<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jumlah kendaraan bermotor di Jakarta &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/jumlah-kendaraan-bermotor-di-jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Nov 2022 14:47:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>jumlah kendaraan bermotor di Jakarta &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Orang Beralih ke Angkutan Umum, Emisi Gas Rumah Kaca Jakarta Susut</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/orang-beralih-ke-angkutan-umum-emisi-gas-rumah-kaca-jakarta-susut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2022 14:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[emisi gas CO2 di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Emisi Gas rumah kaca di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah angkutan umum di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah bus di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah kendaraan bermotor di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah motor di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah truk di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[polusi udara Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=9452</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Jumlah kendaraan pribadi yang lalu-lalang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas </strong>– Jumlah kendaraan pribadi yang lalu-lalang di jalanan Jakarta berkurang.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, sepanjang tahun 2021 lalu berkat banyaknya masyarakat yang beralih ke angkutan umum, tingkat emisi gas rumah kaca di wilayah DKI Jakarta turun.</p>
<p>“Kami terus melakukan mitigasi secar massif dengan menghimbau dan mengkondisikan agar masyarakat lebih cenderung menggunakan angkutan umum. Dengan demikian, selama tahun 2021 terjadi efisiensi energi 1,33 juta ton karbondioksida equivalent (CO2e),” papar dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Jumat (4/11/2022).</p>
<p>Sektor transportasi, lanjut Asep, menyumbang efisiensi energi karena memang kontribusi sektor ini ke emisi CO2 selama ini mencapai 70%. &#8220;Apalagi jumlah kendaraan dan frekwensi lalu-lintasnya tinggi,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_2090" aria-describedby="caption-attachment-2090" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2090" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/KR-Jabodetabek-dok.Wikipedia-e1625818215194.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-2090" class="wp-caption-text">Ilustrasi, KRL Jabodetabek &#8211; dok.Wikipedia</figcaption></figure>
<p>Pernyataan senada diungkap Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (4/11/2022). Menurut dia, sebagai ibu kota negara yang sekaligus pusat kegiatan bisnis dan administrasi pemerintah, jumlah kendaraan yang lalu-lalang di Jakarta</p>
<p>Terlebih, lanjut dia, populasi kendaraan bermotor di Jakarta juga sangat banyak. Di tahun 2021 saja mencapai 21,76 juta. Terdiri dari mobil pribadi, 411 juta lebih, bus 343 ribuan, truk 786 ribuan, dan sepeda motor sekitar 16,52 juta unit.</p>
<p>“Belum lagi yang dari luar Jakarta tetapi masuk dan lalu-lalang di Jakarta, sehingga tingkat emisi C02 sangat tinggi karena sebagian besar kendaraan itu konvensional menggunakan bahan bakar minyak,” papar dia..</p>
<p>Namun, Puput mengingatkan agar angkutan umum listrik &#8211; baik bus maupun Kereta Rel Listrik &#8211; harus menggunakan listrik dari pembangkit non batubara. (Jap/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Delapan Bulan, 452 Jiwa Melayang di Jalanan Jakarta Karena Kecelakaan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/delapan-bulan-452-jiwa-melayang-di-jalanan-jakarta-karena-kecelakaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 12:33:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah kecelakaan mobil di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah kendaraan bermotor di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan lalu-lintas di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan bermotor di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran lalu-lintas di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tilang elektronik di Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=8944</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang Januari hingga Agustus tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas –</strong> Sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini, 6.707 kasus kecelakaan terjadi di DKI Jakarta.</p>
<p>Seperti diungkap Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Latif Usman, kasus kecelakaan sebanyak itu menyebabkan 452 orang meninggal dunia, dan 972 orang mengalami luka berat. Sedangkan korban yang menderita luka ringan 6.704 orang.</p>
<p>“Kerugian materiil akibat kasus kecelakaan sebanyak itu mencapai 13,45 miliar lebih. Dan yang pasti, angka kecelakaan ini meningkat dibanding tahun 2020,” ujar Latif saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (3/10/2022).</p>
<p>Sepanjang tahun 2020, jumlah kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta sebanyak 4.729 kasus dan menyebabkan 354 orang meninggal, 483 luka berat, dan 4.471 orang mengalami luka ringan. Jumlah kerugian materiil yang diakibatkannya sebesar Rp 11,08 miliar.</p>
<figure id="attachment_360" aria-describedby="caption-attachment-360" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-360" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-truk-dan-mobil-dok.TMC-Polda-Metro-Jaya-e1619350778912.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-360" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan truk dan mobil &#8211; dok.TMC Polda Metro Jaya</figcaption></figure>
<p>“Faktor ketidakpatuhan terhadap peraturan dan ketidakdisiplinan berlalu-lintas merupakan faktor utama. <em>Human error</em> menjadi penyebab hingga 90% dari kasus kecelakaan yang terjadi. Melawan arus, menerobos lalu-lintas, tidak mengindahkan rambu, merupakan perilaku tidak tertib yang menyebabkan kecelakaan,” papar Latif.</p>
<p>Berdasar fakta ini dan instruksi dari Kepala Korps Lalu-lintas, pada 3 – 16 Oktober tahun ini Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2022. Menurut Latif ada 14 jenis pelanggaran yang dibidik dalam operasi ini, mulai dari melawan arus, berkendara sembari menelpon, tidak memiliki SIM, tidak menggunakan sabuk pengaman, hingga melanggar marka jalan.</p>
<p>“Untuk operasi kali ini, tidak ada penindakan stationer, yaitu menghentikan kendaraan dan menindak. Kami lebih mengedepankan pemberian peringatan, meskipun jika ada yang jelas-jelas melanggar ya tentu kita tindak sesuai aturan,” tandas Lutfi. (Jap/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
