<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lebaran 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/lebaran-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Mar 2025 07:28:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Lebaran 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mudik Lebaran Waspadai Potensi Pecah Ban Mobil, Rifat: Lakukan Ini Jika Mengalami</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mudik-lebaran-waspadai-potensi-pecah-ban-mobil-rifat-lakukan-ini-jika-mengalami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 04:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[ban mobil pecah]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2025]]></category>
		<category><![CDATA[mengtasi mobil yang pecah ban]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsubishi Motors Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mudik lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[PT MMKSI]]></category>
		<category><![CDATA[Rifat Sungkar]]></category>
		<category><![CDATA[tips cegah mobil pecah ban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23687</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pecah ban yang terjadi saat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pecah ban yang terjadi saat melaju sangat membahayakan keselamatan diri sendiri dan kendaraan lain yang juga tengah berada di jalan yang sama. Terlebih, jika mobil melaju kencang dan pengemudi melakukan reaksi yang tidak tepat.</p>
<p>Pereli kondang yang juga Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, yang ditemui <em>Mobilitas</em> di sela acara Berbuka Puasa Bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot) di Jakarta, Rabu (26/3/2025) menyebut sedikitnya ada lima penyebab ban mobil pecah.</p>
<p>“Dan sebenarnya lima penyebab pecah ban bisa dicegah tau diantisipasi agar tidak terjadi. Tentunya, itu kalau kita tahu apa saja yang menjadi penyebab utama ban mobil pecah saat mobil melaju di jalanan,” kata Rifat.</p>
<p>Penyebab pertama, karena kondisi jalan. Pemukaan jalan yang rusak dan berlubang, atau kasar dapat menyebabkan ban mengalami tekanan yang berlebihan sehingga pecah. Kedua, karena obyek tajam seperti kaca, besi, batu yang runcing sehingga ketika mobil melaju kencang dan ban menghantamnya menjadi pecah.</p>
<p>Ketiga, karena tekanan angin ban yang kurang atau berlebihan. Terkanan angin ban yang melebihi batas maksimal yang ada juga bisa menjadi pemicu pecahnya bam.</p>
<p>Apalagi jika mobil mengangkut beban yang berlebihan, seperti saat mudik lebaran misalnya. Bobot yang disangga ban melebihi kapasitas kemmpuannya.</p>
<figure id="attachment_4475" aria-describedby="caption-attachment-4475" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Rifat-Sungkar-Brand-Ambassador-Mitsubishi-Indonesia-dok.Istimewa-e1639538015576.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4475" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Rifat-Sungkar-Brand-Ambassador-Mitsubishi-Indonesia-dok.Istimewa-e1639538015576.jpg" alt="" width="700" height="499" /></a><figcaption id="caption-attachment-4475" class="wp-caption-text">Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Sehingga, ketika mobil dipacu dan bergesekan dengan permukaan jalan menjadi pecah. Begitu pula sebaliknya, tekanan angin ban yang kurang, karena beban yang disangga berat dan permukaan ban yang bersentuhan dengan jalan lebih lebar karena ban yang kurng angin akan melebar. Ini juga bisa memicu ban pecah,’ jelas Rifat.</p>
<p>Keempat, cara mengemudi yang tidak melihat situasi dan kondisi jalan. Menggeber mobil dengn kencang di jalanan rusak sangat berisiko terjadinya pecah ban.</p>
<p>Kelima, karena pelek mobil yang bengkok dn menyebabkan ban mengalami tekanan yang tidak merata. Begitu pun sistem suspensi mobil yang bermasalah.</p>
<p>Lantas, apa yang harus dilakukan jika mobil mengalami pecah ban ketika melaju kencang? Rifat menyrankan agar tidak panik dan turunkan kaki dari pedal gas secara perlahan, hindari melakukan pengereman secara tiba-tiba dan terlalu dalam.</p>
<p>‘’Arahkan setir ke arah sebalikya dari posisi dimana ban yang pecah itu berada. Jangan mengarahkan setir searah dengan posisi ban yang pecah berada. Setelah mobil bisa dikendalikan, perlahan-lahan area jalan yang kosong. Setelah itu ban dengan ban cadangan yang ada,” tandas Rifat. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mudik Lebaran: Awas Bahaya Microsleep Mengancam, Begini Cara Mencegahnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mudik-lebaran-awas-bahaya-microsleep-mengancam-begini-cara-mencegahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 02:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya mengantuk saat mengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya microsleep]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan akibat microsleep]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2025]]></category>
		<category><![CDATA[microsleep]]></category>
		<category><![CDATA[mudik lebaran 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23576</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Mengantuk dan tertidur sesaat (microsleep)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Mengantuk dan tertidur sesaat (<em>microsleep</em>) merupakan salah satu penyebab kecelakaan lalu-lintas terbanyak di Indonesia. Maklum, kendati kondisi seseorang tertidur sesaat (<em>microsleep</em>) itu terjadi hanya dalam hitungan detik namun akibatnya sangat fatal.</p>
<p>“Dari kasus-kasus kecelakaan maut yang diinvestigasi oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menunjukkan kejadian yang dikibatkan oleh <em>microsleep</em> ini cukup dominan. Ini termasuk faktor human error. Data memperlihatkan kecelakaan maut yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir 35 persen lebih dikarenakan pengemudi mengalami microsleep,” papar investigator senior KNKT, Achmad Wildan, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (22/3/2025).</p>
<p>Wildan menjelaskan dari penelusuran lebih lanjut diketahui, pengemudi kendaraan mengalamu fenomena terlelap sesaat itu dikarenakan kelelahan dan kurang tidur. Oleh karena itu, menjaga kebugaran fisik dan menyiapkan diri dengan tidur yang cukup serta berkualitas menjadi kunci untuk menghindari fenomena itu terjadi.</p>
<p>“Apalagi saat mudik lebaran ini harus mengemudi di perjalanan panjang menempuh jarak yang jauh. Siapkan diri dengan baik,” kata Wildan.</p>
<p>Sementara itu, dokter Fachrudin Amri yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (22/3/2025) menyarankan agar tidur minimal 7 – 8 jam sebelum mengemudi dalam perjalanan mudik lebaran. “Karena tidur merupakan cara terbaik untuk membuat tubuh tetap bugar dan menghindarkan diri mengantkr saat berkendara,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_17501" aria-describedby="caption-attachment-17501" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Konsumsi-banyak-sayuran-dan-buah-segar-selain-beristirahat-yang-cukup-merupakan-cara-mencegah-mengalami-microsleep-dok.Istimewa-e1712040876396.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-17501" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Konsumsi-banyak-sayuran-dan-buah-segar-selain-beristirahat-yang-cukup-merupakan-cara-mencegah-mengalami-microsleep-dok.Istimewa-e1712040876396.jpg" alt="" width="700" height="484" /></a><figcaption id="caption-attachment-17501" class="wp-caption-text">Konsumsi sayuran dan buah segar selain beristirahat yang cukup merupakan cara mencegah mengalami microsleep &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kedua, konsumsi makanan sehat yang banyak mengandung serat. Jangan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan berminyak jenus seperti gorengan.</p>
<p>“Jika berkendara malam hari atau tidak dalam kondisi puasa, minumlah air putih yang banyak. Karena kekurangan cairan memicu tubuh melemh dan fungsi organ-organ tubuh yang vital menurun. Kondisi seperti itu memicu kelelahan dan mengantuk,” tandas Fachrudin.</p>
<p>Ketiga, beristirahatlah jika setelah beberapa jam. Hal ini untuk menjaga agar tidak mengalami kejenuhan yang memicu terjadinya rasa kantuk.</p>
<p>“Beristirahatlah di rest area. Tidak hrus lama cukup 20 – 30 menit sudah cukup. Dengan istirhat, maka fungsi syaraf sensorik dan motorik tetap terjaga dalam kondisi fit 100 persen,” jelas Fachrudin.</p>
<p>Keempat, upayakan ada teman untuk mengobrol selama dalam perjalanan. Minimal, ada suara musik yang energik yang Anda sukai agar terhindar dari kejenuhan di tengah perjalanan. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mudik Lebaran Pakai Mobil Pribadi? Jangan Kelebihan Muatan, Ini Bahayanya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mudik-lebaran-pakai-mobil-pribadi-jangan-kelebihan-muatan-ini-bahayanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2025 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya mobil kelebihan muatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2025]]></category>
		<category><![CDATA[mudik aman dengan mobil nyaman]]></category>
		<category><![CDATA[tips mudi aman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23494</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kebiasaan masyarakat saat mudik ke...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kebiasaan masyarakat saat mudik ke kampung halaman dengan menggunakan mobil pribadi adalah tidak hanya mengisi mobil dengan penumpang hingga batas maksimal, namun juga membawa barang sebanyak-banyaknya. Sehingga mobil overload, padahal hal itu mengundang bahaya.</p>
<p>Seperti diungkap instruktur senior Java Dwipa Denfensive Center, Poengki Eko Harianto, mobil yang membw beban melebihi btas kapasitasnya menjadi tidak stabil ketika dikendarai.</p>
<p>“Karena mobil dirancang memiliki kestabilan meski di jalan miring, lintasan dengan sudut tanjakan tertentu dan sebagainya dengan menghitung batas-batas bobot mobil itu sendiri plus dengan muatannya. Tetapi, batas bobot muatan itu ada batas maksimalnya agar mobil benar-benar stabil,” papar Poengki saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (18/3/2025).</p>
<p>Sehingga, jika mobil membawa beban melebihi kapasitas alias overload dan tidak stabil maka mobil akan mudah sekali limbun, sebab daya cengkeram ban berkurang. Dan dalam kondisi seperti itu, jika pengemudi melakukan manuver secara tiba-tiba, misalnya menghindari lubang atau melakukan pengereman mendadak, mobil sangat berpotensi terguling bahkan terbalik.</p>
<figure id="attachment_23497" aria-describedby="caption-attachment-23497" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/03/Barang-bawaan-yang-dimuat-dalam-roof-box-mobil-dok.Istimewa-via-Carsguide-e1742284928875.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-23497" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/03/Barang-bawaan-yang-dimuat-dalam-roof-box-mobil-dok.Istimewa-via-Carsguide-e1742284928875.jpg" alt="" width="700" height="504" /></a><figcaption id="caption-attachment-23497" class="wp-caption-text">Barang bawaan yang dimuat dalam roof box mobil &#8211; dok.Istimewa via Carsguide</figcaption></figure>
<p>“Setidaknya, ketika mobil diajak bermanuver bisa mengalami guncangan hebat yang membahayakan diri sendiri maupun kendaraan lain yang kebetulan di jalan yang sama. MObil limbung dan arah lajunya meleceng. Karena itu, hindari manuver mobil secara mendadak karena gaya inersia yang semakin besar,” jelas Poengki.</p>
<p>Melihat potensi bahaya seperti itu, jika memang terpaksa harus mengangkut beban yang banyak hingga batas maksimal, sebaiknya tidak memacu mobil dengan kencang. Tetapi, tandas Poengki, yang jauh lebih penting adalah menghindari memuat beban yang melebih batas kapasitas.</p>
<p>“Bahkan meskipun mobil dipasangi roof box atau roof rack sekali pun. Jangan memuat beban yang melebih batas, pastikan beban bawaan masih normal. Lihat batas kapasitas angkut mobil di petunjuk yang ada,” papar Poengki. (Swe/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelelahan Picu Kecelakaan, Ini Tips Mengemudi Aman Saat Mudik Lebaran</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kelelahan-picu-kecelakaan-ini-tips-mengemudi-aman-saat-mudik-lebaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 04:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengemudi aman]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2025]]></category>
		<category><![CDATA[tips man mengemudi saat mudik lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengatasi mengantur saat mengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengemudi jarak jauh]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengemudi mn mudik lebran 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23458</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski infrastruktur jalan saat ini...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski infrastruktur jalan saat ini telah relatif lebih baik dibanding beberapa tahun lalu, namun dalam mewujudkan berkendara yang aman dan nyaman kesehatan fisik dan mental saat mengemudi sangat menentukan.</p>
<p>Sementara, seperti diungkap Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dokter Djalaludin, sampai saat ini dalam kasus kecelakaan yang terjadi faktor fisik dan mental yang tidak bugar masih menjadi penyebab terbanyak.</p>
<p>“Beberapa kasus kecelakaan selama masa mudik lebaran (beberapa tahun sebelumnya) yang terjadi, terkait kesehatan fisik dan mental pengemudi. Menurut hasil investigasi KNKT, salah satu factor yang berkontribusi terhadap kejadian ini adalah pengemudi yang mengalami fatigue atau kelelahan,” ungkap Djalaludin dalam keterangan resmi yang diterima <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Minggu (16/3/2025).</p>
<p>Terlebih saat mengemudi dalam rangka mudik ke kampung halaman itu tubuh dalam kondisi kurang tidur dan setelah melakukan serangkaian aktivitas. “Ketika tubuh mengalami kelelahan maka akan berpengaruh ke psikis. Syaraf sensorik dan motorik tidak bekerja dengan baik, sehingga menjadi tidak fokus, tingkat reflek menurun, hingga mengantuk yang sangat dan menyebabkan <em>microsleep</em> (kesirap),” jelas Djalaludin.</p>
<p>Tentu, kondisi seperti itu sangat membahaykan. Oleh karena itu, Djalaludin menyarankan agar calon pemudik yang mengemudi kendaraan untuk melakukan beberapa cara ini, agar perjalanan aman, nyaman, dan berkesan:</p>
<figure id="attachment_12189" aria-describedby="caption-attachment-12189" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-seseorang-mengalami-microsleep-saat-mengemudi-mobil-dok.Istimewa-via-Roberts-John-Law-e1682556973451.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-12189" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-seseorang-mengalami-microsleep-saat-mengemudi-mobil-dok.Istimewa-via-Roberts-John-Law-e1682556973451.jpg" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-seseorang-mengalami-microsleep-saat-mengemudi-mobil-dok.Istimewa-via-Roberts-John-Law-e1682556973451.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-seseorang-mengalami-microsleep-saat-mengemudi-mobil-dok.Istimewa-via-Roberts-John-Law-e1682556973451-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-seseorang-mengalami-microsleep-saat-mengemudi-mobil-dok.Istimewa-via-Roberts-John-Law-e1682556973451-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-seseorang-mengalami-microsleep-saat-mengemudi-mobil-dok.Istimewa-via-Roberts-John-Law-e1682556973451-696x500.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-seseorang-mengalami-microsleep-saat-mengemudi-mobil-dok.Istimewa-via-Roberts-John-Law-e1682556973451-584x420.jpg 584w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-12189" class="wp-caption-text">Ilustrasi, seseorang mengalami microsleep saat mengemudi mobil &#8211; dok.Istimewa via Roberts John Law</figcaption></figure>
<p>Pertama, pastikan malam sebelum mengemudi beristirahat minimal 6 jam, sehingga tubuh bugar tidak merasa capek. Kedua, jangan memaksakan diri untuk mengemudi apabila anda merasa kurang fit atau tidak sehat</p>
<p>Ketiga, jika selama mengemudi masih menjalankan ibadah puasa, sebaiknya sering beristirahat. Karena jam-jam mengantuk saat berpuasa terjadi pada jam 08.00 – 11.00 dan jam 13.30 – 15.30.</p>
<p>Keempat, apabila tidak memiliki pengemudi pengganti, berhentilah untuk beristirahat minimal selama 0,5 – 1 jam setelah mengemudi. Usahakan beristirahat di rest area untuk beristirahat dan jangan menggunakan bahu jalan.</p>
<p>Kelima, jika telah mengemudi 10 – 12 jam sebaiknya setop untuk tidak melanjutkan mengemudi dan beristihat atau bermalam. Keenam, jika memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus, jantung, darah tinggi dan sebagainya minumlah obat secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter secara rutin.</p>
<p>Ketujuh, jangan mengantuk saat mengemudi dan jangan mengemudi jika mengantuk. Satu-satunya obat mengantuk yang manjur adalah tidur, bukan minum kopi atau lainya. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MTI Ingatkan Pemerintah Soal Kondisi Bus Mudik Lebaran, Sebab Hasil Ramp Check Seperti Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mti-ingatkan-pemerintah-soal-kondisi-bus-mudik-lebaran-sebab-hasil-ramp-check-seperti-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2025 08:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan mudik dan balik lebaran 2025]]></category>
		<category><![CDATA[armada angkutan balik]]></category>
		<category><![CDATA[armada bus]]></category>
		<category><![CDATA[armada mudik]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[Djoko Setijowarno]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapan angkutan bus untuk Lebaran 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Transportasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[MTI]]></category>
		<category><![CDATA[Ramp Check bus]]></category>
		<category><![CDATA[Rmp Check bus jelang Lebaran 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23247</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat meminta pemerintah untuk tetap mengalokasikan anggaran kegiatan ramp check kendaraan umum menjelang mudik lebaran. Sebab, pemangkasan anggaran keselamatan secara serampangan akan berdampak pada kecelakaan.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat, Djoko Setijowarno, dalam keterangan yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (5/3/2025). ‘Apalagi jelang mudik ketika volume lalu lintas dipastikan meningkat,” ujar akademisi Unika Soegijapranata, Semarang, itu.</p>
<p>Djoko menegaskan ramp check harus menjadi kegiatan rutin yang dilakukan Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan untuk memastikan sarana transportasi umum yang digunakan pemudik laik beroperasi. Ramp check harus dilakukan pada bus, kapal laut, kapal penyeberangan, pesawat terbang, untuk memastikan laik operasi.</p>
<p>Menurut Djoko, ramp check bus dilakukan untuk melihat dan memeriksa lebih dini hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Misalnya, dengan cara melakukan pengecekan visual fisik kendaraan, pemeriksaan fungsi-fungsi alat-alat pendukung operasional kendaraan, pemeriksaan terhadap surat-surat administrasi kendaraan, pemeriksaan.</p>
<p>Terlebih, lanjut dia, berdasarkan data dari Direktorat Sarana Direktorat Jenderal Hubungan Darat Kemenhub pada 2025, hasil ramp check pada periode Angkutan Lebaran Tahun 2025 dari 13 sampai 27 Februari 2025 cut off pukul 08.00 WIB, sebanyak 11.124 unit bus telah dilakukan ramp check. Hasilnya, baru 7.257 unit bus (65 persen) yang berstatus diizinkan operasional.</p>
<figure id="attachment_17313" aria-describedby="caption-attachment-17313" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/03/Ilustrasi-Ramp-Check-bus-angkutan-Lebaran-2023-di-terminal-Bekasi-dok.Istimewa-via-BeritaTrans-e1711254139431.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17313" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/03/Ilustrasi-Ramp-Check-bus-angkutan-Lebaran-2023-di-terminal-Bekasi-dok.Istimewa-via-BeritaTrans-e1711254139431.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/03/Ilustrasi-Ramp-Check-bus-angkutan-Lebaran-2023-di-terminal-Bekasi-dok.Istimewa-via-BeritaTrans-e1711254139431.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/03/Ilustrasi-Ramp-Check-bus-angkutan-Lebaran-2023-di-terminal-Bekasi-dok.Istimewa-via-BeritaTrans-e1711254139431-180x130.jpg 180w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-17313" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Ramp Check bus jelag Lebaran &#8211; dok.Istimewa via BeritaTrans</figcaption></figure>
<p>Kemudian, 2.052 unit bus (10 persen) berstatus peringatan perbaikan. Lalu, 2.052 unit bus (10 persen) berstatus melanggar teknis penunjang, dan sebanyak 887 unit bus (8 persen) berstatus dikenai tilang dan dilarang beroperasi (melanggar administrasi), serta 928 bus (8 persen).</p>
<p>Namun, untuk bus wisata yang jumlahnya cukup banyak dan kerap digunakan sebagai angkutan mudik gratis ternyata belum dilakukan ramp check. Hal itu dikarenakan tidak tersedianya anggaran karena adanya efisiensi anggaran.</p>
<p>“Jangan sampai nanti ketika pemberangkatan mudik gratis ditemukan sejumlah unit bus wisata tidak laik jalan. Bus wisata yang kerap disewa untuk mudik gratis lebaran harus dalam kondisi laik jalan,” kata Djoko.</p>
<p>Dia mengingatkan penyelenggara mudik harus bertanggung jawab terhadap keselamatan pemudik dengan memastikan bahwa bus yang digunakan adalah bus pariwisata resmi yang memiliki perizinan dan telah dilakukan ramp check oleh pemerintah. Bus ini bisa ditandai dengan logo ramp check yang ditempel di kaca bagian depan. (Tan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
