<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekspor mobil RI 2024 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/ekspor-mobil-ri-2024/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jan 2025 10:54:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>ekspor mobil RI 2024 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menang Jualan di Dalam Negeri, Ekspor Mobil RI 2024 Masih Kalah Jauh Lawan Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/menang-jualan-di-dalam-negeri-ekspor-mobil-ri-2024-masih-kalah-jauh-lawan-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 05:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand 2024]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di RI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjuln mobil di Thailand 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=22535</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang tahun 2024, dengan penduduk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang tahun 2024, dengan penduduk sebanyak 282,48 juta jiwa Indonesia mencatatkan penjualan mobil yang lebih banyak dibanding Thailand yang berpenduduk 66,12 juta jiwa.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (29/1/2025), menunjukkan sepanjang tahun 2024 itu jumlah mobil yang terjual dri pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) di Indonesia sebanyak 865.723 unit. Jumlah itu melorot 13,9 persen dibanding tahun 2023 yang masih mencapai 1.005.802 unit.</p>
<p>Sementara, pada tahun 2024 itu, jumlah mobil di Tanah Air yang terjual dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) hanya sebanyak 889.680 unit. Total penjualan ritel ini anjlok 10,9 persen dibanding tahun 2023, yang masih sebanyak 998.059 unit.</p>
<p>Ternyata, anjloknya penjualan mobil juga terjadi di Thailand. Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (29/1/2025) memperlihatkan di tahun 2024 sebanyak 572.675 unit. Jumlah tersebut anjlok 26,2 persen dan disebut FTI sebagai penurunan terburuk dalam 15 tahun terakhir.</p>
<p>“Ekonomi yang memburuk dan penyaluran kredit yang semakin ketat menyusul tingginya tingkat kredit macet menjadi penyebabnya,” ungkap Wakil Ketua FTI, Surapong Paisitpatanapong.</p>
<figure id="attachment_14503" aria-describedby="caption-attachment-14503" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-mobil-Toyota-yang-diekspor-Toyota-Motor-Manufacturing-Indonesia-dok.TAM_-e1695100561914.webp"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-14503" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-mobil-Toyota-yang-diekspor-Toyota-Motor-Manufacturing-Indonesia-dok.TAM_-e1695100561914.webp" alt="" width="700" height="500" /></a><figcaption id="caption-attachment-14503" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil Toyota yang diekspor Toyota Motor Manufacturing Indonesia &#8211; dok.TAM</figcaption></figure>
<p>Namun, soal ekspor (meski sama-sama merosot) ternyata Negeri Gajah Putih itu lebih unggul dibanding Indonesia. Totalnya, di tahun 2024 itu sebanyak 1.000.000 mobil diekspor oleh negara yang juga dikenal dengan nama Siam tersebut, melorot 8,8 persen dibanding tahun 2023.</p>
<p>Adapun jumlah mobil yang diekspor Indonesia pada tahun 2024 itu sebanyak 472.194 unit. Total jumlah mobil yang dikirim ke luar negeri ini menyusut 6,5 persen dibanding tahun 2023 yang mencapai 505.134 unit.</p>
<p>“Kalau Indonesia di bawah Thailand jumlah ekspornya (mobil) itu wajar. Karena Thailand itu basis produksi banyak brand (merek atau pabrikan mobil) yang tidak hanya untuk memenuhi pasar dalam negeri tetapi jug untuk ekspor. Varian model mobil yng diproduksi di negara dan diorientasikanuntuk ekspor juga lebih banyak,” papar Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (29/1/2025).</p>
<p>Begitu pun dengan penjualan mobil di pasar lokal Thailand lebih sedikit dibanding Indonesia, juga wajar. Pasalnya, jumlah penduduk negara itu hanya sekitar seperlimanya Indonesia. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hingga Oktober 2024, Total Ekspor Mobil RI Belum Sampai Setengahnya Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hingga-oktober-2024-total-ekspor-mobil-ri-belum-sampai-setengahnya-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2024 11:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Thailand 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualn mobil RI 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=21613</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Padahal, jumlah mobil yang diekspor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Padahal, jumlah mobil yang diekspor Thailand selama periode Januari – Oktober 2024 itu merosot dibanding periode sepuluh bulan pertama di tahun lalu. Sementara, di saat yang sama ekspor mobil Indonesia masih meningkat.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (2/12/2024) menunjukkan selama sepuluh bulan pertama 2024 itu, total jumlah mobil yang diekspor Thailand mencapai 853.221 unit. Jumlah tersebut merosot 8 persen dibanding jumlh ekspor yng dibukukn Negeri Gajah Putih itu pada periode Januari – Oktober 2023.</p>
<p>Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (2/12/2024) memperlihatkan, hingga bulan Oktober (Januari – Oktober) 2024, sebanyak 391.483 unit mobil yang diekspor Indonesia. Jumlah ini meningkat 2,45 persen dibnading total ekspor pada periode sm di tahun lalu yang msih sebanyak 382.111 unit.</p>
<p>Artinya, pada kurun waktu Januari – Oktober 2024, ternyata jumlah mobil yang diekspor Indonesia belum sampai setengahnya dari total jumlah mobil yang diekspor Thailand. Meski soal penjualan di pasar lokal, Indonesia jauh mengungguli negara yang juga dikenal dengan nama Siam tersebut.</p>
<figure id="attachment_16256" aria-describedby="caption-attachment-16256" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Suzuki-New-Carry-Pick-Up-dok.PT-SIS-e1705669617248.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-16256" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Suzuki-New-Carry-Pick-Up-dok.PT-SIS-e1705669617248.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-16256" class="wp-caption-text">Suzuki New Carry Pick Up yang juga diekspor ke Vietnam &#8211; dok.PT SIS</figcaption></figure>
<p>Ihwal kalah jauhnya ekspor mobil Indonesia dari negara itu, Ketua I Gikindo Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta mengatakan hal itu wajar. Pasalnya, jumlah pabrikan yang beroperasi sekaligus memproduksi mobil di negara itu jauh lebih banyak dibanding yang beroperasi dan berproduksi di Indonesia.</p>
<p>Pabrikan-pabrikan tersebut, lanjut Jongkie, memang sejak awal menjadikan Thailand sebagai basis produksi yang sebagian hasilnya diorientasikan untuk pasar ekspor. Alasannya, karena ada beberapa keunggulan komparatif dan kompetitif (keuntungn yang diperoleh dibanding jika di negara lain) yang ditawarkan Thailand.</p>
<p>“Keunggulan itu bermacam-macam, mulai dari rantai pasok (komponen) ynag lebih lengkap dan mudah, kebijakan fiskal dan non fiskal yang mendukung investor, sumberdaya alam tersedia, infrastruktur memadai hingga kondisi soal tenaga kerja,” ujar Jongkie.</p>
<p>Selain itu, keputusan terkait kebijakan ekspor dari sebuah pabrikan atau merek juga sangat bergantung pada strategi global prinsipal merek yang bersangkutan. Sehingga, merek atau pabrikan yang beroperasi di satu negara tidak bisa dengan serta merta memutuskan kebijkan ekspor sendiri. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
