<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/jalan-tol-kamal-teluk-naga-rajeg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Apr 2025 06:10:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jalan Tol Kamal – Teluk Naga &#8211; Rajeg Tahap I Ditarget Segera Beroperasi, Punya Manfaat Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/jalan-tol-kamal-teluk-naga-rajeg-tahap-i-ditarget-segera-beroperasi-punya-manfaat-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2025 06:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat Tol Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg]]></category>
		<category><![CDATA[pembngunan Tol Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg]]></category>
		<category><![CDATA[Tol PIK 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24060</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Tahap pertama dari Jalan Tol...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Tahap pertama dari Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg itu terdiri dri empat seksi yang membentang dari Jalan Sedyatmo hingga Kohod. Sedangkan, totalnya delapan seksi yang ditargetkan rampung secara keseluruhan pada tahun 2026 nanti.</p>
<p>“Untuk tahap pertama yang terdiri dari empat seksi, yaitu Seksi 1 Sedyatmo &#8211; Kosambi (sepanjang 6,7 kilometer/km), Seksi 2 Kosambi &#8211; Teluk Naga ( 3,7 km), Seksi 3 Teluk Naga &#8211; Tanjung Pasir ( 3,1 km), dan Seksi 4 Tanjung Pasir &#8211; Kohod ( 3,65 km) ditargetkan beroperasi tahun 2025 ini,” ungkap sumber di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum kepada <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (28/4/2025).</p>
<p>Sedangkan empat seksi lainnya yang terdiri dari Seksi 5 Kohod &#8211; Surya Bahari dengan panjang 5,15 km, kemudian Seksi 6 Surya Bahari &#8211; Pakuhaji (5,5 km), Seksi 7 Pakuhaji &#8211; Mauk (5,1 km) dan Seksi 8 Mauk &#8211; Rajeg sepanjang 5,7 km ditargetkan kelar pada tahun 2026.</p>
<p>“Sehingga Jalan tol dengan panjang total 38,6 km dengan Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg yang menelan investasi senilai Rp 23,22 triliun itu sudah beroperasi secara penuh pada tahun 2026. Jalan tol ini juga bermanfaat mendukung pengembangan wilayah di Tangerang Utara,” papar pejabat di BPJT tersebut.</p>
<figure id="attachment_24062" aria-describedby="caption-attachment-24062" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/04/Ilustrasi-berkendara-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1745820564528.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-24062" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/04/Ilustrasi-berkendara-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1745820564528.jpg" alt="" width="700" height="507" /></a><figcaption id="caption-attachment-24062" class="wp-caption-text">Ilustrasi, berkendara di jalan tol &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Namun dia mewanti-wanti para kontraktor dan perusahaan yang nantinya menjadi operator jalan tol itu untuk melakukan pengecekan kualitas secara cermat dn berlapis sebelum jalan bebas hambatan tersebut benar-benar dioperasikan.</p>
<p>“Karena seperti kita ketahui, jalan tol ini sebagian melintasi daerah pantai yang merupakan tanah lunak. Jadi tidak ada salahnya jika dilakukn cek dan ricek sebelum beroperasi,” ujar dia.</p>
<p>Selain itu, lanjut sang pejabat, dari aspek kelangsungan ekologi atau lingkungan hidup sekitar jalan tol tidak terganggu. Hal ini penting untuk kembali dipastikan, dan segera dilakukan perbaikan. (Jap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
