<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fungsi busi &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/fungsi-busi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Sep 2024 03:42:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>fungsi busi &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kamu Perlu Tahu, Ini Lho Keunggulan Busi Iridium</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kamu-perlu-tahu-ini-lho-keunggulan-busi-iridium/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 09:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[bahan baku busi]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[busi iridium]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi busi]]></category>
		<category><![CDATA[harga busi iridium]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[keungggulan busi iridium]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan busi iridium]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19839</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Hampir semua pemilik kendaraan telah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Hampir semua pemilik kendaraan telah mengetahui betapa pentingnya komponen bernama busi, yaitu pemantik api dalam proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin ketika kendaraan mulai dihidupkan.</p>
<p>Sehingga, tanpa busi (atau busi sudah aus) maka kendaraan – baik mobil maupun sepeda motor bermesin pembakaran internal – tidak akan bisa dinyalakan.</p>
<p>“Tetapi, kalau jenis busi, ternyata masih banyak pemilik kendaraan yang belum memahami antara busi biasa dengan busi iridium. Padahal, kedua berbeda, dimana dari sisi keunggulan, busi iridium lebih banyak keunggulannya,” papar Senior Service Advisor Permata Poris Motor, Efriansyah, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Jalan Maulana Hassanudin, Poris, Tangerang, Sabtu (31/8/2024).</p>
<p>Menurut Efri, harga busi iridium memang lebih mahal dibanding busi biasa. Namun, hal itu sepadan dengan keunggulan yang dimiliki alias keuntungan yang didapat penggunannya juga banyak.</p>
<p>Karena menggunakan bahan dasar iridium yang merupakan sangat tidak reaktif dan memiliki kepadatan serta titik leleh yang sangat tinggi yakni 2.446 derajat Celcius dan massa rata-rata atom 192.217. Karena itu, kecepatan pemantikan api lebih cepat dan sangat bagus.</p>
<figure id="attachment_19842" aria-describedby="caption-attachment-19842" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Busi-iridium-dok.Suzuki-Indonesia-e1725109052760.webp"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-19842" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Busi-iridium-dok.Suzuki-Indonesia-e1725109052760.webp" alt="" width="700" height="517" /></a><figcaption id="caption-attachment-19842" class="wp-caption-text">Busi iridium &#8211; dok.Suzuki Indonesia</figcaption></figure>
<p>“Sehingga, pembakaran bahan bakar di mesin juga lebih sempurna,” paparEfri.</p>
<p>Dengan sempurnanya pembakaran bahan bakar itu, lanjut Efri, maka letupan tenaga yang dihasilkan mesin dengan busi iridium juga lebih optimal.</p>
<p>“Dan karena pembakaran sempurna, maka setiap butiran kabut bahan bakar yang disemburkan injektor mesin terbakar semua. Tidak ada bahan bakar yang terbuang. Karenanya, busi iridium juga membuat konsumsi bahan bakar lebih irit,” jelas pria yang pernah menjadi mekanik senior di sebuah bengkel resmi mobil asal Jepang ini.</p>
<p>Selain itu, busi iridium yang memiliki tingkat akselerasi lebih tinggi ini cocok digunakan untuk kendaraan bermotor untuk lomba balap. Terlebih, masa pakai atau umur busi ini juga lebih panjang ketimbang busi biasa, sebab salah satu sifat logam iridium adalah tahan panas dan tahan korosi. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Deteksi Busi Motor yang Saatnya Diganti</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-cara-deteksi-busi-motor-yang-saatnya-diganti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2022 08:37:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bahan busi]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[busi mobil]]></category>
		<category><![CDATA[busi mobil yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[busi motor]]></category>
		<category><![CDATA[cara mencegah busi bermasalah]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi busi]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan busi]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengenali busi bermasalah]]></category>
		<category><![CDATA[tips merawat busi]]></category>
		<category><![CDATA[usia pakai busi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5326</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Busi adalah nama salah satu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Busi adalah nama salah satu komponen penting di kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor – dari bahasa Belanda yakni bougie yang memiliki arti suku cadang – berfungsi vital dalam proses pembakaran bahan bakar di mesin untuk menghasilkan tenaga yang menggerakkan kendaraan. Artinya, tanpa ada busi maka proses itu tak akan terjadi, sehingga keberadaan kendaraan pun tak berarti karena tidak berfungsi.</p>
<p>“Jadi dalam proses penggunaan kendaraan, busi berfungsi sebagai pemantik api. Caranya, dengan mengubah tegangan listrik yang disuplai oleh koil lalu menjadi percikan api. Nah, percikan api itulah yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang mesin yang kemudian menghasilkan ledakan tenaga untuk menjalankan serangkaian komponen untuk menggerakkan kendaraan. Jadi, dari gambaran ini, jelas sekali fungsi penting busi,” papar Kepala Mekanik Jawa Motor, Ichwanudin Salam, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, di Jalan Maulana Hasannudin, Cipondoh, Tangerang, Sabtu (29/1/2022).</p>
<figure id="attachment_5330" aria-describedby="caption-attachment-5330" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5330" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Tampilan-busi-baru-dan-busi-yang-sudah-aus-dok.FIXD_-e1643445070252.jpg" alt="" width="700" height="516" /><figcaption id="caption-attachment-5330" class="wp-caption-text">Tampilan busi baru dan busi yang sudah aus &#8211; dok.FIXD</figcaption></figure>
<p>Tetapi, kata pria yang akrab disapa dengan Ichwan itu, sedikit sekali pemilik kendaraan yang tak paham bagaimana merawat komponen tersebut. Bahkan, mendeteksi atau mengetahui tanda-tanda busi di kendaraan bermasalah atau aus pun banyak yang belum memahaminya.</p>
<p>“Terutama di kendaraan bermotor roda dua atau sepeda motor. Karena kalau di mobil kan ada lebih dari satu busi, sehingga ketika salah satu dari busi itu sudah aus atau bermasalahmobil masih bisa berfungsi karena ditopang oleh busi-busi lainnya, meskipun mesin kadang-kadang “pincang” ketika mesin dinyalakan atau saat sudah dijalankan,” papar mekanik berusia 43 tahun itu.</p>
<p>Lantas, apa saja ciri-ciri busi sepeda motor sudah bermasalah atau aus? Ichwan menyebut, ciri-ciri itu sangat mudah ditangkap atau diketahui. Terutama jika, pengguna atau pemilik sepeda motor sudah memahaminya.</p>
<figure id="attachment_5331" aria-describedby="caption-attachment-5331" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5331" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Busi-sepeda-motor-yang-masih-baru-dok.Youtube-e1643445290713.jpg" alt="" width="700" height="512" /><figcaption id="caption-attachment-5331" class="wp-caption-text">Busi sepeda motor yang masih baru &#8211; dok.Youtube</figcaption></figure>
<p>Setidaknya ada lima kondisi yang mencirikan busi bermasalah: <strong>Pertama, mesin sepeda motor sulit hidup ketika di-<em>starter</em></strong>. Ini terjadi karena fungsi busi untuk mengubah aliras listrik dari koil menjadi percikan api sudah tak berjalan.</p>
<p>“Kondisi ini terjadi karena faktor usia. Busi sudah melebihi dari masa atau umur pakai. Sehingga mau tidak mau harus diganti,” jelas Ichwan.</p>
<p><strong>Kedua, responsifitas motor lambat alias tidak responsif</strong>. Motor yang lemot atau tak langsam meski tuas gas telah dibetot hingga maksimal, dikarenakan percikan api yang dihasilkan oleh busi sudah tak maksimal alias kembang kempis.</p>
<p>Karena kembang kempisnya sulutan api itu maka proses pembakaran bahan bakar di ruang bakar mesin yang merupakan penyulut munculnya tenaga sepeda motor tak makasimal. Karena tenaga yang tidak kuat itu, maka motor pun kurang responsif.</p>
<figure id="attachment_5332" aria-describedby="caption-attachment-5332" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5332" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Busi-sepeda-motor-dok.Suzuki.co_.id_-e1643445423732.jpg" alt="" width="700" height="514" /><figcaption id="caption-attachment-5332" class="wp-caption-text">Busi sepeda motor &#8211; dok.Suzuki.co.id</figcaption></figure>
<p><strong>Ketiga, mesin motor brebet alias tersendat</strong>. Penyebab, kasus ini sama dengan kasus kedua yakni motor tak responsif. Karena busi yang sudah tak berf8ungsi maksinal dalam menghasilkan percikan api – atau bahkan kadang ada, kadang kecil, dan bahkan tak ada – menjadikan proses pembakaran tak ajeg.</p>
<p>“Sehingga, mesin pun tersendat-sendat atau istilah awamnya mbrebet,” sebut Ichwan.</p>
<p><strong>Kelima, busi sudah berubah warna dan banyak jelaga di bagian kepala dan sumbu busi</strong>. Busi yang telah aus atau habis masa pakainya, biasanya kepalanya berubah warna menjadi coklat.</p>
<p>Sedangkan di antara sumbu dan kepala terdapat jelaga atau seperti lapisan lembut layaknya serbuk halus berwarna hitam. &#8220;Kalau sudah begini, sebaiknya busi diganti. Daripada berisiko motor mogok dan kita jadi repot. Apalagi, di saat perjalanan malam hari,&#8221; tandas Ichwan. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
