<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diskon PPN Mobil Listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/diskon-ppn-mobil-listrik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2026 02:45:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Diskon PPN Mobil Listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemerintah akan Diskon PPN Mobil Listrik 40 – 100 Persen, Berbaterai Nikel Lebih Besar Karena Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pemerintah-akan-diskon-ppn-mobil-listrik-40-100-persen-berbaterai-nikel-lebih-besar-karena-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 02:41:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Diskon PPN Mobil Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[EV berbaterai nikel]]></category>
		<category><![CDATA[insentif mobil listrik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[PPN DTP mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya Yudhi Sadewa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27766</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pemberian insentif berupa potongan (diskon)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pemberian insentif berupa potongan (diskon) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) ini merupakan salah satu opsi subsidi yang akan diberikan oleh pemerintah untuk pembelian mobil listrik.</p>
<p>Seperti diungkp Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026), kebijakan itu bertujuan untuk mendorong masyarakat mengadopsi kendaraan listrik sehingga mereduksi emisi CO. Selain itu untuk mengurangi ketergantungan ke bahan bakar minyik, sekaligus memperkuat daya tahan industri dalam negeri.</p>
<p>Besaran PPN DTP terssebut bervariasi dengan rentang 40 – 100 persen, namun hal ini masih didiskusikan oleh pemerintah yang kini telah dalam tahap finalisasi. Meski begitu, Purbaya menyebut kemungkinan besar mulai diberlakukn pada awal Juni 2026.<br />
&#8220;Jadi PPN ditanggung pemerintah itu ada yang besarannya100 persen dan ada yang 40 persen, tapi skema ini masih didiskusikan. (insentif ) itu utamanya untuk EV (mobil listrik baterai) , yang bukan hybrid. Nanti yang berbaterai nikel sama non-nikel akan beda skemanya (besaran diskonnya),&#8221; ungkap Purbaya.</p>
<p>Kebijakan ini disusun untuk mendorong pemanfaatan nikel menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. Dengan kebijakan itu pemerintah ingin mempercepat pengembangan industri baterai dalam negeri.</p>
<figure id="attachment_27768" aria-describedby="caption-attachment-27768" style="width: 702px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/05/Bebatuan-Nikel-yang-baru-ditambang-dok.Istimewa-via-Media-Nikel-Indonesia-e1778035085574.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-27768" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/05/Bebatuan-Nikel-yang-baru-ditambang-dok.Istimewa-via-Media-Nikel-Indonesia-e1778035085574.jpg" alt="" width="702" height="505" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/05/Bebatuan-Nikel-yang-baru-ditambang-dok.Istimewa-via-Media-Nikel-Indonesia-e1778035085574.jpg 702w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/05/Bebatuan-Nikel-yang-baru-ditambang-dok.Istimewa-via-Media-Nikel-Indonesia-e1778035085574-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 702px) 100vw, 702px" /></a><figcaption id="caption-attachment-27768" class="wp-caption-text">Bebatuan Nikel yang baru ditambang &#8211; dok.Istimewa via Media Nikel Indonesia</figcaption></figure>
<p>&#8220;Kenapa yang (berbaterai).nikel (PPN DTP-nya).lebih besar, karena supaya nikel kita terpakai. Nikelnya kita pakai, dan hilirisasi teknologi baterainya berjalan. Teknologi baterai berbasis nikel sekarang lebih maju dibanding generasi sebelumnya,&#8221; tandas Purbaya.</p>
<p>Menanggapi rencana kebijkan itu, pengamat energi dari Indonesia Economic Energy Policy Studies (IEEPS), Ardiansyah Hafid Mustafa, menyebut kebijakan itu sinkron dengan upaya untuk memaksimalkan produk tambang terutama nikel melalui hilirisasi.</p>
<p>&#8220;Sehingga tidak cukup hanya memberikan opsi jika hanya memakai baterai nikel saja. Tetapi harus disertai instruksi baterai nikel itu harus produksi dalam negeri. Mengapa, karena Indonesia diproyeksikan menjadi pemain kunci ekosistem EV global. Nikel punya kemampuan meningkatkan kepadatan energi dan jangkauan jarak jauh, ini cocok untuk bagi baterai kendaraan listrik premium,&#8221; papar Ardiansyah saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Terlebih, Indonesia memiliki konsorsium antara Indonesia Battery Corporation (IBC), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd (CBL) untuk memproduksi sel baterai. &#8220;CBL itu anak perusahaan CAT, produsen baterai listrik terbesar di dunia,&#8221; kata Ardiansyah. (Die/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
