<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>merawat rantai motor &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/merawat-rantai-motor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 May 2022 16:08:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>merawat rantai motor &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jangan Dicopot, Ini Fungsi Penting Penutup Rantai Motor</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/jangan-dicopot-ini-fungsi-penting-penutup-rantai-motor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 May 2022 15:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi tutup rantai motor]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[kegunaan rantai motor]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga keawetan rantai motor]]></category>
		<category><![CDATA[merawat rantai motor]]></category>
		<category><![CDATA[rantai motor]]></category>
		<category><![CDATA[rantai motor bebek]]></category>
		<category><![CDATA[rantai motor sport]]></category>
		<category><![CDATA[Tutup rantai motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=6484</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Penutup rantai pada sepeda motor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Penutup rantai pada sepeda motor bertransmisi manual – baik motor sport maupun motor bebek – diciptakan bukan sekadar demi estetika alias keindahan tampilan semata. Meski kini telah mengalami perubahan bentuk, namun fungsi penting komponen itu tetap sama, yakni demi keamanan pengendara dan pembonceng, plus menjaga usia pakai rantai.</p>
<p>Jika di dekade 80-an atau sebelumnya, bentuk rantai motor benar-benar penuh (yakni tertutup dari bagian depan hingga belakang rantai, dan di bagian atas maupun bawah. Kini, baik motor bebek maupun sport hanya menggunakan penutup rantai yang lebih terbuka, yakni hanya di bagian atas saja.</p>
<p>Itupun tak penuh. Faktor tampilan alias gaya dan kepraktisan dalam penanganan ketika rantai bermasalah adalah pertimbangan pabrikan dalam ubahan bentuk penutup tersebut. “Tetapi, apapun bentuknya, sebaiknya penutup rantai ini jangan dicopot (dilepas), karena fungsinya sangat penting,” ujar mekanik senior Java Motor, Bejo Utomo, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, di Batu Ceper, Tangerang, belum lama ini.</p>
<figure id="attachment_6486" aria-describedby="caption-attachment-6486" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-6486" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Penutup-rantai-motor-jangan-dileoas-karena-memiliki-fungsi-penting-dok.Mobilitas-scaled-e1651849607392.jpg" alt="" width="700" height="511" /><figcaption id="caption-attachment-6486" class="wp-caption-text">Penutup rantai motor jangan dileoas karena memiliki fungsi penting &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p><strong>Fungsi pertama, demi melindungi rantai agar awet</strong>. Kehadiran penutup itu diharapkan akan mencegah debu dan kotoran lainnya tidak menempel di rantai motor.</p>
<p>“Sebab, jika banyak debu atau kororan menempel, maka pelumas rantai akan kering. Dan rantai yang kering rawan berpotensi cepat putus. Selain itu, kotoran yang menumpuk bisa berekasi kimiawi apalagi jika terkena air hujan yang bersifat asam. Rantai pun akan kering dan mendecit yang rawan putus, karena pelumas yang hilang menjadikan suhu rantai cepat panas dan memuai, sehingga kendur dan putus,” papar Bejo.</p>
<p><strong>Kedua, untuk keselamatan pengendara dan pembonceng</strong>. Dengan bagian atas rantai yang tertutup, akan mencegah kemungkinan bagian dari mantel atau jas hujan (terutama yang berupa ponco) terselip dan menyangkut di rantai.</p>
<figure id="attachment_6487" aria-describedby="caption-attachment-6487" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6487" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Tutup-rantai-sepeda-motor-bebek-model-lawas-dok.JMPB-Parts-e1651849844578.jpg" alt="" width="700" height="502" /><figcaption id="caption-attachment-6487" class="wp-caption-text">Tutup rantai sepeda motor bebek model lawas &#8211; dok.JMPB Parts</figcaption></figure>
<p>“Kalau itu terjadi, akibatnya bisa fatal. Meski terbilang jarang, namun beberapa kali ada kasus seperti itu. Selain itu, dengan bagian atas rantai yang tertutup, kemungkinan kaki boncenger (pembonceng) menyentuh rantai juga bisa dihindarkan, karena jika itu terjadi sangat bahaya,” imbuh Bejo. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Trik Mencegah dan Mengatasi Rantai Sepeda Motor Berisik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/trik-mencegah-dan-mengatasi-rantai-sepeda-motor-berisik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 03:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Ahass]]></category>
		<category><![CDATA[bengkel resmi APM Motor]]></category>
		<category><![CDATA[bengkel resmi Honda]]></category>
		<category><![CDATA[cairan pelumas khusus rantai]]></category>
		<category><![CDATA[cairan pembersih rantai]]></category>
		<category><![CDATA[membersihkan rantai motor]]></category>
		<category><![CDATA[merawat rantai motor]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab rantai motor berisik]]></category>
		<category><![CDATA[rantai motor berisik]]></category>
		<category><![CDATA[suku cadang motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2738</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Seringkali kita mendengar suara rantai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Seringkali kita mendengar suara rantai sepeda motor – khususnya motor sport dan bebek – yang berisik ketika kendaraan roda dua itu digeber di jalan. Persoalan ini memang terlihat sepele, namun jika dibiarkan akan menyebabkan masalah lain yang bisa merepotkan kita.</p>
<p>Penyebab munculnya suara berisik di rantai sepeda motor itu bermacam-macam. Bisa mulai dari posisinya yang kendur, kotoran, rantai dan gear yang kering hingga rantai yang telah aus. Kalau masalah ini tidak segera diatasi bisa menimbulkan masalah baru yang terus merembet, sehingga masalah pun fatal. Misalnya rantai putus, gear lebih cepat aus, rantai loss dan lain-lain,” ujar mekanik senior Scorpio Motor, Muhadianto, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Paku Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (18/8/2021).</p>
<p>Rantai yang kotor, kata Anto (panggilan akrab Muhadianto), dikarenakan terciprat air di kala motor melibas lintasan berair. Pada saat yang tak berselang lama, embusan debu menempel di rantai.</p>
<figure id="attachment_2740" aria-describedby="caption-attachment-2740" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2740" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Bersihkan-rantai-motor-dengan-cairan-khusus-dok.SBS-Mag-e1629321391217.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-2740" class="wp-caption-text">Bersihkan rantai motor dengan cairan khusus &#8211; dok.SBS Mag</figcaption></figure>
<p>Sementara, rantai yang kendur dikarenakan ada pemuaian karena sistem kerjanya yang bergesekan dengan gear. Pada awalnya – di saat memuai – rantai akan dalam posisi yang kencang.</p>
<p>“Karena kencang itulah, maka bagian ujung penahan setelah rantai seperti ditarik maju. Artinya, posisinya tergeser maju, akibatnya rantai pun lama-lama kendur. Ujung-ujungnya suara berisik pun terjadi,” jelas Anto.</p>
<p>Penyebab lainnya, karena karat yang terjadi pada rantai. Karat ini biasanya terjadi setelah sepeda motor dicuci atau terkena guyuran hujan, dan setelah itu tidak dipakai lagi dalam waktu yang cukup lama.</p>
<figure id="attachment_2741" aria-describedby="caption-attachment-2741" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2741" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Bersihkan-kotoran-termasuk-karat-di-rantai-sepeda-motor-secara-rutin-dok.SBS-Mag-e1629321581222.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-2741" class="wp-caption-text">Bersihkan kotoran termasuk karat di rantai sepeda motor secara rutin &#8211; dok.SBS Mag</figcaption></figure>
<p>Sifat asam pada air yang tak segera kering pada rantai menyebabkan reaksi kimia. Hasilnya, muncul karat pada rantai dan gir yang menjadikan rantai kering. Akibatnya, ketika sepeda motor digunakan muncul suara berisik yang diselingi suara decitan.</p>
<p>Untuk mencegah dan mengatasi persoalan itu, Anto mremberikan beberapa tips:<br />
<strong>Pertama, bersihkan rantai secara rutin</strong>. Namun, yang perlu diingat proses pembersihan ini jangan menggunakan oli bekas, oli baru, atau grease (gemuk). Sebab, mereka justeru mengundang kotoran untuk semakin lengket di rantai atau gear.</p>
<p>“Gunakan cairan khusus pembersih ranta. Minimal sekali seminggu, rantai harus dibersihkan. Terlebih jika musim hujan, bisa seminggu dua atau tiga kali,” kata Anto.</p>
<figure id="attachment_2742" aria-describedby="caption-attachment-2742" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2742" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Rantai-sepeda-motor-perlu-perawatan-secara-rutin-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="485" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Rantai-sepeda-motor-perlu-perawatan-secara-rutin-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Rantai-sepeda-motor-perlu-perawatan-secara-rutin-dok.Istimewa-300x208.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Rantai-sepeda-motor-perlu-perawatan-secara-rutin-dok.Istimewa-150x104.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Rantai-sepeda-motor-perlu-perawatan-secara-rutin-dok.Istimewa-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Rantai-sepeda-motor-perlu-perawatan-secara-rutin-dok.Istimewa-696x482.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Rantai-sepeda-motor-perlu-perawatan-secara-rutin-dok.Istimewa-606x420.jpg 606w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Rantai-sepeda-motor-perlu-perawatan-secara-rutin-dok.Istimewa-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-2742" class="wp-caption-text">Rantai sepeda motor perlu perawatan secara rutin &#8211; dok.Istimewa/Mobilitas</figcaption></figure>
<p><strong>Kedua, lakukan pelumasan</strong>. Untuk melumasi sangat disarankan untuk menggunakan pelumas khusus rantai. Setidaknya sekali dalam seminggu jika sepeda motor setiap hari digunakan, dan jika musim penghujan lakukan dua atau tiga kali dalam seminggu.</p>
<p><strong>Ketiga, setel ulang tingkat kekencangan rantai</strong>. Lakukan pengencagan dengan tingkat kekencangan sesuai dengan anjuran pabrikan. Pada motor-motor keluaran terkini, tingkat kekecangan itu diinformnasikan melalui sticker yang ditempel di dekat swingarm motor atau tempat yang berdekatan dengan rantai maupun gear. (Vto/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
