<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HT &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/ht/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Sep 2024 14:27:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>HT &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lampu Mobil Berembun? Ini Cara Mudah Mengatasi dan Mencegahnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/lampu-mobil-berembun-ini-cara-mudah-mengatasi-dan-mencegahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2024 09:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya lampu mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah lampu mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi ;ampu mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[mika lampu mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab lampu mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[rumah lampu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=20420</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Selain menjadikan tampilan lampu mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Selain menjadikan tampilan lampu mobil tidak keren lagi, embun juga bisa menjadi potensi bahaya karena sorot sinar lampu tak terang lagi bahkan bohlam lampu bisa pecah karena terkena embun ketika suhunya kian memanas.]</p>
<p>Lampu utama mobil yang berembun, biasanya dikarenakan adanya sambungan mika rumah lampu yang renggang atau ada celah yang terbuka. Sehingga, menurut pemilik toko aksesoris mobil Hasana Auto, Aulia Fadilah, ketika mobil menerabas hujan lebat atau dicuci air akan masuk.</p>
<p>“Dan saat cuaca panas atau saat lampu dinyalakan terjadi embun. Keberadaan embun ini bukan hanya menyebabkan mika rumah lampu kusam akibat jamur yang tumbuh subur, sehingga cahaya atau penerangan lampu mobil tidak terang lagi. Kondisi seperti ini bisa membahayakan saat mobil dikemudikan malam hari,” papar Aulia saat ditemui <em>Mobilitas</em>, di Ciledug Raya, Kota Tangerang, Senin (30/9/2024).</p>
<p>Tidak hanya itu, jika lampu dinyalakan dan bohlam panas lalu terkena embun akan pecah, sehingga lampu tidak berfungsi. “Bahkan dalam kondisi yang ekstrim, keberadaan embun itu memicu hubungan arus pendewk atau korsleting pada lampu dan menyebar ke seluruh bagian mobi. Hal itu sangat membahayakan,” tandas pria yang telah berjualan lampu mobil selama 18 tahun itu.</p>
<figure id="attachment_20422" aria-describedby="caption-attachment-20422" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Lampu-utama-mobil-yang-berembun-dok.Slash-Gear-e1727706347696.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-20422" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Lampu-utama-mobil-yang-berembun-dok.Slash-Gear-e1727706347696.jpg" alt="" width="700" height="499" /></a><figcaption id="caption-attachment-20422" class="wp-caption-text">Lampu mobil yang berembun tak hanya menyebabkan tampilan menjadi tak indah, tetapi juga menyimpan potensi bahaya &#8211; dok.My Tyre</figcaption></figure>
<p>Untuk mengatasi persoalan itu, lanjut Aulia, cukup mudah. Caranya, lepaskan sanbungan mika. Kemudian bersihkan dari sisa-sisa lem lama yang menempel.</p>
<p>“Setelah bersih, kemudian beri lem atau dilem ulang dengan lem yang benar-benar merekatkan dengan kuat, sehingga tidak ada celah lagi,” jelas Aulia.</p>
<p>Sedangkan untuk mencegah terjadinya sambungan kaca mika lampu renggah atau muncul celah yang bisa dimasuki air, Aulia menyarankan agar pemilik tidak dsering memarkir kendaraan mereka di ruang terbuka yang langsung terpapar sinar matahari.</p>
<p>“Sebab jika sering terpapar sinar matahari, seal dan mika lampu akan kaku karean kering dan getas. Seal dan mika yang keras itu menjadi getas dan rawan retak. Dan retak inilah yang menjadi jalan air masuk ke dalam ruang rumah lampu,” tandas Aulia. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Penyebab Injektor BBM Motor Bermasalah, dan Cara Mencegahnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-penyebab-injektor-bbm-motor-bermasalah-dan-cara-mencegahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2024 07:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[cara merawat injektor BBM motor]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi injektor]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi injektor BBM sepeda motor]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[Injektor sepeda motor]]></category>
		<category><![CDATA[membersihkan injektor]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah injektor BBM motor rusak]]></category>
		<category><![CDATA[merawat injektor motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=20305</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas &#8211; Injektor adalah salah satu komponen...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> &#8211; Injektor adalah salah satu komponen penting pada sepeda motor modern yang berfungsi menyemprotkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke ruang bakar mesin dengan volume yang tepat, sehingga konsumsi BBM sepeda motor efisien.</p>
<p>Sistem kerja komponen ini menggunakan sistem elektronik yang pusat kendalinya berada pada Electronic Control Unit (ECU) sepeda motor. ECU berfungsi mengirimkan sinyal listrik ke selenoid injektor ketika motor dihidupkan dan pengendara menarik tuas gas.</p>
<p>Selenoid ini membuka katup kecil yang ada di ujung injektor. Saat katup terbuka itulah BBM dalam bentuk kabut disemprotkan ke ruang bakar mesin untuk dibakar untuk menghasilkan ledakan yang diubah menjadi tenaga untuk menggerakan sepeda motor.</p>
<p>&#8220;Asupan BBM itu sesuai dengan kebutuhan mesin sesuai beban kerjanya seperti saat motor diajak berakselerasi, dan laju kecepatan,” papar pemilik Virgo Motor, Syahroni Alamsyah, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Paku Jaya, Serpong, Utara, Tangerang Selatan, Rabu (25/9/2024).</p>
<p>Dengan injektor, lanjut Roni, maka kinerja mesin lebih stabil. Bahkan, semburan tenaga yang dihasilkan mesin juga lebih bagus, dan emisi gas buang kendaraan juga lebik baik.</p>
<figure id="attachment_20307" aria-describedby="caption-attachment-20307" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Ilustrasi-membersihkan-injektor-sepeda-motor-dok.Vikingbags.com_-e1727252225652.webp"><img decoding="async" class="size-full wp-image-20307" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Ilustrasi-membersihkan-injektor-sepeda-motor-dok.Vikingbags.com_-e1727252225652.webp" alt="" width="700" height="505" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Ilustrasi-membersihkan-injektor-sepeda-motor-dok.Vikingbags.com_-e1727252225652.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Ilustrasi-membersihkan-injektor-sepeda-motor-dok.Vikingbags.com_-e1727252225652-180x130.webp 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-20307" class="wp-caption-text">Ilustrasi, membersihkan injektor sepeda motor &#8211; dok.Vividracing via Vikingbags.com</figcaption></figure>
<p>“Tetapi, di balik kemudahan dan kebaikan sistem injektor ini, dampak yang harus diterima pemilik motor ketika komponen itu bermasalah juga lebih besar. Arttinya, kalau terhadi kerusakan maka biaya perbaikannya juga lebih besar ketimbang karburator,” jelas Roni.</p>
<p>Oleh karena itu, dia menyarankan agar pemilik sepeda motor apa saja yang bisa menyebabkan injektor rusak atau bermasalah. Penyebab itu antara lain BBM yang kotor atau yang berkualitas rendah, dan motor jarang diservis sehingga banyak endapan sisa pembakaran.</p>
<p>“Kerusakan juga dikarenakan fuel pump (pompa bahan bakar) yang rusak, filter bahan bakar yang kotor tetapi dibiarkan terus, atau kabel atau konektor yang sudah rusak. Bahkan bisa karena tambahan cairan aditif BBM yang tidak sesuai,” tandas Roni.</p>
<p>Untuk menghindarkan kerusakan injektor, kata Roni, caranya cukup sederhana. Pertama, gunakan BBM yang berkualitas. Kedua, bersihkan ijektor secara rutin di bengkel resmi. Ketiga, ganti filter bahan bakar jika sudah waktunya.</p>
<p>“Dan keempat lakukan servis motor secara berkala. Itu kuncinya,” imbuh Roni. (Swe/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bensin Basi Karena Mobil Tak Pernah Dipakai dan Dipanasi? Begini Penjelasannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bensin-basi-karena-mobil-tak-pernah-dipakai-dan-dipanasi-begini-penjelasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 22:12:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pembuatan bensin]]></category>
		<category><![CDATA[BBM bensin]]></category>
		<category><![CDATA[Bensin]]></category>
		<category><![CDATA[bensin basi]]></category>
		<category><![CDATA[bensin bis basi]]></category>
		<category><![CDATA[harga BBM bensin]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas bensin menurun]]></category>
		<category><![CDATA[Oktan bensin]]></category>
		<category><![CDATA[penyebabbensin basi]]></category>
		<category><![CDATA[penyimpanan bensin]]></category>
		<category><![CDATA[unsur pembuatan Bensin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19976</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kita seringkali orang mengatakan Bahan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kita seringkali orang mengatakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin di mobil telah basi ketika mendapati kendaraan tersebut mesinnya sulit untuk dihidupkan, karena lama tak dipakai.</p>
<p>Namun, menuriut ahli kimia BBM yang juga alumni Teknik Kimia Insitut Teknologi Bandung (ITB) Chandra Mahardika, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (8/9/2024), sejatinya bensin tidak bisa basi.</p>
<p>“Sebab molekul bahan yang digunakan untuk membuat bahan bakar itu molekulnya memiliki sifat yang konsisten, teratur, dan rapat. Sehingga, struktur molekul itu tidak akan berubah, meskipun dalam waktu yang lama,” ungkap pria yang kini bekerja di Lembaga Penelitian Minyak yang berkantor di Jakarta Selatan itu.</p>
<p>Tetapi, lanjut Chandra, itu terjadi jika tempat atau wadah untuk menyimpan BBM kedap udara. Sehingga, tidak memicu terjadinya kelembaban dan memantik munculnya uap atau embun.</p>
<figure id="attachment_19978" aria-describedby="caption-attachment-19978" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Pengisian-BBM-ke-tangki-mobil-berpotensi-membawa-udara-masuk-karena-adanya-celah-di-mulut-tangki-dok.Istimewa-via-Columbia-University-e1725833493169.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-19978" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Pengisian-BBM-ke-tangki-mobil-berpotensi-membawa-udara-masuk-karena-adanya-celah-di-mulut-tangki-dok.Istimewa-via-Columbia-University-e1725833493169.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Pengisian-BBM-ke-tangki-mobil-berpotensi-membawa-udara-masuk-karena-adanya-celah-di-mulut-tangki-dok.Istimewa-via-Columbia-University-e1725833493169.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Pengisian-BBM-ke-tangki-mobil-berpotensi-membawa-udara-masuk-karena-adanya-celah-di-mulut-tangki-dok.Istimewa-via-Columbia-University-e1725833493169-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-19978" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengisian BBM ke tangki mobil &#8211; dok.Istimewa via Columbia University</figcaption></figure>
<p>“Kalau ada uap akan terjadi oksidasi pada unsur benzena dan zar-zat aditif yang digunakan di BBM tersebut. Kualitas bensin pun turun, atau yang secara awam orang menyebutnya basi,” kata Chandra.</p>
<p>Masa penyimpanan bensin di dalam tangki, sebut Chandra, maksimal enam bulan. Begitu pun di tangki mobil.</p>
<p>“Tetapi desain bentuk tangki mobil itu kan tidak kedap udara. Sehingga ada ruang untuk udara masuk. Itu menjadikan ada kelembaban yang memicu oksidasi unsur-unsur BBM tadi,” jelas pria 46 tahun itu.</p>
<p>Agar kondisi BBM tetap berkualitas bagus &#8211; meski mobil yang tidak pernah dipakai- Chandra menyarankan agar mesin dipanasi. Setidaknya dua kali dalam seminggu.</p>
<p>“Kalau mesin tidak dipanasi, bensin akan lambat mengalami penguapan. Ditambah lagi ada udara di dalam tangki yang membuat konndensasi dan muncul air. Itu menjadikan unsur-unsur BBM terkontaminasi, kualitas bensin pun turun,” jelas Chandra. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AC Diaktifkan Bikin Mobil Boros BBM? Ternyata Begini Faktanya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ac-diaktifkan-bikin-mobil-boros-bbm-ternyata-begini-faktanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[AC aktif mengapa BBM mobil boros]]></category>
		<category><![CDATA[AC mobil]]></category>
		<category><![CDATA[AC mobil aktif konsumsi BBM boros]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi BBM mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pedia]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh penggunaan AC ke konsumsi BBM mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab mobil boros BBM]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan AC Mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19884</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Sampai saat ini masih banyak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Sampai saat ini masih banyak orang yang beranggapan menyalakan perangkat pendingin ruang (AC) mobil tidak akan menambah borosnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan.</p>
<p>Tetapi, tidak sedikit pula yang berpendapat sebaliknya yaitu penggunaan AC pada mobil bakal menguras BBM lebih banyak. Sebab, kata mereka, perangkat tersebut beroperasi memerlukan energi lebih banyak mobil, sehingga beban mobil (untuk memasok arus listrik ke AC) juga semakin besar.</p>
<p>Walhasil, kebutuhan BBM untuk menopang kerja ekstra keras mobil juga lebih banyak. Dari sinilah penyebab mobil lebih boros BBM itu terjadi.</p>
<p>“Ya sebenarnya prinsip kerja AC mobil juga sama seperti AC yang digunakan di rumah, dimana semakin dingin tingkat suhu yang diinginkan tentu kebutuhan energinya juga semakin besar,” ungkap pemilik Mahkota Raya AC &amp; Battery, Aryadi Ruslim, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Jalan Maulana Hasannudin, Poris, Cipondoh, Tangerang, Selasa (3/9/2024).</p>
<figure id="attachment_14709" aria-describedby="caption-attachment-14709" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Mengatur-tingkat-kesejukan-suhu-AC-mobil-dok.Storables-e1696648355107.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14709" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Mengatur-tingkat-kesejukan-suhu-AC-mobil-dok.Storables-e1696648355107.jpg" alt="" width="700" height="518" /></a><figcaption id="caption-attachment-14709" class="wp-caption-text">Mengatur tingkat kesejukan suhu AC mobil &#8211; dok.Storables</figcaption></figure>
<p>Dengan contoh ini, lanjut Aryadi, bisa disimpulkan penggunaan AC mobil memang menyedot energi sehingga membutuhkan dukungan BBM juga untuk menghasilkan energi itu.</p>
<p>“Tetapi, untuk tingkatan energi (dan BBM) yang dibutuhkan tentu tertentu setelan tingkat suhu yang disetel oleh pengguna mobi. Tentu semakin dingin suhu udara ruang dari AC, semakin banyak energi yang dibutuhkan untuk menghasilkannya. Konsumsi BBM pun semakin besar, dan sebaliknya,” jelas pria yang telah lebih dari 25 tahun membuka usaha perawatan dan servis AC mobil tersebut.</p>
<p>Dengan bukti seperti itu, maka pendapatan pengoperasi AC pada mobil juga berpengaruh terhadap konsumsi BBM, bukanlah mitos belaka. Namun, sebuah fakta.</p>
<p>“Tetapi yang perlu dicatat adalah, seberapa besar konsumsi BBM atau seberapa boros konsumsi BBM mobil karena AC itu, hal ini tergantung setelan suhu dan seberapa berat AC bekerja,” tandas Aryadi. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kamu Perlu Tahu, Ini Lho Keunggulan Busi Iridium</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kamu-perlu-tahu-ini-lho-keunggulan-busi-iridium/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 09:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[bahan baku busi]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[busi iridium]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi busi]]></category>
		<category><![CDATA[harga busi iridium]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[keungggulan busi iridium]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan busi iridium]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19839</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Hampir semua pemilik kendaraan telah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Hampir semua pemilik kendaraan telah mengetahui betapa pentingnya komponen bernama busi, yaitu pemantik api dalam proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin ketika kendaraan mulai dihidupkan.</p>
<p>Sehingga, tanpa busi (atau busi sudah aus) maka kendaraan – baik mobil maupun sepeda motor bermesin pembakaran internal – tidak akan bisa dinyalakan.</p>
<p>“Tetapi, kalau jenis busi, ternyata masih banyak pemilik kendaraan yang belum memahami antara busi biasa dengan busi iridium. Padahal, kedua berbeda, dimana dari sisi keunggulan, busi iridium lebih banyak keunggulannya,” papar Senior Service Advisor Permata Poris Motor, Efriansyah, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Jalan Maulana Hassanudin, Poris, Tangerang, Sabtu (31/8/2024).</p>
<p>Menurut Efri, harga busi iridium memang lebih mahal dibanding busi biasa. Namun, hal itu sepadan dengan keunggulan yang dimiliki alias keuntungan yang didapat penggunannya juga banyak.</p>
<p>Karena menggunakan bahan dasar iridium yang merupakan sangat tidak reaktif dan memiliki kepadatan serta titik leleh yang sangat tinggi yakni 2.446 derajat Celcius dan massa rata-rata atom 192.217. Karena itu, kecepatan pemantikan api lebih cepat dan sangat bagus.</p>
<figure id="attachment_19842" aria-describedby="caption-attachment-19842" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Busi-iridium-dok.Suzuki-Indonesia-e1725109052760.webp"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19842" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Busi-iridium-dok.Suzuki-Indonesia-e1725109052760.webp" alt="" width="700" height="517" /></a><figcaption id="caption-attachment-19842" class="wp-caption-text">Busi iridium &#8211; dok.Suzuki Indonesia</figcaption></figure>
<p>“Sehingga, pembakaran bahan bakar di mesin juga lebih sempurna,” paparEfri.</p>
<p>Dengan sempurnanya pembakaran bahan bakar itu, lanjut Efri, maka letupan tenaga yang dihasilkan mesin dengan busi iridium juga lebih optimal.</p>
<p>“Dan karena pembakaran sempurna, maka setiap butiran kabut bahan bakar yang disemburkan injektor mesin terbakar semua. Tidak ada bahan bakar yang terbuang. Karenanya, busi iridium juga membuat konsumsi bahan bakar lebih irit,” jelas pria yang pernah menjadi mekanik senior di sebuah bengkel resmi mobil asal Jepang ini.</p>
<p>Selain itu, busi iridium yang memiliki tingkat akselerasi lebih tinggi ini cocok digunakan untuk kendaraan bermotor untuk lomba balap. Terlebih, masa pakai atau umur busi ini juga lebih panjang ketimbang busi biasa, sebab salah satu sifat logam iridium adalah tahan panas dan tahan korosi. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Cerdas Mendapat Mobil Bekas Berkualitas Melalui Lelang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-cara-cerdas-mendapat-mobil-bekas-berkualitas-melalui-lelang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 01:51:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[balai lelang]]></category>
		<category><![CDATA[berburu mobil bekas di lelang]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengikuti lelang mobil]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil yang dilelang]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[keuntungan mengikuti lelang]]></category>
		<category><![CDATA[Lelang]]></category>
		<category><![CDATA[memenangkan lelang mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penyelenggara lelang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19827</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Membeli mobil melalui cara lelang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Membeli mobil melalui cara lelang kini semakin diminati masyarakat Indonesia, karena berbagai kemudahan dan keuntungan yang didapatkannya.</p>
<p>Pemerhati sekaligus pelaku pasar mobil dalam sistem lelang, Agus Riyanto, yang ditemui <em>Mobilitas</em> di Sumarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten, Jumat (30/8/2024) mengatakan seiring dengan semakin banyaknya perusahaan penyelenggara lelang, proses lelang pun semakin mudah. Hal itu, menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang berminat membeli mobil bejas melalui lelang.</p>
<p>“Keuntungan lainnya, harga mobil bekas di mekanisme lelang lebih murah, karena kondisi mobil yang dilelang itu umumnya apa adanya. Harga yang dipatok juga fair sebab berdasar kondisi yang ada yang sebelumnya diperiksa oleh inspector bersertifikat di berbagai bagiannya,” ujar pria yang akrab disapa Ari itu.</p>
<p>Meski begitu, lanjut Ari, agar benar-benar mendapatkan harga yang terbaik dan mobil bekas yang akan dibeli merupakan mobil yang memiliki kualitas bagus, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. “Perlu kesabaran, kecermatan, tetapi juga sigap dalam membuat keputusan,” ujar Ari yang berpengalaman lebih dari 20 tahun mengikuti lelang mobil tersebut.</p>
<p>Pertama, pastikan perusahaan penyelenggara lelang merupakan perusahaan lelang dengan reputasi tinggi. Pastikan perusahaan itu dikenal luas dan memiliki jaringan yang banyak.</p>
<p>Kedua, pahami cara mengikuti proses lelang tersebut. Pahami peraturan mengikuti proses lelang dan cek jadwal lelang termasuk cara registrasi dan penyerahan deposit, mekanisme lelang, hingga waktu pengumumannya.</p>
<figure id="attachment_19830" aria-describedby="caption-attachment-19830" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Mobil-yang-dilelang-dok.Ciaauctions.bc_.ca_-e1725069082792.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19830" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Mobil-yang-dilelang-dok.Ciaauctions.bc_.ca_-e1725069082792.jpg" alt="" width="700" height="494" /></a><figcaption id="caption-attachment-19830" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil yang dilelang &#8211; dok.Ciaauctions.bc.ca</figcaption></figure>
<p>Ketiga, pastikan mobil yang akan Anda beli. Ketiga, cari informasi terkait harga pasaran mobil tersebut.</p>
<p>Keempat, cek kondisi mobil dari informasi yang disajikan balai lelang maupun menanyakan langsung ke petugas balai lelang.</p>
<p>Kelima, jika telah mengikuti proses lelang jangan mudah terpancing emosi untuk menawar. Sebab, jika Anda larut dalam emosi dan terburu-buru karena khawatir mobil akan jatuh ke penawar lain, kemungkinan besar Anda justeru terjebak dan mendapatkan mobil dengan harga yang lebih mahal dari semestinya.</p>
<p>Keenam, lakukan penawaran di detik-detik terakhir. Sebab, pada saat itu, umumnya penawar lain kemungkinan besar sudah melemparkan tawaran tertinggi mereka.</p>
<p>“Sehingga, Anda bisa mengetahui tawaran tertinggi sekaligus mengukur apakah tawaran yang ada itu masih di bawah target besaran tawaran Anda atau sebaliknya,” saran Ari. (Yus/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Bikin Aki Mobil yang Jarang Dipakai Berumur Panjang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cara-mudah-bikin-aki-mobil-yang-jarang-dipakai-berumur-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Aug 2024 11:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[cara menjaga agar aki mobil tahan lama]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi aki mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[merawat ai mobil yang jarang digunakan]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan aki mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tips merawat aki mobil]]></category>
		<category><![CDATA[umur aki mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19626</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Akumulator atau aki adalah alat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Akumulator atau aki adalah alat yang berfungsi menyimpang energi (yakni energi listrik dalam bentuk kimia) untuk kemudian digunakan menyuplai energi listrik itu ke komponen lain yang membutuhkannya.</p>
<p>Karena fungsinya yang penting itu, maka aki juga perlu mendapatkan perhatian untuk dirawat agar berumur panjang. Meski, kebanyakan pemilik mobil melupakan hal itu.</p>
<p>“Umumnya pemilik mobil hanya berpatokan umur aki itu rata-rata antara satu hingga dua tahun. Padahal, umur aki bisa kurang dari itu jika tidak dirawat, dan sebaliknya bisa lebih dari dua tahun jika dirawat dengan baik,” ujar pemilik toko Aki Volta Utama, Dodik Sobirin, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Jalan Raya Serpong, Tangerang, Jumat (16/8/2024).</p>
<p>Untuk melakukan perawatan, kata Dodik, perlu dilihat apakah aki yang dipasang di mobil itu merupakan aki basah atau kering. Karena keduanya memiliki karakter yang berbeda, sehingga perlakuan ke keduanya juga berbeda.</p>
<p>Aki basah adalah aki yang memerlukan cairan elektrolit berupa air untuk menghasilkan tenaga listrik. Aki basah menuntut perawatan yang lebih intensif, karena cairan elektrolitnya perlu diisi secara berkala.</p>
<p>Jenis kedua adalah aki kering. Aki jenis ini tidak memerlukan cairan elektrolit, yang membuatnya lebih mudah dalam hal perawatan.</p>
<figure id="attachment_19628" aria-describedby="caption-attachment-19628" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Terminal-atau-kepala-Aki-mobil-dok.Istimewa-e1723825045499.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19628" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Terminal-atau-kepala-Aki-mobil-dok.Istimewa-e1723825045499.jpg" alt="" width="700" height="501" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Terminal-atau-kepala-Aki-mobil-dok.Istimewa-e1723825045499.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Terminal-atau-kepala-Aki-mobil-dok.Istimewa-e1723825045499-180x130.jpg 180w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-19628" class="wp-caption-text">Terminal atau kepala Aki mobil &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Menurut Dodik, perawatan aki kering lebih mudah. Kuncinya hanya menjaga arus listrik yang masuk ke aki harus terjaga dan stabil.</p>
<p>&#8220;Ini bisa terjadi jika suplai arus dari alternator mobil terjadi. Caranya, ya mobil harus dipanasi secara rutin, minimal seminggu sekali. Itu yang paling minimal ya, terutama untuk mobil yang jarang digunakan. Pemanasan mobil juga tidak perlu lama-lama, tiga sampai lima menit cukup,” saran Dodik.</p>
<p>Selain itu, jangan melakukan modifikasi dengan penamabahan peralatan elektronik yang menyedot arus listrik lebih banyak. “Karena kalau itu dilakukan, maka beban aki berat, sebab arus listrik di aki terkuras lebih banyak,” jelas Dodik.</p>
<p>Sedangkan jika aki yang ada di mobil itu merupakan aki basah, maka selain rutin melakukan pemanasan mobil juga mengontrol volume air aki agar tetap sesuai standar. Umumnya, ukuran ketinggian air ada di ukuran yang tertera di bodi aki.</p>
<p>“Volume air aki harus sesuai satndar agar sel aki tetap terendam sempurna sehingga tidak mengalami korosi karena kering, sehingga aki cepat rusak. Selain itu, perlu diperhatikan untuk menjaga terminal atau kepala aki,” tandas Dodik. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Mudah Mencegah Kaca Mobil Berembun</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-cara-mudah-mencegah-kaca-mobil-berembun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Aug 2024 07:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya kaca mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara saat kaca mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab kaca mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[tips berkendara aman saat hujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19509</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kaca mobil yang berembun tidak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kaca mobil yang berembun tidak hanya mengganggu kenyamanan pandangan pengemudi saat menyetir, tetapi juga berpotensi membahayakan keamanan diri sendiri maupun orang lain yang berada di jalan.</p>
<p>“Banyak orang yang mengabaikan gejalan masalah ketika kaca mobil mereka mulai berembun. Mereka umumnya menganggap hal itu sebagai masalah kecil atau masalah yang biasa terjadi. Padahal, sikap seperti itu salah,” ungkap pemilik rumah perawatan mobil Arka Motor, Arkadius Muherdi, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Jalan KH Hasyim Asyhari, Cipondoh, Tangerang, Jumat (9/8/2024).</p>
<p>Meski terlihat sepele, lanjut Herdi, namun kaca mobil yang berembun saat kendaraan itu digunakan bisa berdampak serius. Embun pada kaca mobil dapat membuat daya pandang pengemudi terganggu dan dapat menyebabkan kecelakaan yang serius.</p>
<p>“Oleh karena itu, mencegah embun di kaca mobil muncul harus dilakukan. Memahami penyebab dan cara mengatasi kaca mobil berembun dapat membantu pengemudi menghindari masalah ini dan mengemudi dengan aman dan nyaman,” ujar pria yang pernah menjadi Service Advisor di bengkel resmi pabrikan mobil terkenal asal Jepang selama 11 tahun ini.</p>
<p>Menurut Herdi, embun di kaca mobil bisa muncul karena adanya kelembaban di dalam kabin mobil yang tinggi. Jika mobil tidak memiliki ventilasi yang bagus, maka kelembaban akan semakin tinggi.</p>
<figure id="attachment_19511" aria-describedby="caption-attachment-19511" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Kaca-mobil-yang-berembun-dok.Carcility-e1723201029263.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19511" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Kaca-mobil-yang-berembun-dok.Carcility-e1723201029263.jpg" alt="" width="700" height="496" /></a><figcaption id="caption-attachment-19511" class="wp-caption-text">Kaca mobil yang berembun &#8211; dok.Carcility</figcaption></figure>
<p>Penyebab kedua adalah, jika suhu di luar mobil sangat dingin. Sehingga, kaca mobil akan menjadi dingin dan menghasilkan embun, terutama jika di dalam kabin mobil jumlah penumpang juga banyak.</p>
<p>Penyebab lainnya adalah AC mobil dan fitur defogger kaca mobil yang tidak berfungsi dengan baik. Jika AC mobil tidak berfungsi dengan baik, maka kelembaban yang tinggi akan terjadi, sebab udara yang lembab di kabin tidak terolah dengan baik.</p>
<p>Oleh karena itu, penting untuk menjaga kondisi AC dan ventilasi udara mobil. Selain itu menghindari kelembaban di dalam mobil dengan menjaga sirkulasi udara yang baik, harus sering dilakukan.</p>
<p>“Selain memastikan kisi-kisi AC berfungsi dengan baik. Membersihkan ruang kabin mobil secara rutin, agar kotoran dari partikel-partikel lembut seperti debu menempel di kisi-kisi AC, harus dilakukan. Pastikan fitur penghangat ruang kabin melalui kabel defogger pada kaca mobil tetap berfungsi,” tandas Muherdi. (Lis/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Efek Buruk Mengisi Angin Ban Mobil yang Berlebihan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-efek-buruk-mengisi-angin-ban-mobil-yang-berlebihan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jun 2024 08:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya tekanan angin ban melebihi batas]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[mengedek tekanan angin ban]]></category>
		<category><![CDATA[mengisi angin ban]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan angin ban]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan angin ban mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat tekanan angin ban yang aman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18805</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Mengisi tekanan angin ban lebih...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Mengisi tekanan angin ban lebih banyak masih diperbolehkan dengan catatan tambahan angin ban tersebut tidak melebihi 2 psi.</p>
<p>Sebab, seperti diungkap Senior Technical Advisor Tiara Ban, Cipondoh, Tangerang, Muhammad Natsir, pabrikan ban maupun pabrikan mobil telah mengukur tingkat tekanan angin ban yang paling aman dan nyaman bagi mobil yang diproduksinya.</p>
<p>“Begitu pula dengan pabrikan ban. Mereka menyarankan agar pengisian angin ban mematuhi standar yang ditentukan . Besaran tingkat isian tekanan angin biasanya diinformasikan melalui sticker yang ditempel pada rangka pintu mobil bagian depan sebelah kanan. Di situ disebut berapa tekanan angin maksimal untuk ban depan dan berapa untuk ban belakang. Setiap jenis mobil berbeda-beda besarannya,&#8221; papar pria yang akrab disapa Nanat itu saat ditemui <em>Mobilitas</em>, Minggu (23/6/2024).</p>
<p>Nanat menyebut jika ban diisi gin melebihi batas tekanan maksima, maka bagian tengah akan menonjol atau mengembang lebih besar. Sehingga telapak atau permukaan ban yang menempel pada jalan hanya sebagian saja, yakni permukaan bagian tengah yang menojol itu.</p>
<figure id="attachment_11500" aria-describedby="caption-attachment-11500" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11500" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152.jpg" alt="" width="700" height="512" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-300x219.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-696x509.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-574x420.jpg 574w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-80x60.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-11500" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengisian angin ban mobil boileh melehi standar asal hanya 2 psi &#8211; dok.Istimewa via MotorBeam</figcaption></figure>
<p>“Akibatnya, tingkat cengkeraman atau yingkat grip ban terhadap permukaan jalan juga tidak maksimal. Tentu ini sangat membahayakan, mobil rawan tergelincir. Terlebih jika saat pengemudi harus melakukan pengereman secara mendadak. Potensi risiko kecelakaan sangat tinggi,” jelas Nanat.</p>
<p>Selain itu, dengan tingkat tekanan angin yang melebihi batas maka ban akan membal. Ketika digunakan di jalan yang keras seperti lapisan beton maka akan memantul, sehingga kenyamanan berkendara terganggu.</p>
<p>Begitu pun ketika pengemudi harus melakukan manuver. Bantingan mobil terasa keras. “Dan satu hal lagi, jika usia ban sudah mencapai lebih dari 60 persen, dengan tingkat tekanan agin yang melebihi batas, maka potensi kerawanan ban mengalami pecah juga sangat tinggi. Jadi, itulah bahayanya mengisi tekanan angin ban yang melebih batas dari standar,” tandas Nanat. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Kecelakaan Mercedes-Benz Optimalkan Posisi Berkendara Truk Axor, Begini Caranya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cegah-kecelakaan-mercedes-benz-optimalkan-posisi-berkendara-truk-axor-begini-caranya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2024 08:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab berkendara truk salah]]></category>
		<category><![CDATA[posisi berkendara truk]]></category>
		<category><![CDATA[posisi menyetir truk sebabkan kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PT DCVI]]></category>
		<category><![CDATA[truk Mercedes-Benz Axor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18736</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta yang ada menunjukkan selama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta yang ada menunjukkan selama ini dari total kecelakaan lalu-lintas yang terjadi, 10 persen diantaranya melibatkan truk.</p>
<p>Data yang dikutip PT Daimler Commvercial Vehicle Indonesia (DCVI) menyebut ada beberapa faktor penyebab kecelakaan yang melibatkan truk tersebut. Mulai dari kondisi jalan, kondisi truk yang sudah tidak layak maupun sedang bermasalah, pengemudi yang dalam kondisi tidak optimal, hingga posisi mengemudi yang tidak ergonomis.</p>
<p>“Oleh karena itu, penting untuk para pengemudi memahami posisi ergonomi dalam berkendara supaya tidak hanya memberikan kenyamanan tetapi juga keamanan. Karena posisi ergonomi tiap pengemudi berbeda-beda,” bunyi keterangan PT DCVI yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (19/6/2024).</p>
<p>Berkaitan dengan masalah itu, Daimler selaku induk Mercedes-Benz melakukan penyempurnaan posisi pengemudi truk, termasuk di truk medium Mercedes-Benz Axor.<br />
Berikut penyempurnaan posisi yang dilakukan itu: Pertama, posisi saat naik ke kendaraan. Posisi pengemudi harus tepat, yakni pengemudi harus memastikan pintu terbuka dengan posisi 90 derajat.</p>
<p>Posisi naik dan turun truk diharapkan menggunakan metode 3 titik tumpu dan menghadap pada kendaraan. Posisi 3 titik tumpu tersebut adalah posisi dua tangan dan satu kaki.</p>
<figure id="attachment_16770" aria-describedby="caption-attachment-16770" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16770" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/02/Mercedes-Benz-Truck-Axor-Euro-4-yang-telah-dirakit-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1708411404201.jpg" alt="" width="700" height="491" /><figcaption id="caption-attachment-16770" class="wp-caption-text">Mercedes-Benz Truck Axor Euro 4 yang telah dirakit di Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Bagian 3 titik tumpu dimulai dengan memposisikan kedua tangan pada handle di dalam pintu dan besi yang ada di bawah jok kaki kursi pengemudi. Lalu pengemudi memijakkan kaki dominannya pada anak tangga kendaraan.</p>
<p>Sebelum menaiki kendaraan, pastikan pijakan kaki dan kedua tangan tidak dalam kondisi licin. Kemudian, ketika ingin turun pastikan area saat turun dalam kondisi landai serta aman.</p>
<p>Kedua, posisi duduk yang tepat. Para pengemudi harus melakukan pengaturan kursi untuk kenyamanan berkendara. Posisi duduk disarankan kurang lebih 100 &#8211; 115 derajat, dengan jangkauan tangan pengemudi tidak terlalu jauh dengan setir, sehingga posisi tangan tidak lurus menggantung.</p>
<p>Ketika duduk, posisi kaki atau lekuk lutut pengemudi pun harus diatur sesuai postur pengemudi, hal ini dilakukan supaya pengemudi tidak mudah lelah ketika menyetir jarak jauh. Posisi tinggi rendahnya kursi pun harus disesuaikan dengan postur tubuh, dan pinggul tidak boleh lebih rendah dari lutut karena akan menyumbat peredaran darah ke kaki.</p>
<p>Ketiga, posisi berkendara harus nyaman. Terdapat dua jenis kecenderungan posisi setir pada kendaraan, yaitu posisi setir tinggi dan rendah (high and low position steering). Untuk bus dan truk, posisi setir lebih cenderung tinggi atau high position steering karena versi kabin cab-over. (Osi/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
