<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inflasi &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/inflasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2026 03:40:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Inflasi &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harga Pertamax Naik, Pakar Sebut Wajar dan Mengurangi Tekanan Anggaran</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/harga-pertamax-naik-pakar-sebut-wajar-dan-mengurangi-tekanan-anggaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Non subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Pertamax (RON 92)]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Pertamax Green (RON 95)]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina Patra Niaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28198</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pertamina Patra Niaga resmi mengerek...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pertamina Patra Niaga resmi mengerek naik harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green, terhitung sejak Rabu 10 Juni 2026.</p>
<p>Keterangan resmi Pertamina Patra Niaga yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (10//6/2026) menyebut terhitung sejak pukul 00.01 WIB, Rabu (10//6/2026), Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.</p>
<p>&#8220;Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,&#8221; papar Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.</p>
<p>Menanggapi dikereknya harga dua BBM non-subsidi itu, pakar ekonomi energi Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmy Radhi, dampak kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green itu wajar dan tidak terlalu membebani masyarakat secara luas.</p>
<p>&#8220;Karena memang BBM jenis itu dirancang untuk kendaraan yang secara umum dimiliki oleh kelompok masyarakat menengah ke atas. Tentu, mereka sangat paham kendaraan mereka harus ,mengosnsumsi BBM dengan kualifikasi seperti itu. Sehingga sadar dan paham betul dengan harga Pertamax,&#8221; ungkap Fahmy yang dihubungi <em>Mobilitas</em> dari Jakarta, Rabu (10//6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="mceTemp">
<figure id="attachment_20047" aria-describedby="caption-attachment-20047" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Ilustrasi-pengisian-BBM-ke-mobil-dok.Istimewa-via-frexwell.com_-e1726139086855.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-20047" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Ilustrasi-pengisian-BBM-ke-mobil-dok.Istimewa-via-frexwell.com_-e1726139086855.jpg" alt="" width="700" height="492" /></a><figcaption id="caption-attachment-20047" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengisian BBM ke mobil &#8211; dok.Istimewa via frexwell.com</figcaption></figure>
<p>Selain itu, dengan dikereknya harga Pertamax dn Pertamax Green, maka tekanan pada anggaran negara juga berkurang. Sebab, lanjut Fahmy, sejatinya harga keekonomian Pertamax (RON 92) pada tahun 2026 inNi – dengan kalkulasi harga minyak dunia dunia (ICP), nilai kurs rupiah terhadap dolar AS, serta biaya produksi – berkisar Rp17.000 &#8211; Rp17.850 per liter.</p>
<p>&#8220;Nah selama ini pemerintah menahan harga Pertamax di Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900. Tentu ini menjadikan pemerintah menombok untuk pembelian bahan bakunya yaitu minyak mentah. Terlebih kurs dolar terhadap dolar AS melemah, sehingga ini mebmbebani anggaran,,&#8221; ujar Fahmy.</p>
<p>Soal dampak inflasi, Fahmy mengakui potensi seperti itu memang ada, tetapi tidak sebesar dan semassif  kenaikan harga BBM bersubsidi. Potensi inflasi akibat kenaikan harga Pertamax masih relatif terkendali.</p>
<p>Tetapi Fahmy meminta Pertamina dan pemerintah memperketat pengawasan penjuln BBM bersubsidi seperti Pertalite, hal ini untuk mencegah atau mengurangi orang mampu beralih ke BBM bersubsidi. Fenomena seperti itu, kata Fahmy, selam ini terjadi dan membuat anggaran subsidi BBM selalu kedodoran. (Rus/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
