<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jumlah mobil di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/jumlah-mobil-di-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Oct 2022 14:24:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>jumlah mobil di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ternyata Segini Pertambahan Jumlah Kendaraan Bermotor di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ternyata-segini-pertambahan-jumlah-kendaraan-bermotor-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2022 14:13:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah bus di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah sepeda motor di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah truk di RI]]></category>
		<category><![CDATA[populasi sepeda motor di RI]]></category>
		<category><![CDATA[tren penjualan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[tren penjualan truk di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=9034</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pertambahan jumlah paling tinggi dibukukan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pertambahan jumlah paling tinggi dibukukan sepeda motor.</p>
<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Minggu (9/10/2022) menunjukkan pada tahun 2018 total jumlah kendaraan bermotor di Tanah Air – yang terdiri dari mobil penumpang, bus, angkutan barang, dan sepeda motor mencapai 126.508.776 unit. Di tahun berikutnya (2019) sebanyak 133.617.012 unit.</p>
<p>Kemudian di tahun 2020, total jumlahnya telah mencapai 136.137.451 unit. Di tahun 2021, meningkat lagi menjadi 143.797.227 unit.</p>
<p>Dari jumlah itu, populasi sepeda motor di tahun 2018 masih 106.657.952 unit, tahun 2019 naik menjadi 112.771.136 unit, tahun berikutnya 115.023.039 unit, dan di tahun 2021 sebanyak 121.209.304 unit.</p>
<p>Sementara, jumlah kendaraan penumpang pada 2018 sebanyak 14.830.698 unit, di tahun berikutnya 15.592.419 unit, tahun 2020 menjadi 15.797.796 unit, dan di 2021 sebanyak 16.903.094 unit.</p>
<figure id="attachment_7960" aria-describedby="caption-attachment-7960" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7960" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915-586x420.jpg 586w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7960" class="wp-caption-text">Ilustrasi,bus bersasis Mitsubishi Fuso di GIIAS 2022 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Sedangkan populasi kendaraan angkutan barang pada 2018 masih 4.797.254 unit, tahun berikutnya naik menjadi 5.021.888 unit, tahun 2020 sebanyak 5.083.405 unit, dan di 2021 mencapai 5.438.475 unit.</p>
<p>Adapun populasi bus hingga tahun 2018 sebanyak 222.872 unit, lalu di tahun 2019 naik menjadi 231.569 unit, tahun 2020 mencapai 233.261 unit, dan di tahun 2021 telah sebanyak 246.354 unit. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karena Faktor Ini, Potensi Pasar Mobil di RI Masih Tinggi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/karena-faktor-ini-potensi-pasar-mobil-di-ri-masih-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2021 12:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[GIIAS]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[IIMS 2021]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[kepemilikan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pameran mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2545</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sebagai negara dengan jumlah penduduk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia – setelah Cina, India, dan Amerika Serikat – Indonesia (dengan jumlah penduduk menurut data Badan Pusat Statistik Januari 2021, sebanyak 270,2 juta jiwa) memiliki potensi yang tinggi sebagai pasar mobil. Ada beberapa faktor yang diyakini sebagai pendorong munculnya permintaan terhadap produk otomotif khususnya mobil.</p>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menyebut, peluang atau potensi munculnya permintaan itu dari tingkat kebutuhan yang masih sangat tinggi. Sebab, kata Jongkie, dari penelitian sejumlah lembaga internasional baik di Asia maupun global, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah dibanding negara-negara lain.</p>
<p>&#8220;Khususnya di lingkungan regional Asia Tenggara saja. Kita masih 99 orang dari 1.000 orang penduduk, artinya dari 1.000 penduduk baru 99 oarng yang punya mobil. Artinya ini peluang besar,” ujar Jongkie, saat dihubungi <em>Mobilita</em>s di Jakarta, Jumat (6/8/2021).</p>
<figure id="attachment_2547" aria-describedby="caption-attachment-2547" style="width: 670px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2547" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="670" height="480" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_.jpg 670w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_-586x420.jpg 586w" sizes="(max-width: 670px) 100vw, 670px" /><figcaption id="caption-attachment-2547" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pameran mobil &#8211; dok.Motoris.id</figcaption></figure>
<p>Kedua, budaya masyarakat Indonesia yang khas dalam menjaga hubungan kekeluargaan. Orang Indonesia, kata Jongkie, memiliki budaya mengunjungi keluarga – khususnya orang tua &#8211; di kampung halaman, sedikitnya setahun sekali saat lebaran atau hari besar lainnya.</p>
<p>&#8220;Sementara, dalam bermobilitas ini, masyarakat cenderung menggunakan kenmdaraan pribadi bersama keluarga. Hal ini dikarenakan, banyak masyarakat yang melakukan migrasi (termasuk urbanisasi) ke tempat atau kota lain,&#8221; sebut mantan Presiden Direktur Hyundai Motor Indonesia itu.</p>
<p><strong>Siklus usia kendaraan</strong><br />
Kedua faktor itu juga diakui Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam. Bahkan menurut Bob, karena sebaran penduduk dan area pemukiman masyarakat – khususnya di luar kota besar – yang banyak belum terkoneksi menjadikan banyak masyarakat yang merasa membutuhkan kendaraan pribadi.</p>
<p>“Jadi, fakta (faktor ketiga) kondisi geografis dan jalur transportasi yang ada, menjadikan masyarakat butuh kendaraan yang bisa menjangkau titik tujuan yang akan dicapainya. Sementara, meski saat ini pembelian mobil terus terjadi, namun kendaraan juga memiliki siklus hidup dan keyalakan sehingga perlu penggantian. Dari hitungan kami, saat ini saja (di tahun 2021) jumlah kendaraan (mobil) yang berusia 10 tahun lebih ada 5 juta unit lebih. Padahal, itu normalnya sudah harus diganti. Sehingga kami lihat ini sebagai potensi pasar yang besar,” papar Bob kepada <em>Mobilitas</em>, Jumat (6/8/2021).</p>
<figure id="attachment_2551" aria-describedby="caption-attachment-2551" style="width: 680px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2551" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="680" height="483" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_.jpg 680w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_-300x213.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_-591x420.jpg 591w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption id="caption-attachment-2551" class="wp-caption-text">Mobil Toyota di pameran otomotif GIIAS &#8211; dok.Motoris.id</figcaption></figure>
<p>Kepala Riset Lembaga Konsultan dan Riset Pasar, Eternity Marketing Research Specialist, Eko Wahyu Utomo, mengaku sepakat dengan Jongkie dan Bob. Bahkan dia menambah satu faktor (faktor keempat) yakni jumlah penduduk usia muda Indonesia yang porsinya mayoritas.</p>
<p>“Kalau kita bicara milenial (17 tahun hingga 45 tahun) itu jumlahnya hampir 41,3% dari total penduduk kita. Kan menurut BPS jumlah total penduduk kita 270,2 juta, ya tinggal kita hitung berapa jumlah mereka. Para milenial ini adalah orang-orang yang potensial membeli mobil,” kata dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, Jumat (6/8/2021).</p>
<p>Belum lagi, jika bicara orang-orang kelompak usia produktif – yang menurut BPS adalah mereka yang berusia 15 tahun hingga 64 tahun – yang mencapai 53,39% atau sekitar 63,64 juta jiwa. Dia membuat hitungan sederhana, misalnya dari jumlah ini yang membutuhkan dan ingin membeli mobil setiap tahunnya 10 saja, maka akan ada 6,3 juta orang.</p>
<figure id="attachment_823" aria-describedby="caption-attachment-823" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-823" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Ilustrasi-membeli-mobil-secara-kredit-dok.Istimewa-via-CarEdge-e1621068691306.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-823" class="wp-caption-text">Ilustrasi, membeli mobil secara kredit &#8211; dok.Istimewa via CarEdge</figcaption></figure>
<p>“Sekarang ini, tinggal bagaimana menjaga daya beli masyarakat itu stabil dan lingkungan ekonomi baik sosial maupun politrik memberi kepastian terhadap ekonomi. Kalau ekonomi tumbuh, permintaan atau konsumsi barang di luar primer dan sekunder (termasuk mobil) akan tumbuh. Itu sebuah rumusan,” terang Eko. (Jrr/Din/Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari 1.000 Orang di RI, Baru 99 Orang yang Punya Mobil</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/dari-1-000-orang-di-ri-baru-99-orang-yang-punya-mobil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2021 12:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil baru di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil baru]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[peminat mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penyerapan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[potensi pasar mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Rasio kepemilikan mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=1460</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Mobil bagi sebagian besar masyarakat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Mobil bagi sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan barang mewah, dan bahkan sebagian di antaranya belum mampu menjangkaunya. Rasio kepemilikan mobil yakni perbandingn jumlah penduduk dengan mobil yang dimiliki, ternyata masih timpang jauh.</p>
<p>“Dari pendataan kami, itu diketahui dari tahun 1972 sampai dengan tahun 2020 kemarin, total jumlah penjualan mobil yang dibukukan di Indonesia sebanyak 19,90 jutaan lebih sedikit,” kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (11/6/2021).</p>
<p>Menurut Jongkie, dinamika penjualan mobil di Tanah Air mengalami pasang surut sepanjang rentang waktu itu. Penjualan mengalami kemerosotan yang tajam karena terhempasnya kondisi ekonomi nasional yang berpengaruh besar ke daya beli masyarakat.</p>
<p>“Kita tahun tahun 1998, ketika Indonesia mengalami krisis moneter, penjualan mobil anjlok. Lalu membaik seiring dengan pulihnya kondisi, dan mencapai puncaknya pada tahun 2013 dengan penjualan 1,3 juta unit,” papar dia.</p>
<figure id="attachment_1462" aria-describedby="caption-attachment-1462" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1462" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Pameran-mobil-di-Indonesia-yang-digelar-pada-April-2021-dok.Mobilitas-scaled-e1623508924329.jpg" alt="" width="700" height="491" /><figcaption id="caption-attachment-1462" class="wp-caption-text">Pameran mobil di Indonesia yang digelar pada April 2021 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Namun, di tahun 2020, penjualan kembali anjlok 44,7% sehingga menjadi 578.327 unit. Badai wabah virus corona (Pandemi Covid-19) yang menerjang dunia termasuk Indonesia telah menjadikan ekonomi nasional terpuruk.</p>
<p>Sepanjang kuartal I ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97%, lebih rendah dari pertumbuhan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 5,07 %, artinya minus 2,41%. Kemudian kuartal II minus minus 5,32 persen. Lalu, kuartal III minus 3,49%, dan kuartal IV minus 2,91%.</p>
<p><strong>Potensi</strong><br />
Namun, Jongkie menyebut potesni pasar mobil di Indonesia masih sangat besar. Hal ini dikarenakan rasio kepemilikan mobil di Tanah Air masih rendah.</p>
<p>Meski, di tahun 2020 lalu rasionya 90 unit per 1.000 penduduk atau meningkat dari tahun sebelumnya yang masih 87 per 1.000 penduduk, namun masih rendah dibanding di negara tetangga. “Malaysia itu sudah 490 unit per 1.000 penduduk, dan Thailand 275 unit per 1.000 penduduk,” jelas dia.</p>
<figure id="attachment_1463" aria-describedby="caption-attachment-1463" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1463" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Booth-Renault-dalam-sebuah-hajatan-pameran-mobil-di-Indonesia-yang-digelar-April-2021-dok.Mobilitas-scaled-e1623509117890.jpg" alt="" width="700" height="490" /><figcaption id="caption-attachment-1463" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pameran mobil di Indonesia yang digelar April 2021- dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Namun, justeru Indonesia memiliki potensi yang lebih besar. Pertama jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa. Kedua, sumber kekayaan alam dan lainnya di Indonesia memiliki potensi nilai ekonomi yang sangat besar.</p>
<p>Artinya, kata Jongkie, jika ekonomi terus tumbuh dengan sokongan sumberdaya alam dan berbagai potesni lainnya terus berjalan secara konstan, maka pasar mobil juga akan terus tumbuh mengiringinya. “Karena pasar mobil itu berjalan paralel dengan pertumbuhan ekonomi. Ada korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan kenaikan pasar mobil,” imbuh dia. (Das/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
