD Trucks &#8211; telah menguasi pasar dunia dalam beberapa dekade, dengan total penjualan terbanyak.</p>
<p>Namun di tahun 2025 kemarin situasi berubah, Jepang tak lagi menjadi penguasa dunia. Dia digantikan Republik Rakyat Cina (Cina) sebagai negara dengan penjualan mobil terbanyak sejagat alias nomor satu di dunia.</p>
<p>Data dari MarkLines yang dikutip Nikkei dan disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (30/3/2026) menyebut di tahun 2025 itu, Cina berhasil menjual 27 juta unit mobil (kendaraan penumpang maupun niaga) di pasar global. Sementara Jepang menjual 25 juta unit.</p>
<figure id="attachment_22860" aria-describedby="caption-attachment-22860" style="width: 699px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/BYD-Atto-3-yang-dijual-di-Singapura-dok.AutoApp-e1739715660159.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-22860" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/BYD-Atto-3-yang-dijual-di-Singapura-dok.AutoApp-e1739715660159.jpg" alt="" width="699" height="505" /></a><figcaption id="caption-attachment-22860" class="wp-caption-text">Ilustrasi, BYD Atto 3 &#8211; dok.AutoApp</figcaption></figure>
<p>Meski begitu, pabrikan mobil Jepang – yakni Toyota – msih menjadi pabrikan dengan penjualan terbanyak dengan total 11,32 juta unit. Sementara itu, BYD – yang merupakan pabrikan terbesar di Cina saat ini – bercokol di urutan ke-6, dengan total penjualan hampir 4,6 juta unit.</p>
<p>Sedangkan, Geely – pabrikan terbesar kedua – bertengger di posisi ke-8 dunia. Dia melego sebanyak 4,11 juta unit mobil buatannya (Geely Holding Group) di pasar global, yakni di Cina dan dunia.</p>
<p>Pabrikan mobil Cina lainnya yakni Chery, Changan, SAIC Motor, dan Great Wall Motor masuk di antara 20 produsen mobil teratas dunia berdasarkan penjualan. Beberapa dari mereka mengungguli pabrikan Jepang di luar Toyota dan Honda. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ternyata Begini Rapor Penjualan Ritel Mobil Cina di Indonesia Januari – Februari 2026</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ternyata-begini-rapor-penjualan-ritel-mobil-cina-di-indonesia-januari-februari-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 02:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[AION]]></category>
		<category><![CDATA[BAIC]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Changan]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Denza]]></category>
		<category><![CDATA[Dongfeng (DFSK)]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[Geely]]></category>
		<category><![CDATA[Great Wall Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Jaecoo]]></category>
		<category><![CDATA[Jetour]]></category>
		<category><![CDATA[Maxus]]></category>
		<category><![CDATA[merek Cina]]></category>
		<category><![CDATA[MG]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Polytron]]></category>
		<category><![CDATA[Seres]]></category>
		<category><![CDATA[Skyworth]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling]]></category>
		<category><![CDATA[Xpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27355</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Fakta memperlihatkan, saat ini jumlah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Fakta memperlihatkan, saat ini jumlah merek mobil asal Republik Rakyat Cina yang berjualan di Indonesia mencapai 18 merek.</p>
<p>Sekadar informasi, jumlah tersebut termasuk Skyworth yang penjualannya menggunakan nama Polytron dan Morris Garage (MG) merek asal Inggris yang sejak tahun 2007 diakuisisi SAIC Motor Cina. Sehingga disebut sebagai mobil Cina.</p>
<p>Data Gabungan Indusri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (28/3/2026) menunjukkan saat ini merek dan submerek mobil asal Negeri Panda itu yang menjajakan mobilnya di Indonesia adalah BYD, Wuling, Chery, Jaecoo, Aion, Denza, Geely, MG, Great Wall Motor, Dongfeng (DFSK), Jetour, BAIC, Xpeng, dan Neta. Kemudian, Polytron (Skyworth), FAW, Maxus, Seres, serta Changan.</p>
<p>Namun, ternyata tidak semua merek mobil asal Cina itu yang menorehkan kinerja penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel yang positif di bulan Januari 2026. Data memperlihatkan, di bulan pertama 2026 itu, merek asal Cina yang penjualannya melorot ada empat yakni Chery, Wuling, Morris Garage, dan Maxus.</p>
<figure id="attachment_26669" aria-describedby="caption-attachment-26669" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/12/Jaecoo-J7-SHS-dok.Jaecoo-e1767113102377.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-26669" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/12/Jaecoo-J7-SHS-dok.Jaecoo-e1767113102377.jpg" alt="" width="700" height="503" /></a><figcaption id="caption-attachment-26669" class="wp-caption-text">IlustrJasi aecoo J7 SHS &#8211; dok.Jaecoo</figcaption></figure>
<p>Sementara, empat merek yang membukukan penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel terbanyak adalah BYD, Jaecoo, Chery, dan Wuling. Gaikindo mencatat BYD membukukan penjualan ritel sebanyak 6.112 unit unit, Jaecoo 5.059 unit, Wuling 2.550 unit, Chery 2.358 unit, dan Geely 1.686 unit.</p>
<p>Berikut data penjualan ritel mobil merek asal Cina di Indonesia sepanjang Januari 2026 :<br />
BYD : 6.112 unit<br />
Jaecoo : 5.059 unit<br />
Wuling : 2.550 unit<br />
Chery : 2.358 unit<br />
Geely : 1.686 unit<br />
Aion : 1.387 unit<br />
GWM : 561 unit<br />
Denza : 543 unit<br />
Jetour : 366 unit<br />
Xpeng : 253 unit<br />
Dongfeng (DFSK) : 201 unit<br />
FAW: 177 unit<br />
BAIC : 127 unit<br />
MG : 125 unit<br />
Polytron : 109 unit<br />
Neta : 75 unit<br />
Changan : 66 unit<br />
Maxus : 37 unit<br />
<em>Sumber: Gaikindo, 2025</em>. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Rapor Penjualan Ritel Mobil Asal Cina di Indonesia Selama Januari 2026</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-rapor-penjualan-ritel-mobil-asal-cina-di-indonesia-selama-januari-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 07:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Changan]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Geely]]></category>
		<category><![CDATA[GWM]]></category>
		<category><![CDATA[Maxus]]></category>
		<category><![CDATA[merek mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[MG]]></category>
		<category><![CDATA[mobil asal Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Neta. Kemudian]]></category>
		<category><![CDATA[Polytron]]></category>
		<category><![CDATA[Seres]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27000</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta berbicara, sampai dengan akhir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta berbicara, sampai dengan akhir Januari 2026, jumlah merek mobil asal Republik Rakyat Cina yang berjualan di Indonesia (termasuk Skyworth yang penjualannya menggunakan nama Polytron dan Morris Garage merek asal Inggris yang sejak tahun 2007 diakuisisi SAIC Motor Cina) mencapai 18 merek.</p>
<p>Data Gabungan Indusri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (13/2/2026) menunjukkan saat ini merek dan submerek mobil asal Negeri Panda itu yang menjajakan mobilnya di Indonesia adalah BYD, Wuling, Chery, Jaecoo, Aion, Denza, Geely, MG, Great Wall Motor, Dongfeng (DFSK), Jetour, BAIC, Xpeng, dan Neta. Kemudian, Polytron (Skyworth), Maxus, Seres, serta Changan.</p>
<p>Namun, ternyata tidak semua merek mobil asal Cina itu yang menorehkan kinerja penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel yang positif di bulan Januari 2026. Data memperlihatkan, di bulan pertama 2026 itu, merek asal Cina yang penjualannya melorot ada empat yakni Chery, Wuling, Morris Garage, dan Maxus.</p>
<p>Sementara, empat merek yang membukukan penjualan ritel terbanyak adalah BYD, Jaecoo, Chery, dan Wuling. Gaikindo mencatat BYD membukukan penjualan ritel sebanyak 2.516 unit, Jaecoo 2.031 unit, Chery 1.191 unit, dan Wuling 1.047 unit.</p>
<figure id="attachment_26506" aria-describedby="caption-attachment-26506" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/12/Wuling-memproduksi-dan-memasarkan-beragam-model-kendaraan-untuk-menjawab-kebutuhan-mobilitas-masyarakat-dok.Wuling-Motors-e1764991031525.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-26506" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/12/Wuling-memproduksi-dan-memasarkan-beragam-model-kendaraan-untuk-menjawab-kebutuhan-mobilitas-masyarakat-dok.Wuling-Motors-e1764991031525.jpg" alt="" width="700" height="484" /></a><figcaption id="caption-attachment-26506" class="wp-caption-text">Wuling memproduksi dan memasarkan beragam model kendaraan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia- dok.Wuling Motors</figcaption></figure>
<p>Berikut data penjualan ritel mobil merek asal Cina di Indonesia sepanjang Januari 2026 :</p>
<p>BYD : 2.516 unit<br />
Jaecoo : 2.031 unit<br />
Chery : 1.191 unit<br />
Wuling : 1.047 unit<br />
Aion : 675 unit<br />
Geely : 585 unit<br />
GWM : 211unit<br />
Denza : 194 unit<br />
Jetour : 144 unit<br />
FAW: 114 unit<br />
Dongfeng (DFSK) : 101 unit<br />
Xpeng : 77 unit<br />
MG : 66 unit<br />
BAIC : 52 unit<br />
Maxus : 15 unit<br />
Polytron : 12 unit<br />
Changan : 6 unit<br />
<em>Sumber: Gaikindo, 2025</em>. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kini, Satu dari 10 Mobil yang Terjual di Eropa Buatan Pabrikan Cina</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kini-satu-dari-10-mobil-yang-terjual-di-eropa-buatan-pabrikan-cina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 03:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina di Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26886</guid>

					<description><![CDATA[Brussels, Mobilitas – . Produsen mobil listrik asal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Brussels, Mobilitas</strong> – . Produsen mobil listrik asal Republik Rakyat Cina, disebut menggunakan keunggulan kompetitif mereka dalam teknologi baterai untuk menggaet hati pelanggan.</p>
<p>Keterangan data hasil riset Dataforce yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (1/2/2026) menyebut mobil listrik aSaL Negeri Tirai Bambu itu kini merebut pangsa pasar yang signifikan di Eropa. Tak hanya di segmen mobil listrik baterai saja, tetapi juga di pasar mobil secara keseluruhan yakni gabungan antara mobil konvensional , hybrid, plug-in hybrid, dan mobil listrik baterai.</p>
<p>“Saat ini, dari 10 mobil yang terjual di Eropa, satu diantaranya merupakan mobil buatan merek Cina,” bunyi keterangan lembaga tersebut.</p>
<figure id="attachment_15440" aria-describedby="caption-attachment-15440" style="width: 721px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Leapmotor-C10-yang-gambar-desainnya-dipatenkan-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1701094333921.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15440" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Leapmotor-C10-yang-gambar-desainnya-dipatenkan-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1701094333921.jpg" alt="" width="721" height="500" /></a><figcaption id="caption-attachment-15440" class="wp-caption-text">Leapmotor C10 yang gambar desainnya dipatenkan di Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, di bulan Desember 2025, pangsa pasar mobil Cina mencapai 9,95 persen. Pangsa pasar itu mengungguli pangsa pasar mobil Korea seperti Hyundai dan Kia.</p>
<p>Sedangkan hasil riset Bloomberg yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (1/2/2026) menyebut merek-merek mobil Cina menguasai 16 persen pasar mobil listrik Eropa pada bulan Desember 2025, dan 11 persen untuk keseluruhan tahun 2025.</p>
<p>Jumlah itu lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2024.Pabrikan seperti Zhejiang Leapmotor Technology Co dan Chery Automobile Co mencatatkan volume yang signifikan. Mereka bergabung dengan pemain lama seperti BYD, MG, dan SAIC Motor Corp. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
