<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kasus kecelakaan mobil Tesla &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/kasus-kecelakaan-mobil-tesla/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Nov 2024 11:04:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>kasus kecelakaan mobil Tesla &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>NHTSA Amerika Tegur Tesla, Gegara Informasi Robotaxi yang Berpotensi Menyesatkan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/nhtsa-amerika-tegur-tesla-gegara-informasi-robotaxi-yang-berpotensi-menyesatkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 09:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[4 juta mobil Tesla]]></category>
		<category><![CDATA[fitur Full Service Driving Tesla]]></category>
		<category><![CDATA[fitur otonom Tesla berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[kasus kecelakaan mobil Tesla]]></category>
		<category><![CDATA[mobil otonom Tesla]]></category>
		<category><![CDATA[NHTSA Investigasi 2]]></category>
		<category><![CDATA[NHTSA Tegur Tesla gegara informasi Robotaxi]]></category>
		<category><![CDATA[recall mobil Tesla]]></category>
		<category><![CDATA[Tesla]]></category>
		<category><![CDATA[Tesla Inc]]></category>
		<category><![CDATA[Tesla Robotaxi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=21276</guid>

					<description><![CDATA[Washington, Mobilitas – Lembaga Keselamatan Lalu-lintas Jalan Raya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Washington, Mobilitas </strong>– Lembaga Keselamatan Lalu-lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat itu menyebut informasi tentng fitur Full Service Driving (FSD) Tesla sebagai sebuah fitur robotaxi yang tidak membutuhkan keterlibatan manusia terlalu berlebihan.</p>
<p>Laporan Reuters dan The Detroit Bureau News yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Minggu (10/11/2024) menyebut dalam surat elektronik (email) yng dikirim ke Tesla Inc pada 14 Mei lalu dan dipublikasikan pada Jumat (7/11/2024) informasi yang diunggah Tesla melalui media sosialnya dapat mendorong orang melihat FSD sebagai robotaxi.</p>
<p>Informasi itu dinilai melebih-lebihkan fungsi FSD dan menjadikan orang berpersepsi bahwa fitur itu merupakan fitur pintar mobil otonom yang mampu menyesuaikan dengan berbagai keadaan dan tak perlu intervensi pengemudi. Padahal, sejatinya hal itu tak sepenuhnya benar dan berpotensi menyesatkan.</p>
<p>“Orang mempersepsi salah, karena melihatnya sebagai robotaxi ketimbang sebagai fitur bantuan mengemudi atau otomatisasi parsial yang juga masih memerlukan perhatian terus-menerus dan intervensi secara berkala dari pengemudi,” bunyi keterangan NHTSA.</p>
<figure id="attachment_20779" aria-describedby="caption-attachment-20779" style="width: 3000px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/10/Tesla-Cybercab-dengan-pintu-bergaya-gunting.-Dan-bagian-belakang-digunakan-untuk-menyimpan-barang-dok.istimewa.png"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-20779" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/10/Tesla-Cybercab-dengan-pintu-bergaya-gunting.-Dan-bagian-belakang-digunakan-untuk-menyimpan-barang-dok.istimewa.png" alt="" width="3000" height="2000" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/10/Tesla-Cybercab-dengan-pintu-bergaya-gunting.-Dan-bagian-belakang-digunakan-untuk-menyimpan-barang-dok.istimewa.png 3000w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/10/Tesla-Cybercab-dengan-pintu-bergaya-gunting.-Dan-bagian-belakang-digunakan-untuk-menyimpan-barang-dok.istimewa-1536x1024.png 1536w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/10/Tesla-Cybercab-dengan-pintu-bergaya-gunting.-Dan-bagian-belakang-digunakan-untuk-menyimpan-barang-dok.istimewa-2048x1365.png 2048w" sizes="(max-width: 3000px) 100vw, 3000px" /></a><figcaption id="caption-attachment-20779" class="wp-caption-text">Tesla Cybercab yang disebut sebagai robotaxi Tesla &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Tujuan NHTSA merilis email tersebut ke publik untuk meminta jawaban atas pertanyaan dalam penyelidikan atas empat kasus kecelakaan sejumlah mobil Tesla yang terjadi pada tahun 2023 lalu. Kecelakaam itu ditengarai karena adanya masalah pada fitur FSD.</p>
<p>Pada Oktober di tahun tersebut NHTSA telah membuka penyelidikan terhadap 2,4 juta mobil Tesla terkait masalah fitur bantuan mengemudi itu. Dan dengan email itu, NHTSA mempertanyakan serangkaian aspek keamanan yang dijanjikan dalam fitur FSD.</p>
<p>“Terutama terkait dengan potensi kegagalan sistem bantuan pengemudi dalam menjalankan fungsinya. Termasuk mendeteksi dan merespons dengan tepat dalam situasi tertentu di mana visibilitas jalan berkurang yang dapat membatasi kemampuan FSD untuk beroperasi dengan aman,” bunyi email NHTSA tersebut.</p>
<p>Tesla memiliki waktu hingga tanggal 18 Desember 2024 untuk memberi jawaban. Jika gagal menepati batas tenggat tersebut, maka Tesla bisa dikenai sanksi denda maksimum sebesar US$ 135,8 juta. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
