<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hybrid &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/hybrid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jan 2026 04:32:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Hybrid &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjualan Baterai Listrik di Dunia pada 2025 Melonjak 32,6 Persen, CATL Merajai</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-baterai-listrik-di-dunia-pada-2025-melonjak-326-persen-catl-merajai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 02:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[BEV]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[CATL]]></category>
		<category><![CDATA[Hybrid]]></category>
		<category><![CDATA[LG Energy Solution]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan Baterai Listrik 2025]]></category>
		<category><![CDATA[PHEV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26706</guid>

					<description><![CDATA[Seoul, Mobilitas – Data konsumsi baterai listrik di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seoul, Mobilitas</strong> – Data konsumsi baterai listrik di seluruh dunia sepanjang periode Januari hingga November 2025 ini merupakan baterai yang terpasang di kendaraan roda empat elektrfikasi yang terdiri dari mobil listrik baterai (BEV), hybrid (HEV) dan Plug-in Hybrid (PHEV).</p>
<p>Data perusahaan riset pasar produk energi SNE Research yamng disitat<em> Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (7/1/2026) menunjukkan di periode sebelas bulan pertama 2025 itu total jumlah baterai yang terpasang di mobil elektrifikasi dunia mencapai 1.046 gigawatt-jam (GWh). Jumlah tersebut melonjak 32,6 persen dibanding periode yang sama di tahun 2024.</p>
<p>Fakta juga berbicara, di rentng waktu Januari – November 2025 itu, pabrikan baterai asal Republik Rakyat Cina yakni CATL tercatat sebagai pabrikan dengan penjualan terbanyak. Totalnya baterai pabrikan ini yang terpasang di mobil elektrfikasi mencapai 400,0 GWh melonjak 34,5 persen dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<figure id="attachment_16366" aria-describedby="caption-attachment-16366" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Ilustrasi-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-Wich-Car-e1706112407703.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-16366" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Ilustrasi-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-Wich-Car-e1706112407703.jpg" alt="" width="700" height="506" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Ilustrasi-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-Wich-Car-e1706112407703.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Ilustrasi-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-Wich-Car-e1706112407703-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-16366" class="wp-caption-text">Ilustrasi, baterai mobil listrik &#8211; dok.Istimewa via Wich Car</figcaption></figure>
<p>Kemudian BYD, kolega CATL satu asal negara, berada di urutan kedua dengan total penjualan sebanyak 175,2 GWh. Jumlah baterai BYD yang terpasang di mobil listrik dunia itu meningkat 31,3 dibanding Januari – November 2024.</p>
<p>“BYD memperluas kehadirannya tidak hanya di pasar domestik Cina tetapi juga di pasar luar negeri. Ekspansi di pasar Eropa sangat menonjol. Penggunaan baterai BYD di Eropa tahun 2025 itu mencapai 12,7 GWh, meningkat 206,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2024,” bunyi keterangan data itu.</p>
<p>Sementara itu, pabrikan asal Korea Selatan, LG Energy Solution mempertahankan posisinya di peringkat ketiga. Total jumlah baterai LG Energy yang terpasang di mobil listrik global sebanyak 96,9 GWh, meningkat 11,1 dibanding periode sama di tahun 2024. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ignasius Jonan: Mobil Listrik yang Pas di RI untuk Saat Ini adalah Hybrid dan Plug-in Hybrid</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ignasius-jonan-mobil-listrik-yang-pas-di-ri-untuk-saat-ini-adalah-hybrid-dan-plug-in-hybrid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 02:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[GIIAS 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Hybrid]]></category>
		<category><![CDATA[Ignasius Jonan]]></category>
		<category><![CDATA[PHEV]]></category>
		<category><![CDATA[plugi-n hybrid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25115</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Mantan Menteri Energi dan Sumber...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut untuk saat ini, kendaraan elektrifikasi yang pas untuk masyarakat Indonesia adalah mobil hybrid. Bahkan hingga 25 tahun atau malah satu generasi.</p>
<p>“Iya, seperti yang saya katakan di forum tadi ya. Kendaraan elektrifikasi yang paling cocok saat ini sampai satu generasi nanti adalah kendraan plug-in hybrid atau hybrid. Mengapa seperti itu, seperti itu, karena kita harus lihat fakta bahwa penduduk Indonesia yang kurang lebih 280 juta jiwa itu yang terbanyak itu milenial, generasi Z dan generasi Alpha. Orang-orang muda yang jumlanya mencapai setengah lebih dari total penduduk itu habitnnya praktis dan rasional,” papar Jonan saat ditemui <em>Mobilitas</em> usai presentasi di The 19th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2025, di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (29/7/2025).</p>
<p>Sementara faktanya, lanjut Jonan, untuk mobil listrik baterai, Indonesia masih sangat kekurangan baik jumlah maupun sebaranya. Padahal, untuk membangun sebuah charging station mobil listrik bukan perkara mudah, karena selain mahal juga dihitung skala ekonominya, apakah sepadan dengan total populasi mobil listrik yang ada.</p>
<p>Padahal, lanjut Jonan,  generasi Z dan generasi Alpha maupun milenial itu tidak ingin sesuatu yang ribet atau bertele-tele nyari ke sana kemari tempat pengecasan, karena mobilitas mereka meman tinggi. Nah, itulah tantangannya. Infrastruktur masih jadi persoalan.</p>
<figure id="attachment_25117" aria-describedby="caption-attachment-25117" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/07/The-19th-Gaikindo-International-Automotive-Conference-GIAC-2025-di-ICE-BSD-City-Tangerang-dok.Mobilitas-e1753846692896.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-25117" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/07/The-19th-Gaikindo-International-Automotive-Conference-GIAC-2025-di-ICE-BSD-City-Tangerang-dok.Mobilitas-e1753846692896.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-25117" class="wp-caption-text">The 19th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2025, di ICE BSD City, Tangerang &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>&#8216;Jangankan mobil listrik, mobil konvensional saja juga masih menghadapi tantangan. Jaman saya jadi menteri (Menteri ESDM) tahun 2016, ada 1.500 kecamatan yang belum ada SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Itu bukti betapa masih besarnya tantangan membangun infrastruktur sarana pendukung mobilitas. Apalagi negara kitaitu kepuluan ya,” jelas pria yang juga mantan Menteri Perhubungan itu.</p>
<p>Masalah lain yang juga menyertai mobil listrik baterai adalah, soal limbah baterainya. Sebab untuk membuat teknologi daur ulang ongkosnya juga tidak murah, padahal limbah baterai ini dampaknya terhadap lingkungan, terutam masyarakat cukup serius.<br />
Sementara, mobil hybrid plugi-n hybrid saat ini terbukti irit bahan bakar sehingga daya jangkaunya lebih jauh. Meski untuk pemasyarakatan mobil listrik murni (BEV) juga bisa terus dilakukan.</p>
<p>Pernyataan senada diungkap Head of Green Economy and Climate Research LPEM Universitas Indonesia, Alin Halimutassidiah, yang ditemui <em>Mobilitas</em> di tempat yang sama. ‘’Saya kira kalau kita memberikan alterntif pilihan kendaraan elektrifikasi yang beragam ke masyarakat itu lebih bagus. Karena bisa mengukur diri dan sesuai dengan kemampuan finansial maupun selernya. Dengan seperti ini, maka industri kita akan berkembang,’’ ujar dia. (Fat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RI Setop Penjualan Mobil Konvensional, Tiga Hal Ini Harus Diperhatikan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ri-setop-penjualan-mobil-konvensional-tiga-hal-ini-harus-diperhatikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2021 02:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Hybrid]]></category>
		<category><![CDATA[mobil hybrid]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil PHEV]]></category>
		<category><![CDATA[netral karbon]]></category>
		<category><![CDATA[RI netral karbon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3305</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyatakan Indonesia akan menyetop penjualan mobil konvensional pada tahun 2050. Kebijakan itu merupakan bagian dari tahapan di peta jalan (roadmap) menuju target nol emisi (net zero emission/NZE) pada 2060.</p>
<p>Bahkan, dalam keterangan resmi yang dirilis Jumat (8/10/2021) lalu, Kementerian ESDM menegaskan, peralihan kendaraan di sektor transportasi menjadi listrik adalah salah satu dari lima prinsip utama mencapai target nol emisi.</p>
<p>“Kami telah menyiapkan peta jalan transisi menuju energi netral mulai tahun 2021 sampai tahun 2060 dengan beberapa strategi kunci,&#8221; ungkap Menteri ESDM, Arifin Tasrif.</p>
<figure id="attachment_3306" aria-describedby="caption-attachment-3306" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3306" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="486" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-300x208.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-150x104.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-696x483.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-605x420.jpg 605w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3306" class="wp-caption-text">Salah satu mobil hybrid buatan Toyota, Corolla Cross Hybrid &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Berdasarkan roadmap ESDM, Indonesia akan berhenti menjual sepeda motor bermesin konvensional pada tahun 2040 dan setop menjual mobil bermesin konvensional pada tahun 2050. Hanya, tidak disebutkan secara gamblang dan tegas, apakah pada tahun itu nanti semua kendaraan yang dijual harus berteknologi listrik murni (BEV) ataukah termasuk masih berteknologi hybrid dan plug-in hybrid (PHEV)/</p>
<p>Menyikapi target ini Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto memberi catatan khusus. Jongkie menyatakan menegaskan industri otomotif di Tanah Air akan mendukung penuh kebijakan pemerintah tersebut</p>
<p>“Pertama, tentunya di dalam target kebijakan itu Kendaraan Bermotor (KBM atau mobil yang masih menggunakaan mesin pembakaran) masih digunakan sebagai sarana tr4ansportasi, meski dengan inovasi teknologi elektrifikasi tetap digunakan,” ujar Jongkie saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (12/10/2021).</p>
<figure id="attachment_3307" aria-describedby="caption-attachment-3307" style="width: 699px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3307" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768.jpg" alt="" width="699" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768.jpg 699w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768-587x420.jpg 587w" sizes="auto, (max-width: 699px) 100vw, 699px" /><figcaption id="caption-attachment-3307" class="wp-caption-text">Salah satu mobil listrik Hyundai yakni Hyundai Kona listrik yang generasi pertamanya sudah dijual di Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sebab, dengan masih bertahannya KBM plus dengan inovasi teknologi elektrifikasi – baik berupa hybrid maupun PHEV – maka roda bisnis industri kendaraan bermotor yang ada saat ini tidak akan mengalami guncangan. Begitu pun dengan industri komponen pendukungnya, yang saat ini jumlahnya ribuan dan menyerap jutaan tenaga kerja.</p>
<p>“Dengan begitu industri tetap hidup, tenaga kerja terserap, dan ekonomi nasional terus berkembang,” ujar Jongkie.</p>
<p>Selain itu, lanjut Jongkie, industri nasional pembuat kendaraan bermotor harus berada dalam kondisi yang leluasa dalam mendapatkan margin keuntungan. Hal itu, bisa terjadi jika biaya produksi juga rendah, sebab jika tidak maka produk yang dihasilkan akan berharga mahal karena biaya produksi kendaraan elektrifikasi tidaklah murah.</p>
<figure id="attachment_2896" aria-describedby="caption-attachment-2896" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2896" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-produksi-Toyota-Camry-di-Jepang-dok.Istimewa-e1632274602903.jpg" alt="" width="700" height="490" /><figcaption id="caption-attachment-2896" class="wp-caption-text">Ilustrasi, produksi mobil &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Faktor kemampuan atau daya beli masyarakat, sebut Jongkie, juga harus mendukung. Karena itu, pendapatan per kapita masyarakat harus meningkat, agar mampu menyerap kendaraan berteknologi listrik.</p>
<p>&#8220;Setidaknya, kalau saat ini masih di angka US$ 4.000-an per tahun, ya setidaknya bisa seperti Thailand yang sekitar US$ 7.000), atau bahkakan Malaysia (US$ 11.000). Karena itu program pembangunan ekonomi harus digenjot,” kata dia.</p>
<p>Dengan pendapatan per kapita yang tinggi atau daya beli yang mumpuni, maka penyerapan kendaraan elektrifikasi oleh masyarakat akan terjadi.</p>
<figure id="attachment_1888" aria-describedby="caption-attachment-1888" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1888" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800.jpg" alt="" width="700" height="493" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-300x211.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-150x106.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-696x490.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-596x420.jpg 596w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kredit-mobil-mengalami-masalah-dok.Istimewa-e1625105118800-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-1888" class="wp-caption-text">Ilustrasi harga mobil &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>&#8220;Kalau tidak, yang terjadi justeru sebaliknya dan kebijakan penggunaan kendaraan elektrifikasi secara massif tidak akan terjadi,&#8221; imbuh Jongkie. (Fan/Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
