<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kasus kecelakaan lalu-lintas &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/kasus-kecelakaan-lalu-lintas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Feb 2024 04:54:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Kasus kecelakaan lalu-lintas &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ngeri, Kasus Kecelakaan Lalu-lintas Terbanyak di RI Terjadi di Wilayah Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ngeri-kasus-kecelakaan-lalu-lintas-terbanyak-di-ri-terjadi-di-wilayah-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2024 04:52:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[faktor manusia penyebab kecelakaan di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah kecelakaan di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus kecelakaan lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan lalu-lintas di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab kecelakaan di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16627</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Data Korps Lalu-lintas (Korlantas) Polri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Data Korps Lalu-lintas (Korlantas) Polri menunjukkan sepanjang Januari – Desember 2023 telah terjadi 148.307 kasus kecelakaan di Indonesia.</p>
<p>Menurut Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Penanganan Kecelakaan Korlantas Polri, Kombes Pol.Hotman Sirait yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (7/2/2024) jumlah kasus kecelakaan paling banyak terjadi di pulau Jawa.</p>
<p>“Ini dikarenakan populasi kendaraan bermotor terbanyak ada di Jawa. Begitu pula dengan populasi orangnya. Datanya menunjukkan, dari 155,1 juta kendaraan, 60 persennya ada di Jawa, ” ungkap Hotman.</p>
<p>Data kecelakaan yang ada, lanjut Hotman, memperlihatkan selama tahun 2023 kasus kecelakaan yang terjadi di Jawa Timur mencapai 31.992 kasus. Disusul Jawa Tengah 31.581 kasus, DKI Jakarta 11.530 kasus.</p>
<p>Soal penyebab kecelakaan, Hotman mengatakan dari olah data maupun rekonstruksi forensik di Tempat Kejadian Perkara (TKP) terlihat faktor teknis kendaraan, lingkungan, cuaca, dan faktor kecerobohan manusia menjadi penyebab utama.</p>
<figure id="attachment_3462" aria-describedby="caption-attachment-3462" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3462" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-sepeda-motor-korbannya-terbanyak-orang-muda-pada-usia-masa-produktif-dok.Istimewa-e1634616375505.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-3462" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kecelakaan lalu-lintas &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Tetapi, kalau dilihat prosentase kejadiannya, faktor kecerobohan manusia atau human error menjadi penyebab yang paling banyak,” ungkap dia.</p>
<p>Oleh karena itu, Hotman mewanti-wanti agar pengguna kendaraan – baik kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat atau lebih – untuk memperhatikan ketentuan lalu-lintas, mempelajari teknis kendaraan. Tetapi faktor yang tidak kalah penting untuk diingat adalah jangan terlena.</p>
<p>Hotman menegaskan jangan pernah beranggapan karena kendaraan sudah dilengkapi reknologi canggih lalu sembrono.</p>
<p>“Sebab, bagaimana pun teknologi tidak memiliki feeling seperti manusia, jadi manusia harus tetap memegang kendali saat berkendara. Apalagi situasi dan kondisi lalu-lintas itu sulit diprediksi, kita berhat-hati di jalan dan patuh peraturan, ternyata orang lain sembrono. Jadi kewaspadaan diri menjadi kunci,” papar dia. (Yus/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
