<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekspor mobil Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/ekspor-mobil-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Oct 2025 01:44:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>ekspor mobil Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hingga September 2025 Ekspor Mobil RI Masih Jauh di Bawah Thailand, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hingga-september-2025-ekspor-mobil-ri-masih-jauh-di-bawah-thailand-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 01:44:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil CBU]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota 2025]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26178</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Padahal di periode sembilan bulan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Padahal di periode sembilan bulan pertama atau tiga kuartal pertama 2025 itu, jumlah mobil yang diekspor Thailang anjlok 10 persen. Sementara yang diekspor Indonesia menanjak 10,9 persen.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (31/10/2025) menunjukkan di periode Januari – September 2025 jumlah mobil dalam wujud utuh (CBU) yang diekspor Indonesia mencapai 382.374 unit. Jumlah tersebut menanjak 10,9 persen dibanding jumlah yang diekspor selama periode sama di tahun 2024, yang masih sebanyak 344.780 unit.</p>
<p>Sedangkan menurut data Federasi Industri Thailand (FTI) yng disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (31/10/2025) memperlihatkan di periode tiga kuartal pertama 2025 tersebut, jumlah mobil yang diekspor Negeri Gajah Putih itu mencapai 689.031 unit. Jumlah ini, kata FTI, merosot 10 persen dibanding jumlah yang diekspornya pada kurun waktu yang sama di tahun 2024.</p>
<figure id="attachment_4694" aria-describedby="caption-attachment-4694" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Ford-di-Thailand-dok.Ford_-e1640575143541.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4694" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Ford-di-Thailand-dok.Ford_-e1640575143541.jpg" alt="" width="700" height="509" /></a><figcaption id="caption-attachment-4694" class="wp-caption-text">Produksi mobil Ford di Thailand yang juga ditujukan untuk pasar ekspor &#8211; dok.Ford</figcaption></figure>
<p>Ihwal masih tertinggal jauhnya ekspor mobil Indonesia dari Thailnd, meski jumlah pabrikan mobil yng beroperasi di dua negara ini hampir sama, Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto dikarenkan jumlah varin model yang diekspor pabrikan di Indonesia lebih sedikit. Selain itu, lanjut Jongkie yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta pada Jumat (31/10/2025), belum semua pabrikan yang beroperasi di Tanah Air mengekspor produknya.</p>
<p>“Tentunya, ini tergantung kebijakan prinsipal masing-masing brand. Sedangkan keputusan ekspor atau tidak, pilihan model yang dieskpor sampai negara yang dituju itu berada di tangan prinsipal karena hal itu bagian dari <em>grand strtegy</em> global mereka. Pemerintah hanya mendorong dan memfasilitasi saja,” ujar Jongkie. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Mobil Indonesia di Januari – April Belum Sampai Setengahnya Ekspor Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekspor-mobil-indonesia-di-januari-april-belum-sampai-setengahnya-ekspor-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2025 08:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24490</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Padahal, jumlah ekspor mobil dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Padahal, jumlah ekspor mobil dalam wujud utuh (CBU) pada periode empat bulan pertama atau Januari – April 2025 itu menyusut. Sementara di saat yang sama, total jumlah mobil CBU yang diekspor Indonesia masih meningkat.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (30/5/2025) menunjukkan selama catur wulan pertama 2025 itu, jumlah mobil yang diekspor Indonesia ke berbagai negara mencapai 144.796 unit. Total ekspor itu meningkat 4,4 persen dibanding total ekspor pada periode sama tahun lalu yang sebanyak 138.748 unit.</p>
<p>Sementara, total ekspor mobil CBU Thailand di periode Januari – April 2025, seperti terlihat di data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (30/5/2025), sebanyak 303.881 unit. “Jumlah ekspor itu menyusut 12,07 persen dibanding total ekspor selama Januari – April 2024,” sebut FTI.</p>
<figure id="attachment_20887" aria-describedby="caption-attachment-20887" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/10/Suzuki-New-Carry-dok.PT-SIS-e1729135498135.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-20887" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/10/Suzuki-New-Carry-dok.PT-SIS-e1729135498135.jpg" alt="" width="700" height="496" /></a><figcaption id="caption-attachment-20887" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Suzuki New Carry. Salah satu mobil yang diekspor Indonesia ke Vietnam &#8211; dok.PT SIS</figcaption></figure>
<p>Fakta data ini memperlihatkan, ternyata secara total ekspor mobil CBU Indonesia masih tertinggal jauh Thailand. “Tetapi kalau Indonesia kalah dalam volume ekspor itu wajar, sebab jumlah pabrikan mobil yang beroperasi dan memproduksi mobil untuk ekspor itu lebih banyak dibanding di Indonesia,” ungkap Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (30/5/2025).</p>
<p>Thailand, kata Kukuh, memang menjadi production and export hub bagi sejumlah pabrikan, karena dinilai lebih menjanjikan untuk itu. “Ini tentu menjadi tantangan bagi Indonesia, untuk menarik pabrikan mobil agar berproduksi dan ekspor di Indonesia. Karena keputusan untuk memproduksi mobil dan mengekspornya itu keputusan prinsipal, itu bagian dari <em>grand strategy</em> mereka,” papar Kukuh. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kinerja Ekspor Mobil RI di Kuartal I 2025 Menyala, Thailand Merana</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kinerja-ekspor-mobil-ri-di-kuartal-i-2025-menyala-thailand-merana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2025 06:06:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia kuartal pertama 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI Jnauari - Maret 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[kinerhja ekspor mobil Thailand 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24085</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kinerja ekspor mobil hasil produksi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kinerja ekspor mobil hasil produksi pabrikan yang beroperasi di Indonesia selama tiga bulan pertama 2025 terbilang lumayan dibanding penjualan mobil di pasar nasional. Jika penjualan merosot, ekspor masih “hot” meski naik tipis.</p>
<p>Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (29/4/2025) memperlihtkan, selama periode Januari – Maret atau kuartal pertama 2025, Indonesia mengekspor mobil ke berbagai negara sebanyak 110.133 unit. Jumlah mobil yang dikirim ke luar negeri itu meningkat 1,7 persen dibanding total ekspor periode Januari – Maret 2024, yang masih sebanyak 108.326 unit.</p>
<p>Sementara, di Thailand, data Federasi Industri Thailand (FTI) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (29/4/2025) menunjukkan sepanjang Januari-Februari, jumlah mobil yang diekspor mencapai 143.644 unit, turun 18,1 persen dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<p>Tren kemerosotan ekspor, sebut keterangan FTI, msih berlanjut di bulan Maret 2025. “Ekspor selama bulan Maret turun 14,91 persen dibnding bulan yang sama di tahun 2024. Sementara dibanding bulan sebelumnya (Februari 2025) turun 8,34 persen,” sebut organisasi industri itu.</p>
<figure id="attachment_4523" aria-describedby="caption-attachment-4523" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-Ford-Ranger-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Autoindustriya.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4523" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-Ford-Ranger-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Autoindustriya.jpg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-Ford-Ranger-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Autoindustriya.jpg 720w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-Ford-Ranger-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Autoindustriya-300x200.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-Ford-Ranger-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Autoindustriya-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-Ford-Ranger-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Autoindustriya-696x464.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-Ford-Ranger-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Autoindustriya-630x420.jpg 630w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></a><figcaption id="caption-attachment-4523" class="wp-caption-text">Ford Ranger yang diproduksi di Thailand dan diekspor ke Australia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Dengan perbandingan ini, bisa dipastikan kinerja ekspor mobil Thailand masih jauh mengungguli Indonesia, meski secara volume dibanding tahun lalu mengalami kemerosotan. Negeri Gajah Putih itu bahkan masih menjadi “raja” ekspor mobil di kawasan regional Asia Tenggara.</p>
<p>“Kalau Thailand mengekspor lebih banyak, itu wajar. Sebab, di sana jumlah pabrikan mobil yang beroperasi juga jauh lebih banyak dibanding Indonesia, kapasitas produksinya juga lebih banyak. Tetapi, sekarang yang menjadi masalah adalah, mengapa di periode kuartal pertama itu tren ekspor Thailand turun dan Indonesia meningkat?,” ungkap Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (29/4/2025).</p>
<p>Fakta tersebut, lanjut Jongkie, sangat menarik karena mobil-mobil yang diekspor Thailand dan Indonesia berbeda, meskipun bisa jadi dari merek yang sama. “Apakah itu berarti model mobil yang diproduksi di Indonesia dan diekspor, pasarnya di luar negeri masih lebih oke? Apalagi, kondisi ekonomi global termasuk di negara-negara tujuan ekspor juga sedang tidak baik-baik saja,” tandas Jongkie. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Mobil Thailand di Januari – Februari 2025 Anjlok, Tapi Masih Ungguli RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekspor-mobil-thailand-di-januari-februari-2025-anjlok-tapi-masih-ungguli-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2025 02:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota 2025]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23726</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Selama dua bulan pertama 2025...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Selama dua bulan pertama 2025 itu, total ekspor mobil Thailand ke berbagai negara anjlok 18 persen lebih dibanding jumlah ekspor selama periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (30/3/2025) menunjukkan pada periode Januari – Februari 2025 itu 143.644 mobil diekspor Thailand. Jumlah ini anjlok 18,1 persen dibanding total ekspor yang dibukukan pada kurun waktu yang sama di tahun 2024.</p>
<p>“Banyak pabrikan yang menghentikan sementara produksi model-model yang selama ini ditujukan untuk pasar ekspor. Kebijakan perdagangan Amerika Serikat telah menyebabkan mitra dagang Thailand mengurangi pembelian mobil bertenaga mesin pembakaran internal (ICE),&#8221; ujar Wakil Ketua FTI, Surapong Paisitpatanapong,dalam keterangan data tersebut.</p>
<p>Terlebih, penerapan regulasi yang lebih ketat di beberapa negara untuk mengendalikan emisi karbon dioksida, terutama di sektor transportasi juga berdampak ke ekspor mobil Negeri Gajah Putih ini. Sebab, sebagian besar mobil yang diekspor merupakan ICE.</p>
<p>Namun, meski jeblok, ternyata total ekspor mobil Thailand di dua bulan pertama 2025 itu masih unggul jauh ketimbang jumlah ekspor mobil Indonesia pada kurun waktu yang sama. Padahal, jumlah ekspor yang dibukukan Indonesia itu naik 3,4 persen.</p>
<figure id="attachment_22680" aria-describedby="caption-attachment-22680" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Toyota-Wigo-alias-Toyota-Agya-di-Filipina-dok.Philkotse-e1738918542164.webp"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-22680" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Toyota-Wigo-alias-Toyota-Agya-di-Filipina-dok.Philkotse-e1738918542164.webp" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-22680" class="wp-caption-text">Toyota Wigo alias Toyota Agya di Filipina yang diimpor dari Indonesia &#8211; dok.Philkotse</figcaption></figure>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (30/3/2025) memperlihatkan, pada Januari – Februari 2025 itu, total ekspor mobil Indonesia sebanyak 70.212 unit. Jumlah ini naik 3,4 persen banding total ekspor pada periode sama tahun 2024 yang masih sebanyak 67.910 unit.</p>
<p>“Thailand lebih banyak ekspor karena jumlah merek yang berproduksi dan berorientasi ekspor di negara itu lebih banyak daripada di Indonesia. Dan sebagian besar merek yang ada di sana memng ditugaskan oleh prinsipalnya untuk ekspor. Karena kebijakan untuk ekspor itu ditentukam oleh prinsipal sesuai strategi global mereka,” papar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (30/3/2025).</p>
<p>Meski, pemilihan suatu negara sebagai basis produksi dan basis ekspor tentu didasari pertimbangan tersendiri seperti kemudahan izin, stimulus yang diberikan negara, sumberdaya manusia maupun bahan baku, dan lainnya. Dan itu tidak ditentukan jumlah penduduk.</p>
<p>“Contohnya, Indonesia punya 280 juta penduduk dan Thailand hanya 70-an juta jiwa. Tapi, mengapa Thailand yang dipilih, karena ada kemudahan dan keunggulan lain di sana jika memproduksi dan mengekspor dari sana,” tandas Jongkie. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hingga Oktober 2024, Total Ekspor Mobil RI Belum Sampai Setengahnya Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hingga-oktober-2024-total-ekspor-mobil-ri-belum-sampai-setengahnya-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2024 11:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Thailand 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualn mobil RI 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=21613</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Padahal, jumlah mobil yang diekspor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Padahal, jumlah mobil yang diekspor Thailand selama periode Januari – Oktober 2024 itu merosot dibanding periode sepuluh bulan pertama di tahun lalu. Sementara, di saat yang sama ekspor mobil Indonesia masih meningkat.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (2/12/2024) menunjukkan selama sepuluh bulan pertama 2024 itu, total jumlah mobil yang diekspor Thailand mencapai 853.221 unit. Jumlah tersebut merosot 8 persen dibanding jumlh ekspor yng dibukukn Negeri Gajah Putih itu pada periode Januari – Oktober 2023.</p>
<p>Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (2/12/2024) memperlihatkan, hingga bulan Oktober (Januari – Oktober) 2024, sebanyak 391.483 unit mobil yang diekspor Indonesia. Jumlah ini meningkat 2,45 persen dibnading total ekspor pada periode sm di tahun lalu yang msih sebanyak 382.111 unit.</p>
<p>Artinya, pada kurun waktu Januari – Oktober 2024, ternyata jumlah mobil yang diekspor Indonesia belum sampai setengahnya dari total jumlah mobil yang diekspor Thailand. Meski soal penjualan di pasar lokal, Indonesia jauh mengungguli negara yang juga dikenal dengan nama Siam tersebut.</p>
<figure id="attachment_16256" aria-describedby="caption-attachment-16256" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Suzuki-New-Carry-Pick-Up-dok.PT-SIS-e1705669617248.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16256" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Suzuki-New-Carry-Pick-Up-dok.PT-SIS-e1705669617248.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-16256" class="wp-caption-text">Suzuki New Carry Pick Up yang juga diekspor ke Vietnam &#8211; dok.PT SIS</figcaption></figure>
<p>Ihwal kalah jauhnya ekspor mobil Indonesia dari negara itu, Ketua I Gikindo Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta mengatakan hal itu wajar. Pasalnya, jumlah pabrikan yang beroperasi sekaligus memproduksi mobil di negara itu jauh lebih banyak dibanding yang beroperasi dan berproduksi di Indonesia.</p>
<p>Pabrikan-pabrikan tersebut, lanjut Jongkie, memang sejak awal menjadikan Thailand sebagai basis produksi yang sebagian hasilnya diorientasikan untuk pasar ekspor. Alasannya, karena ada beberapa keunggulan komparatif dan kompetitif (keuntungn yang diperoleh dibanding jika di negara lain) yang ditawarkan Thailand.</p>
<p>“Keunggulan itu bermacam-macam, mulai dari rantai pasok (komponen) ynag lebih lengkap dan mudah, kebijakan fiskal dan non fiskal yang mendukung investor, sumberdaya alam tersedia, infrastruktur memadai hingga kondisi soal tenaga kerja,” ujar Jongkie.</p>
<p>Selain itu, keputusan terkait kebijakan ekspor dari sebuah pabrikan atau merek juga sangat bergantung pada strategi global prinsipal merek yang bersangkutan. Sehingga, merek atau pabrikan yang beroperasi di satu negara tidak bisa dengan serta merta memutuskan kebijkan ekspor sendiri. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Potensi Kredit Macet Tinggi, Penjualan Mobil di Thailand Januari – Juli Ambyar</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/potensi-kredit-macet-tinggi-penjualan-mobil-di-thailand-januari-juli-ambyar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 07:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[priduksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19837</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Fakta data memperlihatkan sepanjang Januari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Fakta data memperlihatkan sepanjang Januari hingga Juli 2024 itu penjualan mobil di Negeri Gajah Putih itu ambrol 23,7 persen dibanding periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Keterangan resmi Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (31/8/2024) menyebut ambrolnya penjualan juga berdampak ke total produksi mobil. Data FTI memperlihatkan, jumlah mobil yang terjual selama tujuh bulan pertama 2024 itu, 354.421 unit, ambrol 23,7 persen dibanding Januari – Juli 2023.</p>
<p>Sementara, total mobil yang diproduksi sebanyak 886.069 unit (yang selain dijual di dalam negeri, juga diekspor ke berbagai negara). Jumlah produksi ini ambles 17,28 persen.</p>
<figure id="attachment_9455" aria-describedby="caption-attachment-9455" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9455" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg" alt="" width="700" height="501" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-587x420.jpg 587w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-9455" class="wp-caption-text">Ilustrasi, produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via DSF.my</figcaption></figure>
<p>“Penurunan penjualan di pasar domestik (Thailand) menjadi kontributor yang cukup signifikan dalam jumlah produksi. Penurunan penjualan yang terbesar terjadi di segmen mobil pickup. Hal ini dikarenakan persyaratan permohonan kredit ke bank yang semakin ketat,” papar Juru Bicara FTI Kompartemen Otomotif, Surapong Paisittanapong.</p>
<p>Surapong menjelaskan, bank dan lembagaya pembiayaan memperketat permohonan pembiayaan kredit karena tingginya utang rumah tangga di Thailand. Banyak masyarakat yang berhutang ke bank untuk kebutuhan konsumstif, sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan atau bahkan menurun.</p>
<p>Fenomena itu terjadi karena melemahnya perekonomian nasional. Tingkat inflasi yang tinggi menjadikan biaya hidup sehari-hari juga meningkat. “Ini dinilai menjadikan potensi kredit macet tinggi, jika permohonan disetujui,” tandas Surapong. (Tan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Menciut Tapi Target Ekspor Mobil Thailand Tak Surut, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/produksi-menciut-tapi-target-ekspor-mobil-thailand-tak-surut-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2024 03:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Federasi Industri Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[FTI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19438</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Federasi Otomotif ASEAN (AAF) menyebut...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Federasi Otomotif ASEAN (AAF) menyebut hingga saat ini Thailand merupakan pusat produksi mobil untuk kperluan ekspor ke kawasan regional maupun global bagi sejumlah pabrikan mobil.</p>
<p>Pernyataan Juru Bicara Federasi Industri Thailand (FTI) Divisi Otomotif, Surapong Paisitpattanapong yang dikutip The Bangkok Post dan dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (5/8/2024) menyebut tahun 2024 ini, selama Januari – Juni, produksi mobil di Thailand sebanyak 761.240 unit. Jumlah ini menyusut 17,39 persen dibanding periode sama di tahun 2023.</p>
<p>“Penurunan produksi sejalan dengan turunnya penjualan mobil di pasar domestik. Pasar lokal mengalami konstraksi yang cukup besar setelah lembaga keuangan memperketat penyaluran pembiayaan kredit,” ungkap Surapong.</p>
<p>Saat ini, lanjut Surapong, utang rumah tangga telah mencapai titik tertingggi, dimana pinjaman kredit yang ada di rumah tangga telah mencapai 90 persen dari pendapatan (Produk Domestik Bruto rumah tangga). “Ini yang menjadikan lembaga pembiayaan dan bank menolak permohonan kredit pembeli mobil baru,” kata Surapong.</p>
<p>Kini, FTI memangkas target produksi mobil untuk tahun 2024 yakni menjadi 1,7 juta unit dari sebelumnya yang sebanyak 1,9 juta unit. Total penjualan diprediksi hanya 550.000 unit alias merosot dari target sebelumnya yang dipatok 750.000 unit.</p>
<figure id="attachment_15494" aria-describedby="caption-attachment-15494" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/Peresmian-jalur-produksi-mobil-Neta-di-pabrik-Neta-Auto-Thailand-dok.Neta-Auto-e1701363957926.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15494" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/Peresmian-jalur-produksi-mobil-Neta-di-pabrik-Neta-Auto-Thailand-dok.Neta-Auto-e1701363957926.jpg" alt="" width="700" height="485" /></a><figcaption id="caption-attachment-15494" class="wp-caption-text">Peresmian mulai produksi mobil Neta di pabrik Neta Auto Thailand &#8211; dok.Neta Auto</figcaption></figure>
<p>Namun, untuk target ekspor ternyata FTI tak mengubahnya, yakni masih sebanyak 1,15 juta unit. Masih tetapnya target ekspor karena ada beberapa pertuimbangan, yakni sejumlah model mobil jenis SUV dan pick up medium masih banyak permintaannya dari negara-negara tujuan ekspor di Asia maupun lainnya.</p>
<p>Selain itu, saat ini Thailand menjadi basis produksi mobil listrik yang diekspor ke sejumlah negara. Sejumlah pabrikan asal Cina seperti Build Your Dreams (BYD), Great Wall Motors, Neta, hingga Morris Garage telah memproduksi mobil listrik baterai (BEV) maupun hybriod di Negeri Gajah Putih itu.</p>
<p>“Meskipun selama semester pertama (Januari &#8211; Juni) ekspor kami turun tipis, namun potensi permintaan impor mobil dari kami masih tingggi. Kami percaya karena merek-merek yang mengekspor juga tengah berekspansi di luar Thailand,” kata Surapong.</p>
<p>Data FTI memperlihatkan selama enam bulan pertama 2024 itu, jumlah mobil yang diekspor Thailand mencapai 519.045 unit. Jumlah ini menyusut 1,8 persen dibanding total ekspor selama periode sama di tahun 2023.  (Tan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Melemah, Produksi dan Penjualan Mobil di Thailand 2024 Ambles</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekonomi-melemah-produksi-dan-penjualan-mobil-di-thailand-2024-ambles/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jun 2024 04:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[investasi mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah pabrik mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[peringkat produksi mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand rajai ekspor mobil ASEAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18465</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Sebelumnya, di awal tahun 2024,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Sebelumnya, di awal tahun 2024, Federasi Industri Thailand (FTI) mematok target produksi 1,9 juta unit mobil hingga akhir tahun.</p>
<p>Keterangan resmi FTI yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (2/6/2024) menyebut total produksi itu meningkat 3,15 persen dibanding tahun 2023. Rinciannya, 1,15 juta mobil yang diproduksi diyujukan untuk pasar ekspor, dan 750.000 unit untuk pasar dalam negeri.</p>
<p>Namun, Wakil Ketua FTI bidang Otomotif Surapong Paisitpatanapong mengaku target tersebut sulit tercapai melihat fakta kondisi ekonomi nasional Negeri Gajah Putih itu yang kini melemah. “Terlebih, di saat bersamaan bank juga melakukan pengetatan penyaluran kredit dengan dalih untuk mengantisipasi potensi kredit macet,” kata Surapong.</p>
<p>Melemahnya denyut produksi dan penjualan mobil telah terasa di empat bulan pertama atau Januari – April 2024. FTI mencatat selama catur wulan pertama itu produksi mobil hanya 518.790 unit, merosot 17 persen dibanding periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Kemudian penjualan di dalam negeri ambles 23,9 persen menjadi 210.494 unit, dan ekspor merosot 3,6 persen menjadi 340.685 unit.</p>
<figure id="attachment_15415" aria-describedby="caption-attachment-15415" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15415" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Ilustrasi-proses-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Global-Times-e1700915217494.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-15415" class="wp-caption-text">Ilustrasi, proses produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via Global Times</figcaption></figure>
<p>Sebelumnya, Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) Thailand dalam pengumumannya yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (2/6/2024) menyatakan pertumbuhan ekonomi Thailand di kuartal Pertama (Januari – Maret) 2024 melorot dibanding kuartal IV (Oktober – Desember) 2023.</p>
<p>Jika di kuartal akhir 2023 itu pertumbuhan ekonomi masih 1,7 persen di kuartal perdana 2024 hanya 1,5 persen.</p>
<p>“Melemahnya pertumbuhan ekonomi dikarenakan turunnya investasi publik, menurunnya ekspor barang ke berbagai negara, serta berkurangnya belanja pemerintah,” bunyi keterangan NESDC.</p>
<p>Sementara, pernyataan Bank Dunia yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (2/6/2024) menyebut pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Thailand pada tahun 2024 ini hanya 2,8 persen. Sedangkan di tahun 2025 tumbuh 3,0 persen.</p>
<p>Besaran angka pertumbuhan itu menyusut, sebab sebelumnya Bank Dunia memproyesikan pertumbuhan negara yang juga dikenal dengan nama Siam itu mencapai 3,2 persen di tahun 2024. Adapun di tahun 2025 diproyeksi mencapai 3,1 persen. (Fat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi dan Penjualan Mobil Thailand di Januari- April 2024 Melorot, Ekspor Merosot</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/produksi-dan-penjualan-mobil-thailand-di-januari-april-2024-melorot-ekspor-merosot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2024 04:29:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Daihatsu di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Isuzu D-Max]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Suzuki di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[PT TAM]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toyota Astra Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Hilux di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Motor Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18403</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Selama Januari hingga April 2024,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Selama Januari hingga April 2024, produksi mobil di negara itu melorot 17 persen. Sementara penjualan dan ekspor masing-masing merosot hingga 23,9 persen dan 3,7 persen.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (25/5/2024) menunjukkan selama empat bulan pertama 2024 itu, jumlah mobil yang diproduksi seluruh pabrikan di Thailand sebanyak 518.790 unit. Jumlah ini melorot 17 persen dibanding total produksi yang tercetak di Thailand selama periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Selama bulan April saja, jumlah mobil yang diproduksi semua pabrikan di Negeri Gajah Putih itu sebanyak 104.667 unit. Jumlah ini merosot 11 persen dibanding jumlah produksi pada bulan yang sama di tahun 2023.</p>
<p>“Melorotnya penjualan ini dikarenakan menysutnya permintaan kendaraan pickup. Ini terjadi karena adanya pengetatan penyaluran kredit oleh lembaga keuangan, dalam rangka mengantisipasi melonjaknya potensi kredit macet,” bunyi keterangan FTI.</p>
<figure id="attachment_11204" aria-describedby="caption-attachment-11204" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11204" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561.jpg" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561-696x500.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561-584x420.jpg 584w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11204" class="wp-caption-text">Honda CR-V terbaru atau generasi keenam di Thailand- dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sementara, jumlah mobil yang terjual selama empat bulan pertama atau catur wulan pertama 2024 itu hanya sebanyak 210.494 unit. Jumlah tersebut ambles 23,9 persen dibanding total jumlah penjualan yang dicetak seluruh pabrikan pada Januari – April 2023.</p>
<p>“Penjualan (empat bulan pertama 2024) ini turun dikarenakan melemahnya permintaan kendaraan pickup (yang merupakan mobil terlaris di Thailand hingga saat ini). Permintaan kendaraan itu menurun karena adanya pengetatan penyaluran pembiayaan kredit dari lembaga keuangan. Mereka (lembaga keuangan) memperketat kredit untuk mengantisipasi potensi terjadinya kredit macet,” bunyi keterangan FTI.</p>
<p>Namun, ternyata tidak hanya penjualan di dalam negeri saja yang merosot, tetapi juga jumlah mobil yang dikirim atau diekspor ke luar negeri. Data FTI memperlihatkan, selama empat bulan pertama 2024 itu mobil yang diekspor Thailand sebanyak 340.685 unit, merosot 3,7 persen dibanding catur wulan pertama 2023. (Fat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Thailand Jadi Produsen Mobil Terbesar di ASEAN Ungguli RI, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/thailand-jadi-produsen-mobil-terbesar-di-asean-ungguli-ri-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Apr 2024 09:11:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17632</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Banyaknya produk mobil yang diekspor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Banyaknya produk mobil yang diekspor Thailand mempengaruhi jumlah mobil yang diproduksi di Negeri Gajah Putih tersebut.</p>
<p>Data Thailand Automotive Industries Association (TAIA) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (8/4/2024) menunjukkan sepanjang tahun 2023 lalu, Thailand mengekspor 1.112.076 mobil ke berbagai negara. Jumlah tersebut menanjak 11,7 persen dibanding tahun 2022.</p>
<p>Dari total mobil yang diekspor negara yang juga berjuluk Siam ini, 1,1 juta unit merupakan mobil konvebsional bermesin pembakaran internal. Sisanya mobil listrik baterai.<br />
Pada saat yang sama, mobil yang diproduksi Thailand mencapai 1.832.111 unit. “Dengan jumlah ini, Thailand menjadi pemimpin dalam produksi mobil di Asia Tenggara. Thailand juga menjadi produsen mobil teresar ke-10 di dunia,” bunyi keterangan TAIA.</p>
<p>TAIA juga menyebut, Thailad memiliki kapasitas produksi mobil sebanyak 1,8 – 1,9 juta unit oer tahun. Jumlah itu jauh di atas kapasitas produksi mobil Indonesia yang sebanyak 1,2 – 1,3 juta unit, dan Malaysia yang hanya 700.000 unit.</p>
<p>Ihwal kapasitas produksi mobil Indonesia, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menyebut, dari kapasitas produksi yang ada (1,2 – 1,3 juta unit per tahun), yang terpakai baru 1 – 1,1 juta unit.</p>
<figure id="attachment_13499" aria-describedby="caption-attachment-13499" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13499" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Ilustrasi-proses-produksi-Toyota-Yaris-Cross-di-pabrik-PT-TMMIN-yang-ditujukan-untuk-pasar-dalam-negeri-maupun-ekspor-dok.TMMIN_-e1690827797520.jpg" alt="" width="700" height="499" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Ilustrasi-proses-produksi-Toyota-Yaris-Cross-di-pabrik-PT-TMMIN-yang-ditujukan-untuk-pasar-dalam-negeri-maupun-ekspor-dok.TMMIN_-e1690827797520.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Ilustrasi-proses-produksi-Toyota-Yaris-Cross-di-pabrik-PT-TMMIN-yang-ditujukan-untuk-pasar-dalam-negeri-maupun-ekspor-dok.TMMIN_-e1690827797520-300x214.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Ilustrasi-proses-produksi-Toyota-Yaris-Cross-di-pabrik-PT-TMMIN-yang-ditujukan-untuk-pasar-dalam-negeri-maupun-ekspor-dok.TMMIN_-e1690827797520-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Ilustrasi-proses-produksi-Toyota-Yaris-Cross-di-pabrik-PT-TMMIN-yang-ditujukan-untuk-pasar-dalam-negeri-maupun-ekspor-dok.TMMIN_-e1690827797520-696x496.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Ilustrasi-proses-produksi-Toyota-Yaris-Cross-di-pabrik-PT-TMMIN-yang-ditujukan-untuk-pasar-dalam-negeri-maupun-ekspor-dok.TMMIN_-e1690827797520-589x420.jpg 589w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Ilustrasi-proses-produksi-Toyota-Yaris-Cross-di-pabrik-PT-TMMIN-yang-ditujukan-untuk-pasar-dalam-negeri-maupun-ekspor-dok.TMMIN_-e1690827797520-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-13499" class="wp-caption-text">Ilustrasi, proses produksi Toyota Yaris Cross di pabrik PT TMMIN &#8211; dok.TMMIN</figcaption></figure>
<p>“Mengapa kita baru manfaatkan segitu? Karena dari sisi pasar dalam negeri kita memang masih segitu, penjualan mobil kita di dalam negeri baru sampai 1 juta unit. Sedangkan ekspor, kita baru mencapai 350.000 – 400.000 unit,” kata Jongkie saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (8/4/2024).</p>
<p>Soal perluasan atau pertambahan volume pasar yang terlihat dari jumlah penjualan, sangat tergantung pada tingkat pendapatan kelas menengah di Indonesia. Padahal, kata dia, Indonesia saat ini mengalami fenomena middle income trap, yakni mandeknya tingkat pendapatan kelas menengah pada besaran tertentu.</p>
<p>“Sedangkan untuk ekspor sangat tergantung kebijakan dan strategi prinsipal. Apakah prinsipal setuju menjadikan merek atau anak industrinya di Indonesia memproduksi mobil ekspor atau tidak, sangat menentukan,” tandas Jongkie.</p>
<p>Sementara, saat ini Thailand sangat gencar melakukan ekspor. Selain itu, banyak pabrikan menjadikan negara itu sebagai basis produksi mobilnya yang ditujukan untuk pasar global alias pasar ekspor. (Udi/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
