<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mahkamah Agung &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/mahkamah-agung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2026 03:12:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Mahkamah Agung &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nestapa Denza di Indonesia, Kalah Sengketa Merek di MA dan Penjualan Ambles di Kuartal I 2026</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/nestapa-denza-di-indonesia-kalah-sengketa-merek-di-ma-dan-penjualan-ambles-di-kuartal-i-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 02:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[BYD gugat merek]]></category>
		<category><![CDATA[BYD vs PT WNA]]></category>
		<category><![CDATA[Denza]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Agung]]></category>
		<category><![CDATA[merek Denza]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Denza 2026]]></category>
		<category><![CDATA[sengketa merek Denza]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27564</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta memperlihatkan total penjualan grosir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta memperlihatkan total penjualan grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) mobil listrik mewah Denza (merek mewah milik BYD) selama Januari – Maret atau kuartal pertama ambrol dibanding periode sama di tahun 2025. Entah berkaitan atau kebetulan tren itu terjadi setelah BYD kalah dalam menggugat penggunaan nama merek Denza di pengadilan hingga Mahkamah Agung (MA).</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (16/4/2026) menunjukkan secara kumulatif sepanjang kuartal I 2026, <em>wholesales </em>mobil Denza di Indonesia hanya 1.117 unit. Jumlah itu anjlok 55,7 persen dibanding periode sama di tahun 2025.</p>
<p>Sementara, total penjualan ritelnya – di saat yang sama – hanya 867 unit. Total penjualan eceran ke konsumen itu anjlok hingga 62,6 persen dibanding periode tiga bulan pertama 2025.</p>
<p>Seperti diketahui, BYD bersengketa hukum dalam penggunaan merek Denza dengan perusahaan lokal Indonesia, PT Worcas Nusantara Abadi (WNA). Disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (16/4/2026) dari situs resmi MA, dalam Putusan Nomor 1338 K/PDT.SUS-HKI/2025, MA menolak kasasi BYD.</p>
<figure id="attachment_22343" aria-describedby="caption-attachment-22343" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-logo-Denza-dok.EVMoD_-e1737033771588.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-22343" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Ilustrasi-logo-Denza-dok.EVMoD_-e1737033771588.jpg" alt="" width="700" height="503" /></a><figcaption id="caption-attachment-22343" class="wp-caption-text">Ilustrasi, logo Denza &#8211; dok.EVMoD</figcaption></figure>
<p>Putusan itu bersifat final dan mengikat. Masalah muncul ketika BYD hendak memasarkan Denza di Indonesia Januari 2025. Tetapi ternyata, merek Denza telah lebih dulu didaftarkan oleh PT WNA dengan mendaftarkan merek tersebut ke Kementerian Hukum pada 3 Juli 2023 dengan Nomor IDM001176306 kelas 12. Masa perlindungan hingga tahun 2033.</p>
<p>BYD baru mengajukan pendaftaran merek Denza pada 8 Agustus 2024 ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan dalih bahwa Denza adalah merek global yang memiliki reputasi internasional dan pendaftaran oleh pihak lain dilakukan dengan itikad tidak baik. Perkara tersebut tercatat dengan nomor 1/Pdt.Sus-HKI/Merek/2025/PN Niaga Jkt.Pst.</p>
<p>Namun pada 28 April 2025,dalam sidang putusan yang digelar pada 28 April 2025, majelis hakim menolak seluruh gugatan BYD terhadap PT WNA. Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan menolak gugatan BYD seluruhnya. “Menghukum Penggugat membayar biaya perkara yang dianggarkan sejumlah Rp1.070.000,00 (satu juta tujuh puluh ribu rupiah),” bunyi putusan tersebut.</p>
<p>Alasan utama penolakan antara lain pihak lokal terbukti mendaftarkan lebih dulu, gugatan dinilai mengandung persoalan prosedural (<em>error in persona</em>), dan prinsip teritorialitas hukum merek Indonesia berlaku ketat. Tetapi BYD mengajukan kasasi ke MA yang ternyata ditolak. (Hen/Aa).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
