<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fitur ABS &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/fitur-abs/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jan 2026 06:40:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>fitur ABS &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Studi Buktikan ABS Turunkan Kecelakaan Motor hingga 24 Persen, Perlu Diwajibkan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/studi-buktikan-abs-turunkan-kecelakaan-motor-hingga-24-persen-perlu-diwajibkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 05:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[ABS di motor]]></category>
		<category><![CDATA[fitur ABS]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26778</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Studi Fakultas Teknik Universitas Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Studi Fakultas Teknik Universitas Indonesia menunjukkan penggunaan Anti-lock Braking System (ABS) dapat menurunkan kecelakaan sepeda motor hingga 24 persen.</p>
<p>Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Yusuf Nugroho, yang dihubungi<em> Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (17/1/2026) menyebut dengan fungsi teknis yang telah terbukti seperti itu, ABS menjadi salah satu solusi teknologi penting untuk keselamatan jalan.</p>
<p>Dia mengutip data Korlantas Polri yang menyebut sekitar 44 persen kecelakaan sepeda motor sepanjang 2024 dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman. “Dengan kata lain, ABS menjadi solusi untuk terus menekan fatalitas atau kecelakaan sepeda motor. Terlebih, jumlah populasi dan pengguna sepeda motor di Indonesia sangat banyak atau mendominasi penmgguna jalan ,” ujar Yusuf.</p>
<p>Meski, Yusuf mengakui sepeda motor berfitur ABS lebih mahal. Namun, menurutnya dengan edukasi secara intensif terkait pentingnya aspek keselamatan berkendara kepada masyarakat, soal harga bisa menjadi tak masalah.</p>
<figure id="attachment_3462" aria-describedby="caption-attachment-3462" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-sepeda-motor-korbannya-terbanyak-orang-muda-pada-usia-masa-produktif-dok.Istimewa-e1634616375505.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3462" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-sepeda-motor-korbannya-terbanyak-orang-muda-pada-usia-masa-produktif-dok.Istimewa-e1634616375505.jpg" alt="" width="700" height="499" /></a><figcaption id="caption-attachment-3462" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan sepeda motor &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Tetapi, pabrikan juga harus diminta untuk melengkapi motor produksinya dengan fitur tersebut dengan harga yang tidak maha. Nah, sebagai gantinya pabrikan diberikan insentif, “ tandas Yusuf.</p>
<p>Pernyataan serupa diungkap peneliti industri dari Indonesia Ecnomic and Industries Policy Studies, Richard Tumbelaka, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Ini hanya tergantung kemauan pemerintah dan kesediaan pabrikan produsen motor untuk mengurangi sedikit tingkat keuntungan yang didapatnya dengan prosentase besar.</p>
<p>“Sebenarnya, pemerintah bisa memberikan keharusan penggunaan fitur ABS di motor yang dibuat pabrikan. Ini sejatinya taka masalah bagi pabrikan mesk tanp harus menaikkan harga jual yang signifikan, karena sekarang margin keuntungan yang diraup pabrikan dari motor produksiny itu sangat besar dari setiap unitnya, “ papar Richard. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
