<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>investasi mobil listrik di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/investasi-mobil-listrik-di-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Sep 2024 04:23:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>investasi mobil listrik di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Meski Pasar Terkoyak Kredit Macet, Penjualan Mobil Listrik di Thailand Masih Menanjak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/meski-pasar-terkoyak-kredit-macet-penjualan-mobil-listrik-di-thailand-masih-menanjak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2024 04:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[investasi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di tahiland 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di thailand 2024]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobillistrik diu Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=20303</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Anjloknya penjualan mobil di Negeri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Anjloknya penjualan mobil di Negeri Gajah Putih di periode Januari – Agustus tahun ini dikarenakan pasar yang “terkoyak” akibat meningkatnya kredit macet yang dilakukan rumah tangga.</p>
<p>Keterangan Federasi Industri Thailand (FTI) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (25/9/2024) menyebut, selama delapan bulan pertama tahun ini banyak keluarga di Thailand yang kesulitan membayar angsuran kredit konsumsi. Termasuk kredit pembelian kendaraan bermotor.</p>
<p>“Sulitnya memperoleh persetujuan kredit otomotif masih menjadi alasan penurunan penjualan kendaraan bermotor roda empat (atau lebih) sampai saat ini,” ungkap Juru Bicara FTI Klub Otomotif, Surapong Phaisitpattanapong.</p>
<figure id="attachment_9318" aria-describedby="caption-attachment-9318" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9318" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545.jpg" alt="" width="700" height="506" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-696x503.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-581x420.jpg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-9318" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik Ora Good Cat yang juga dijajakan di Thailand &#8211; dok.Autovista Group</figcaption></figure>
<p>Data FTI meunjukkan sepanjang periode Januari – Agustus 2024, jumlah mobil yang terjual di negara itu hanya 399.611 unit. Jumlah ini anjlok 23,9 persen dibanding total jumlah penjualan yang tercetak pada periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Menariknya, meski pasar “terkoyak” oleh kredit macet dan mendapatkan persetujuan kredit baru, ternyata penjualan mobil listrik baterai (BEV) alias mobil listrik murnia di Thailand, masih moncer. Fakta berbicara, selama delapan bulan pertama itu, 69.047 mobil setrum yang terlego di Thailand, menanjak 17,34 persen dibanding periode sama tahun lalu.</p>
<p>FTI juga mencatat, sepanjang tahun 2023 lalu (Januari – Desember) 76.000 mobil listrik baterai terjual di negara yang juga dikenal dengan nama Siam ini. Dari total mobil setrum murni yang terjual itu, sekitar 80 persen berasal dari Cina, baik yang diproduksi di Thailand maupun impor. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Mobil Listrik RI Diprediksi Baru Bisa Lampaui Thailand Setelah 2040</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-listrik-ri-diprediksi-baru-bisa-lampaui-thailand-setelah-2040/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 08:20:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[investasi mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[investasi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pabrikan mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand produsen mobil listrik terbesar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=13099</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Hasil riset BloombergNEF menunjukkan Thailand...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Hasil riset BloombergNEF menunjukkan Thailand dan Indonesia merupakan pemain kunci pasar mobil listrik di Asia Tenggara.</p>
<p>Pemerintah dua negara itu terus saling berlomba membuat kebijakan yang merangsang investor baik pabrikan mobil listrik maupun komponen pendukungnya untuk berproduksi sekaligus memasarkan produk mereka di dalam negeri. Bahkan, produknya juga diorientasikan untuk ekspor.</p>
<p>Meski saat ini dulihat dari jumla produsen mobil setrum yang berinvestasi di Thailand untuk membangun pabrik masih jauh lebih banyak dibanding Indonesia. Begitu pun dengan penjualan mobil listrik yang terjual di Negeri Gajah Putih itu.</p>
<p>“Tahun lalu, penjualan mobil listrik di Thailand mencapai 51.000 unit (di Indonesia sesuai data Gaikindo 15.437 unit, didominasi hybrid). Jumlah tersebut diperkirakan akan mencapai 2,9 juta unit pada tahun 2040,” ungkap analis senior transportasi Asia-Pasifik BloombergNEF, Allen Tom Abraham, yang dikutip <em>Mobilitas</em> dari <em>Bangkok Post</em>, Jumat (7/7/2023).</p>
<p>Perkembangan pesat pasar mobil listrik Thailand, lanjut Abraham, didorong kebijakan promosi pemerintah untuk meningkatkan produksi mobil generasi baru yang lebih ramah lingkungan. Bahkan, di awal 2023, pemerintah negara yang biasa disebut dengan Siam ini kembali menyetujui paket insentif.</p>
<p>“Termasuk pemotongan pajak dan subsidi, untuk mendorong konsumsi dan produksi kendaraan listrik antara tahun 2022 dan 2023,” papar dia.</p>
<p>Namun, kejayaan Thailand sebagai pasar mobil setrum akan mentok di 2040 itu. Dan selanjutnya, Indonsia akan menjadi pemain utama. “Thailand ingin menjadi pemain besar di pasar EV regional (Asia Tenggara), tetapi setelah tahun 2040 Indonesia akan memimpin di segmen mobil penumpang karena besarnya pasar (jumlah penduduk),” kata Abraham.</p>
<figure id="attachment_11533" aria-describedby="caption-attachment-11533" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11533" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519.webp" alt="" width="700" height="492" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-300x211.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-150x105.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-696x489.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-598x420.webp 598w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-100x70.webp 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11533" class="wp-caption-text">Neta V, mobil listrik buatan Hozon Auto di yang dijual dan akan diproduksi di Thailand &#8211; dok.Hozon Auto</figcaption></figure>
<p>Selain faktor jumlah populasi yang mencapai 273 juta jiwa lebih dan Thailand hanya 69,7 juta jiwa lebih faktor ketersediaan bahan baku komponen menjadi penentu. Indonesia saat ini memiliki cadangan nikel (yang merupakan bahan baku utama baterai mobil listrik) hingga sekitar 22 persen lebih di dunia.</p>
<p>Sebelumnya, Sekretaris Jenderal BOI Narit Therdsteerasukdi yang dikutip <em>The Nation</em> belum lama ini dan dikutip Mobilitas, di Jakarta, Senin (3/7/2023) menyebut dari total investasi yang digelontorkan sejumlah pabrikan ke Thailand mencapai 86,8 miliar baht. Dana itu digunakan untuk produksi kendaraan listrik baterai (BEV), hybrid, dan plug-in hybrid.</p>
<p>“Sementara sisanya digunakan untuk pembuatan baterai, suku cadang, dan pemasangan stasiun pengisian daya,” kata dia.</p>
<p>Narit menjelaskan, sampai dengan akhir Mei lalu sudah ada 14 pabrikan yang mengucurkan investasi untuk berproduksi. Total produksi kendaraan setrum yang mereka hasilkan diperkirakan mencapai 270.000 unit saban tahunnya.</p>
<p>“Sebelas pabrikan tersebut sudah mulai memproduksi dan menjual kendaraan di Thailand, di antaranya MG (Morris Garage), Great Wall Motor, BYD, NETA (Hozon Autp Group), dan Foxconn,” jelas Narit. (Sir/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
