<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ferrari Purosangue &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/ferrari-purosangue/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Sep 2022 13:33:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Ferrari Purosangue &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Ferrari Purosangue, SUV Sangar Berharga Rp 5,82 Miliar</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-ferrari-purosangue-suv-sangar-berharga-rp-582-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2022 11:13:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari SpA]]></category>
		<category><![CDATA[fitur Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[harga Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[mesin Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[SUV pertama Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi Ferrari Purosangue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=8584</guid>

					<description><![CDATA[Maranello, Mobilitas – Setelah rumor dan teaser terus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maranello, Mobilitas</strong> – Setelah rumor dan teaser terus bermunculan sejak berbulan lalu, akhirnya Ferrari Purosangue diluncurkan.</p>
<p>Di situs resminya, Selasa (13/9/2022) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Rabu (14/9/2022) pabrikan berlambang kuda jingkrak itu menyebut Purosangue (yang berarti berdarah murni) merupakan mobil empat pintu dengan empat kursi. Dia berdimensi panjang 4.973 milimeter (mm), lebar 2.028 mm, tinggi 1.589 mm, serta wheelbase 3.108 mm.</p>
<p>Hanya, pabrikan yang bermarkas di Maranello Italia ini menolak untuk menyebutnya sebagai Sport Utility Vehicle (SUV). Meski, secara dimensi mobil ini memiliki karakter sebuah SUV.</p>
<p>&#8220;Tolong jangan menyebutnya SUV. Ini Ferrari,&#8221; kata Chief Executive Officer Ferrari, Benedetto Vigna, seperti dikutip <em>Bloomberg</em>, Rabu (14/9/2022).</p>
<p>Performanya pun luar biasa. Mesin V12 berkode F140IA enam silinder berkapasitas 6.5 liter yang diusungnya sanggup menyemburkan tenaga hingga 725 PS pada 7.750 rpm dengan torsi 716 Nm pada 6.250 rpm.</p>
<p>Ferrari sengaja tak mengimbuhinya dengan turbocharger atau motor listrik. Kealamiahan ini sengaja diciptakan Ferrari untuk memperkuat arti nama Purosangue (darah murni).</p>
<p>“Mesin V12 yang diusung Purosangue ini merupakan mesin paling bertenaga yang pernah dikembangkan untuk kendaraan empat tempat duduk. Dia merupakan mesin paling bertenaga di segmen dan kelasnya,” klaim pabrikan itu.</p>
<figure id="attachment_8586" aria-describedby="caption-attachment-8586" style="width: 713px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8586" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Tampilan-kokpit-Ferrari-Purosangue-dok.Ferrari-e1663153950325.jpg" alt="" width="713" height="490" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Tampilan-kokpit-Ferrari-Purosangue-dok.Ferrari-e1663153950325.jpg 713w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Tampilan-kokpit-Ferrari-Purosangue-dok.Ferrari-e1663153950325-300x206.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Tampilan-kokpit-Ferrari-Purosangue-dok.Ferrari-e1663153950325-150x103.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Tampilan-kokpit-Ferrari-Purosangue-dok.Ferrari-e1663153950325-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Tampilan-kokpit-Ferrari-Purosangue-dok.Ferrari-e1663153950325-696x478.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Tampilan-kokpit-Ferrari-Purosangue-dok.Ferrari-e1663153950325-611x420.jpg 611w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Tampilan-kokpit-Ferrari-Purosangue-dok.Ferrari-e1663153950325-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 713px) 100vw, 713px" /><figcaption id="caption-attachment-8586" class="wp-caption-text">Tampilan kokpit Ferrari Purosangue &#8211; dok.Ferrari</figcaption></figure>
<p>Semburan tenaga disalurkan ke kempat roda menggunakan transmisi dual-clutch 8 tingkat percepatan. Sekadar informasi, Purosangue menggunakan sistem penggerak roda All Wheel Drive (AWD).</p>
<p>Ferrari mengklaim, Purosangue mampu berkaselerasi dari kecepatan 0 – 100 km/jam hanya dalam waktu 3,3 detik. Mobil ini mampu melesat 310 km/jam lebih.</p>
<p>Mobil yang disebut memiliki distribusi bobot depan dan belakang 49:51 itu dibekali sedereat fitur canggih. Salah satunya, sistem suspensi aktif milik Multimatic berteknologi True Active Spool Valve (TASV) yang menggunakan aktuator 48V untuk mengontrol pengaturan peredam.</p>
<p>Ada 24 warna eksterior, 6 warna interior, dan 6 ukuran roda yang ditawarkan. Ferrari membanderolnya (di Italia)  mulai 390.000 Euro atau sekitar Rp 5,82 miliar (kurs 1 Euro = Rp 14.915,12). (Vto/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ferrari Purosangue Meluncur September Nanti, Jumlah Penjualan Dibatasi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ferrari-purosangue-meluncur-september-nanti-jumlah-penjualan-dibatasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2022 07:26:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[fitur Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[harga Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[SUV Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi Ferrari Purosangue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=7090</guid>

					<description><![CDATA[Maranello, Mobilitas – Pabrikan supercar Italia, Ferrari, menjadwalkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maranello, Mobilitas</strong> – Pabrikan supercar Italia, Ferrari, menjadwalkan peluncuran Ferrari Purosangue pada September tahun 2022 ini. Namun, pabrikan yang bermarkas di Maranello, Italia, ini akan membatasi jumlah penjualan Purosangue.</p>
<p>Siaran pers Capital Markets Day 2022 yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Jumat (17/6/2022), menyebut Ferrari membatasi penjualan Puronsague hanya 20 persen dari total penjualannya secara tahunan. “Ini dimaksudkan agar Purosangue jauh lebih eksklusif. Sementara, 80 persen sisanya akan diisi oleh seri Icona dan model hypercar baru,” bunyi pernyataan tersebut.</p>
<p>Pabrikan berlambang kuda jingkrak itu tidak menyebut Purosangue sebagai SUV, dan hanya menyebutnya sebagai mobil yang lain dari lainnya dan berbeda dengan model-model sebelumnya. Mobil ini dibekali mesin naturally aspirated V12 yang diklaim sebagai mesin paling “menggairahkan”.</p>
<p>“Oleh karena itu mobil ini akan melebihi semua harapan pelanggan,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Ferrari Benedetto Vigna.</p>
<figure id="attachment_7092" aria-describedby="caption-attachment-7092" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-7092" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Ferrari-Purosangue-dok.Istimewa-e1655450604908.webp" alt="" width="700" height="493" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Ferrari-Purosangue-dok.Istimewa-e1655450604908.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Ferrari-Purosangue-dok.Istimewa-e1655450604908-300x211.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Ferrari-Purosangue-dok.Istimewa-e1655450604908-150x106.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Ferrari-Purosangue-dok.Istimewa-e1655450604908-696x490.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Ferrari-Purosangue-dok.Istimewa-e1655450604908-596x420.webp 596w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Ferrari-Purosangue-dok.Istimewa-e1655450604908-100x70.webp 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7092" class="wp-caption-text">Rendering  Ferrari Purosangue &#8211; dok.Istimewa via Autocar</figcaption></figure>
<p>Tetapi, keunggulan Purosangue tak hanya pada mesinnya saja. Tetapi, lanjut Vigna, juga sederet fitur canggih penunjang kenyamanan dan keamanan berkendara.</p>
<p>Salah satu fitur itu adalah sistem suspensi inovatif, Ferrari Active Suspension Technology alias FAST. Teknologi ini, menurut Vigna, dikembangkan oleh para insinyur Italia untuk secara aktif mengontrol dan meminimalkan body roll.</p>
<p>“Sistem ini juga dapat menurunkan mobil, menurunkan pusat gravitasinya untuk meningkatkan kemampuannya menghasilkan akselerasi lateral tingkat tinggi,” kata dia.</p>
<p>Hanya, Vigna tak menjelaskan apakah pembatasan penjualan Purosangue yang dipatok hanya 20 persen dari total penjualan itu terkait dengan rencana pabrikan yang mulai menggenjot penjualan mobil elektrifikasi (hybrid dan listrik murni alias BEV) pada tahun 2025 nanti.</p>
<figure id="attachment_7093" aria-describedby="caption-attachment-7093" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-7093" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Logo-Ferrari-dok.Istimewa-e1655450763893.jpg" alt="" width="700" height="512" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Logo-Ferrari-dok.Istimewa-e1655450763893.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Logo-Ferrari-dok.Istimewa-e1655450763893-300x219.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Logo-Ferrari-dok.Istimewa-e1655450763893-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Logo-Ferrari-dok.Istimewa-e1655450763893-696x509.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Logo-Ferrari-dok.Istimewa-e1655450763893-574x420.jpg 574w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Logo-Ferrari-dok.Istimewa-e1655450763893-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7093" class="wp-caption-text">Logo Ferrari &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Pada tahun itu, Ferrari akan meluncurkan mobil listrik pertamanya. Model berteknologi sumber tenaga dari setrum itu merupakan salah satu dari 15 model elektrifikasi yang bakal digelonotorkan ke pasar.</p>
<p>Ferrari menyebutkan pada tahun 2026 nanti mobil yang mereka sodorkan ke konsumen akan lebih banyak mobil berteknologi elektrfikasi. Komposisinya 40 persen mobil konvensional alias bermesin pembakaran internal (ICE) dan 60% hybrid plus listrik murni atau listrik baterai (BEV).</p>
<p>Data di internal Ferrari yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Jumat (17/6/2022) memperlihatkan, sepanjang Januari hingga Maret tahun 2022 ini, Ferrari berhasil mengantongi angka penjualan sebanyak 3.251 unit. Jumlah ini bertambah banyak 480 unit atau naik 17 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu, yang sebanyak 2.771 unit. (Vto/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SUV Pertama Ferrari, Purosangue Mulai Diproduksi Akhir Tahun Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/suv-pertama-ferrari-purosangue-mulai-diproduksi-akhir-tahun-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2022 13:36:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari SpA]]></category>
		<category><![CDATA[fitur SUV Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[fitur SUV Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[harga SUV Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[SUV pertama Ferrari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5526</guid>

					<description><![CDATA[Maranello, Mobilitas – Setelah tiga setengah tahun –...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maranello, Mobilitas</strong> – Setelah tiga setengah tahun – sejak pertama kali mengkonfirmasi akan masuk ke pasar Sport Utility Vehicle (SUV) – akhirnya Ferrari SpA memberikan kepasatian, bahwa SUV perdananya bernama Purosangue akan diproduksi di akhir tahun 2022. Pernyataan itu diungkapkan dalam laporan kinerja tahunan yang digelar belum lama ini.</p>
<p>Seperti dilaporkan <em>The Sunday</em> dan <em>Top Gear</em>, Jumat (4/2/2022), pabrikan yang didirikan Enzo Ferrari pada tahun 1939 itu menyebut, pengiriman unit ke pembeli akan dimulai pada tahun 2023 nanti. Hanya, Ferrari masih menyimpan rapat-rapat informasi soal detil spesifikasi mobil tersebut.</p>
<p>Meski, SUV yang bakal bertarung dengan Lamborghini Urus, Aston Martin DBX, dan Rolls-Royce Cullinan ini beberapa waktu lalu telah tertangkap kamera fotografer. Mobil yang dibalut kamuflase pekat itu masih sedikit menampakkan bagian-bagian dari bodi.</p>
<figure id="attachment_5528" aria-describedby="caption-attachment-5528" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5528" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Ferrari-Purosangue-tengah-menjalani-uji-ketangguhan-di-area-kering-dok.Istimewa-via-Netherlans-News-Live-e1644240650185.jpg" alt="" width="700" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-5528" class="wp-caption-text">Ferrari Purosangue tengah menjalani uji ketangguhan di area kering &#8211; dok.Istimewa via Netherlans News Live</figcaption></figure>
<p>“Tampaknya jelas bahwa Purosangue tidak akan memiliki bentuk SUV khas seperti Urus dan DBX,” tulis <em>Carscoops</em>, Senin (7/2/2022).</p>
<p>Mengutip sejumlah sumber, media ini menyebut ada beberapa pilihan powertrain yang kemungkinan bakal disajikan Ferrari di Purosangue. Salah satu adalah sistem powertrain berteknologi hybrid yang merupakan paduan mesin konvensional V6 2.9 liter twin-turbocharged (yang sama dengan yang digunakan Ferrarri 296 GTB) dengan motor listrik.</p>
<p>Powertrain ini menghasilkan semburan tenaga hingga 819 hp dan torsi 740 Nm. Dan tanpa transplantasi apapun, semburan tenaga sebesar itu bakal menjadikan Purosangue sebagai SUV paling bertenaga.</p>
<figure id="attachment_5531" aria-describedby="caption-attachment-5531" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5531" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/SUV-Ferrari-Purosangue-saat-dites-di-jalanan-bersalju-dok.Istimewa-via-CAR-Magazine-e1644240926372.jpg" alt="" width="700" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-5531" class="wp-caption-text">SUV Ferrari Purosangue saat dites di jalanan bersalju &#8211; dok.Istimewa via CAR Magazine</figcaption></figure>
<p>Jika mesin V6 2.9 liter itu dipasang tanpa motor listrik alias versi konvensional, sanggup menghasilkan tenaga hingga 654 hp. Semburan tenaga ini disebut lebih unggul ketimbang Lamborghini Urus.</p>
<p>Sementara, informasi lain menyebut Purosangue juga sangat mungkin dibekali mesin V8 4.0 liter twin-turbocharged yang saat ini dipakai oleh Ferrari SF90 Stradale. Bahkan ada kemungkinan V12 naturally aspirated juga bisa dipakai oleh SUV pertama pabrikan berlambang kuda jingkrak tersebut. (Vto/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Purosangue, Ini SUV Pertama Ferrari? Jerrari 1969</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bukan-purosangue-ini-suv-pertama-ferrari-jerrari-1969/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2021 03:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Harrah]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari Purosangue]]></category>
		<category><![CDATA[ide SUV Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Jeep Wagoneer 1969]]></category>
		<category><![CDATA[Jerrari]]></category>
		<category><![CDATA[modifikasi SUV Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[SUV Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[SUV Ferrari Jadi-jadian]]></category>
		<category><![CDATA[SUV Ferrari pertama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=1669</guid>

					<description><![CDATA[Stuttgart, Mobilitas &#8211; Para pecinta mobil super alias...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Stuttgart, Mobilitas</strong> &#8211; Para pecinta mobil super alias supercar terbelalak ketika Ferrari menyatakan akan memproduksi SUV bernama Ferrari Purosangue. Kini, mereka tengah menunggu dngan penuh rasa penasaran terhadap sosok SUV pertama Ferrari yang bakal muncul itu.</p>
<p>Namun, jika ditelesik sejarah, sejatinya ide atau gagasan untuk menghadirkan SUV Ferrari bukanlah kali ini terjadi, tetapi sudah sejak 51 tahun lalu. Anehnya, penggagas itu bukanlah Enzon Ferrari yang merupakan pendiri dan bos pertama pabrikan berlambang kuda jingkrak itu.</p>
<p>Pemilik ide itu justeru seorang pemilik mobil Ferrari yang juga pemilik kasino, bernama Bill Harrah. Gagasan itu muncul secara tak sengaja, dan langsung diwujudkan dalam wujud nyata.</p>
<figure id="attachment_1671" aria-describedby="caption-attachment-1671" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1671" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Interior-Jerrari-1969-dok.Istimewa-via-Carscoops-e1624442275194.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-1671" class="wp-caption-text">Interior Jerrari 1969 &#8211; dok.Istimewa via Carscoops</figcaption></figure>
<p>Ceritanya, pada tahun 1969, mobil Ferrari 365 GT 2+2 milik Harrah yang tengah dikemudikan mekaniknya, mengalami kecelakaan parah di dekat Reno. Mobil tersebut tergelincir di lintasan bersalju dan menghantm pembatas jalan dan akhirnya terbalik.</p>
<p>Harrah yang merupakan penggemar loyal Ferrari itu, merenung dan berpikir, jika saja mobil Ferrari itu berpenggerak empat roda, akan mudah menyiasati kondisi jalanan yang menyebabkan mobilnya kecelakaan. Dia pun langsung ingin mewujudkannya.</p>
<p>Seakan mendapatkan perintah langsung atau il Commendatore dari Enzo Ferrari, Harrah memutuskan untuk membuat SUV Ferrari sendiri. Meski namanya tak persis, tetapi sedikit nyerempet-nyerempet Ferrari.</p>
<figure id="attachment_1672" aria-describedby="caption-attachment-1672" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1672" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Bagasi-Jerrari-1969-dok.Istimewa-via-Carscoops-e1624442354461.jpg" alt="" width="700" height="493" /><figcaption id="caption-attachment-1672" class="wp-caption-text">Bagasi Jerrari 1969 &#8211; dok.Istimewa via Carscoops</figcaption></figure>
<p><strong>Jeep Wagoneer jadi basis</strong><br />
Dengan duit  yang banyak sejatinya dia bisa membeli SUV merek lain yang memiliki performa hebat. Namun Harrah tak berminat, dia tetap bertekad membuat SUV Ferrari versinya sendiri.</p>
<p>Lantaran itulah, Harrah meminta sejumlah mekanik mewujudkan idenya tersebut. Jeep Wagoneer tahun 1969 yang baru dibelinya dijadikan basis.</p>
<p>Dia menggusur mesin mobil buatan General Motors itu, sebagai gantinya Harrah mencangkokkan mesin Ferrari miliknya yang lumat akibat kecelakaan, yakni mesin V12 bertenaga 320 hp. Jantung mekanis itu dia kawinkan dengan transmisi tiga tingkat percepatan.</p>
<p>Paras depannya menggunakan milik Ferrari miliknya – Ferrari 365 GT 2+2 – yang telah kecelakaan namun kondisinya masih sangat bagus. Sedangkan bodinya, tetap Jeep Wagoneer.</p>
<figure id="attachment_1673" aria-describedby="caption-attachment-1673" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1673" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Mesin-Jerrari-1969-dok.Istimewa-via-Carscoops-e1624442426401.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-1673" class="wp-caption-text">Mesin Jerrari 1969 &#8211; dok.Istimewa via Carscoops</figcaption></figure>
<p>Dengan blasteran itu, Harrah menggunakan nama baru yakni Jerrari yang artinya Jeep Ferrari. Nama ini seakan seperti lelucon, tetapi itulah adanya. Harrah tetap ingin menghormati Jeep dan sekaligus mengabadikan jati diri Ferrari miliknya.</p>
<p>Hasilnya, Jerrari yang berlabur kelir hijau itu membuat Harrah puas. Sehingga, beberapa tahun kemudian dia kembali membuat Jerrari yang kedua. Basisnya Jeep Wagoneer 1977, dengan mesin yang masih sama yakni V12.</p>
<p>Kendaraan tersebut tak lagi menjadi milik Harrah dia meninggal dunia di tahun 1978. Setelah beberapa kali berpindah tangan, akhirnya berlabuh ke ke Jerman pada tahun 2008.</p>
<figure id="attachment_1674" aria-describedby="caption-attachment-1674" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1674" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Tampilan-belakang-Jerrari-1969-dok.Istimewa-via-Carscoops-e1624442502105.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-1674" class="wp-caption-text">Tampilan belakang Jerrari 1969 &#8211; dok.Istimewa via Carscoops</figcaption></figure>
<p>Sekadar informasi mesi telah berpindah tangan dan menjalani masa hidup hingga setengah abad lebih Jerrari hanya mencatatkan jarak perjalanan 11.200 kilometer di odometernya.</p>
<p>Dia akhirnya terjual dengan harga US$ 21.000 atau sekitar Rp 303 jutaan (kurs US$1 = Rp 14.448,7). Jadi, benarkah Jerrari menjadi SUV Ferrari pertama atau dengan keberadaannya Ferrari menjadi terinspirasi? &#8230;&#8230;(Yus/Aa/Berbagai sumber)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
