<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Federasi Industri Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/federasi-industri-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Aug 2024 04:46:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Federasi Industri Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Produksi Menciut Tapi Target Ekspor Mobil Thailand Tak Surut, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/produksi-menciut-tapi-target-ekspor-mobil-thailand-tak-surut-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2024 03:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Federasi Industri Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[FTI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19438</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Federasi Otomotif ASEAN (AAF) menyebut...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Federasi Otomotif ASEAN (AAF) menyebut hingga saat ini Thailand merupakan pusat produksi mobil untuk kperluan ekspor ke kawasan regional maupun global bagi sejumlah pabrikan mobil.</p>
<p>Pernyataan Juru Bicara Federasi Industri Thailand (FTI) Divisi Otomotif, Surapong Paisitpattanapong yang dikutip The Bangkok Post dan dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (5/8/2024) menyebut tahun 2024 ini, selama Januari – Juni, produksi mobil di Thailand sebanyak 761.240 unit. Jumlah ini menyusut 17,39 persen dibanding periode sama di tahun 2023.</p>
<p>“Penurunan produksi sejalan dengan turunnya penjualan mobil di pasar domestik. Pasar lokal mengalami konstraksi yang cukup besar setelah lembaga keuangan memperketat penyaluran pembiayaan kredit,” ungkap Surapong.</p>
<p>Saat ini, lanjut Surapong, utang rumah tangga telah mencapai titik tertingggi, dimana pinjaman kredit yang ada di rumah tangga telah mencapai 90 persen dari pendapatan (Produk Domestik Bruto rumah tangga). “Ini yang menjadikan lembaga pembiayaan dan bank menolak permohonan kredit pembeli mobil baru,” kata Surapong.</p>
<p>Kini, FTI memangkas target produksi mobil untuk tahun 2024 yakni menjadi 1,7 juta unit dari sebelumnya yang sebanyak 1,9 juta unit. Total penjualan diprediksi hanya 550.000 unit alias merosot dari target sebelumnya yang dipatok 750.000 unit.</p>
<figure id="attachment_15494" aria-describedby="caption-attachment-15494" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/Peresmian-jalur-produksi-mobil-Neta-di-pabrik-Neta-Auto-Thailand-dok.Neta-Auto-e1701363957926.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-15494" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/Peresmian-jalur-produksi-mobil-Neta-di-pabrik-Neta-Auto-Thailand-dok.Neta-Auto-e1701363957926.jpg" alt="" width="700" height="485" /></a><figcaption id="caption-attachment-15494" class="wp-caption-text">Peresmian mulai produksi mobil Neta di pabrik Neta Auto Thailand &#8211; dok.Neta Auto</figcaption></figure>
<p>Namun, untuk target ekspor ternyata FTI tak mengubahnya, yakni masih sebanyak 1,15 juta unit. Masih tetapnya target ekspor karena ada beberapa pertuimbangan, yakni sejumlah model mobil jenis SUV dan pick up medium masih banyak permintaannya dari negara-negara tujuan ekspor di Asia maupun lainnya.</p>
<p>Selain itu, saat ini Thailand menjadi basis produksi mobil listrik yang diekspor ke sejumlah negara. Sejumlah pabrikan asal Cina seperti Build Your Dreams (BYD), Great Wall Motors, Neta, hingga Morris Garage telah memproduksi mobil listrik baterai (BEV) maupun hybriod di Negeri Gajah Putih itu.</p>
<p>“Meskipun selama semester pertama (Januari &#8211; Juni) ekspor kami turun tipis, namun potensi permintaan impor mobil dari kami masih tingggi. Kami percaya karena merek-merek yang mengekspor juga tengah berekspansi di luar Thailand,” kata Surapong.</p>
<p>Data FTI memperlihatkan selama enam bulan pertama 2024 itu, jumlah mobil yang diekspor Thailand mencapai 519.045 unit. Jumlah ini menyusut 1,8 persen dibanding total ekspor selama periode sama di tahun 2023.  (Tan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurus Tokcer Thailand Kuasai Pasar Mobil Listrik ASEAN</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/jurus-tokcer-thailand-kuasai-pasar-mobil-listrik-asean/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2022 05:42:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Automobile Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Federasi Industri Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Great Wall Motor di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[merek mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[MG Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[SAIC Motor di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5758</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Pemerintah Thailand sejak beberapa tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Pemerintah Thailand sejak beberapa tahun lalu telah menetapkan target untuk menjadi pusat produksi mobil ramah lingkungan dengan energi terbarukan – mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga mobil listrik baterai (BEV) – di kawasan regional Asia Tenggara (ASEAN). Negeri yang juga biasa disebut Siam itu bahkan menetapkan tujuan, pada tahun 2030 nanti kendaraan listrik sudah menyumbang 30% dari total produksi mobil.</p>
<p>Federasi Industri Thailand (FTI) belum lama ini menyatakan, dari total kapasitas produksi saat ini yang sebanyak 2,4 juta unit, telah terpakai 80% &#8211; 90%. Pemakaian kapasitas produksi hampir 100% itu terjadi, karena hasilnya sebagian besar diekspor ke berbagai negara.</p>
<p>“Seiring dengan perubahan dunia yang mengarah ke mobil ramah lingkungan untuk mewujudkan lingkungan dunia yang semakin sedikit emisi karbon, Thailand harus menstransformasikan diri sebagai pusat produksikendaraan yang lebih bersih itu. Populasi kendaraan seperti itu – khususnya mobil listrik – harus terus diperbesar di dalam negeri. Sehingga, jika telah tercipta ekosistemnya, produksi akan semakin banyak,” bunyi keterangan FTI yang dilansir <em>Asia Business Channel</em> dan <em>The Nationa</em>l, belum lama ini.</p>
<figure id="attachment_5383" aria-describedby="caption-attachment-5383" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5383" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Nissan-Kicks-e-Power-salah-satu-mobil-yang-diproduksi-di-Thailand-dengan-tujuan-penjualan-domestik-maupun-ekspor-dok.Bangkok-Post-e1643615297404.jpg" alt="" width="700" height="503" /><figcaption id="caption-attachment-5383" class="wp-caption-text">Nissan Kicks e-Power, salah satu mobil yang diproduksi di Thailand dengan tujuan penjualan domestik maupun ekspor &#8211; dok.Bangkok Post</figcaption></figure>
<p>Untuk mewujudkan penciptaan ekosistem, khususnya menggenjot populasi kendaraan listrik, Kementerian Keuangan Negeri Gajah Putih itu telah menyetujui pemberian subsidi harga mobil setrum. Seperti dilaporkan <em>Nikkei</em> dan <em>Reuters</em>, Selasa (15/2/2022), kabinet Thailand telah menyetujui usulan kementerian keuangan untuk memberikan subsidi 70.000 baht dan 150.000 baht kepada pembeli mobil listrik.</p>
<p>“Besaran subsidi berada pada rentang tersebut tergantung pada model dan kapasitas baterai, Selain itu, pajak cukai untuk kendaraan ini juga akan dipotong menjadi 2%. Bea masuk (untuk mobil listrik impor) akan diturunkan antara 20% dan 40%. Bahkan bisa setinggi 80%, meskipun untuk mobil listrik dari Cina telah ada perjanjian perdagangan antar dua negara (Cina dan Thailand) untuk menghilangkan tarif,” papar pernyataan kementerian.</p>
<p>Sementara, untuk mobil-mobil ramah lingkungan (hybrid dan plug-in hybrid) buatan pabrikan Jepang yang selama ini dikenai bea 20%, akan dihapuskan. Meski untuk penghapusan tersebut, mobil yang bersangkutan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.</p>
<figure id="attachment_4165" aria-describedby="caption-attachment-4165" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4165" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Peluncuran-mobil-listrik-GWM-Ora-Good-Cat-di-Thailand-akhor-Oktober-2021-dok.Alexwa.com_-e1637421416714.jpg" alt="" width="700" height="504" /><figcaption id="caption-attachment-4165" class="wp-caption-text">Mobil listrik buatan merek milik Great Wall Motor, Ora Good Cat &#8211; dok.Alexwa.com</figcaption></figure>
<p>Tetapi, yang pasti, saat ini mobil-mobil listrik buatan pabrikan Cina harganya telah terpangkas di Thailand. Mobil listrik buatan SAIC Motor dan Great Wall Motor misalnya, kini dijual dengan banderol 1 juta baht. Padahal, semestinya mobil itu berharga 1,5 juta baht.</p>
<p>Keduanya juga telah membangun pabrik di negara tersebut. Mereka telah menggandeng mitra lokal di negeri untuk memproduuksi mobil untuk pasar lokal dan untuk tujuan ekspor.</p>
<p>Langkah itu klop dengan kebijak pemerintah. Sebab pemerintah Thailand telah mewanti-wanti agar pabrikan yang menikmati fasilitas pajak penjualan maupun impor ini, harus memproduksi mobil setrum mereka di pabrik lokal pada tahun 2024 nanti. Dengan begitu, negeri ini akan menjadi basis produksi mobil setrum terbesar di kawasan. (Din./Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
