<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekspor Toyota 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/ekspor-toyota-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Oct 2025 01:44:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>ekspor Toyota 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hingga September 2025 Ekspor Mobil RI Masih Jauh di Bawah Thailand, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hingga-september-2025-ekspor-mobil-ri-masih-jauh-di-bawah-thailand-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 01:44:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil CBU]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota 2025]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26178</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Padahal di periode sembilan bulan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Padahal di periode sembilan bulan pertama atau tiga kuartal pertama 2025 itu, jumlah mobil yang diekspor Thailang anjlok 10 persen. Sementara yang diekspor Indonesia menanjak 10,9 persen.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (31/10/2025) menunjukkan di periode Januari – September 2025 jumlah mobil dalam wujud utuh (CBU) yang diekspor Indonesia mencapai 382.374 unit. Jumlah tersebut menanjak 10,9 persen dibanding jumlah yang diekspor selama periode sama di tahun 2024, yang masih sebanyak 344.780 unit.</p>
<p>Sedangkan menurut data Federasi Industri Thailand (FTI) yng disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (31/10/2025) memperlihatkan di periode tiga kuartal pertama 2025 tersebut, jumlah mobil yang diekspor Negeri Gajah Putih itu mencapai 689.031 unit. Jumlah ini, kata FTI, merosot 10 persen dibanding jumlah yang diekspornya pada kurun waktu yang sama di tahun 2024.</p>
<figure id="attachment_4694" aria-describedby="caption-attachment-4694" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Ford-di-Thailand-dok.Ford_-e1640575143541.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4694" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Ford-di-Thailand-dok.Ford_-e1640575143541.jpg" alt="" width="700" height="509" /></a><figcaption id="caption-attachment-4694" class="wp-caption-text">Produksi mobil Ford di Thailand yang juga ditujukan untuk pasar ekspor &#8211; dok.Ford</figcaption></figure>
<p>Ihwal masih tertinggal jauhnya ekspor mobil Indonesia dari Thailnd, meski jumlah pabrikan mobil yng beroperasi di dua negara ini hampir sama, Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto dikarenkan jumlah varin model yang diekspor pabrikan di Indonesia lebih sedikit. Selain itu, lanjut Jongkie yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta pada Jumat (31/10/2025), belum semua pabrikan yang beroperasi di Tanah Air mengekspor produknya.</p>
<p>“Tentunya, ini tergantung kebijakan prinsipal masing-masing brand. Sedangkan keputusan ekspor atau tidak, pilihan model yang dieskpor sampai negara yang dituju itu berada di tangan prinsipal karena hal itu bagian dari <em>grand strtegy</em> global mereka. Pemerintah hanya mendorong dan memfasilitasi saja,” ujar Jongkie. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Mobil Thailand di Januari – Februari 2025 Anjlok, Tapi Masih Ungguli RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekspor-mobil-thailand-di-januari-februari-2025-anjlok-tapi-masih-ungguli-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2025 02:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota 2025]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23726</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Selama dua bulan pertama 2025...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Selama dua bulan pertama 2025 itu, total ekspor mobil Thailand ke berbagai negara anjlok 18 persen lebih dibanding jumlah ekspor selama periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (30/3/2025) menunjukkan pada periode Januari – Februari 2025 itu 143.644 mobil diekspor Thailand. Jumlah ini anjlok 18,1 persen dibanding total ekspor yang dibukukan pada kurun waktu yang sama di tahun 2024.</p>
<p>“Banyak pabrikan yang menghentikan sementara produksi model-model yang selama ini ditujukan untuk pasar ekspor. Kebijakan perdagangan Amerika Serikat telah menyebabkan mitra dagang Thailand mengurangi pembelian mobil bertenaga mesin pembakaran internal (ICE),&#8221; ujar Wakil Ketua FTI, Surapong Paisitpatanapong,dalam keterangan data tersebut.</p>
<p>Terlebih, penerapan regulasi yang lebih ketat di beberapa negara untuk mengendalikan emisi karbon dioksida, terutama di sektor transportasi juga berdampak ke ekspor mobil Negeri Gajah Putih ini. Sebab, sebagian besar mobil yang diekspor merupakan ICE.</p>
<p>Namun, meski jeblok, ternyata total ekspor mobil Thailand di dua bulan pertama 2025 itu masih unggul jauh ketimbang jumlah ekspor mobil Indonesia pada kurun waktu yang sama. Padahal, jumlah ekspor yang dibukukan Indonesia itu naik 3,4 persen.</p>
<figure id="attachment_22680" aria-describedby="caption-attachment-22680" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Toyota-Wigo-alias-Toyota-Agya-di-Filipina-dok.Philkotse-e1738918542164.webp"><img decoding="async" class="size-full wp-image-22680" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Toyota-Wigo-alias-Toyota-Agya-di-Filipina-dok.Philkotse-e1738918542164.webp" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-22680" class="wp-caption-text">Toyota Wigo alias Toyota Agya di Filipina yang diimpor dari Indonesia &#8211; dok.Philkotse</figcaption></figure>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (30/3/2025) memperlihatkan, pada Januari – Februari 2025 itu, total ekspor mobil Indonesia sebanyak 70.212 unit. Jumlah ini naik 3,4 persen banding total ekspor pada periode sama tahun 2024 yang masih sebanyak 67.910 unit.</p>
<p>“Thailand lebih banyak ekspor karena jumlah merek yang berproduksi dan berorientasi ekspor di negara itu lebih banyak daripada di Indonesia. Dan sebagian besar merek yang ada di sana memng ditugaskan oleh prinsipalnya untuk ekspor. Karena kebijakan untuk ekspor itu ditentukam oleh prinsipal sesuai strategi global mereka,” papar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (30/3/2025).</p>
<p>Meski, pemilihan suatu negara sebagai basis produksi dan basis ekspor tentu didasari pertimbangan tersendiri seperti kemudahan izin, stimulus yang diberikan negara, sumberdaya manusia maupun bahan baku, dan lainnya. Dan itu tidak ditentukan jumlah penduduk.</p>
<p>“Contohnya, Indonesia punya 280 juta penduduk dan Thailand hanya 70-an juta jiwa. Tapi, mengapa Thailand yang dipilih, karena ada kemudahan dan keunggulan lain di sana jika memproduksi dan mengekspor dari sana,” tandas Jongkie. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
