<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kecelakaan jalan tol &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/kecelakaan-jalan-tol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Mar 2023 07:31:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>kecelakaan jalan tol &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahun Lalu, 438 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan di Jalan Tol</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/tahun-lalu-438-nyawa-melayang-akibat-kecelakaan-di-jalan-tol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2023 07:28:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[batas kecepatan di tol]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol terpanjang]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan di Tol]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan di jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[korban kecelakaan di tol]]></category>
		<category><![CDATA[panjang jalan tol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11121</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kasus kecelakaan tersebut terjadi di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kasus kecelakaan tersebut terjadi di semua jalan tol di seluruh Indonesia.</p>
<p>Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Danang Parikesit yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (2/3/2023) menyebut sebagian besar kecelakaan akibat kelalaian pengemudi.</p>
<p>“Umumnya <em>overspeed</em> (melebihi batas kecepatan) untuk kasus kecelakaan yang melibatkan mobil pribadi, dan <em>overload</em> (kelebihan muatan) yang mengakibatkan pengendalian kendaraan tidak berhasil karena rem blong,” papar dia.</p>
<p>Mantan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu mengatakan masih banyak pengguna jalan tol yang tidak mengindahkan peraturan yang berlaku di jalan tol. Selain banyak yang memacu kendaraan melebihi ambang batas maksimal kecepatan, tidak sedikit pula yang menerabas bahu jalan tol demi menyalip kendaraan di depannya.</p>
<p>“Kemudian banyak orang yang mengemudikan kendaraannya di lajur paling kanan dan terus bertahan dengan kecepatan pelan. Akibatnya, orang lain pun memindahkan kendaraannya ke lajur lain seenaknya. Sehingga kecelakaan tidak terhindarkan,” papar Danang.</p>
<figure id="attachment_4549" aria-describedby="caption-attachment-4549" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4549" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-truk-trailer-yang-mengalami-kecelakaan-parah-dok.Istimewa-e1639990922187.jpg" alt="" width="700" height="503" /><figcaption id="caption-attachment-4549" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk yang mengalami kecelakaan parah di jalan tol &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Selama 2022 itu, kasus kecelakaan di jalan tol Jakarta – Cikampek sebanyak 411 kasus. Jumlah korban meninggal sebanyak 67 orang.</p>
<p>Sementara di jalan tol Cikopo – Palimanan (Cipali) yang panjangnya 116 kilometer itu, pada tahun tersebut terjadi 308 kasus kecelakaan. Kasus sebanyak itu mengakibatkan 46 orang meninggal dunia.</p>
<p>Sedangkan di jalan tol Semarang – Batang, pada saat yang sama, terjadi 67 kasus kecelakaan dan menyebabkan 43 nyawa melayang. Adapun jalan tol Jakarta – Merak tercatat sebagai jalan tol dengan tingkat kasus kecelakaan tertingi, yakni 526 kasus.</p>
<p>Secara total jumlah korban meninggal akibat kecelakaan di jalan tol pada 2022 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun itu 438 orang, tahun sebelumnya 377 orang, pada 2020 sebanyak 384 orang, dan 2019 sebanyak 409 orang. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Aman Kendalikan Mobil Pecah Ban di Jalan Tol</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cara-aman-kendalikan-mobil-pecah-ban-di-jalan-tol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2022 08:54:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[kasus mobil pecah ban]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[mengemudi aman di jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[mobil pecah ban]]></category>
		<category><![CDATA[mobil pecah ban di jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab ban mobil pecah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5790</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kasus mobil pencah ban yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kasus mobil pencah ban yang tengah melaju kencang – terutama di jalan tol atau jalan bebas hambatan – kerap terjadi, dan beberapa di antaranya berakibat fatal. Hal itu terjadi, jika pengemudi mobil melakukan tindakan yang salah dan semestinya tidak dilakukan.</p>
<p>Sementara, seperti dijelaskan penggiat safety driving yang juga mantan instruktur di Java Adventure Safety Driving Institute, Poengki Eko Harianto, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, Selasa (22/2/2022).</p>
<p>“Penyebab ban mobil pecah ketika kendaraan itu melaju kencang di jalan, dari kasus-kasus yang terjadi selama ini diketahui ada beberapa. Mulai dari ban yang telah aus yakni ukiran di telapak yang sudah tipis tapi dipaksakan dipakai, tertusuk benda tajam, tekanan angin yang berlebih atau sangat kurang dari standar, hingga perlakuan yang salah seperti mengerem dengan mendadak dan sangat dalam di kala mobil melaju kencang,” papar dia.</p>
<p>Sejatinya, lanjut pria yang pernah menjadi instruktur safety driving di sebuah agen pemegang merek mobil ternama dari Jepang itu, mobil yang mengalami ban pecah bisa dikendalikan dan diamankan tanpa risiko fatal. Hanya saja, selama ini banyak pengemudi yang panik dan secara reflek melakukan tindakan yang salah, yakni dengan bermanuver mengerem mendadak dan banting setir.</p>
<figure id="attachment_5794" aria-describedby="caption-attachment-5794" style="width: 699px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5794" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Tetaplah-tenang-jangan-panik-ketika-ban-mobil-pecah-di-jalan-tol-agar-tetap-bisa-mengendalikan-mobil-dengan-baik-dan-benar-dok.Alberta-Motor-Association.jpg" alt="" width="699" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Tetaplah-tenang-jangan-panik-ketika-ban-mobil-pecah-di-jalan-tol-agar-tetap-bisa-mengendalikan-mobil-dengan-baik-dan-benar-dok.Alberta-Motor-Association.jpg 699w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Tetaplah-tenang-jangan-panik-ketika-ban-mobil-pecah-di-jalan-tol-agar-tetap-bisa-mengendalikan-mobil-dengan-baik-dan-benar-dok.Alberta-Motor-Association-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Tetaplah-tenang-jangan-panik-ketika-ban-mobil-pecah-di-jalan-tol-agar-tetap-bisa-mengendalikan-mobil-dengan-baik-dan-benar-dok.Alberta-Motor-Association-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Tetaplah-tenang-jangan-panik-ketika-ban-mobil-pecah-di-jalan-tol-agar-tetap-bisa-mengendalikan-mobil-dengan-baik-dan-benar-dok.Alberta-Motor-Association-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Tetaplah-tenang-jangan-panik-ketika-ban-mobil-pecah-di-jalan-tol-agar-tetap-bisa-mengendalikan-mobil-dengan-baik-dan-benar-dok.Alberta-Motor-Association-587x420.jpg 587w" sizes="(max-width: 699px) 100vw, 699px" /><figcaption id="caption-attachment-5794" class="wp-caption-text">Tetaplah tenang jangan panik ketika ban mobil pecah di jalan tol agar tetap bisa mengendalikan mobil dengan baik dan benar &#8211; dok.Alberta Motor Association</figcaption></figure>
<p>Karena itulah, Poengki memberikan tips tindakan yang benar jika kasus ban pecah itu terjadi. <strong>Pertama, tetap bersikap tenang atau tidak panik</strong>. Sebab, kepanikan akan menjadikan seseorang bertindak tanpa terkontrol alias tidak rasional.</p>
<p><strong>Kedua, lakukan penurunan kecepatan laju mobil tanpa pengereman melainkan dengan memindhkan kaki dari pedal gas</strong>. Jika menunrunkan kecepatan dengan tidak menginjak pedal gas tak juga tokcer, bisa melakukan pengereman secara perlahan dan smooth, jangan menghentak atau menginjak pedal dalam-dalam.</p>
<p>“Lebih baik lakukan penurunan laju dengan melepas injakan ke pedal gas. Dan jika mobil yang dikendalikan mobil transmisi amnual, lakukan penurunan posisi gigi secara perlahan dan halus. Karena kalau itu dilakukan pengereman mendadak dan keras atau dalam, mobil bisa terpelanting dan terguling,” jelas Poengki.</p>
<figure id="attachment_5795" aria-describedby="caption-attachment-5795" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5795" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Ilustrasi-penggantian-ban-mobil-yang-pecah-dengan-cara-yang-aman-dok.Taylor-Auto-Glass-e1645520050406.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-5795" class="wp-caption-text">Ilustrasi, penggantian ban mobil yang pecah dengan cara yang aman &#8211; dok.Taylor Auto Glass</figcaption></figure>
<p><strong>Ketiga, tetap kendalikan mobil untuk berjalan ke arah lurus dan sedikit membentuk sudut</strong> (dengan melihat ke kondisi bewlakang melalui spion untuk menetukan apakah ke tepi kiri atau kanan. Namun, jika memungkinkan menepilah ke arah kiri.</p>
<p>“Jangan melakukan maniver dengan langsung menepi ketika mobil masih kencang dan di bagian ruas tengah jalan. Tetapi, tetap arahkan mobil ke arah kiri, hingga laju benar-benar mulai lambat. Jika sudah benar-benar lambat, baru lakukan sedikit pengereman dan arahkan mobil ke tepi jalan,” kata Poengki.</p>
<p><strong>Keempat, jika mobil sudah berada di tepi jalan, pastikan kondisi lalu-lintas dari arah belakang mobil benar-benar aman</strong>. Aktifikan lampu hazard dan keluar dari mobil serta memasang segitiga pengaman untuk memberi tanda kepada pengemudi lain, bahwa kendaraan Anda dalam kondisi darurat. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
