<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fungsi wiper &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/fungsi-wiper/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jun 2022 04:34:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>fungsi wiper &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peran Pentingnya Tak Bisa Diingkari, Kenali Tanda Wiper Harus Diganti</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/peran-pentingnya-tak-bisa-diingkari-kenali-tanda-wiper-harus-diganti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2022 09:44:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi wiper]]></category>
		<category><![CDATA[harga wiper]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[mengganti wiper]]></category>
		<category><![CDATA[peran wiper]]></category>
		<category><![CDATA[tanda wiper aus]]></category>
		<category><![CDATA[usia pakai wiper]]></category>
		<category><![CDATA[wiper]]></category>
		<category><![CDATA[wiper yang bagus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=7215</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Wiper yang secara leksikal alias...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Wiper yang secara leksikal alias pengertain di dalam kamus berarti penghapus, merupakan salah satu komponen penting meski bentuknya terlihat sepele dan harganya murah. Sesuai namanya, peranti ini berfungsi untuk membersihkan kaca dari embun atau guyuran air hujan yang dapat menghalangi pandangan pengemudi.</p>
<p>“Secara umum ada dua fungsi dari wiper, yaitu sebagai alat untuk menyeka kaca mobil, baik di depan maupun belakang dari hinggapan embun atau guyuran air hujan yang berpotensi menghalangi daya pandang atau visibilitas pengemudi. Kedua, untuk memberikan visibilitas atau daya pandang yang lebih baik karena faktor lain selain embun dan hujan,” papar Mekanik Senior Auto Mekanika, Cipondoh, Tangerang, Ujang Maman Firmansyah, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, Minggu (26/6/2022).</p>
<p>Pria yang akrab disapa dengan Maman ini mengatakan, fungsi menyeka embun atau air hujan dari kaca mobil, merupakan fungsi utama dari wiper mobil yang sangat membantu pengemudi. Karena berkat sapuan karet penyapu wiper itu embun atau air minggat dari permukaan kaca, sehingga pandangan pengemudi ke depan pun menjadi lebih jelas.</p>
<figure id="attachment_7217" aria-describedby="caption-attachment-7217" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7217" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-dok.Popular-Mecahnics-e1656236482867.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-dok.Popular-Mecahnics-e1656236482867.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-dok.Popular-Mecahnics-e1656236482867-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-dok.Popular-Mecahnics-e1656236482867-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-dok.Popular-Mecahnics-e1656236482867-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-dok.Popular-Mecahnics-e1656236482867-586x420.jpg 586w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7217" class="wp-caption-text">Wiper mobil &#8211; dok.Popular Mechanics</figcaption></figure>
<p>Selain itu, dengan menggunakan wiper pengemudi dapat membersihkan kaca yang dirasa kurang bening dan membuat pandangan terganggu. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika mobil melintasi jalanan yang banyak debu atau kotoran lain yang beterbangan.</p>
<p>“Umumnya untuk membersihkan kaca dalam kondisi seperti itu, pengemudi akan menyemprotkan air di tabung reservoir beberpa kali ke kaca setelah itu mengaktifkan wiper untuk menyapu kotoran agar lebih bersih. Jadi, bisa dibayangkan apa jadinya kalau wiper itu tidak ada atau rusak. Visibilitas pengemudi akan terganggu, sehingga kenyamanan tidak terjadi bahkan bisa mengancam keselamatan berkendara,” jelas Maman.</p>
<p><strong>Tanda-tanda</strong><br />
Oleh karena itu, Maman mewanti-wanti agar memperhatikan tanda-tanda kapan wiper harus diganti. Meski secara ideal, penggantian wiper dilakukan saban enam bukan atau maksimal setahun sekali.</p>
<figure id="attachment_3915" aria-describedby="caption-attachment-3915" style="width: 704px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3915" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673.jpg" alt="" width="704" height="509" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673.jpg 704w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-696x503.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-581x420.jpg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 704px) 100vw, 704px" /><figcaption id="caption-attachment-3915" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kerja wiper saat mobil melaju di tengah guyuran hujan &#8211; dok.Christensen&amp;Hymas</figcaption></figure>
<p><strong>Pertama, wiper lompat-lompat ketika tuas wiper diaktifkan</strong>. Kondisi ditandai dengan berhentinya karet penyapu wiper ketika tuas pengaktif peranti ini diaktifkan.</p>
<p>“Ini menandakan karet wiper sudah aus atau sudah habis sehingga perlu diganti. Jika dipaksakan dipakai maka bisa berpotensi menjadikan kaca mobil baret-baret. Biayanya akan lebih mahal untuk perbaikan,” ujar Maman.</p>
<p><strong>Kedua, muncul bunyi berderit, meski masih bisa bergerak atau tidak lompat.</strong> Deritan terjadi karena karet wiper yang sudah mengeras atau getas, sehingga kelenturan karet telah berkurang atau bahkan habis.</p>
<p>Kelenturan karet bisa terjadi lebih cepat dari semestinya. Hal itu terjadi jika pemilik mobil sering memarkir mobil di tempat terbuka yang terkena paparan sinar matahri dan posisi karet wiper tidak diangkat, yakni ditegakkan dan tidak menempel di kaca.</p>
<figure id="attachment_7218" aria-describedby="caption-attachment-7218" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-7218" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-yang-akan-diganti-dok.Sun-Devil-Auto-e1656236622294.jpg" alt="" width="700" height="496" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-yang-akan-diganti-dok.Sun-Devil-Auto-e1656236622294.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-yang-akan-diganti-dok.Sun-Devil-Auto-e1656236622294-300x213.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-yang-akan-diganti-dok.Sun-Devil-Auto-e1656236622294-150x106.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-yang-akan-diganti-dok.Sun-Devil-Auto-e1656236622294-696x493.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-yang-akan-diganti-dok.Sun-Devil-Auto-e1656236622294-593x420.jpg 593w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wiper-mobil-yang-akan-diganti-dok.Sun-Devil-Auto-e1656236622294-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7218" class="wp-caption-text">Segera ganti wiper jika menunjukkan tanda-tanda telah ausi &#8211; dok.Sun Devil Auto</figcaption></figure>
<p>“Selain itu, karet cepat mengeras jika sering terkena cairan pembersih kaca atau shampo mobil yang tidak bersih dibilas saat mencuci, kemudian terkena panas sinar matahari. Segera ganti karet wiper jika sudah menemukan tanda-tanda seperti itu,” imbuh Maman. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mary Anderson, Penemu Wiper yang Tak Pernah Menikmati Royalti</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mary-anderson-penemu-wiper-yang-tak-pernah-menikmati-royalti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 02:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi wiper]]></category>
		<category><![CDATA[komponen mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Mary Anderson]]></category>
		<category><![CDATA[mengganti wiper]]></category>
		<category><![CDATA[penemu wiper]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan wiper]]></category>
		<category><![CDATA[wiper]]></category>
		<category><![CDATA[wiper mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3963</guid>

					<description><![CDATA[Tennessee, Mobilitas – Saat mengemudi di tengah guyuran...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tennessee, Mobilitas</strong> – Saat mengemudi di tengah guyuran hujan yang lebat, para pengemudi kendaraan bermotor roda empat akan menyadari betapa pentingnya peranti penyapu guyuran air hujan di kaca mobil alias wiper. Namun, hampir mayoritas pemilik dan pengguna mobil di dunia ini yang tahu dan mengerti siapa sebenarnya penemu pertama komponen itu.</p>
<p>Ide pertama (atau penemuan pertama) penciptaan wiper ditemukan oleh seorang wanita berkebangsaan Amerika Serikat, Mary Anderson, secara tak sengaja. Perempuan kelahiran Greene County, Alabama, AS, pada19 Februari 1866 itu mendapatkan ide penciptaan wiper saat dalam perjalanan menuju kota New York.</p>
<p>Dia bersama ibu dan kakak perempuannya tinggal di dekat rumah bibinya sejak ayahnya meninggal (ketika Mary berusia 4 tahun) hingga dia dewasa, pada pertengahan 1903 diminta bibinya pergi ke New York untuk mengambil hak warisan sang bibi.  Kala itu, di Amerika Serikat tengah musim dingin yang ekstrim.</p>
<figure id="attachment_2857" aria-describedby="caption-attachment-2857" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2857" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Fungsi-wiper-mobil-sangat-penting-ketika-berkendara-di-tengah-guyuran-hujan-dok.LiveAbout-e1632032643772.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-2857" class="wp-caption-text">Fungsi wiper mobil sangat penting ketika berkendara di tengah guyuran hujan &#8211; dok.LiveAbout</figcaption></figure>
<p>Tumpahan butiran salju betebaran mengenai benda apapun, termasuk kendaraan bermotor yang ditumpangi Mary. Dia melihat betapa repotnya supir kendaraan tersebut yang harus berkali-kali keluar masuk kendaraan hanya untuk membersihkan salju yang menempel pada kaca depan mobil.</p>
<p>“Tentu, cara itu tak hanya membuat dia kelelahan dan tak konsemntrasi. Tetapi, juga membuang-buang waktu, dan membuat perjalanan seakan semakin lama dan menjemukan,” ujar Maru suatu ketika di tahun 1950, ketika diwawancarai <em>Alabama Daily</em> soal sejarah hidupnya.</p>
<p>Dilecut rasa keprihatinan itulah, akhirnya Mary memncoba berpikir bagaimana mencari solusi atas permasalahan seperti itu. Dia mencoba menggali ide hanyalah untuk mengisi waktu perjalanan yang membosankan.</p>
<figure id="attachment_2858" aria-describedby="caption-attachment-2858" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2858" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Masih-bagus-tidaknya-wiper-bisa-dilihat-dari-kelenturan-karetanya-dan-tidak-berbunyi-mendecit-saat-digunakan-dok.The-Manual-e1632032725823.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-2858" class="wp-caption-text">Wiper kaca mobil &#8211; dok.The Manual</figcaption></figure>
<p><strong>Ditolak dan ditertawakan</strong><br />
Singkat cerita, setelah menyelesaikan urusan yang diamanahkan sang bibi untuk mengambil hak atas harta warisan, Mary pun segera kembali ke kampung halamannya di Alabama. Sesampai di rumah, dia kembali teringat beratnya masalah yang dihadapi para pengemudi mobil di saat musim salju dan musim hujan.</p>
<p>Dia pun beranjak mencari kertas dan pinsil. Mary mulai membuat sketsa sebuah bilah (bisa dari kayu dan logam ringan) yang dimaksudkan sebagai penyapu (wiper) salju atau air di kaca mobil ketika musim dingin atau musim hujan.</p>
<p>Tak lupa,  mekanisme atau cara kerja dari peranti itu[pun diberikan. Meski, dia membuat cara pengoperasian wiper itu dengan cara manual, yakni pengemudi memutar-mutar tuas yang menjadi kendali dari wiper tersebut.</p>
<figure id="attachment_3967" aria-describedby="caption-attachment-3967" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3967" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866.jpg" alt="" width="710" height="485" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866.jpg 710w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-300x205.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-150x102.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-696x475.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-615x420.jpg 615w" sizes="auto, (max-width: 710px) 100vw, 710px" /><figcaption id="caption-attachment-3967" class="wp-caption-text">Mary Anderson bersama mobil pribadinya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Berkali-kali dia melakukan percobaan dan berkali pula gagal. Hingga, akhirnya Mary berhasil mendapatkan sebuah wiper dengan cara kerja yang bagus. Lalu dia membuat lengan wiper dari kayu dengan penghapus kacanya dari karet.</p>
<p>Setelah sketsa rancangan plus penjelasan cara kerja peranti itu dianggap sempurna, pada awal tahun 1904, seperti ditulis laman History, dia mendaftarkan hak paten atas temuannya tersebut, Hak paten pun dikantonginya pada bulan November tahun itu juga.</p>
<p>Berbekal keterangan hak paten itulah, Mary mencoba menjajakan penemuannya itu ke perusahaan pembuat mobil di Amerika Serikat. Tetapi, ternyata pabrikan itu menolaknya dengan alasan peranti seperti itu justeru akan menganggu supir.</p>
<figure id="attachment_3968" aria-describedby="caption-attachment-3968" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3968" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wiper-hasil-rancangan-Mary-Anderson-yang-didaftarkan-hak-patennya-dok.Istimewa-e1636341088987.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-3968" class="wp-caption-text">Wiper hasil rancangan Mary Anderson yang didaftarkan hak patennya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Tak patah arang, Mary pun menawarkan lagi ide wiper karyanya ke perusahaan pembuat komponen di Kanada. Lagi-lagi, perusahaan itu menolaknya dengan alasan yang hampir mirip dengan yang disampaikan produsen mobil, terlalu ribet.</p>
<p>Bahkan, ketika dia mempresentasikan alat itu dan kegunaannya, tak sedikit orang yang menertawakannya. Dia malah dianggap aneh dengan menambah kesibukan seorang supir yang bersusah payah mengendalikan kendaraan.</p>
<p><strong>Tak pernah menikmati royalti</strong><br />
Mary akhirnya berhenti menawarkan temuannya karena tak ada satu pun perusahaan yang tertarik. Hingga setelah 17 tahun, yakni di saat masa berlaku hak patennya habis pada tahun 1920, Mary mempersilahkan siapa saja untuk menggunakan ide itu.</p>
<p>Meski di tahun 1917, seorang perempuan lain bernama Charlotte Bridgewood &#8211; dengan ide dasar yang sama dengan temuan Mary – telah menciptakan wiper yang digerakkan motor. Bahkan di tahun 1922, penemuan Mary diadopsi untuk digunakan pada mobil Cadillac sebagai bagian dari perlengkapan standar pada mobil merek itu.</p>
<p>Hanya, hingga masa tuanya, Mary tak pernah menikmati royalti dari hasil penemuannya. Mary, seperti ditulis <em>The New York Post</em> yang mengulas biografinya, mengaku tak pernah menuntut hal itu.</p>
<figure id="attachment_3969" aria-describedby="caption-attachment-3969" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3969" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="465" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa-300x199.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa-696x462.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa-632x420.jpg 632w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3969" class="wp-caption-text">Mary Anderson di masa usia senja &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Bagiku, ide yang pernah aku sampaikan digunakan untuk orang lain yang membawa kebaikan dan keselamatan, sudah menjadikan aku sangat bahagia. Karena itu berguna bagi orang lain, memberikan cara untuk mengemudi secara aman, selamat, dan kenyamanan,” ujar dia.</p>
<p>Ketika seminar hingga jurnal ilmiah bermunculan, tak ada nama Mary. Kalau pun ada hanya disebut di catatan kaki sebagai bagian dari cerita sejarah wiper.</p>
<p>Bahkan hingga dia menghembuskan nafas terakhir pada 27 Juni 1953, di Monteagle, Tennessee, wanita ini tak pernah menikmati royalti. Namanya baru disebut secara resmi pada gelaran National Inventors Hall of Fame pada tahun 2011. (Aa/Berbagai sumber)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
