<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>karoseri &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/karoseri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Aug 2023 06:29:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>karoseri &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dahsyat, Januari – Juli Tahun Ini Penjualan Bus di RI Melonjak 130 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/dahsyat-januari-juli-tahun-ini-penjualan-bus-di-ri-melonjak-130-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Aug 2023 01:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[bus Fuso]]></category>
		<category><![CDATA[bus Hino]]></category>
		<category><![CDATA[bus Mercedes-Benz]]></category>
		<category><![CDATA[bus Scania]]></category>
		<category><![CDATA[Bus Volvo]]></category>
		<category><![CDATA[harga sasis bus]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[IPOMI]]></category>
		<category><![CDATA[karoseri]]></category>
		<category><![CDATA[Karoseri Adiputro]]></category>
		<category><![CDATA[Karoseri Laksana]]></category>
		<category><![CDATA[pasar sasis bus]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan bus di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penualan sasis bus]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan otobus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14088</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Koneksi antar kota di provinsi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Koneksi antar kota di provinsi yang berbeda seiring dengan membaiknya infrastruktur jalan menjadi pemicunya.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (26/8/2023) menunjukkan sepanjang Januari hingga Juli tahun ini, 2.090 sasis bus terjual dari pabrik ke diler (<em>wholesales</em>). Total angka <em>wholesales</em> ini melonjak hingga 76 persen dibanding jumlah <em>wholesales</em> yang diraup pabrikan anggota Gaikindo selama periode sama di 2022.</p>
<p>Pada saat yang sama, 2.174 sasis bus laku terjual dari diler ke konsumen (yang terdiri dari Perusahaan Otobus (PO), lembaga swasta, lembaga pemerintah, bahkan individu). Jumlah penjualan ke konsumen atau penjualan ritel tersebut melonjak hingga 130 persen dibanding total penjualan ritel selama Januari – Juli 2022.</p>
<p>Menariknya, dari jumlah sasis bus yang terjual tersebut 58 persen merupakan sasis bus besar untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Kemudian, 31 persen merupakan bus mediuam dan 11 persen merupakan sasis bus kecil.</p>
<p>Ihwal pemicu permintaan sasis bus, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, menyebut karena potensi pasar jasa angkutan bus di Tanah Air yang semakin menjanjikan.</p>
<figure id="attachment_14090" aria-describedby="caption-attachment-14090" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-14090" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Bus-bersasis-Scania-dengan-karoseri-garapan-Laksana-dok.Mobilitas-e1693152583385.jpg" alt="" width="700" height="503" /><figcaption id="caption-attachment-14090" class="wp-caption-text">Bus bersasis Scania dengan karoseri garapan Laksana &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Minat masyarakat untuk melakukan mobilitas (bepergian dari satu tempat ke tempat lain) yang didukung membaiknya daya beli merupakan pemicu pertumbuhan kondisi pasar jasa angkutan tersebut.</p>
<p>“Terkoneksinya antara satu daerah menjadikan akses yang lebih mudah dan waktu perjalanan terpangkas. Sehingga bagi orang yang lebih menyukai perjalanan darat ke suatu daerah yang tidak langsung dituju oleh pesawat maupun kereta api, akan memilih bus,” papar dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (26/8/2023).</p>
<p>Pernyataan Jongkie diamini Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (26/8/2023). Menurut dia, kini banyak PO yang membuka rute baru serta menambah unit armada untuk trayek yang lama.</p>
<p>“Paling tidak melakukan peremajaan unit armada. Ini diakrenakan animo masyarakat untuk menggunakan angkutan bus dalam bepergian kembali meningkat. Sementara, persaingan antar PO dalam memberikan layanan agar diminati pelanggan juga semakin ketat,” ucap Lesani. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Bus Rontok, Karoseri Tak Ikuti GIIAS 2021</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-bus-rontok-karoseri-tak-ikuti-giias-2021/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2021 01:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan bus]]></category>
		<category><![CDATA[bus terlaris]]></category>
		<category><![CDATA[chassis bus]]></category>
		<category><![CDATA[GIIAS 2021]]></category>
		<category><![CDATA[IPOMI]]></category>
		<category><![CDATA[karoseri]]></category>
		<category><![CDATA[karoseri bus]]></category>
		<category><![CDATA[pasar bus]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan bus]]></category>
		<category><![CDATA[PPKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3614</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, perusahaan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, perusahaan karoseri – terutama perusahaan yang selama ini mengerjakan karoseri bodi bus – tak berpartisipasi di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 yang akan digelar di ICE, Serpong, Tangerang 2021. Entah kebetulan atau bukan, absennya karoseri tersebut seiring dengan kondisi pasar dimana penjualan chassis bus juga semakin rontok.</p>
<p>“Betul, untuk penyelenggaraan tahun ini, karoseri yang di tahun-tahun penyelenggaraan sebelumnya ikut aktif berpartisipasi, tahun ini absen. Sudah konfirmasi semuanya. Kan kalau tahun-tahun sebelumnya ada Laksana, Tentrem, Adiputro, New Armada dan lain-lain. Mungkin tahun depan akan aktif kembali,” papar Presiden Direktur Seven Event, Romi, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (23/10/2021).</p>
<p>Namun, Romi enggan menyebut alasan yang disampaikan perusahaan karoseri untuk tidak mengikuti pameran akbar tersebut. Dia hanya menyebut, mungkin masing-masing perusahaan memiliki agenda tersendiri atau lainnya.</p>
<figure id="attachment_3616" aria-describedby="caption-attachment-3616" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3616" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Hino-dengan-balutan-karoseri-Tentrem-yang-hadir-di-GIIAS-2019-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="470" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Hino-dengan-balutan-karoseri-Tentrem-yang-hadir-di-GIIAS-2019-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Hino-dengan-balutan-karoseri-Tentrem-yang-hadir-di-GIIAS-2019-dok.Istimewa-300x201.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Hino-dengan-balutan-karoseri-Tentrem-yang-hadir-di-GIIAS-2019-dok.Istimewa-150x101.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Hino-dengan-balutan-karoseri-Tentrem-yang-hadir-di-GIIAS-2019-dok.Istimewa-696x467.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Hino-dengan-balutan-karoseri-Tentrem-yang-hadir-di-GIIAS-2019-dok.Istimewa-626x420.jpg 626w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3616" class="wp-caption-text">Bus Hino dengan balutan karoseri Tentrem yang hadir di GIIAS 2019 &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Salah seorang pengurus Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) yang dikonfirmasi <em>Mobilitas</em>, Sabtu (23/10/2021) juga mengaku tidak tahu persis apa alasan masing-masing perusahaan karoseri. “Tidak ada kesepakatan bersama di asosiasi terkait keikutsertaan di sebuah pameran oleh masing-masing perusahaan. Jadi kami <em>enggak</em> tahu apa alasan mereka,” kata dia.</p>
<p>Tetapi yang pasti, lanjut dia, order karoseri bus sepanjang tahun ini memang belum pulih seperti tahun-tahun sebelum Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. “Bahkan, tahun ini sepertinya juga turun. Karena banyak PO (Perusahaan Otobus) yang saat ini kesulitan keuangan, jadi mereka juga banyak yang menahan pembelian. Sebab, bisnis juga sedang lesu akibat pandemi,” ujar dia.</p>
<figure id="attachment_419" aria-describedby="caption-attachment-419" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-419" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Ketua-IPOMI-Kurnia-Lesani-Adnan-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="650" height="453" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Ketua-IPOMI-Kurnia-Lesani-Adnan-dok.Istimewa.jpg 650w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Ketua-IPOMI-Kurnia-Lesani-Adnan-dok.Istimewa-300x209.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Ketua-IPOMI-Kurnia-Lesani-Adnan-dok.Istimewa-150x105.jpg 150w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-419" class="wp-caption-text">Ketua IPOMI Kurnia Lesani Adnan &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p><strong>Bisnis masih berat</strong><br />
Pernyataan tersebut diamini Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan. Menurut dia, kondisi bisnis angkutan bus saat ini masih berat karena belum pulih seperti sebelum Pandemi Covid-19 melanda.</p>
<p>Pembatasan mobilitas masyarakat yang ditetapkan tak lama setelah pandemi, telah membuat masyarakat enggan untuk bepergian menggunakan bus. Terlebih, bus angkutan wisata hampir 100% menghentikan operasi, karena memang tidak ada order karena tempat wisata ditutup dan untuk melakukan perjalanan da serangkaian persyaratan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-3617" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="700" height="486" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-300x208.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-150x104.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-696x483.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-605x420.jpg 605w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>“Jadi, banyak bus yang istiorahat di tempat sampai sekarang enggak bergerak. Pendapatan PO menyusut drastis. Lha bagaimana mau nambah armada. <em>Boro-boro</em> nambah armada untuk berganti bodi- yang biasa sering dilakukan PO – untuk menmyegarkan tampilan unit armadanya – juga susah,” ungkap Lesani saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (23/10/2021).</p>
<p>Pada sisi lain, lanjut Direktur Utama PO SAN itu, perusahaan operator bus juga masih terengah-engah untuk membayar cicilan kredit unit bus yang dibeli sebelumnya.</p>
<figure id="attachment_3618" aria-describedby="caption-attachment-3618" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3618" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Mercedes-Benz-dengan-karoseri-bodi-garapan-Tentrem-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="473" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Mercedes-Benz-dengan-karoseri-bodi-garapan-Tentrem-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Mercedes-Benz-dengan-karoseri-bodi-garapan-Tentrem-dok.Istimewa-300x203.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Mercedes-Benz-dengan-karoseri-bodi-garapan-Tentrem-dok.Istimewa-150x101.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Mercedes-Benz-dengan-karoseri-bodi-garapan-Tentrem-dok.Istimewa-696x470.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-Mercedes-Benz-dengan-karoseri-bodi-garapan-Tentrem-dok.Istimewa-622x420.jpg 622w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3618" class="wp-caption-text">Bus Mercedes-Benz dengan karoseri bodi garapan Tentrem &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Karena kalau kita lihat sekitar 90% bus baru itu dibeli secara kredit. Jadi kalau pun sekarang sudah beroperasi banyak yang pendapatannya belum nutup untuk bayar kredit dan biaya operasional, banyak yang tekor. Maksimal impas dengan biaya operasional, dan itu pun sudah pol-polan melakukan upaya efisiensi dan operasi,” tandas dia.</p>
<p><strong>Penjualan susut</strong><br />
Sementara itu, data yang dihimpun <em>Mobilitas</em> dari laporan penjualan chassis bus ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) terlihat penjualan unit chassis bus ke konsumen (ritel) tahun ini masih ambles. Bahkan dibanding tahun 2020 sekali pun.</p>
<p>Sepanjang Januari hingga Agustus lalu, total penjualan chassis bus hanya 718 unit. Padahal, di kurun waktu yang sama tahun 2020 penjualan ritel masih mencapai 1.674 unit yang dibukukan pada Januari sebanyak 276 unit, Februari 450 unit, Maret 283 unit, April 149 unit, Mei 117 unit, Juni 208 unit, Juli 93 unit, dan Agustus 98 unit.</p>
<figure id="attachment_3222" aria-describedby="caption-attachment-3222" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3222" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Sasis-bus-Mercedes-Benz-dengan-balutan-karoseri-lokal-Indonesia-dok.Motoris.jpg" alt="" width="700" height="481" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Sasis-bus-Mercedes-Benz-dengan-balutan-karoseri-lokal-Indonesia-dok.Motoris.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Sasis-bus-Mercedes-Benz-dengan-balutan-karoseri-lokal-Indonesia-dok.Motoris-300x206.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Sasis-bus-Mercedes-Benz-dengan-balutan-karoseri-lokal-Indonesia-dok.Motoris-150x103.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Sasis-bus-Mercedes-Benz-dengan-balutan-karoseri-lokal-Indonesia-dok.Motoris-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Sasis-bus-Mercedes-Benz-dengan-balutan-karoseri-lokal-Indonesia-dok.Motoris-696x478.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Sasis-bus-Mercedes-Benz-dengan-balutan-karoseri-lokal-Indonesia-dok.Motoris-611x420.jpg 611w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Sasis-bus-Mercedes-Benz-dengan-balutan-karoseri-lokal-Indonesia-dok.Motoris-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3222" class="wp-caption-text">Sasis bus Mercedes-Benz dengan balutan karoseri lokal Indonesia &#8211; dok.Motoris</figcaption></figure>
<p>Bahkan, jauh di bawah penjualan yang dikoleksi di tahun 2019. Sebab, pada tahun ini, di rentang waktu Januari hingga Agustus saja, total penjualan ritel chassis bus mencapai 2.365 unit. (Fer/Jrr/Din./Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
