<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>harga mobil Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/harga-mobil-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Feb 2022 06:47:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>harga mobil Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Unggul di Domestik, Ekspor Mobil RI Masih Tertinggal Jauh Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/unggul-di-domestik-ekspor-mobil-ri-masih-tertinggal-jauh-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2022 07:51:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Tahiland]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5382</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang tahun 2021 kemarin Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang tahun 2021 kemarin Indonesia tercatat sebagai negara dengan penjualan mobil domestik terbanyak di wilayah regional Asia Tenggara (ASEAN), dan mengalahkan Thailand. Namun sebaliknya, untuk urusan ekspor mobil (secara utuh/CBU) Indonesia masih tertinggal jauh, karena baru sepertiga dari Negeri Gajah Putih itu.</p>
<p>Data di ASEAN Automotive Federation (AAF) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Senin (31/1/2022) memperlihatkan sepanjang duabelas bulan penuh di tahun tersebut, Indonesia berhasil melego mobil sebanyak 887.202 unit. Sementara Thailand membukukan penjualan sebanyak 754.254 unit.</p>
<p>Keduanya disusul oleh Malaysia yang melego mobil sebanyak 508.911 unit, dan Vietnam yang membukukan penjualan sebanyak 304.149 unit. Sedangkan Filipina berada di posisi bontot dalam daftar lima besar penjualan mobil terbanyak di ASEAN, setelah menjual mobil sebanyak 268.488 unit.</p>
<figure id="attachment_5384" aria-describedby="caption-attachment-5384" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5384" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Pikap-medium-Ford-Ranger-salah-satu-mobil-buatan-Thailand-yang-diekspor-ke-berbagai-negara-dok.Bangkok-Post-e1643615401911.jpg" alt="" width="700" height="506" /><figcaption id="caption-attachment-5384" class="wp-caption-text">Pikap medium Ford Ranger, salah satu mobil buatan Thailand yang diekspor ke berbagai negara &#8211; dok.Bangkok Post</figcaption></figure>
<p>Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyebut angka penjualan mobil di pasar domestik Indonesia yang lebih unggul dibanding Thailand itu bukanlah hal yang mengejutkan. Bahkan sebaliknya, masih tertinggal.</p>
<p>“Sebab secara demografi Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 270 juta jiwa. Sedangkan Thailand penduduknya hanya sekitar 70 juta jiwa. Artinya, rasio antara mobil yang dibeli dengan jumlah penduduk Indonesia jauh di bawah Tahiland. Sementara, dari sisi kekuatan sumber ekonomi Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan Thailand,” kata Yannes saat dihubungi di Jakarta, Senin (31/1/2022).</p>
<p>Fakta menarik lain yang bisa menjadi tolok ukur perbandingan kekuatan industri otomotif Indonesia dengan negara yang juga dikenal dengan nama Siam itu adalah besaran ekspor yang dibukukan.</p>
<figure id="attachment_4620" aria-describedby="caption-attachment-4620" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4620" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Toyota-Fortuner-saat-dikapalkan-untuk-menuju-ke-negara-tujuan-ekspor-Toyota-dok.TMMIN_-e1640275803906.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-4620" class="wp-caption-text">Toyota Fortuner, saat dikapalkan untuk menuju ke negara tujuan ekspor Toyota &#8211; dok.TMMIN</figcaption></figure>
<p>“Indonesia masih tertinggal cukup jauh dalam hal ekspor. Karena Thailand dengan segala insentif dan fasilitas yang diberikan kepada produsen mobil telah menjadi hub atau basis produksi yang tidak hanya berorientasi domestik saja tetapi juga ekspor,” jelas Yannes.</p>
<p>Faktanya, seperti dilaporkan <em>Bangkok Post</em>, Jumat (27/1/2022), Federasi Industri Thailand (FTI) dalam laporan tahunannya menyatakan selama tahun 2021 industri di negeri itu telah mengekspor mobil buatannya sebanyak 956.530 unit. Jumlah ini melonjak tinggi dibanding tahun 2020 yang hanya sebanyak 704.626 unit akibat terpaan badai pandemi Covid-19.</p>
<p>“Kami optimis di tahun 2022 ini kondisinya lebih bagus. Sehingga, kami berharap ekspor mobil tumbuh 4,54% menjadi sekitar 1 juta unit,&#8221; kata Wakil Ketua FTI, Surapong Paisitpatanapong.</p>
<figure id="attachment_4670" aria-describedby="caption-attachment-4670" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4670" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Honda-Brio-salah-satu-mobil-Honda-yang-diekspor-Indonesia-dok.Mobilitas.id_-scaled-e1640440728537.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-4670" class="wp-caption-text">Honda Brio, salah satu mobil Honda yang diekspor Indonesia &#8211; dok.Mobilitas.id</figcaption></figure>
<p>Sementara, data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, Senin (31/1/2022) menunjukkan sepanjang tahun 2021 total ekspor mobil Indonesia hanya sebanyak 294.639 unit. Meski, jumlah itu meningkat dibanding jumlah ekspor yang dibukukan sepanjang tahun 2020 yang sebanyak 232.175 unit. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Total Ekspor Mobil RI Masih Sepertiganya Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/total-ekspor-mobil-ri-masih-sepertiganya-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2021 03:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil CBU]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Tahiland]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[negara tujuan ekspor Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan ekspor mobil RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4692</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Federation of Thai Industries (FTI)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Federation of Thai Industries (FTI) atau asosiasi industri Thailand divisi otomotif menyatakan selama Januari hingga November tahun ini, ekspor mobil negeri itu naik 28,6% dibanding periode sama tahun lalu, sehingga menjadi 857.887 unit. Total nilainya mencapai 500 miliar baht.</p>
<p>“Sebagian besar mobil diekspor ke Timur Tengah, Oseania, dan negara-negara Asia lainnya, yang mencapai 50% lebih dari total ekspor,” kata Juru Bicara FTI divisi otomotif, Surapong Paisitpattanapong seperti dilansir <em>The Bangkok Post</em>, Senin (27/12/2021).</p>
<p>Dia memastikan, kendati pasar Eropa saat ini tengah melambat menyusul merebaknya varian baru virus Corona – yakni Omicron – di sejumlah negara, tidak berpengaruh besar ke kinerja ekspor Negeri Gajah Putih. Pasalnya, ekspor ke Eropa hanya 10% dari total ekspor.</p>
<figure id="attachment_4694" aria-describedby="caption-attachment-4694" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4694" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Ford-di-Thailand-dok.Ford_-e1640575143541.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-4694" class="wp-caption-text">Produksi mobil Ford di Thailand yang juga ditujukan untuk pasar ekspor &#8211; dok.Ford</figcaption></figure>
<p>Di sisi lain, kata Wakil Ketua FTI Suparat Sirisuwanangkura, permintaan di negara-negara Timur Tengah, Ocenia, dan Asia justeru merangkak naik sejalan dengan berangsur pulihnya aktifitas masyarakat. Terlebih, pabrikan – termasuk yang beroperasi di Thailand – juga menyuguhkan model-model baru yang disukai masyarakat.</p>
<p>“Sehingga di Januari sampai November tahun ini ekspor yang dibukukan sudah melebihi target yang ditetapkan sebelumnya, yakni 850.000 mobil,” kata dia seperti dilaporkan <em>The Asia Business News</em>, Senin (27/12/2021).</p>
<p>Naiknya kinerja ekspor juga dibukukan Indonesia di periode yang sama. Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan ekspor mobil dalam wujud utuh (CBU) Indonesia di sebelas bulan pertama mencapai 267.224 unit.</p>
<figure id="attachment_4670" aria-describedby="caption-attachment-4670" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4670" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Honda-Brio-salah-satu-mobil-Honda-yang-diekspor-Indonesia-dok.Mobilitas.id_-scaled-e1640440728537.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-4670" class="wp-caption-text">Honda Brio, salah satu mobil Honda yang diekspor Indonesia &#8211; dok.Mobilitas.id</figcaption></figure>
<p>Jumlah tersebut meningkat 29,3% dibanding kurun waktu yang sama di tahun 2020 lalu. Meski, jumlah ekspor Indonesia ini masih jauh di bawah angka yang dicatatkan oleh Thailand, volumenya masih sepertiga dari negeri yang juga dikenal dengan nama Siam tersebut.</p>
<p>“Volume ekspor kita memang jauh lebih sedikit karena jumlah produsen mobil di Thailand juga jauh lebih banyak. Thailand menjadi hub (pusat) produksi dan ekspor bagi produsen-produsen mobil dari berbagai negara karena mungkin dinilai memiliki beberapa keuntungan tertentu bagi mereka,” kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (27/12/2021).</p>
<figure id="attachment_3182" aria-describedby="caption-attachment-3182" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3182" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Agya-dok.Istimewa-e1633569097292.jpg" alt="" width="700" height="503" /><figcaption id="caption-attachment-3182" class="wp-caption-text">Toyota Agya, salah satu mobil produksi Toyota di Indonesia yang juga diekspor &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Selain itu, kebijakan ekspor sebuah merek juga tidak lepas dari strategi yang dimainkan oleh prinsipal mereka. Para prinsipal memiliki pertimbangan tersendiri apakah pabrik mereka di sebuah negara juga akan memproduksi mobil untuk ekspor, dan tujuan ekspor pun juga ditetapkan atas rekomendasi dari prinsipal yang bersangkutan. (Fer/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
