<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>etanol &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/etanol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2026 02:05:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>etanol &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mandatori Wajib Konsumsi BBM E10 Paling Lambat Tahun 2028, Pakar Ingatkan Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mandatori-wajib-konsumsi-bbm-e10-paling-lambat-tahun-2028-pakar-ingatkan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 02:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BBM E10]]></category>
		<category><![CDATA[BBM etanol]]></category>
		<category><![CDATA[Bioetanol]]></category>
		<category><![CDATA[etanol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26719</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kementerian Energi dan Sumber Daya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penggunaan etanol sebagai campuran untuk bahan bakar minyak (BBM) bensin sebesar 10 persen (E10) paling lambat pada 2028.</p>
<p>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026) menyebut kebijakan penggguanaan E10 itu bertujuan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. &#8220;Kalau etanolnya pasti teman-teman tanya kapan mulai. <em>Roadmap</em>-nya sedang dibuat. Tapi saya bisa pastikan paling lambat tahun 2028 sudah ada mandatori. Mungkin <em>roadmap</em>-nya sebentar lagi akan selesai,&#8221; kata Bahlil.</p>
<p>Bahlil juga menegaskan produksi etanol akan dilakukan di dalam negeri. Begitu pun dengan bahan baku berupa singkong dan jagung yang berlimpah di Indonesia.</p>
<p>Sementara itu pakar ekonomi energi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Fahmi Rady, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (9/1/2026) menyebut kemandirian energi memiliki arti strategis bagi kedaulatan ekonomi, politik, dan sosial nasional. Karena produk energi seperti bahan bakar itu sangat penting untuk kegiatan masyarakat untuk tujuan ekonomi atau produktif maupun mobilitas dalam rangka tujuan sosial.</p>
<figure id="attachment_13511" aria-describedby="caption-attachment-13511" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Menteri-Investasi-RI-Bahlil-Lahadalia-dok.Sekretariat-Kabinet-e1690868389587.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-13511" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Menteri-Investasi-RI-Bahlil-Lahadalia-dok.Sekretariat-Kabinet-e1690868389587.jpg" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Menteri-Investasi-RI-Bahlil-Lahadalia-dok.Sekretariat-Kabinet-e1690868389587.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Menteri-Investasi-RI-Bahlil-Lahadalia-dok.Sekretariat-Kabinet-e1690868389587-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Menteri-Investasi-RI-Bahlil-Lahadalia-dok.Sekretariat-Kabinet-e1690868389587-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Menteri-Investasi-RI-Bahlil-Lahadalia-dok.Sekretariat-Kabinet-e1690868389587-696x500.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Menteri-Investasi-RI-Bahlil-Lahadalia-dok.Sekretariat-Kabinet-e1690868389587-584x420.jpg 584w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-13511" class="wp-caption-text">Menteri Investasi RI, Bahlil Lahadalia &#8211; dok.Sekretariat Kabinet</figcaption></figure>
<p>“Sedangkan, bahan bakar fosil semakin mahal karena jumlah cadangan deposit maupun produksinya semakin menipis. Padahal kita masih sebagian impor, yang menguras anggaran negara. Karena itu upaya untuk mencari bahan bakar alternatif harus dilakukan, dan masyarakat harus mendukung,” ujar Fahmi.</p>
<p>Dia mengingatkan pemerintah agar memastikan dengan sepenuhnya bahwa BBM alternatif itu aman untuk digunakan kendaran dan ketersediannya melimpah. Sehingga tidak menimbulkan keresahan.</p>
<p>“Untuk itu proses penyempurnaan untuk manfaat maksimal dari bahan bakar tersebut terjamin. Selain itu keberlangsungan atau sustainability produksinya juga harus benar-benar terjamin. Bahan baku ketersediaanya terjamin, “ tandas Fahmi. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bisnis Clairmont Bangkrut, Perlu Dipelajari Produsen Bobibos di Indonesia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bisnis-clairmont-bangkrut-perlu-dipelajari-produsen-bobibos-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 05:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Bobibos]]></category>
		<category><![CDATA[Clariant]]></category>
		<category><![CDATA[etanol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26419</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – PT Inti Sinergi Formula, sebuah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – PT Inti Sinergi Formula, sebuah perusahaan lokal Indonesia yang tengah mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan dari jerami yang disebut lebih ramah dan lebih murah dari BBM fosil, dianjurkan berbagai kalangan untuk mengkaji secara cermat. Bahkan belajar dari perusahaan yang pengembang bahan serupa dan ternyata tidak berhasil.</p>
<p>“Salah satu perusahaan pengembang etanol selulosa berbahan baku jerami berskla massif adalah Clariant, di Podari, Rumania . Perusahaan yang dibuka pada 2022 itu dihentikan karena terus membukukan kerugian,” ungkap peneliti di Farm Energy Policy Center, Fakhrudin Noeril yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (24/11/2025).</p>
<p>Menurut Noeril, penghentian operasi itu dilakukan setelah tinjauan strategis menunjukkan pabrik tidak mampu mencapai target produksi yang ditetapkan. Menurut dia itu terjadi karena adanya kendala teknis serius saat mengolah biomassa heterogen dalam skala industri, sehingga produksi jauh di bawah target dan kerugian operasional mencapai angka dua digit juta euro tiap kuartal.</p>
<figure id="attachment_25923" aria-describedby="caption-attachment-25923" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/10/Ilustras-BBM-Bioetanol-dok.Istimewa-via-Chili-Mindi-e1759993243969.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-25923" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/10/Ilustras-BBM-Bioetanol-dok.Istimewa-via-Chili-Mindi-e1759993243969.jpg" alt="" width="700" height="499" /></a><figcaption id="caption-attachment-25923" class="wp-caption-text">Ilustras, BBM Bioetanol &#8211; dok.Istimewa via Chili Mindi</figcaption></figure>
<p>Pabrik yang dirancang berkapasitas produksi mengolah 250.000 ton jerami gandum dan limbah pertanian lainnya itu ternyata hanya menghasilkan 50.000 ton etanol per tahun. Kerugian operasional dari operasi bisnis dan tambahan investasi perusahaan ini diperkirakan mencapai 60 juta-90 juta franc Swiss atau setara US$ 74,2 juta-US$ 111,3 juta.</p>
<p>“Inilah yang perlu dipelajari perusahaan pengembang Bobibos dan diperhitungkan dengan cermat. Selain itu bagaimana meyakinkan masyarakat pemilik kendaraan secara rasional menerima bahan bakar ini. Caranya, tentu saja melalui pembuktian ilmiah dan empiris oleh lembaga independen yang sangat kredibel, ” kata Noeril. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
