<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kendaraan listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/kendaraan-listrik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Jan 2022 08:28:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>kendaraan listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mantap, Foxconn Investasi Baterai hingga Kendaraan Listrik di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mantap-foxconn-investasi-baterai-hingga-kendaraan-listrik-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2022 08:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Foxconn]]></category>
		<category><![CDATA[Gogoro]]></category>
		<category><![CDATA[Gojek]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penyewaan baterai listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5256</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Hon Hai Precision Industry Co....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn) – pabrikan asal Taiwan yang selama ini dikenal sebagai perusahaan perakit dan memproduksi perangkat untuk Apple, Dell, Microsoft, Sony dan perusahaan multinasional lainnya – telah resmi meneken kerjasama investasi untuk memproduksi baterai listrik dan kendaraan listrik di Indonesia. Pabrikan ini menggandeng pabrikan motor listrik Gogoro dan mitra lokal PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk.</p>
<p>“Betul, kesepakatan kerjasama investasi ini telah ditandatangani pada Sabtu (22/2/2022) kemarin. Nilai investasi yang ditanam oleh seluruh pihak yang bekerjasama mencapai sekitar US$ 8 miliar (atau sekitar Rp 114 triliun),” papar Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (24/1/2022).</p>
<p>Menurut Riyatno, Foxconn dan Gogoro meminati Indonesia sebagai tempat investasi karena ada sejumlah faktor yang mereka nilai menguntungkan. Komitmen pemerintah untuk mewujudkan target netral karbon dengan cara memasyarakatkan kendaraan listrik plus mengerek jumlah populasi kendaraan setrum itu.</p>
<figure id="attachment_2815" aria-describedby="caption-attachment-2815" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2815" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-Foxconn-dok.Foxconn-e1631713774833.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-2815" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Foxconn &#8211; dok.Foxconn</figcaption></figure>
<p>Kedua, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar karena 43% dari total populasi di wilayah regional ASEAN ada di Indonesia. Lebih dari itu, lanjut Riyatno, Indonesia adalah satu-satunya negara anngota ASEAN yang masuk dalam G20.</p>
<p>“Daya tarik lainnya Indonesia memiliki memiliki tingkat pertumbuhan kelas menengah dan kelas atas terus tumbuh. Dan yang tidak kalah penting, Indonesia memiliki sumberdaya alam bahan pembuatan baterai listrik. Sehingga, Indonesia akan memiliki industri dari hulu hingga hilir sehingga akan jauh lebih efisien,” tandas Riyatno.</p>
<p>Terlebih, pada ada Desember 2021 lalu, Gogoro telah sepakat berkolaborasi dengan Gojek, nenguji coba penggunaan sepeda motor listrik dengan dukungan Battery Swapping Station (BSS) atau Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Infrastruktur itu disebut akan menguntungkan karena akan menyerap baterai produk pabrikan di Indonesia sekaligus menopang pemasyarakatan kendaraan listrik.</p>
<figure id="attachment_4644" aria-describedby="caption-attachment-4644" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4644" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Skuter-listrik-Gogoro-kini-ekspnasi-ke-berbagai-negara-dan-benua-dok.Kr_.Asia_-e1640330999118.png" alt="" width="700" height="513" /><figcaption id="caption-attachment-4644" class="wp-caption-text">Skuter listrik Gogoro kini ekspansi ke berbagai negara termasuk Indonesia &#8211; dok.Kr.Asia</figcaption></figure>
<p>Hanya, soal kapan operasional secara efektif dari perusahaan hasil kerjasama investasi ini, Riyatno belum bersedia menyebutkan karena masih menunggu dari mereka. Tetapi yang pasti, lanjut dia, investasi baterai listrik, kendaraan listrik, dan industri pendukungnya itu dilakukan dengan skema kerja sama Build-Operate-Localize (BOL).</p>
<p>“Dan nantinya, pada tahun 2030, investasi ini diperkirakan menghasilkan kapitalisasi senilai US$ 100 miliar,” imbuh Riyatno. (Win/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kini Baru Ada 14.400 Kendaraan Listrik di RI, Terbanyak Motor</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kini-baru-ada-14-400-kendaraan-listrik-di-ri-terbanyak-motor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 03:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[bus listrik]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pengecasan baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Perpres Nomor 5 Tahun 2019]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor loistrik]]></category>
		<category><![CDATA[SPKLU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4226</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Indonesia terus berupaya untuk bergerak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Indonesia terus berupaya untuk bergerak menuju era kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB) sebagaimana yang diamanatkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2009. Berdasar beleid ini pada tahun 2025, ditargetkan sebanyak 19.000 unit kendaraan mobil listrik dan 750.000 sepeda motor listrik bisa diproduksi.</p>
<p>Bahkan, pada tahun 2030 atau lima tahun setelahnya, ditargetkan sudah ada 2 juta mobil listrik dan 13 juta unit sepeda motor listrik berseliweran di jalanan. “Dasar pemikiran program pemasyarakatan KBLBB adalah untuk meningkatkan ketahanan Energi Nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM dan lingkungan,” kata Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Tasrif Arifin di Jakarta, akhir Januari silam.</p>
<p>Namun, sampai dengan pertengahan November tahun ini, ternyata jumlah total kendaraan listrik – roda empat atau lebih dan sepeda motor – di Tanah Air baru ada 14.400 unit.</p>
<figure id="attachment_226" aria-describedby="caption-attachment-226" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-226" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Ilustrasi-mobil-listrik-Hyundai-Kona-dok.Nikkei-Asia-scaled-e1619054244997.jpg" alt="" width="700" height="483" /><figcaption id="caption-attachment-226" class="wp-caption-text">Hyundai Kona listrik yang juga dijual di Indonesia- dok.Nikkei Asia</figcaption></figure>
<p>“Iya benar masih sebanyak itu. Dari dari jumlah ini terbanyak sepeda motor yaitu 12.464 unit. Lalu 1.656 unit mobil penumpang, 262 unit kendaraan roda tiga, 13 unit bus, dan 5 unit mobil barang,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (24/11/2021).</p>
<p>Kini, lanjut Budi, pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan setrum itu. Khususnya di lingkungan lembaga pemerintah dan sarana angkutan umum.</p>
<p>“Karena kalau lembaga-lembaga pemerintah dan sarana publik telah menggunakan dibarengi dengan penyediaan infrastruktur pendukung maka masyarakat akan mengikuti. Pola-pola perilaku masyarakat yang kita amati seperti itu,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_3674" aria-describedby="caption-attachment-3674" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3674" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-listrik-buatan-Zhongtong-pabrikan-asal-Republik-Rakyat-Cina-dok.Twitter-e1635297189494.jpg" alt="" width="700" height="513" /><figcaption id="caption-attachment-3674" class="wp-caption-text">Bus listrik buatan Zhongtong, pabrikan asal Republik Rakyat Cina yang kabarnya ditawarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia &#8211; dok.Twitter</figcaption></figure>
<p>Kini di Tanah Air telah lahir sejumlah agen pemegang merek mobil listrik, termasuk untuk bus. Merek mulai aktif mencoba menggelontorkan produk, dan sedikitnya 13 unit bus yang saat ini telahmengajukan uji tipe.</p>
<p>“Nantinya bus-bus itu akan dipakai oleh TransJakarta. Kemudian oleh Perum PPD dan Damri,” ucap Budi.</p>
<p><strong>Konversi sepeda motor</strong><br />
Pemasyarakatan kendaraan listrik juga dilakukan untuk kendaraan jenis sepeda motor. Untuk menpercepat penggunaan kendaraan roda dua setrum ini pemerintah menawarkan program konversi yakni dari motor biasa diubah menjadi motor listrik.</p>
<p>“Kita memiliki dasar hukum berupa Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepea Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai. Nanti akan kita berikan berbagai kemudahan untuk pemiliknya termasuk dalam mengurus surat-surat keabsahannya,” kata mantan Widyaiswara di Korlantas Polri itu.</p>
<figure id="attachment_4228" aria-describedby="caption-attachment-4228" style="width: 1120px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4228" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-pengecasan-baterai-sepeda-motor-listrik-dok.New-Atlas-2.jpg" alt="" width="1120" height="800" /><figcaption id="caption-attachment-4228" class="wp-caption-text">Ilustrasi pengecasan baterai sepeda motor listrik &#8211; dok.New Atlas</figcaption></figure>
<p>Selain itu, pemerintah juga mengupayakan agar tercipta sistem penggantian baterai untuk kendaraan listrik – khususnya sepeda motor – sehingga bukan hanya memudahkan pengguna kendaraan itu kala daya baterainya mulai habis, tetapi juga bisa menekan harga jual motor listrik baru.</p>
<p>“Karena dengan sistem <em>battery swap</em> (tukar baterai) itu motor bisa dijual tanpa baterai karena baterai bisa disewa dari tempat penukaran baterai. Kalau harga murah maka minat orang untuk beli juga tinggi,” ucap Budi.</p>
<figure id="attachment_3357" aria-describedby="caption-attachment-3357" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3357" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="650" height="453" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_.jpg 650w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-300x209.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-150x105.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-603x420.jpg 603w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3357" class="wp-caption-text">Salah satu varian sepeda motor listrik Gesits. Sepeda motor setrum asli buatan Indonesia &#8211; dok.Mobilitas.id</figcaption></figure>
<p>Data Kementerian ESDM menunjukkan hingga September 2021 jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia sebanyak 187 unit. Fasilitas ini tersebar di 155 lokasi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. (Jap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IEA: Tahun 2030 Populasi Mobil Listrik Dunia 145 Juta</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/iea-tahun-2030-populasi-mobil-listrik-dunia-145-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 May 2021 01:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[baterai listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bus listrik]]></category>
		<category><![CDATA[IEA]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Mobil listrik RI]]></category>
		<category><![CDATA[populasi bus listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi pikap listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi truk listri]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=510</guid>

					<description><![CDATA[Paris, Mobilitas – Badan Energi International (IEA) –...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Paris, Mobilitas</strong> – Badan Energi International (IEA) – sebuah lembaga yang berada di bawah naungan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dan berdiri sejak 1974 – baru-baru ini merilis hasil penelitiannya tentang populasi kendaraan (penumpang maupun komersial) listrik di dunia.</p>
<p>Kesimpulannya, pada tahun 2030 nanti, jumlah kendaraan bersumber tenaga dari setrum itu mencapai 145 juta.</p>
<p>“Bahkan, jika semua negara-negara di dunia saat ini setuju mewajibkan penggunaan kendaraan listrik di dalam negeri, maka di tahun 2030 jumlah kendaraan listriki di dunia bisa mencapai 230 juta unit,” bunyi rangkuman hasul penelitian itu seperti dikutip <em>The Guardian, </em>Jumat (30/4/2021).</p>
<p>Hingga tahun 2020 lalu, jumlah kendaraan listrik di planet bumi baru sebanyak 11 juta unit. Artinya – jika prediksi itu benar – maka di tahun 2030 jumlah populasi kendaraan listrik telah meroket hingga 10 kali lipat lebih.</p>
<figure id="attachment_513" aria-describedby="caption-attachment-513" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-513" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Pengecasan-baterai-bus-listrik-dok.Sustainable-Bus-e1619849562793.jpg" alt="" width="700" height="495" /><figcaption id="caption-attachment-513" class="wp-caption-text">Pengecasan baterai bus listrik &#8211; dok.Sustainable Bus</figcaption></figure>
<p>Khusus di tahun 2020 saja, penjualan kendaraan listrik di dunia hanya sebanyak 3 juta unit. Dan di tahun itu pula, total jumlah van listrik, truk besar, dan bus baru 1 juta unit.</p>
<p>“Tren penjualan saat ini sangat menggembirakan tetapi tujuan iklim dan energi kita bersama membutuhkan penyerapan pasar yang lebih cepat,” ungkap Executive Director IEA, Fatih Birol.</p>
<p>Dia berharap pemerintah semua negara-negara di dunia mempercepat adopsi kendaraan listrik, dengan menggunakan paket pemulihan ekonomi untuk berinvestasi dalam pembuatan baterai daninfrastruktur pengisian baterai. IEA memprediksi lonjakan populasi kendaraan listrik bakal berdampak hingga miliaran dolar bagi industrinya.</p>
<figure id="attachment_512" aria-describedby="caption-attachment-512" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-512" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Mengecas-baterai-mobil-listrik-dok.BNamericas-e1619849670220.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-512" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik &#8211; dok.BNAmericas</figcaption></figure>
<p>Sepanjang tahun 2020 lalu saja, uang yang dibelanjakan konsumen untuk membeli kendaraan ramah lingkungan itu mencapai US$120 miliar. Nilai ini naik 50% dibanding tahun 2019.</p>
<p>Pada tahun 2020 itu pula, produsen mobil listrik menggelontorkan 370 model baru ke pasar. Jumlah tersebut meningkat 40%, dibanding jumlah model baru yang dirilis sepanjang tahun sebelumnya.(Yus/Arf)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
