<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lalu-lintas &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/lalu-lintas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Mar 2023 09:36:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>lalu-lintas &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cegah Kecelakaan, 25 Ribu Titik Rawan di RI Dimasukkan ke Google Maps</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cegah-kecelakaan-25-ribu-titik-rawan-di-ri-dimasukkan-ke-google-maps/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2023 09:12:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi Google Maps]]></category>
		<category><![CDATA[Google Maps]]></category>
		<category><![CDATA[kasus kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[kasus kecelakaan di RI]]></category>
		<category><![CDATA[kerawanan lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Korlantas]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan Google Maps]]></category>
		<category><![CDATA[penringnya Google Maps]]></category>
		<category><![CDATA[potensi kecelakaan di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Titik rawan kecelakaan di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11466</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Para pengguna Google Maps nantinya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Para pengguna Google Maps nantinya diingatkan soal lokasi yang rawan tersebut.</p>
<p>Menurut Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Rivan Achmad Purwantono, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (21/3/2023) petang, pemasukan lokasi titik-titik rawan itu ke Google Maps untuk meminimalkan potensi kecelakaan lalu-lintas.</p>
<p>“Karena sampai dengan tahun 2022 kemarin, ternyata kasus kecelakaan lalu-lintas masih tinggi. Bahkan meningkat. Oleh karena itu, kita ingin mengingatkan para pengguna jalan ketika berkendara soal lokasi titik-titik rawan kecelakaan yang ada di seluruh Indonesia,” papar Rivan.</p>
<p>Menurut dia, para pengguna jalan perlu diberi informasi terkait lokasi sekaligus diingatkan soal kerawannya titrik-titik tersebut, karena dari 25.000 titik rawan itu, 70%-nya menjadi lokasi yang paling sering terjadi kecelakaan. Titik-titik ini berada di seluruh wilayah di Tanah Air.</p>
<p>“Ini perlu kita bahas dengan Google Indonesia agar masuk ke mpas, karena saat ini para pengguna jalan ketika menuju suatu lokasi tertentu sering menggunakan Google Maps. Atau bahkan, petunjuk lokasi atau peta lokasi ini sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia,” jelas Rivan.</p>
<figure id="attachment_11474" aria-describedby="caption-attachment-11474" style="width: 1138px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11474" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615.webp" alt="" width="1138" height="807" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615.webp 1138w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615-300x213.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615-1024x726.webp 1024w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615-768x545.webp 768w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615-150x106.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615-696x494.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615-1068x757.webp 1068w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615-592x420.webp 592w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Google-Maps-dok.Allconnect.com_-e1679477681615-100x70.webp 100w" sizes="(max-width: 1138px) 100vw, 1138px" /><figcaption id="caption-attachment-11474" class="wp-caption-text">Google Maps &#8211; dok.Allconnect.com</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pendidikan Masyarakat Direktorat Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Kombes Pol. Arman Achdiat yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (21/3/2023) menyebut, ada penyebab masih maraknya kasus kecelakaan di Tanah Air.</p>
<p>“Dari ketiganya ini mayoritas karena human error. Kemudian karena faktor kondisi alam atau lingkungan yang menyebab seseorang gagal atau tidak mampu mengendalikan kendaraan, dan lainnya karena faktor teknis kendaraan,” papar dia.</p>
<p>Faktor human error, kata Arman, umumnya dikarenakan pengguna kendaraan melanggar aturan lalu-lintas seperti mengabaikan rambu, menggunakan ponsel saat berkendara, melaju melampaui batas kecelakaan, hingga gagal memahami kondisi kendaraan.</p>
<p>“Dan yang tidak kalah banyaknya adalah, penguasaan medan atau yang tidak memahami kondisi alam. Makanya di jalur-jalur yang rawan kecelakaan atau titik rawan kita selalu ingatkan soal kerawanan itu,” papar Arman.</p>
<p>Meski mengaku tidak hafal data yang terbaru, namun Arman mengatakan di 2022 lalu, dari Januari –September terjadi 94.617 kecelakaan lalu-lintas di Indonesia. Jumlah ini meningkat 34,6% dibanding periode sama di 2021.</p>
<p>Dari kasus tersebut, 19.054 orang meregang nyawa. Jumlah korban meninggal itu bertambah 683 orang dibanding 2021. (Hen/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Resep Jokowi Genjot Industri Otomotif plus Atasi Macet</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-resep-jokowi-genjot-industri-otomotif-plus-atasi-macet/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2023 05:17:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[industri motor]]></category>
		<category><![CDATA[industri otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[kemacetan Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=10915</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kemacetan lalu-lintas di kota-kota besar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kemacetan lalu-lintas di kota-kota besar Tanah Air telah memantik perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>
<p>Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengungkapkan rasa keprihatinannya. Tak terkecuali di tengah hajatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, yang notabene pameran produk baru sekaligus penjualan kendaraan bermotor itu.</p>
<p>Menurut Jokowi, kemacetan itu terjadi sejalan dengan peningkatan penjualan mobil. Sehingga populasi mobil di masyarakat dan yang berlalu-lalang di jalanan pun bertambah banyak.</p>
<p>Itu tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tetapi juga di kota-kota lain seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Medan.</p>
<p>&#8220;Tahun 2022 kemarin tumbuh 18%, meningkat dari tahun sebelumnya. Penjualan mobil tahun 2022 tercatat 1.048.000 unit mobil dan juga sepeda motor mengalami pertumbuhan peningkatan 3,3% meningkat di angka 5.221.000 unit di tahun 2022,&#8221; kata Presiden Jokowi saat membuka hajatan IIMS 2023, di JiExpo, Kemayoran, Jakarta.</p>
<figure id="attachment_3356" aria-describedby="caption-attachment-3356" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3356" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Presiden-Joko-Widodo-saat-mencoba-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Istimewa-e1634259854466.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-3356" class="wp-caption-text">Presiden Joko Widodo saat mencoba sepeda motor listrik Gesits &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Tetapi, presiden tak hanya mengungkap sisi negatif dari pertambahan jumlah kendaraan atau penjualan unitnya saja. Mantan Wali Kota Solo itu juga menyebut berkah dari larisnya penjualan produk, yakni semakin menggeliatnya industri otomotif nasional.</p>
<p>Lebih dari itu, Jokowi juga memberi solusi yang bersifat win-win solution, agar industri terus semakin berkembang, tetapi lalu-lintas tidak tambah macet. Caranya, industri memperbanyak dan memperluas eskpor produk mereka.</p>
<p>“Oleh sebab itu, industri otomotif kita akan terus kita dorong untuk masuk ke pasar-pasar ekspor. Ke pasar-pasar ekspor agar nilai tambahnya juga lebih, devisa juga bisa masuk,” kata dia seperti dilaporkan kontributor <em>Mobilitas</em>.</p>
<p>Pada saat yang bersamaan, masyarakat juga mau beralih ke transportasi massal seperti bus, LRT, MRT dan sebagainya. “Sehingga yang namanya MRT, LRT, kereta api, kereta api cepat, itu menjadi sebuah keharusan bagi kota-kota besar untuk agar moda transportasi itu terintegrasi di dalam kota maupun dari kota ke kota. Jadi orang tidak cenderung ke mobil pribadi,” imbuh Jokowi. (Emi/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ganjil-genap di Tol Selama Nataru, Hanya Opsi Situasional</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ganjil-genap-di-tol-selama-nataru-hanya-opsi-situasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2021 03:47:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Pengatrur Jalan Tol]]></category>
		<category><![CDATA[ganjil-genap di tol]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol Trans Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[libur Natal dan Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[pemudik Nataru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4581</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kebijakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kebijakan pengaturan lalu-lintas di sejumlah ruas jalan tol melalui penerapan aturan pelat nomor ganjil-genap selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) bukanlah aturan yang pasti diberlakukan. Namun, cara itu hanya bersifat opsi yang bisa diberlakukan tergantung situasi lalu-lintas yang ada alias situasional.</p>
<p>“Jadi, sekali lagi ini (aturan ganjil-genap) bukan aturan yang pasti diberlakukan, melainkan salah satu opsi yang bisa diberlakukan jika situasi dan kondisi lalu-lintas mengharuskan ada pengelolaan melalui rekayasa, untuk mengurangi kepadatan atau kemacetan. Jadi, ini opsional yang bersifat tergantung situasi yang ada atau situasional,” papar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (21/12/2021).</p>
<p>Bahkan, lanjut Budi, Kemenhub juga merekomendasikan sejumlah opsi manajemen rekayasa lalu lintas yakni mulai dari penerapan contraflow, one way (satu arah), hingga penerapan pelat nomor ganjil genap.</p>
<figure id="attachment_4583" aria-describedby="caption-attachment-4583" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4583" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-mengemudi-di-jalan-tol-dok.Istimewa-e1640144745440.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-4583" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mengemudi di jalan tol &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Opsi ini kita berikan untuk diberlakukan baik itu di jalan tol maupun jalan non-tol. Namun, sekali lagi, opsi-opsi itu bisa dilakukan sepanjang ada penilaian dari kepolisian berdasar kondisi di lapangan,” kata dia.</p>
<p>Pemerhati transportasi nasional yang juga mantan Kepala Sub Direktorat Penegakkan Hukum Dirlantas Polda Metro Jaya, Budiyanto, menilai penetapan aturan ganjil-genap di jalan tol sebagai opsi yang bersifat situasional itu sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, dalam kondisi liburan yang volume arus lalu-lintasnya meningkat, penerapan kebijakan seperti itu secara tetap justeru akan membawa persoalan baru.</p>
<p>“Karena dengan arus yang padat, dan kemudian petugas harus memilah mana yang ganjil atau genap sesuai tanggal, begitu pula dengan pengguna kendaraan yang sudah terlanjur akan masuk ke pintu tol akan menimbulkan keruwetan. Sementara, di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang, manajemen lalu-lintas ini bertujuan bukan hanya demi kelancaran lalu-lintas kan? Tetapi juga untuk mengurangi kerumunan,” papar dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (21/12/2021).</p>
<figure id="attachment_4312" aria-describedby="caption-attachment-4312" style="width: 670px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4312" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-mengemudi-di-jalan-tol-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="670" height="481" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-mengemudi-di-jalan-tol-dok.Motoris.id_.jpg 670w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-mengemudi-di-jalan-tol-dok.Motoris.id_-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-mengemudi-di-jalan-tol-dok.Motoris.id_-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-mengemudi-di-jalan-tol-dok.Motoris.id_-585x420.jpg 585w" sizes="auto, (max-width: 670px) 100vw, 670px" /><figcaption id="caption-attachment-4312" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mengemudi di jalan tol &#8211; dok.Motoris.id</figcaption></figure>
<p>Sementara, jika bersifat situasional, maka akan lebih fleksibel, Selain itu, petugas akan dengan mudah memilih kapan opsi-opsi yang ada untuk mengendalikan kondisi arus lalu-lintas dipilih dan diberlakukan.</p>
<p>Sebelumnya, Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, menyebut berdasar survei dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub diketahui ada 7% dari jumlah penduduk atau sekitar 11 juta orang akan melakukan perjalanan selama libur Nataru. Dari jumlah itu 2,8 juta orang berasal dari wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-dan Bekasi (Jabodetabek).</p>
<figure id="attachment_4380" aria-describedby="caption-attachment-4380" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4380" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-lalu-lintas-jalan-tol-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="700" height="484" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-lalu-lintas-jalan-tol-dok.Motoris.id_.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-lalu-lintas-jalan-tol-dok.Motoris.id_-300x207.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-lalu-lintas-jalan-tol-dok.Motoris.id_-150x104.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-lalu-lintas-jalan-tol-dok.Motoris.id_-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-lalu-lintas-jalan-tol-dok.Motoris.id_-696x481.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-lalu-lintas-jalan-tol-dok.Motoris.id_-607x420.jpg 607w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-lalu-lintas-jalan-tol-dok.Motoris.id_-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-4380" class="wp-caption-text">Ilustrasi lalu-lintas jalan tol &#8211; dok.Motoris.id</figcaption></figure>
<p>Dan sebagian besar dari jumlah pemudik potensial dari Jabodetabek tersebut melakukan perjalanan darat. “Sehingga, ini tentu harus kita antisipasi bersama mengingat pandemi Covid-19 masih bersama kita,&#8221; ujar Adita. (Din/Jap/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentalitas Buruk, Akar Penyebab Kecelakaan Lalu-lintas di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mentalitas-buruk-akar-penyebab-kecelakaan-lalu-lintas-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2021 08:30:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[faktor human error]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan di jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[korban kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[vanessa Angel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3939</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kecelakaan lalu-lintas di Indonesia yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kecelakaan lalu-lintas di Indonesia yang hingga kini masih marak, terus menjadi perhatian dan keprihatinan publik di Tanah Air. Dari peristiwa itu, tak sedikit yang berujung pada hilangnya nyawa korban, dan sebagian luka berat maupun ringan.</p>
<p>Bahkan kasus terbaru, yakni pada hari Kamis (4/11/2021) guru besar Universitas Gajah Mada (UGM) I Gede Suparta Budisatria meninggal karena kecelakaan di ruas Jalan Tol Cipali KM 113 dan pasangan selebriti Vanessa Angel dan Febri Ardiansyah juga meninggal setelah mobil yang ditumpanginya menabrak pembatas jalan di ruas Tol Jombang KM 672.</p>
<p>Pemerhati masalah transportasi yang juga mantan Kepala Subdirektorat Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Budiyanto, yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (6/11/2021) menduga kasus kecelakaan yang merenggut jiwa pasangan Vanessa – Febri diduga kuat karena <em>human error</em>.</p>
<figure id="attachment_3941" aria-describedby="caption-attachment-3941" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3941" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Kecelakaan-mobil-yang-ditumpangi-Vanessa-Angel-dan-suaminya-di-Tol-Jombang-Jawa-Timur-dok.Facebook-e1636186839421.jpg" alt="" width="700" height="517" /><figcaption id="caption-attachment-3941" class="wp-caption-text">Kecelakaan mobil yang ditumpangi Vanessa Angel dan suaminya di Tol Jombang, Jawa Timur pada kamis, 4 November 2021 &#8211; dok.Facebook</figcaption></figure>
<p>“Bukan mendahului hasil penyelidikan pihak yang berwenang. Namun, dari keterangan awal yang digali oleh petugas di lapangan. Termasuk dari olah kejadian di TKP (tempat kejadian perkara) yang disebut tidak ada bekas-bekas mobil direm, patut diduga atau dugaan sementara, kecelakaan dikarenakan <em>human error</em> yakni supir mengantuk,” papar Budiyanto.</p>
<p>Menurut dia, aspek keteledoran atau kealpaan manusia sebagai penyebab kecelakaan lalu-lintas di Tanah Air bukanlah terjadi akhir-akhir ini, tetapi sudah sejak lama. Bahkan, dari jumlah kasus kecelakaan yang terjadi &#8211; baik di jalan tol maupun jalan non tol – selama ini, sekitar 80% lebih dikarenakan <em>human error</em>.</p>
<p>“Bentuk <em>human error</em> ini bermacam-macam, mulai dari mengantuk, pengaruh alkohol atau obat-obatan dan narkotika, melanggar rambu, melampaui batas kecepatan, beralih jalur dengan tidak semestinya, menggunakan ponsel, melanggar marka, menerabas lampu merah, hingga mekawan arus, dan lain-lain. Intinya, semua itu berawal dari pelanggaran dari ketentuan yang ditetapkan,” kata Budi.</p>
<figure id="attachment_360" aria-describedby="caption-attachment-360" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-360" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-truk-dan-mobil-dok.TMC-Polda-Metro-Jaya-e1619350778912.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-360" class="wp-caption-text">Kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan truk dan mobil &#8211; dok.TMC Polda Metro Jaya</figcaption></figure>
<p>Pernyataan serupa diungkapkan Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno. Pria yang juga pengajar di Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, itu menyodorkan data dari Korps Lalu Lintas Kepolisan Negara Republik Indonesia (Korlantas).</p>
<p>“Data itu menunjukkan, dalam satu jam, satu hingga tiga orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dalam sehari sekitar 80 orang tewas seketika di jalan raya. Korban terbanyak pesepeda motor yaitu sekitar 75%,” kata dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em> dari Jakarta, Sabtu (6/11/2021).</p>
<figure id="attachment_3462" aria-describedby="caption-attachment-3462" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3462" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-sepeda-motor-korbannya-terbanyak-orang-muda-pada-usia-masa-produktif-dok.Istimewa-e1634616375505.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-3462" class="wp-caption-text">Kecelakaan lalu-lintas di Indonesia banyak melibatkan sepeda motor dengan korban berusia muda atau dalam usia masa produktif &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p><strong>Mentalitas buruk</strong><br />
Seperti halnya Budiyanto, Djoko menyebut secara umum, faktor kealpaan manusia atau <em>human error</em> sebagai penyebab yang mayoritas, selain faktor teknis baik infrsatruktur jalan maupun kendaraan. Sementara, akar dari <em>human error</em> adalah mentalitas buruk yang ada di masyarakat.</p>
<p>“Pelanggaran terhadap aturan dianggap lumrah, karena berawal dari hal-hal yang kecil. Misalnya, memarkir kendaraan di tikungan atau belokan yang dianggap sebagai sesuai yang baiasa. Melawan arus, lempaui kecepatan. Sehingga, lama kelamaan masyarakat permisif terhadap perilaku yang melanggar akhirnya menjadi semacam budaya,” ujar Djoko.</p>
<p>Budiyanto mengamini pernyataan Djoko. Bahkan dia menyebut karena mentalitas yang buruk itu pula, akhirnya muncul perilaku egois di jalanan (baik di jalan tol maupun jalan biasa), dan juga dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.</p>
<figure id="attachment_3942" aria-describedby="caption-attachment-3942" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3942" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Kebiasaan-buruk-yang-juga-melanggar-aturan-adalah-menyetir-sambil-menggunakan-ponsel-dok.eDriving-e1636187006585.jpg" alt="" width="700" height="510" /><figcaption id="caption-attachment-3942" class="wp-caption-text">Kebiasaan buruk yang kerap terjadi tetapi dianggap biasa adalah menyetir sambil menggunakan ponsel. Padahal, kegiatan seperti itu melanggar aturan &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Pengguna mobil karena merasa “superior” karena mobilnya kelas atas dengan seenaknya bermanuver mematong laju kendaraan lain dengan kecepatan tinggi di tol. Mereka seolah tak pernah memikirkan dampak risiko fatal bagi orang lain alais tak peduli dengan orang lain.</p>
<p>“Kebanyakan pengguna kendaraan akan berlaku tertib ketika ada petugas. Ini contoh lain dari tidak baiknya mentalitas tersebut,” ucap Budi.</p>
<p>Dia mengutip data kecelakaan lalu lintas tahun 2015 sampai dengan tahun 2020, yang dihimpun Korlantas Polri. Data itu menyebut selama rentang waktu itu terdapat 528.058 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 164.093 orang.</p>
<figure id="attachment_3944" aria-describedby="caption-attachment-3944" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3944" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Memacu-mobil-dengan-kecepatan-yang-melebihi-batas-sesuai-ketentuan-sering-terjadi-di-jalan-tol-dok.Istimewa-via-Mackay-News-e1636187404413.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-3944" class="wp-caption-text">Memacu mobil dengan kecepatan yang melebihi batas sesuai ketentuan sering terjadi di jalan tol &#8211; dok.Istimewa via Mackay News</figcaption></figure>
<p>“Dari pengakuan orang-orang yang terlibat kecelakaan, hasuil penyelidikan, maupun keterangan saksi 80% kecelakaan itu dikarenakan faktor manusia. Selebihnya faktor lain,” imbuh Budi. (Din/Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Cara Menyalip Kendaraan Lain yang Benar dan Aman</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/begini-cara-menyalip-kendaraan-lain-yang-benar-dan-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2021 04:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara aman]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara nyaman]]></category>
		<category><![CDATA[cara menyalip]]></category>
		<category><![CDATA[cara menyalip kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[etika berkendara]]></category>
		<category><![CDATA[etika mendahului kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[etika menyalip kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[etika menyalip yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[lalu-lintas]]></category>
		<category><![CDATA[menyalip kendaraan lain secara aman]]></category>
		<category><![CDATA[menyalip mobil secara benar]]></category>
		<category><![CDATA[menyalip truk]]></category>
		<category><![CDATA[tips mendahului kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips menyalip mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=1480</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Ada kalanya dalam perjalanan dengan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Ada kalanya dalam perjalanan dengan mobil, kita harus atau mau tidak mau harus menyalip atau mendahului kendaraan lain yang tengah berada di depan kendaraan kita. Mungkin menyalip kendaraan kecil seperti sepeda motor, lebih mudah.</p>
<p>Namun, untuk menyalip kendaraan yang lebih besar seperti mobil atau truk, tentu dibutuhkan kehati-hatian dan kecermatan. Terlebih jika laju kendaraan sama-sama di tingkat yang tinggi.</p>
<p>Sebab, jika perhitungan meleset maka risiko fatal bisa terjadi. Dan hal itu tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain. Ada beberapa hal yang harus dipastikan ketika menyalip kendaraan lain di jalan supaya dapat berlangsung aman dan terhindar dari kecelakaan.</p>
<figure id="attachment_1482" aria-describedby="caption-attachment-1482" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1482" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Menyalip-kendaraan-yang-tidak-aman-dok.Autocar-India-e1623560221585.jpg" alt="" width="700" height="496" /><figcaption id="caption-attachment-1482" class="wp-caption-text">Menyalip kendaraan yang tidak aman &#8211; dok.Autocar India</figcaption></figure>
<p>&#8220;Salah satunya memastikan mobil A mampu dengan melakukan servis berkala,” papar Aftersales Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000, dalam keterangan resmi belum lama ini.</p>
<p>Imansyah juga memberikan tips untuk menyalip kendaraan dengan aman:<br />
<strong>Pertama, pastikan memang perlu</strong><br />
Faktor terpenting dari menggunakan sarana umum seperti jalan raya adalah keselamatan bersama. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang tidak perlu, seperti perlukah mendahului jika tidak terburu-buru?</p>
<p>Jaga emosi dan tetap waspada, hindari keinginan adu nyali dengan pengendara lain hanya karena tidak rela mobilnya dilewati yang justru akan memicu masalah</p>
<p><strong>Kedua, pastikan memang boleh</strong><br />
Ada alasan mengapa dipasang rambu dan marka jalan, salah satunya terkait kondisi jalan. Seperti marka jalan tidak terputus di tikungan atau jembatan yang menandakan kamu dilarang mendahului atau pindah lajur akibat kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Atau rambu dilarang mendahului ketika melewati area perbukitan. Pastikan mematuhi aturan tersebut sebelum memutuskan untuk melewati kendaraan di depan.</p>
<p><strong>Ketiga, pastikan kondisi aman</strong><br />
Manfaatkan kaca spion samping dan dalam mobil guna memantau kondisi jalan di belakang sebelum menyalip. Apakah ada kendaraan lain di belakang yang mau ikut menyalip? Atau jika di jalan tol, adakah kendaraan lain di lajur kanan melaju dengan kecepatan tinggi?</p>
<figure id="attachment_1483" aria-describedby="caption-attachment-1483" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1483" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Ancang-ancang-kan-menyalip-kendaraan-lain-harus-dilakukan-secara-cermat-dok.Dreamstime.com_-e1623560408854.jpg" alt="" width="700" height="489" /><figcaption id="caption-attachment-1483" class="wp-caption-text">Ancang-ancang yang tepat sangat diperlukan sebelum menyalip kendaraan di depan- dok.Dreamstime.com</figcaption></figure>
<p>Begitu juga dari arah berlawanan untuk jalan dua arah, pastikan tidak ada kendaraan lain dan kamu memiliki ruang yang cukup untuk kembali ke lajur kiri.</p>
<p><strong>Keempat, pastikan lancar</strong><br />
Meski, ssituasi dan kondisi sudah memungkinkan, bukan berarti boleh mendahului seenaknya. Jika kosong dan aman, silakan lewati kendaraan di depan.</p>
<p>Jangan lupa nyalakan lampu sein sebagai informasi kepada pengendara lain dan turunkan posisi gigi mobil supaya mendapatkan tenaga yang memadai. Untuk mobil otomatis, bisa menempatkan tuas transmisi di gigi lebih rendah, lakukan kickdown, atau mematikan menu overdrive.</p>
<p>Tambah kecepatan dengan mulus dan lakukan manuver secara halus. Hindari gerakan agresif yang membahayakan atau memicu emosi pihak lain. Tidak perlu membunyikan klakson yang justru akan mengganggu sesama pengguna jalan.</p>
<figure id="attachment_1481" aria-describedby="caption-attachment-1481" style="width: 699px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1481" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Mobil-menyalip-kendaraan-lain-dok.RAC_-e1623560065889.jpg" alt="" width="699" height="490" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Mobil-menyalip-kendaraan-lain-dok.RAC_-e1623560065889.jpg 699w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Mobil-menyalip-kendaraan-lain-dok.RAC_-e1623560065889-300x210.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Mobil-menyalip-kendaraan-lain-dok.RAC_-e1623560065889-150x105.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Mobil-menyalip-kendaraan-lain-dok.RAC_-e1623560065889-696x488.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Mobil-menyalip-kendaraan-lain-dok.RAC_-e1623560065889-599x420.jpg 599w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Mobil-menyalip-kendaraan-lain-dok.RAC_-e1623560065889-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 699px) 100vw, 699px" /><figcaption id="caption-attachment-1481" class="wp-caption-text">Mobil menyalip kendaraan lain &#8211; dok.RAC</figcaption></figure>
<p>Saat kembali ke lajur, pastikan ada ruang yang cukup dan jangan terlalu dekat mobil yang disalip karena bisa mengganggu konsentrasi dan menyebabkan kecelakaan kalau ada kondisi darurat.</p>
<p><strong>Kelima, pastikan mobil kita mampu</strong><br />
Performa mobil menentukan keaandalannya saat dipakai menyalip kendaraan lain. Jika mobil kamu bermuatan penuh pasti lebih sulit waktu mendahului.</p>
<p>Dari faktor eksternal, kondisi lingkungan juga mempengaruhi, seperti saat hujan maka kinerja kendaraan tidak dapat dimaksimalkan karena berisiko celaka.</p>
<figure id="attachment_1485" aria-describedby="caption-attachment-1485" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1485" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Selian-perhitungan-jarak-yang-tepat-dan-kondisi-aman-kondisi-kendaraan-juga-wajib-dipertimbangkan-saat-akan-menyalip-dok.RAC_-e1623561036810.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-1485" class="wp-caption-text">Selain perhitungan jarak yang tepat dan kondisi aman, kondisi kendaraan juga wajib dipertimbangkan saat akan menyalip- dok.RAC</figcaption></figure>
<p>Atau di malam hari yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi dalam mengemudi. (Sug/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
