<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FAW &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/faw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 08:31:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>FAW &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ternyata Begini Rapor Penjualan Ritel Mobil Cina di Indonesia Januari – Februari 2026</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ternyata-begini-rapor-penjualan-ritel-mobil-cina-di-indonesia-januari-februari-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 02:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[AION]]></category>
		<category><![CDATA[BAIC]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Changan]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Denza]]></category>
		<category><![CDATA[Dongfeng (DFSK)]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[Geely]]></category>
		<category><![CDATA[Great Wall Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Jaecoo]]></category>
		<category><![CDATA[Jetour]]></category>
		<category><![CDATA[Maxus]]></category>
		<category><![CDATA[merek Cina]]></category>
		<category><![CDATA[MG]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Polytron]]></category>
		<category><![CDATA[Seres]]></category>
		<category><![CDATA[Skyworth]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling]]></category>
		<category><![CDATA[Xpeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27355</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Fakta memperlihatkan, saat ini jumlah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Fakta memperlihatkan, saat ini jumlah merek mobil asal Republik Rakyat Cina yang berjualan di Indonesia mencapai 18 merek.</p>
<p>Sekadar informasi, jumlah tersebut termasuk Skyworth yang penjualannya menggunakan nama Polytron dan Morris Garage (MG) merek asal Inggris yang sejak tahun 2007 diakuisisi SAIC Motor Cina. Sehingga disebut sebagai mobil Cina.</p>
<p>Data Gabungan Indusri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (28/3/2026) menunjukkan saat ini merek dan submerek mobil asal Negeri Panda itu yang menjajakan mobilnya di Indonesia adalah BYD, Wuling, Chery, Jaecoo, Aion, Denza, Geely, MG, Great Wall Motor, Dongfeng (DFSK), Jetour, BAIC, Xpeng, dan Neta. Kemudian, Polytron (Skyworth), FAW, Maxus, Seres, serta Changan.</p>
<p>Namun, ternyata tidak semua merek mobil asal Cina itu yang menorehkan kinerja penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel yang positif di bulan Januari 2026. Data memperlihatkan, di bulan pertama 2026 itu, merek asal Cina yang penjualannya melorot ada empat yakni Chery, Wuling, Morris Garage, dan Maxus.</p>
<figure id="attachment_26669" aria-describedby="caption-attachment-26669" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/12/Jaecoo-J7-SHS-dok.Jaecoo-e1767113102377.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-26669" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/12/Jaecoo-J7-SHS-dok.Jaecoo-e1767113102377.jpg" alt="" width="700" height="503" /></a><figcaption id="caption-attachment-26669" class="wp-caption-text">IlustrJasi aecoo J7 SHS &#8211; dok.Jaecoo</figcaption></figure>
<p>Sementara, empat merek yang membukukan penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel terbanyak adalah BYD, Jaecoo, Chery, dan Wuling. Gaikindo mencatat BYD membukukan penjualan ritel sebanyak 6.112 unit unit, Jaecoo 5.059 unit, Wuling 2.550 unit, Chery 2.358 unit, dan Geely 1.686 unit.</p>
<p>Berikut data penjualan ritel mobil merek asal Cina di Indonesia sepanjang Januari 2026 :<br />
BYD : 6.112 unit<br />
Jaecoo : 5.059 unit<br />
Wuling : 2.550 unit<br />
Chery : 2.358 unit<br />
Geely : 1.686 unit<br />
Aion : 1.387 unit<br />
GWM : 561 unit<br />
Denza : 543 unit<br />
Jetour : 366 unit<br />
Xpeng : 253 unit<br />
Dongfeng (DFSK) : 201 unit<br />
FAW: 177 unit<br />
BAIC : 127 unit<br />
MG : 125 unit<br />
Polytron : 109 unit<br />
Neta : 75 unit<br />
Changan : 66 unit<br />
Maxus : 37 unit<br />
<em>Sumber: Gaikindo, 2025</em>. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Truk Indonesia Januari – Juli 2025: Penjualan Scania Menohok, FAW Jeblok</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pasar-truk-indonesia-januari-juli-2025-penjualan-scania-menohok-faw-jeblok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2025 04:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[FAW Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Truk Indonesia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Scania]]></category>
		<category><![CDATA[Scania Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25328</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Namun di bulan Juli saja,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Namun di bulan Juli saja, baik Scania maupun FAW penjualannya anjlok dibanding penjualan mereka pada bulan yang sama di tahun 2024. Di bulan ketujuh itu mereka membukukan jebloknya penjualan baik dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun penjualan dari dealer ke konsumen (penjualan ritel).</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (20/8/2025) memperlihatkan pada Januari – Juli 2025 total jumlah kendaraan komersial asal Republik Rakyat Cina (Cina) FAW yang terjual ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 427 unit. Jumlah ini anjlok 15., 9 persen dibanding total <em>wholesales</em> yang dibukukannya pada periode sama di tahun 2024.</p>
<p>Sementara, jumlah penjualan ritel yang dicatatkan FAW di kurun waktu tujuh bulan pertama 2025 itu sama persis dengan total <em>wholesales</em>. Begitu pula dengan besaran anjloknya penjualan yang terjadi.</p>
<figure id="attachment_18285" aria-describedby="caption-attachment-18285" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Truk-FAW-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-Gaya-Makmur-e1716043855539.png"><img decoding="async" class="size-full wp-image-18285" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Truk-FAW-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-Gaya-Makmur-e1716043855539.png" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Truk-FAW-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-Gaya-Makmur-e1716043855539.png 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Truk-FAW-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-Gaya-Makmur-e1716043855539-180x130.png 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-18285" class="wp-caption-text">Truk asal Cina, FAW, yang dijual di Indonesia &#8211; dok.PT Gaya Makmur Mobil</figcaption></figure>
<p>Di saat yang sama Scania mengemas angka <em>wholesales</em> sebanyak 323 unit, melonjak hingga 41 persen dibanding total wholesales yang dibukukannya pada periode sama di tahun 2024. Fakta berbicara ternyata total penjualan ritel kendaraan komersial asal Swedia itu sama persis dengan penjualan ke dealer atau <em>wholesales</em>.</p>
<p>Meski, di bulan Juli saja, baik wholesales maupun penjualan ritel kedua merek tersebut sama-sama jeblok. Tercatat, <em>wholesales</em> dan penjualan ritel FAW di bulan ketujuh tersebut hanya 72 unit, anjlok 60,2 persen dibanding bulan yang sama pada 2024.</p>
<p>Adapun Scania, di bulan yang sama mencetak wholesles maupun penjualan ritel hanya sebanyak 41 unit. Jumlah penjualan ke dealer maupun dari dealer ke konsumen tersebut anjlok 12,8 persen dibanding bulan Juli 2024. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan FAW Indonesia 2025 Masih Melonjak di Tengah Pasar yang Terkoyak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-faw-indonesia-2025-masih-melonjak-di-tengah-pasar-yang-terkoyak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 05:17:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[FAW Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan FAW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24732</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski di bulan Mei 2025...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski di bulan Mei 2025 penjualan kendaraan komersil (truk) FAW – baik dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – di Indonesia anjlok dibanding periode sama di tahun 2024, namun secara kumulatif Januari – Mei masih melonjak.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (24/6/2025) memperlihatkan, selama Januari – Mei 2025, pabrikan otomotif asal Changchun, Republik Rakyat Cina (Cina) itu meraup angka <em>wholesales</em> sebanyak 292 unit. Jumlah ini meningkat 7,4 persen dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<p>Ternyata total penjualan ritel yang dibukukan First Automobile Works (FAW) Indonesia itu sama persis dengan total <em>wholesales</em>-nya, yakni 272 unit. Besaran kenaikan penjualannya pun sama, yaitu 7,4 perseb dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<p>Kinerja penjualan FAW ini terbilang keren karena terjadi di kala, pertumbuhan ekonomi Indonesia melempeh dan pasar kendaraan bermotor Indonesia tengah loyo.</p>
<figure id="attachment_14082" aria-describedby="caption-attachment-14082" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Ilustrasi-truk-FAW-dok.Istimewa-e1693142655858.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14082" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Ilustrasi-truk-FAW-dok.Istimewa-e1693142655858.jpg" alt="" width="700" height="504" /></a><figcaption id="caption-attachment-14082" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk FAW &#8211; dok.Istimewa via Custom Feast</figcaption></figure>
<p>Sekadar informasi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2025 hanya tumbuh 4,87 persen. Tingkat pertumbuhan itu lebih rendah dibanding pertumbuhan di periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,11 persen.</p>
<p>Sementara di pasar otomotif data Gaikindo menunjukkan selama Januari – Mei 2025 total jumlah <em>wholesales</em> seluruh model dari semu pabrikan sebanyak 316.981 unit. Jumlah ini melorot 5,5 persen dibanding total <em>wholesales</em> yang dibukukan seluruh pabrikan mobil di Indonesia selama periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebanyak 335.405 unit.</p>
<p>Adapun total jumlah penjualan ritel di kurun waktu itu mencapai 328.852 unit. Jumlah tersebut merosot 9,2 persen dibanding jumlah yang tercetak pada periode sama di tahun 2024. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Penjualan Ritel 15 Merek Mobil Asal Cina di RI, Selama Kuartal I Tahun Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/begini-penjualan-ritel-15-merek-mobil-asal-cina-di-ri-selama-kuartal-i-tahun-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 05:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BAIC]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Denza]]></category>
		<category><![CDATA[DFSK]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[Geely]]></category>
		<category><![CDATA[Haval]]></category>
		<category><![CDATA[Jetour]]></category>
		<category><![CDATA[MG]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Seres]]></category>
		<category><![CDATA[Tank]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24037</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Penjualan mobil dari dealer ke...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Penjualan mobil dari dealer ke konsumen (penjualaan ritel) di Indonesia pada periode Januari – Maret atau kuartal pertama 2025 menurun dibanding periode sama di tahun lalu. Banyak merek atau pabrikan mobil yang membukukan merosotnya penjualan ritel, meski tidak sedikit pula yang sebaliknya.</p>
<p>Dinamika penjualan ke konsumen seperti itu juga dialami merek atau pabrikan dari Republik Rakyat Cina (Cina). Kendati banyak merek dari Negeri Panda tersebut kinerjaa penjualannya belum bisa dibandingkan dengan periode Januari – Maret 2024, karena di periode tersebut belum berjualan karena pendatang baru di pasar.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (26/4/2025) memperlihatkan ada 15 merek mobil asal Cina yang memasarkan produknya di Indonesia. Dari jumlah itu, delapan merek diantaranya terbilang masih sangat bru, sehingga penjualannya belum bisa dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya.</p>
<figure id="attachment_20523" aria-describedby="caption-attachment-20523" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/10/Jetour-Dashing-sat-diperkenalkan-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1728105909893.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-20523" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/10/Jetour-Dashing-sat-diperkenalkan-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1728105909893.jpg" alt="" width="700" height="495" /></a><figcaption id="caption-attachment-20523" class="wp-caption-text">Jetour Dashing saat diperkenalkan di Indonesia melalui hajatan GIIAS 2024 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Berikut rapor penjualan merek mobil asal Cina itu pada periode Januari – Maret 2024:</p>
<p>Wuling : 5.425 unit (turun 8,8 persen)<br />
BYD : 5.363 unit (belum bisa dibandingkan)<br />
Chery : 4.046 unit (meroket 199,5 persen)<br />
Denza : 2.320 unit (belum bisa dibandingkan)<br />
Aion : 996 unit (belum bisa dibandingkan)<br />
MG: 609 unit (turun 12,7 persen)<br />
FAW : 175 unit (meroket 136,5 persen)<br />
Tank : 174 unit (belum bisa dibandingkan)<br />
Neta : 155 unit (meroket 109,5 persen)<br />
DFSK : 143 unit ( turun 60,1 persen)<br />
BAIC : 124 unit (belum bisa dibandingkan)<br />
Jetour : 110 unit (belum bisa dibandingkan)<br />
Geely : 103 unit (belum bisa dibandingkan)<br />
Haval : 49 unit (belum bisa dibandingkan)<br />
Seres: 38 unit (belum bisa dibandingkan)<br />
<em>Sumber: Gaikindo, 2025</em>. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Merek Lain Berguguran Pada Januari &#8211; Mei, Penjualan Truk Asal Cina Ini Masih Berjaya di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/saat-merek-lain-berguguran-pada-januari-mei-penjualan-truk-asal-cina-ini-masih-berjaya-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2024 11:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[pasar Hino di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar truk di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Hino Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Mitsubishi Fuso Januari - Mei 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Scania Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan truk di Indonesia Januari - Mei 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan truk FAW di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan truk Tata di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan UD Trucks di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PT KTB]]></category>
		<category><![CDATA[truk Hino]]></category>
		<category><![CDATA[truk Isuzu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18863</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta menunjukkan, sepanjang lima bulan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta menunjukkan, sepanjang lima bulan pertama (Januari – Mei) 2024 hampir semua pabrikan atau merek yang menjajakan truk di Indonesia penjualan produknya ke konsumen (penjualan ritel) merosot alias berguguran.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (26/6/2024) menunjukkan selama periode Januari – Mei 2024 itu, total penjualan ritel kendaraan niaga (termasuk truk di dalamnya) merek Isuzu sebanyak 11.276 unit. Jumlah ini anjlok 10,3 persen dibanding total angka penjualan ritel yang berhasil diseroknya pada periode sama di periode sama tahun 2023.</p>
<p>Kemudian penjualan kendaraan niaga Mitsubishi Fuso sebanyak 10.702 unit. Total angka penjualan ritel ini melorot 27,9 persen dibanding, jumlah penjualan ritel yang dikatongi merek berlambang tiga berlian ini pada Januari – Mei 2023.</p>
<p>Sementara, penjualan ritel Hino, di kurun waktu itu, sebanyak 8. 186 unit. Jumlah penjualan kendaraan niaga yang dipasarkan PT Hino Motor Sales Indonesia (PT HMSI) ini merosot hingga 24,4 persen dibanding lima bulan pertama 2023.</p>
<p>Sedangkan UD Trucks yang unit kendaraannya dijajakan PT Astra International UD Trucks ini di lima bulan pertama 2024 itu terjual ke konsumen sebanyak 646 unit. Jumlah ini merosot 12,9 persen dibanding Januari – Mei 2023.</p>
<figure id="attachment_18285" aria-describedby="caption-attachment-18285" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Truk-FAW-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-Gaya-Makmur-e1716043855539.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-18285" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Truk-FAW-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-Gaya-Makmur-e1716043855539.png" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Truk-FAW-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-Gaya-Makmur-e1716043855539.png 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Truk-FAW-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-Gaya-Makmur-e1716043855539-180x130.png 180w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-18285" class="wp-caption-text">Truk FAW yang dijual di Indonesia &#8211; dok.PT Gaya Makmur Mobil</figcaption></figure>
<p>Merek atau pabrikan lain yang penjualan ritelnya juga ambles adalah Scania. Pabrikan asal Swedia ini di saat yang sama menjual truk ke konsumen Indonesia sebanyak 159 unit, anjlok hingga 56,8 persen dibanding Januari – Mei 2024.</p>
<p>Bahkan, merek asal India yakni Tata Motors, di laporan Gaikindo periode Januari – Mei 2024 tidak tertera lagi. Padahal, di periode Januari –April 2024, Tata Motors masih membukukan penjualan ritel maupun <em>wholesales</em> (dari pabrik ke dealer) sebanyak 1 unit (anjlok 92,3 persen dibanding Januari – April 2023), meski di bulan April nihil alias tidak mencatatkan adanya penjualan.</p>
<p>Tetapi, di tengah kondisi pasar yang lesu itu, pabrikan atau merek asal Republik Rakyat Cina yakni FAW masih membukukan kenaikan penjualan . Fakta data Gaiikindo berbicara, di Januari – Mei 2024 merek ini membukukan <em>wholesales</em> sebanyak 272 unit, naik 16,7 persen dibanding periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Adapun penjualan produknya ke konsumen (penjualan ritel) selama lima bulan pertama 2024 itu jumlahnya sama dengan <em>wholesales</em> yakni 272 unit. Bresaran kenaikannya dibanding tahun lalu pun sama yakni 16,7 persen. (Yus/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Cuma di Cina, Penjualan Truk FAW Januari – April 2024 Juga Melesat di Indonesia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/tak-cuma-di-cina-penjualan-truk-faw-januari-april-2024-juga-melesat-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2024 11:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[FAW Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[impor truk FAW]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan niaga FAW]]></category>
		<category><![CDATA[pasar FAW]]></category>
		<category><![CDATA[perakitan truk FAW di RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi truk FAW]]></category>
		<category><![CDATA[treuk FAW]]></category>
		<category><![CDATA[truk Cina]]></category>
		<category><![CDATA[truk FAW terlaris di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[truk Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18284</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pabrikan asal Changchun, Republik Rakyat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pabrikan asal Changchun, Republik Rakyat Cina (Cina), ini mencatatkan mencorongnya penjualan tak hanya secara kumulatif Januari – April saja, tetapi juga di bulan April.</p>
<p>Kinerja penjualan yang ciamik itu dibukukan FAW tidak hanya di Cina saja, tetapi juga di Indonesia. Data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) dan Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (18/5/2024) menunjukkan selama empat bulan pertama atau Januari – April 2024, FAW menyerok angka penjualan sebanyak 947 unit di Cina.</p>
<p>Jumlah penjualan selama empat bulan pertama 2024 itu meroket 310 persen dibanding total angka penjualan yang diraup FAW selama periode sama di tahun 2023. Pada bulan April saja, kendaraan niaga buatan pabrikan itu laku sebanyak 97 unit, meroket 117,1 persen dibanding April 2023.</p>
<p>Sementara, di Indonesia, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (18/5/2024) memperlihatkan selama Januari – April 2024, FAW yang diageni PT Gaya Makmur Mobil berhasil melego kendaraan niaga dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 97 unit.</p>
<figure id="attachment_17831" aria-describedby="caption-attachment-17831" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17831" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Ilustrasi-kendaraan-niaga-FAW-dok.Istimewa-e1713848282786.jpg" alt="" width="700" height="491" /><figcaption id="caption-attachment-17831" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Truk FAW di Cina &#8211; dok.Istimewa via FAWDE</figcaption></figure>
<p>Jumlah ini melesat hingga 56,5 persen dibanding total <em>wholesales</em> yang dibukukannya pada catur wulan pertama 2023.</p>
<p>Sedangkan total angka penjualan kendaraan dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) yang dicetak FAW Indonesia pada empat bulan pertama 2024 itu sama persis dengan total angka <em>wholesales</em>. Begitu pun dengan tingkat kenaikan penjualan di catur wulan pertama tahun ini dibanding Januari – April 2023 lalu, yang sebesar 56,5 persen.</p>
<p>Moncernya penjualan FAW di Indonesia juga terjadi pada bulan April, dimana <em>wholesales</em> maupun penjualan ritel yang dibukukan sebanyak 23 unit. Kenaikan penjualan tersebut sama-sama 27,8 persen dibanding April 2023. (Fat/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Hanya di Cina, Penjualan Truk FAW Juga Mekar di Indonesia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/tak-hanya-di-cina-penjualan-truk-faw-juga-mekar-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2024 04:59:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[EAW Group]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[FAW Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[harga truk FAW]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan truk FAW]]></category>
		<category><![CDATA[produksi truk FAW]]></category>
		<category><![CDATA[truk FAW di pertambangan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[truk terbaru FAW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17830</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Di Cina, pabrikan asal Changchun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Di Cina, pabrikan asal Changchun ini membukukan melejitnya penjualan selama Januari – Maret atau kuartal pertama 2024 hingga ratusan dan ribuan persen dibanding periode sama 2023.</p>
<p>Data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (23/4/2024) menunjukkan sepanjang tiga bulan pertama 2024 itu FAW membukukan penjualan ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 850 unit. Jumlah ini meroket hingga 333,7 persen dibanding total angka <em>wholesales</em> yang dikemasnya pada periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Sementara, total angka penjualan ke konsumen (penjualan ritel) yang berhasil diraupnya pada Januari – Maret 2024 itu sebanyak 444 unit. Angka penjualan ini meroket fantastis hingga 4.833,3 persen dibanding periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Moncernya kinerja penjualan truk FAW ternyata juga terjadi di Indonesia. Meski besaran lonjakan yang terjadi tidak seheboh di Cina, begitu pun dengan volume atau jumlah unit yang terjual.</p>
<figure id="attachment_15423" aria-describedby="caption-attachment-15423" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15423" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Ilustrasi-truk-FAW-dok.Istimewa-e1700980317181.jpg" alt="" width="700" height="495" /><figcaption id="caption-attachment-15423" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk FAW &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (23/4/2024) memperlihatkan selama kuartal pertama 2024, FAW Indonesia mengantongi angka <em>wholesales</em> sebanyak 74 unit. Jumlah ini melonjak 68,2 persen dibanding total angka <em>wholesales</em> yang berhasil diseroknya pada periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Total penjualan ritelnya, di tiga bulan pertama 2024 itu ternyata sama persis dengan total <em>wholesales</em> yakni 74 unit. Begitu pula dengan besaran lonjakan penjualannya, yakni sama-sama 68,3 persen.</p>
<p>Meski terbilang tak sesemarak penjualan truk-truk dari merek dari negara lain, namun penjualan FAW ini terbilang luar biasa. Karena di saat yang sama, penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Indonesia jeblok.</p>
<p>Data Gaikindo menunjukkan, selama Januari – Maret 2024, total <em>wholesales</em> seluruh kendaraan bermotor roda empat (baik mobil penumpang maupun komersial) di Tanah Air sebanyak 215.069 unit, anjlok 23,8 persen 23,8 persen dibanding periode sama di tahun 2023. Adapun total penjualan ritelnya 230.776 unit, anjlok 14,9 persen. (Fat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Ritel di RI Kuartal I: Mobil Cina Banyak yang Mujur, Korea Babak Belur</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-ritel-di-ri-kuartal-i-mobil-cina-banyak-yang-mujur-korea-babak-belur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Apr 2024 07:36:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery di RI]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[Hyundai]]></category>
		<category><![CDATA[Hyundai Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kia]]></category>
		<category><![CDATA[Kia Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Cina di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Auto di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan FAW]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil MG]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17707</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Namun, di antara mobil merek...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Namun, di antara mobil merek asal Republik Rakyat Cina (Cina) itu ada yang berstatus sebagai pendatang baru, sehingga kinerjanya belum bisa dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (14/4/2024) menunjukkan, merek asal Cina itu meliputi Wuling, Chery, Dongfeng Sokon (DFSK), Morris Garage atau MG (merek asal Inggris yang sejak tahun 2007 diakuisisi SAIC Motor Cina), FAW (merek kendaraan niaga), dan Neta.</p>
<p>Dari enam merek tersebut hanya DFSK yang membukukan ambrolnya penjualan. Pabrikan asal Chongqing, Cina, itu mengalami kemerosotan penjualan hingga 18,8 persen dibanding penjualan unit mobilnya ke konsumen (penjualan ritel) selama Januari – Maret 2023.</p>
<p>Sementara, dua merek asal Korea yakni Hyundai yang di Indonesia dijajakan PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) dan Kia yang dijajakan PT Kreta Indo Artha (Indomobil Group) keduanya tak mujur. Penjualan ritel mereka sama-sama babak belur.</p>
<figure id="attachment_11302" aria-describedby="caption-attachment-11302" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11302" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kia-Seltos-di-Gaikindo-Jakarta-Auto-Week-dok.Mobilitas-e1678682245108.jpg" alt="" width="700" height="501" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kia-Seltos-di-Gaikindo-Jakarta-Auto-Week-dok.Mobilitas-e1678682245108.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kia-Seltos-di-Gaikindo-Jakarta-Auto-Week-dok.Mobilitas-e1678682245108-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kia-Seltos-di-Gaikindo-Jakarta-Auto-Week-dok.Mobilitas-e1678682245108-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kia-Seltos-di-Gaikindo-Jakarta-Auto-Week-dok.Mobilitas-e1678682245108-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kia-Seltos-di-Gaikindo-Jakarta-Auto-Week-dok.Mobilitas-e1678682245108-587x420.jpg 587w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11302" class="wp-caption-text">Kia Seltos yang dijual di Indonesia &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Berikut data penjualan ritel mobil Cina dan Korea di Indonesia selama Januari – Maret atau kuartal pertama 2024 dibanding kuartal pertama 2023.</p>
<p><strong>Mobil Cina</strong>:<br />
Wuling : 5.947 unit (meningkat 10,8 persen)<br />
Chery : 1.351 unit (meningkat 186,2 persen)<br />
Morris Garage : 693 unit (meningkat 113,9 persen)<br />
DFSK : 358 unit (ambles 18,8 persen)<br />
FAW : 74 unit (meningkat 68,2 persen)<br />
Neta : 74 unit (belum bisa dibandingkan karena baru)</p>
<p><strong>Mobil Korea</strong>:<br />
Hyundai : 7.297 unit (ambrol 24,4 persen)<br />
Kia : 410 unit (ambrol 16,3 persen)<br />
<em>Sumber : Gaikindo, 2024</em>. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertambangan Kurang Berkembang, Penjualan Truk FAW Masih Berjaya di Indonesia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pertambangan-kurang-berkembang-penjualan-truk-faw-masih-berjaya-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Mar 2024 10:55:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[pasar truk]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan truk]]></category>
		<category><![CDATA[pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[truk FAW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16938</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski harga komoditas hasil pertambangan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski harga komoditas hasil pertambangan di pasar global fluktuatif, namun sepanjang 2023 investasi di sektor ini masih terjadi.</p>
<p>Data Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (2/3/2024) realisasi investasi subsektor pertambangan mineral dan batubara hingga akhir Desember 2023 mencapai US$ 7,46 miliat. Nilai ini hanya 96,8 persen dari target investasi yang sebesar US$ 7,7 miliar alias meleset dari target.</p>
<p>Sementara, di saat bersamaan penyerapan truk ternyata menurun. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (2/3/2024) menunjukkan sepanjang 2023 mebcapai 77.581 unit. Jumlah ini merosot 16 persen dibbanding tahun 2022 yang sebanyak 92.634 unit.</p>
<p>Namun, tidak demikian dengan truk asal Cina, FAW. Penjualan truk tersebut, bahkan masih moncer hingga awal 2024 ini.</p>
<figure id="attachment_2773" aria-describedby="caption-attachment-2773" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2773" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Truk-FAW-Jiefang-ke-8-juta-dok.Chinadaily-e1693142404263.jpg" alt="" width="700" height="510" /><figcaption id="caption-attachment-2773" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk buatan FAW yang dipasarkan di Cina &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Data berbicara, di Januari tahun 2024 ini, jumlah truk FAW yang terjual ke diler mencapai 28 unit. Jumlah ini meroket 460 persen dibanding total angka <em>wholesales</em> yang dibukukannya selama bulan yang sama di tahun 2023.</p>
<p>Pada bulan perdana 2024 itu, jumlah truk FAW yang laku dibeli konsumen (penjualan ritel) sama persis dengan total <em>wholesales</em>, yakni 28 unit. Lonjakan penjualan ini juga sama dengan lonjakan wholesales yakni 460 persen dibanding bulan yang sama di tahun lalu.</p>
<p>Meski tak sesemarak penjualan truk asal Jepang, namun perlahan tapi pasti, geliat penjualan truk buatan pabrikan asal Changcun, Cina (China FAW Group Company) ini terus beranjak naik. Sehingga total populasinya telah mencapai angka ribuan unit.(Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebih Laris Mana di Indonesia, Mobil Korea atau Cina? Begini Fakta Terkini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/lebih-laris-mana-di-indonesia-mobil-korea-atau-cina-begini-fakta-terkini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2023 13:50:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[DFSK]]></category>
		<category><![CDATA[FAW]]></category>
		<category><![CDATA[Hyundai]]></category>
		<category><![CDATA[Hyundai lebih moncer ketimbang Wuling]]></category>
		<category><![CDATA[investasi pabrikan mobil Cina di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil asal Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil merek Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Neta]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Cina di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15813</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Jumlah pabrikan mobil asal Republik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Jumlah pabrikan mobil asal Republik Rakyat Cina (Cina) yang menggempur pasar Indonesia terus bertambah, sementara dari Korea tak berubah.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (20/12/2023) menunjukkan hingga akhir November tahun ini ada enam pabrikan (merek) asal Cina yang berlaga di pasar Indonesia. Mereka adalah Wuling, Chery, dan Dongfeng Sokon (DFSK). Kemudian Morris Garage (merek asal Inggris yang telah diakuisisi pabrikan Cina, SAIC Motor), Neta, Seres (merek mobil listrik milik Dongfeng Sokon), serta FAW.</p>
<p>Sementara dari Korea masih tetap dua, yakni Hyundai Motors dan Kia Motors. Meski begitu, sepak terjang Hyundai sejak dua tahun terakhir terasa “menggebrak” ketika gelonotoran investasi telah menghasilkan berdirinya pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.</p>
<p>Sedangkan soal kinerja penjualan riil (yakni penjualan secara langsung ke konsumen alias penjualan ritel) dari masing-masing pabrikan ternyata sama saja, yakni ada yang meningkat, ada pula yang merosot. Meski begitu, fakta memperlihatkan Hyundai ternyata jauh lebih moncer ketimbang merek terlaris asal Cina yakni Wuling.</p>
<figure id="attachment_14514" aria-describedby="caption-attachment-14514" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14514" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Wuling-Alvez-di-pasar-Indonesia-dok.Wuling-Motors-e1695178747727.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-14514" class="wp-caption-text">Wuling Alvez &#8211; dok.Wuling Motors</figcaption></figure>
<p>Hyundai bercokol di urutan keenam dalam daftar 10 merek (pabrikan) mobil dengan penjualan terbanyak. Sedangkan Wuling masih berdiam diri di urutan ke-10 dengan selisih penjualan yang cukup jauh di bawah Hyundai.</p>
<p>Berikut data penjualan ritel merek asal Korea dan Cina di Indonesia sepanjang Januari – November 2023:</p>
<p><strong>Pabrikan (merek) asal Korea</strong>:<br />
Hyundai : 32.684 unit (meningkat 22,6 persen dibanding Januari-November 2022)<br />
Kia : 1.450 unit (merosot 5,7 persen)</p>
<p><strong>Pabrikan (merek) asal Cina</strong>:<br />
Wuling : 22.586 unit (meningkat 3 persen)<br />
Chery : 3.640 unit (belum bisa dibandingkan karena baru meluncur pada Agustus 2023)<br />
DFSK : 1.413 unit (anjlok 34,3 persen)<br />
MG : 1.053 unit (meningkat 22,9 persen)<br />
FAW : 583 unit (melonjak 225,7 persen)<br />
Neta : 100 unit (belum bisa dibandingkan karena baru meluncur)<br />
Seres : 7 unit (belum bisa dibandingkan karena masih baru)<br />
<em>Sumber : Gaikindo, 2023</em>. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
