<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>insentif pajak untuk mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/insentif-pajak-untuk-mobil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Feb 2022 13:27:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>insentif pajak untuk mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Diskon PPnBM Berlanjut, Mobil-mobil Ini yang Berhak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/diskon-ppnbm-berlanjut-mobil-mobil-ini-yang-berhak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2022 12:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[besaran tarif PPnBM mobil]]></category>
		<category><![CDATA[diskon PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[diskon PPnBM mobilbaru]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[insentif pajak untuk mobil]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[mobil penerima diskon PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan Pemerintah 74/2021]]></category>
		<category><![CDATA[PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[PPnBM LCGC]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[tarif PPnBM Mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5539</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pemerintah secara resmi menyatakan program...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pemerintah secara resmi menyatakan program pemulihan industri otomotif melalui perpanjangan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) alias diskon PPnBM dilanjutkan. Namun, hanya ada dua kategori mobil yang berhak menerima insentif tersebut.</p>
<p>Seperti diungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam keterangan resmi, yang diterima <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (8/2/2022). Kelompok atau kategori mobil yang berhak memdapatkan diskon itu adalah mobil dengan harga maksimal Rp200 juta atau Low-Cost Green Car (LCGC).</p>
<p>Kendaraan kategori ini, kata Febrio, dinilai memiliki tingkat komponen lokal relatif lebih tinggi dibandingkan mobil lainnya. Besaran diskon yang diberikan berbeda dalam tiga periode yakni kuartal pertama hingga ketiga tahun ini.</p>
<figure id="attachment_707" aria-describedby="caption-attachment-707" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-707" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470.jpg" alt="" width="700" height="479" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470-300x205.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470-150x103.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470-696x476.jpg 696w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-707" class="wp-caption-text">Honda Brio Satya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sepanjang kuartal pertama (Januari – Maret) diskon PPnBM yang diberikan 100%, kuartal kedua (April – Juni) sebesar 66,66% dan kuartal ketiga (Juli – September) sebesar 33,33%. “Sehingga nantinya konsumen yang membeli mobil di kuartal pertama membayar PPnBM 0% atau bebas PPnBM, yang membeli di kuartal kedua sebesar 1%, dan di kuartal ketiga sebesar 2%,” papar Febrio.</p>
<p>Mobil kategori kedua yang berhak atas diskon PPnBM itu adalah mobil dengan mesin hinggga 1.500 cc dan dengan rentang harga Rp200 juta – 250 juta. Besaran diskon yang diberikan untuk mobil kelompok ini 50% dan berlaku selama kuartal pertama.</p>
<p>“Sehingga, konsumen yang melakukan pembelian di periode tersebut mendapatkan potongan tarif PPnBM sebesar 50%. Dengan demikian, tarif PPnBM yang harus mereka bayar 7,5%,” jelas Febrio.</p>
<figure id="attachment_773" aria-describedby="caption-attachment-773" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-773" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Toyota-Calya-dok.Istimewa-e1620826799196.jpg" alt="" width="700" height="495" /><figcaption id="caption-attachment-773" class="wp-caption-text">Toyota Calya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Doktor Ilmu Ekonomi lulusan Kansas University, Amerika Serikat, tahun 2012 itu menegaskan, untuk mendapatkan insentif potongan tarif pajak itu, mobil harus memenuhi syarat yang ditetapkan. Syarat itu adalah mobil itu harus memiliki tingkat pembelian komponen lokal (<em>local purchase</em>) di atas 80%.</p>
<p>Syarat ini ditetapkan agar pemberian fasilitas tersebut memberikan dampak berganda (<em>multiplier effect</em>) kepada industri komponen nasional karena permintaan produk mereka terserap seiring dengan menggeliatnya pasar mobil.</p>
<p>“Selain itu, kinerja sektor otomotif yang merupakan sektor strategis bagi perekonomian nasional ini bisa menguat dengan tingkat penjualan dan produksi yang mencapai level sebelum pandemi (Covid-19) terjadi,” kata alumnus Fakultas Ekonomi &amp; Bisnis Universitas Indonesia tahun 2002 itu saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (8/2/2022). (Fat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
