<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jumlah PO di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/jumlah-po-di-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2023 10:40:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>jumlah PO di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cadas, Penjualan Bus di Indonesia Meroket</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cadas-penjualan-bus-di-indonesia-meroket/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2023 12:09:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[bus baru di RI]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah PO di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah unit bus di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar bus]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan bus]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan bus]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan otobus]]></category>
		<category><![CDATA[PO BUs paling laris]]></category>
		<category><![CDATA[sasis bus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=10667</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meningkatnya mobilitas masyarakat dan membaiknya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meningkatnya mobilitas masyarakat dan membaiknya infrastruktur memicu permintaan sasis bus.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (31/1/2023) menunjukkan, sepanjang tahun 2022, total penjualan sasis bus ke diler mencapai 2.596 unit. Jumlah ini meroket 99,6% dibanding <em>wholesales</em> yang tercetak sepanjang tahun sebelumnya, yang masih 1.300 unit.</p>
<p>Total penjualan ke konsumen (ritel) tak terpaut jauh, yakni di angka 2.591 unit. Jumlah ini juga berlipat dibanding tahun 2021.</p>
<p>“Saya tidak tahu persisnya rincian angka penjualan. Tetapi, sepanjang sepengetahuan saya, semua bus yang terjual dari pabrik, itu sudah pasti pesanan konsumen. Sehingga, akalau ada perbnedaan antara wholesales dengan ritel, itu barangkali proses <em>delivery</em> (pengiriman) unit ke pembeli yang mengalami keterlambatan, sehingga belum terekam data laporan ke Gaikindo,” papar Ketua Ikatan Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (31/1/2023).</p>
<p>Argumen itu cukup beralasan, karena fakta yang ditemukan Mobilitas di data Gaikindo, Januari – September 2022, juga menunjukkan seperti itu. <em>Wholesales</em> di periode itu mencapai 1.778 unit. Jumlah itu meroket 108% dibanding <em>wholesales</em> selama sembilan bulan pertama 2021.</p>
<figure id="attachment_8147" aria-describedby="caption-attachment-8147" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8147" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Bus-Tourista-bersasis-Hino-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1661436388632.jpg" alt="" width="700" height="504" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Bus-Tourista-bersasis-Hino-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1661436388632.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Bus-Tourista-bersasis-Hino-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1661436388632-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Bus-Tourista-bersasis-Hino-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1661436388632-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Bus-Tourista-bersasis-Hino-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1661436388632-696x501.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Bus-Tourista-bersasis-Hino-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1661436388632-583x420.jpg 583w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8147" class="wp-caption-text">Bus Tourista bersasis Hino di GIIAS 2022 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Pada saat yang sama, total penjualan ke konsumen (ritel) mencapai 1.774 unit. Fakta baru ini memperlihatkan, di tahun ini tren penjualan bus di Tanah Air terus meningkat.</p>
<p>Pada 2022 itu, ada tiga sasis bus yang paling banyak terjual. Mereka adalah, Mitsubishi Fuso FE 84G BC N sebanyak 720 unit, kemudian Hino GB150 sebanyak 203 unit, dan Mitsubishi Fuso FE 71 BC &#8211; 4 W sebanyak 189 unit.</p>
<p>Soal meningkatnya permintaan sasis bus, Sekreatris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryanto menyebut, hal itu dipicu oleh semakin meningkatnya mobilitas masyarakat.  &#8220;Apalagi, infrastruktur jalan kini semakin bagus, dengan bertambahnya panjang jalan tol, maupun jalan non tol,&#8221; kata dia yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (31/1/2023).(Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Penyebab Pulau Jawa Punya Populasi Bus Terbanyak di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-penyebab-pulau-jawa-punya-populasi-bus-terbanyak-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2023 02:02:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan bus di RI]]></category>
		<category><![CDATA[harga sasis bus di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah bus di Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah bus di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah karoseri bus di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah PO di RI]]></category>
		<category><![CDATA[karoseri bus]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan bus di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan otobus]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan otobus di Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[populasi bus di Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[populasi bus di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=10552</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Jumlah penduduk, kondisi ekonomi, dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Jumlah penduduk, kondisi ekonomi, dan tersedianya akses jalan menjadi pemicu.</p>
<p>Data di Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (24/1/2023) menunjukkan, sampai akhir 2022 total jumlah bus di Indonesia mencapai 212.742 unit. Dari jumlah itu, 50% atau 108.328 unit berada di pulau Jawa.</p>
<p>Jumlah terbanyak kedua, berada di pulau Sumatera dengan total 66.295 unit. Sementara, wilayah yang memiliki bus paling sedikit di Tanah Air adalah Maluku/Maluku Utara, dengan total 634 unit.</p>
<p>Sedangkan jumlah Perusahaan Otobus (PO) di Indonesia, hingga akhir tahun 2022 kemarin 243 perusahaan. “Kalau di Organda (Organisasi Angkutan Sarat) jumlah PO yang terdaftar sampai saat ini sebanyak 204 PO,” ujar Sekretaris Jenderal Organda, Ateng Aryanto, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (23/1/2023).</p>
<p>Adapun 39 PO bernaung di bawah organisasi Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI). “Jumlah PO anggota kami sebanyak 39 perusahaan yang tersebar di Aceh sampai dengan Bali,” kata Ketua IPOMI, Kurnia Lesani Adnan, saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (23/1/2023).</p>
<figure id="attachment_7960" aria-describedby="caption-attachment-7960" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-7960" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Salah-satu-bus-milik-PO-Bagong-dengan-sasis-Mitsubishi-Fuso-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1660641854915-586x420.jpg 586w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7960" class="wp-caption-text">Ilustrasi,bus milik PO Bagong &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Menurut pengamat transportasi Djoko Setijowarno, Jawa menjadi wilayah dengan jumlah bus terbanyak dikarenakan ada tiga faktor. Pertama, Jawa memiliki jumlah penduduk terbanyak yakni sekitar 154,34 juta jiwa yang tersebar di enam provinsi (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur).</p>
<p>&#8220;Kedua, pulau Jawa masih menjadi pusat ekonomi Indonesia. Industri pengolahan berbagai komoditas maupun jasa ada di Jawa. Sehingga, ini berdampak pada ekonomi masyarakatnya,&#8221; papar dosen Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, itu saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, Selasa (24/1/2023).</p>
<p>Dengan membaiknya ekonomi, maka kebutuhan mobilitas untuk berbagai keperluan mulai dari sosial (berkunjung ke sanak saudara) sampai dengan kegiatan ekonomi (berbisnis) juga tinggi. &#8220;Sehingga, di sinilah dibutuhkan sarana angkutan termasuk angkutan umum yang di antaranya merupakan bus,” jelas Djoko.</p>
<p>Ketiga, infrastruktur jalan di Jawa banyak dengan panjang jalan mencapai 104.053 kilometer. “Kondisi ini memungkinkan, bus beroperasi dengan baik. Apalagi, jalan tol trans Jawa telah hadir dan dioperasikan,” ucap Djoko. (Din/Wit/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
