<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>harga motor di Jakarta &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/harga-motor-di-jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2023 00:50:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>harga motor di Jakarta &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Lima Kota Termacet di ASEAN, Jakarta Nomor Dua</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-lima-kota-termacet-di-asean-jakarta-nomor-dua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2023 00:36:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[harga motor di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta macet]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta paling macet]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah mobil di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah sepeda motor Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kota termacet di ASEAN]]></category>
		<category><![CDATA[kota termacet di dunia]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=10955</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kemacetan terjadi seiring dengan meningkatnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kemacetan terjadi seiring dengan meningkatnya tingkat mobilitas masyarakat setelah redanya pandemi Covid-19.</p>
<p>Peningkatan mobilitas terjadi di hampir semua kota di dunia, tidak terkecuali di Asia Tenggara atau ASEAN. Data riset dari perusahaan pengembang perangkat teknologi penunjuk lokasi elektronik atau Global Positioning System (GPS) asal Belanda,TomTom 2022 yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Rabu (22/2/2023) menyebut kota Manila sebagai kota termacet di kawasan ini.</p>
<p>Dibutuhkan waktu 27 menit untuk menempuh jarak 10 kilometer di ibukota Filipina itu. Manila menempati posisi pertama kota termacet di kawasan.</p>
<p>Jakarta menempati urutan kedua. Waktu yang dibutuhkan rata-rata mencapai 22,67 menit.<br />
Kemudian di Bangkok,Thailand, dibutuhkan waktu rata-rata 20,67 menit.</p>
<p>Mereka disusul Singapura dan Kuala Lumpur, dimana waktu untuk menempuh jarak 10 kilometer rata-rata mencapai 16,5 menit dan 16,17 menit. “Riset kota termacet di Asia Tenggara ini merupakan bagian dari riset yang dilakukan TomTom terhadap kondisi lalu-lintas di 389 kota di 56 negara,” bunyi keterangan TomTom.</p>
<figure id="attachment_10957" aria-describedby="caption-attachment-10957" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-10957" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Kemacetan-lalu-lintas-yang-parah-di-Jakarta-sebelum-pandemi-Covid-19-dok.FactsofIndonesia.com_-e1677026110146.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Kemacetan-lalu-lintas-yang-parah-di-Jakarta-sebelum-pandemi-Covid-19-dok.FactsofIndonesia.com_-e1677026110146.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Kemacetan-lalu-lintas-yang-parah-di-Jakarta-sebelum-pandemi-Covid-19-dok.FactsofIndonesia.com_-e1677026110146-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Kemacetan-lalu-lintas-yang-parah-di-Jakarta-sebelum-pandemi-Covid-19-dok.FactsofIndonesia.com_-e1677026110146-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Kemacetan-lalu-lintas-yang-parah-di-Jakarta-sebelum-pandemi-Covid-19-dok.FactsofIndonesia.com_-e1677026110146-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Kemacetan-lalu-lintas-yang-parah-di-Jakarta-sebelum-pandemi-Covid-19-dok.FactsofIndonesia.com_-e1677026110146-586x420.jpg 586w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-10957" class="wp-caption-text">Kemacetan lalu-lintas yang parah di Jakarta sebelum pandemi Covid-19 &#8211; dok.FactsofIndonesia.com</figcaption></figure>
<p>Soal kemacetan di Jakarta yang telah menjadi persoalan klasik di Jakarta, Direktur Institut Transportasi (Instran) Dedy Herlambang yang dihubungi <em>Mobilitas</em> beberapa waktu lalu mengatakan ada tiga penyebabnya. Pertama, tidak seimbangnya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dengan tingkat pertambahan panjang jalan.</p>
<p>Jumlah kendaraan terus bertambah seiring dengan kemudahan untuk membeli yang diberikan pemerintah melalui insentif pajak. Sedangkan pertambahan panjang jalan hanya 0,01%.</p>
<p>&#8220;Kedua, pemerintah tidak tegas dalam pengendalian penggunaan kendaraan pribadi karena berbagai alasan. Dan ketiga kemauan dan kesadaran masyarakat untuk beralih ke angkutan umum masih minim karena dirasa belum murah, aman, dan nyaman,” papar Dedy. (Jap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
