<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>komponen mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/komponen-mobil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 06:51:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>komponen mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rupiah Melemah,  Industri Komponen Otomotif Beri Sinyal Harga Bisa Tiba-tiba Naik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/rupiah-melemah-industri-komponen-otomotif-beri-sinyal-harga-bisa-tiba-tiba-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 06:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Harga spareparts]]></category>
		<category><![CDATA[komponen mobil]]></category>
		<category><![CDATA[komponen motor]]></category>
		<category><![CDATA[komponen otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tukar rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[produksi komponen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27956</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Nilai tukar rupiah terhadap dolar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026 hingga siang ini bergerak melemah dan sempat menyentuh kisaran Rp 17.743 &#8211; Rp 17.760 per dolar AS. Kondisi diakui membuat industri produsen komponen atau spareparts mobil maupun motor kesulitan untuk bertahan.</p>
<p>Terlebih, seperti diungkap Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki, banyak bahan baku komponen buatan lokal yang harus diimpor. Beberapa bahan itu antara lain plastik, alumunium, baja, dan beberapa materil lainnya.</p>
<p>&#8220;Kondisi ini semakin sulit, karena pasokan bahan baku juga <em>seret</em>, akibat ketegangan geopolitik. Sehingga, industri komonen nasional harus bertahan meskipun mrgin terus tergerus,&#8221; ungkap Basuki saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Basuki menyebut untuk melakukan koreksi harga dengan serta merta menaikkan harga jual, tidak bisa. Pasalnya, perusahaan pembuat komponen (anggota GIAMM sekitar 250 – 300 perusahaan) terikat kontrak dengan harga yang disepakati sebelumnya bersama konsumen penyerapnya yakni pabrikan mobil dan motor.</p>
<figure id="attachment_25145" aria-describedby="caption-attachment-25145" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Suku-Cadang-Tiga-Berlian-yang-berharga-lebih-kompetitif-dok.Mobilitas-e1754033330107.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-25145" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Suku-Cadang-Tiga-Berlian-yang-berharga-lebih-kompetitif-dok.Mobilitas-e1754033330107.jpg" alt="" width="700" height="496" /></a><figcaption id="caption-attachment-25145" class="wp-caption-text">Ilustrasi Suku Cadang Truk &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>&#8220;Jadi untuk menaikkan harga jual <em>spareparts</em> ini, kita menunggu dulu <em>review</em> yang dilakukan produsen mobil maupun motor yang menjadi produk kita. Jadi kalu nanti hasil review menunjukkan perlu koreksi harga seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, maupun langkanya bahan baku, ya kita naikkan harga itu,&#8221; papar Basuki.</p>
<p>Tetapi, lanjut Basuki, jika melihat tren kondisi global dan potensi tren nilai tukar sepertinya kemungkinan untuk menerek harga bakal terjadi. &#8220;Industri semakin sulit jika tidak menyesuaikan harga,&#8221; tandsr Basuki.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (20/5/2026) mengaku bisa memaklumi jika industri komponen mengerek harga jua produknya.</p>
<p>&#8220;Karena infustri otomotif termasuk industri komponen pendukungnya, itu merupaka salah satu industri dengan bahan baku impor yang cukup tinggi. Sementara nilai tukar untuk impor nilainya melemah. Lebih dari itu jejaring pasokan bahan baku terganggu akibat ketegangan geopolitik. Itu membuat ongkos angkutnya meningkat karena harus melalui jalur alternatif. Lalu reasuransi pengiriman tarif preminya juga naik,&#8221; jelas Telisa. (Tom/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Mendeteksi Fan Belt Mobil Masih Layak atau Tidak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cara-mudah-mendeteksi-fan-belt-mobil-masih-layak-atau-tidak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 08:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pembuat fan belt]]></category>
		<category><![CDATA[cara kerja fan belt mobil]]></category>
		<category><![CDATA[ciri fan belt masih bagus]]></category>
		<category><![CDATA[fan Bekt mobil aus]]></category>
		<category><![CDATA[fan belt mobil]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi fan belt mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[komponen mobil]]></category>
		<category><![CDATA[memastikan kondisi fan belt]]></category>
		<category><![CDATA[merawat fan belt mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tanda fan belt mobil aus]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran fan belt]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14000</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Fan belt atau sabuk kipas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Fan belt atau sabuk kipas mobil merupakan komponen yang terbuat dari terbuat dari karet khusus memiliki fungsi penting.</p>
<p>Selain memiliki fungsi utama menggerakkan kipas pendingin mesin agar suhu mesin tetap stabil dan mencegah overheat fan belt juga memiliki fungsi tambahan. Sebab, fan belt ini menghubungkan puli kipas dengan puli penggerak mesin, sehingga komponen ini menggerakkan kipas pendingin mesin.</p>
<p>“Selain itu, fan belt juga menggerakkan beberapa komponen lain yang terkait dengan mesin, seperti alternator yang berfungsi menghasilkan daya listrik untuk mengisi aki, serta pompa air, hingga pompa power steering,” ungkap mekanik senior Bandar Pelumas Motor, Mohammad Fajri, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, di Jalan Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang, Rabu (23/8/2023).</p>
<p>Karena fungsinya yang penting itu, maka jika fan belt putus atau aus akan berdampak serius. Mulai dari arus kelistrikan mobil yang terganggu, hingga mesin mobil overheating dan mogok.</p>
<p>“Karena itu, pemilik mobil wajib mengetahui dan memahami ciri-ciri fan belt yang telah aus atau bermasalah. Caranya cukup mudah, karena ciri-ciri fan belt aus juga gampang dikenali,” papar Fajri.</p>
<figure id="attachment_14002" aria-describedby="caption-attachment-14002" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14002" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Mekanik-Bandar-Pelumas-Motor-Cipondoh-Tangerang-Mohammad-Fajri-dok.Mobilitas-e1692806770299.jpg" alt="" width="700" height="503" /><figcaption id="caption-attachment-14002" class="wp-caption-text">Mekanik Bandar Pelumas Motor, Cipondoh, Tangerang, Mohammad Fajri &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p><strong>Pertama, mendengarkan dengan cermat ada tidaknya bunyi decit saat mobil dijalankan</strong>. Bunyi ini semakin nyaring ketika mobil diajak berakseralasi, yakni dari laju yang pelan-pelan kemudian dipacu dengan menekan pedal gas dalam-dalam.</p>
<p><strong>Kedua, melihat langsung posisi fan belt</strong>. Jika sedikit kendur atau menggantung, sehingga posisinya melorot dari puli dan terlihat tidak tegang saat mesin mobil dinyalakan.</p>
<p><strong>Ketiga, ada retak-retak pada bagian permukaan</strong>. Meski, retak-retak itu terlihat sangat tipis atau retak rambut, hal itu pertanda fan belt sudah mulai aus.</p>
<p><strong>Keempat, tiba-tiba mesin mobil mengalami overheating</strong>. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menggerakkan kipas pendingin mesin, sehingga suhu mesin tidak stabil dan <em>overheating</em>.</p>
<p>“Selain itu jika tiba-tiba perangkat elektronik di mobil mulai redup dayanya. Itu juga tanda-tanda fan belt mulai aus, karena alternator terganggu. Begitu juga saat power steering yang terganggu,” ujar Fajri. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pahami, Ini Fungsi Penting Sekring Mobil</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pahami-ini-fungsi-penting-sekring-mobil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2022 17:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[cara merawat sekring mobil]]></category>
		<category><![CDATA[cek kondisi sekring mobil]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi sekring mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan sekring mobil]]></category>
		<category><![CDATA[komponen mobil]]></category>
		<category><![CDATA[memasang sekring mobil]]></category>
		<category><![CDATA[peran sekring mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sekring]]></category>
		<category><![CDATA[sekring mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=6395</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Kondisi mobil yang prima dengan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Kondisi mobil yang prima dengan beragam fitur berfungsi dengan baik, tak bisa dilepaskan dari sistem kelistrikan yang ada pada kendaraan tersebut. Dan bicara soal kelangsungan sistem setrum yang baik, tentu tidak lepas dari fungsi dan peran penting sekring.</p>
<p>Seperti diungkap spesialis kelistrikan mobil Auto Klinika, Batu Ceper, Tangerang, Iwan Nurachman, sekring mobil adalah komponen utama kelistrikan yang berfungsi untuk mengalirkan daya listrik ke perangkat elektronik di dalam mobil. Komponen ini diperlukan keberadaannya, karena kondisi arus listrik tidak selamanya dalam keadaan normal.</p>
<p>“Pada saat-saat tertentu, kendaraan bisa mengalami kelebihan arus listrik yang beroperasi di dalamnya. Dan sebaliknya. Nah, sekring mobil dapat memotong arus listrik bila terjadi kelebihan muatan arus. Meskipun saat kondisi normal keberadaan sekring tidak akan berpengaruh. Tetapi, sekali lagi, adanya sekring mobil menjadi lebih safety karena sekring mendeteksi arus listrik tidak normal,” papar Iwan, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, Jumat (29/4/2022).</p>
<figure id="attachment_6397" aria-describedby="caption-attachment-6397" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6397" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Sekring-dalam-bentuk-blade-saat-ini-banyak-digunakan-oleh-mobil-mobil-keluaran-terbaru-dok.Amazon.com_-e1651251867684.jpg" alt="" width="700" height="516" /><figcaption id="caption-attachment-6397" class="wp-caption-text">Sekring dalam bentuk blade, saat ini banyak digunakan oleh mobil-mobil keluaran terbaru &#8211; dok.DHGate.com</figcaption></figure>
<p>Dengan fungsi dan perannya yang penting tersebut, maka mobil yang sekringnya tidak berfungsi dengan baik akan berada dalam potensi bahaya. Mobil bisa mengalami kelebihan muatan listrik, sehingga kemungkinan buruknya terjadi hubungan arus pendek dan terbakar, bahkan dapat meledak.</p>
<p>Dalam perjalanan sejarahnya, sekring mobil bentuknya bermacam-macam. Mulai dari cartridge, tabung, hingga blade. Namun, mobil-mobil keluaran terbaru saat ini menggunakan sekring berbentuk blade yakni seperti gigi yang cara menggunakannya ditancapkan pada papan sirkuit di kotak khusus sekring mobil.</p>
<p>Sekring blade dibuat dengan isolator yang beraneka warna. Pemberian warna yang berbeda pada isolator itu untuk membedakan besaran kemampuan daya arus listrik yang bisa dikendalikan oleh masing-masing sekring.</p>
<figure id="attachment_6398" aria-describedby="caption-attachment-6398" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6398" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Ilustrasi-pemasangam-sekring-mobil-dok.Galvin-power.jpg" alt="" width="700" height="409" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Ilustrasi-pemasangam-sekring-mobil-dok.Galvin-power.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Ilustrasi-pemasangam-sekring-mobil-dok.Galvin-power-300x175.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Ilustrasi-pemasangam-sekring-mobil-dok.Galvin-power-150x88.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Ilustrasi-pemasangam-sekring-mobil-dok.Galvin-power-696x407.jpg 696w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-6398" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pemasangam sekring mobil &#8211; dok.Galvin power</figcaption></figure>
<p>Secara umum dari sekring blade yang dibuat pabrikan menggunakan warna cokelat yang menandai sekring yang berdaya 7,5 ampere. Kemudian warna merah 10 ampere, biru 15 ampere, kuning 20 ampere, kuning 20 ampere, putih 25 ampere, hijau 30 ampere, dan orange 45 ampere.</p>
<p>“Untuk memastikan kondisi sekring itu sebaiknya diperiksa secara rutin oleh orang yang memiliki keahlian khusus. Lakukan secara rutin, agar kondisi komponen itu tetap dalam kondisi bagus,” kata Iwan mewanti-wanti.</p>
<p>Ingat bentuk dan tampilan sekring memang sepele, tetapi fungsinya sangat penting. Komponen ini tidak hanya menjadi penunjang kenyamanan mobil, tetapi juga keamanan dan keselamatan di kala berkendara. (Vto/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mary Anderson, Penemu Wiper yang Tak Pernah Menikmati Royalti</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mary-anderson-penemu-wiper-yang-tak-pernah-menikmati-royalti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2021 02:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi wiper]]></category>
		<category><![CDATA[komponen mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Mary Anderson]]></category>
		<category><![CDATA[mengganti wiper]]></category>
		<category><![CDATA[penemu wiper]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan wiper]]></category>
		<category><![CDATA[wiper]]></category>
		<category><![CDATA[wiper mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3963</guid>

					<description><![CDATA[Tennessee, Mobilitas – Saat mengemudi di tengah guyuran...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tennessee, Mobilitas</strong> – Saat mengemudi di tengah guyuran hujan yang lebat, para pengemudi kendaraan bermotor roda empat akan menyadari betapa pentingnya peranti penyapu guyuran air hujan di kaca mobil alias wiper. Namun, hampir mayoritas pemilik dan pengguna mobil di dunia ini yang tahu dan mengerti siapa sebenarnya penemu pertama komponen itu.</p>
<p>Ide pertama (atau penemuan pertama) penciptaan wiper ditemukan oleh seorang wanita berkebangsaan Amerika Serikat, Mary Anderson, secara tak sengaja. Perempuan kelahiran Greene County, Alabama, AS, pada19 Februari 1866 itu mendapatkan ide penciptaan wiper saat dalam perjalanan menuju kota New York.</p>
<p>Dia bersama ibu dan kakak perempuannya tinggal di dekat rumah bibinya sejak ayahnya meninggal (ketika Mary berusia 4 tahun) hingga dia dewasa, pada pertengahan 1903 diminta bibinya pergi ke New York untuk mengambil hak warisan sang bibi.  Kala itu, di Amerika Serikat tengah musim dingin yang ekstrim.</p>
<figure id="attachment_2857" aria-describedby="caption-attachment-2857" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2857" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Fungsi-wiper-mobil-sangat-penting-ketika-berkendara-di-tengah-guyuran-hujan-dok.LiveAbout-e1632032643772.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-2857" class="wp-caption-text">Fungsi wiper mobil sangat penting ketika berkendara di tengah guyuran hujan &#8211; dok.LiveAbout</figcaption></figure>
<p>Tumpahan butiran salju betebaran mengenai benda apapun, termasuk kendaraan bermotor yang ditumpangi Mary. Dia melihat betapa repotnya supir kendaraan tersebut yang harus berkali-kali keluar masuk kendaraan hanya untuk membersihkan salju yang menempel pada kaca depan mobil.</p>
<p>“Tentu, cara itu tak hanya membuat dia kelelahan dan tak konsemntrasi. Tetapi, juga membuang-buang waktu, dan membuat perjalanan seakan semakin lama dan menjemukan,” ujar Maru suatu ketika di tahun 1950, ketika diwawancarai <em>Alabama Daily</em> soal sejarah hidupnya.</p>
<p>Dilecut rasa keprihatinan itulah, akhirnya Mary memncoba berpikir bagaimana mencari solusi atas permasalahan seperti itu. Dia mencoba menggali ide hanyalah untuk mengisi waktu perjalanan yang membosankan.</p>
<figure id="attachment_2858" aria-describedby="caption-attachment-2858" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2858" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Masih-bagus-tidaknya-wiper-bisa-dilihat-dari-kelenturan-karetanya-dan-tidak-berbunyi-mendecit-saat-digunakan-dok.The-Manual-e1632032725823.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-2858" class="wp-caption-text">Wiper kaca mobil &#8211; dok.The Manual</figcaption></figure>
<p><strong>Ditolak dan ditertawakan</strong><br />
Singkat cerita, setelah menyelesaikan urusan yang diamanahkan sang bibi untuk mengambil hak atas harta warisan, Mary pun segera kembali ke kampung halamannya di Alabama. Sesampai di rumah, dia kembali teringat beratnya masalah yang dihadapi para pengemudi mobil di saat musim salju dan musim hujan.</p>
<p>Dia pun beranjak mencari kertas dan pinsil. Mary mulai membuat sketsa sebuah bilah (bisa dari kayu dan logam ringan) yang dimaksudkan sebagai penyapu (wiper) salju atau air di kaca mobil ketika musim dingin atau musim hujan.</p>
<p>Tak lupa,  mekanisme atau cara kerja dari peranti itu[pun diberikan. Meski, dia membuat cara pengoperasian wiper itu dengan cara manual, yakni pengemudi memutar-mutar tuas yang menjadi kendali dari wiper tersebut.</p>
<figure id="attachment_3967" aria-describedby="caption-attachment-3967" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3967" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866.jpg" alt="" width="710" height="485" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866.jpg 710w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-300x205.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-150x102.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-696x475.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-bersama-mobil-pribadinya-dok.Istimewa-e1636340788866-615x420.jpg 615w" sizes="auto, (max-width: 710px) 100vw, 710px" /><figcaption id="caption-attachment-3967" class="wp-caption-text">Mary Anderson bersama mobil pribadinya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Berkali-kali dia melakukan percobaan dan berkali pula gagal. Hingga, akhirnya Mary berhasil mendapatkan sebuah wiper dengan cara kerja yang bagus. Lalu dia membuat lengan wiper dari kayu dengan penghapus kacanya dari karet.</p>
<p>Setelah sketsa rancangan plus penjelasan cara kerja peranti itu dianggap sempurna, pada awal tahun 1904, seperti ditulis laman History, dia mendaftarkan hak paten atas temuannya tersebut, Hak paten pun dikantonginya pada bulan November tahun itu juga.</p>
<p>Berbekal keterangan hak paten itulah, Mary mencoba menjajakan penemuannya itu ke perusahaan pembuat mobil di Amerika Serikat. Tetapi, ternyata pabrikan itu menolaknya dengan alasan peranti seperti itu justeru akan menganggu supir.</p>
<figure id="attachment_3968" aria-describedby="caption-attachment-3968" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3968" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wiper-hasil-rancangan-Mary-Anderson-yang-didaftarkan-hak-patennya-dok.Istimewa-e1636341088987.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-3968" class="wp-caption-text">Wiper hasil rancangan Mary Anderson yang didaftarkan hak patennya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Tak patah arang, Mary pun menawarkan lagi ide wiper karyanya ke perusahaan pembuat komponen di Kanada. Lagi-lagi, perusahaan itu menolaknya dengan alasan yang hampir mirip dengan yang disampaikan produsen mobil, terlalu ribet.</p>
<p>Bahkan, ketika dia mempresentasikan alat itu dan kegunaannya, tak sedikit orang yang menertawakannya. Dia malah dianggap aneh dengan menambah kesibukan seorang supir yang bersusah payah mengendalikan kendaraan.</p>
<p><strong>Tak pernah menikmati royalti</strong><br />
Mary akhirnya berhenti menawarkan temuannya karena tak ada satu pun perusahaan yang tertarik. Hingga setelah 17 tahun, yakni di saat masa berlaku hak patennya habis pada tahun 1920, Mary mempersilahkan siapa saja untuk menggunakan ide itu.</p>
<p>Meski di tahun 1917, seorang perempuan lain bernama Charlotte Bridgewood &#8211; dengan ide dasar yang sama dengan temuan Mary – telah menciptakan wiper yang digerakkan motor. Bahkan di tahun 1922, penemuan Mary diadopsi untuk digunakan pada mobil Cadillac sebagai bagian dari perlengkapan standar pada mobil merek itu.</p>
<p>Hanya, hingga masa tuanya, Mary tak pernah menikmati royalti dari hasil penemuannya. Mary, seperti ditulis <em>The New York Post</em> yang mengulas biografinya, mengaku tak pernah menuntut hal itu.</p>
<figure id="attachment_3969" aria-describedby="caption-attachment-3969" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3969" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="465" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa-300x199.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa-696x462.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mary-Anderson-di-masa-usia-senja-dok.Istimewa-632x420.jpg 632w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3969" class="wp-caption-text">Mary Anderson di masa usia senja &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Bagiku, ide yang pernah aku sampaikan digunakan untuk orang lain yang membawa kebaikan dan keselamatan, sudah menjadikan aku sangat bahagia. Karena itu berguna bagi orang lain, memberikan cara untuk mengemudi secara aman, selamat, dan kenyamanan,” ujar dia.</p>
<p>Ketika seminar hingga jurnal ilmiah bermunculan, tak ada nama Mary. Kalau pun ada hanya disebut di catatan kaki sebagai bagian dari cerita sejarah wiper.</p>
<p>Bahkan hingga dia menghembuskan nafas terakhir pada 27 Juni 1953, di Monteagle, Tennessee, wanita ini tak pernah menikmati royalti. Namanya baru disebut secara resmi pada gelaran National Inventors Hall of Fame pada tahun 2011. (Aa/Berbagai sumber)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
