<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>merek mobil terlaris 2026 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/merek-mobil-terlaris-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2026 06:10:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>merek mobil terlaris 2026 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjualan Mobil di RI Januari – Mei 2026 Naik, Tapi Pasar Tak Tambah Besar</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-di-ri-januari-mei-2026-naik-tapi-pasar-tak-tambah-besar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 05:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BEV]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[LCGC]]></category>
		<category><![CDATA[merek mobil terlaris 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris 2026]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan LCGC 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan Mobil di RI 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28205</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kenaikan penjualan selama lima bulan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kenaikan penjualan selama lima bulan pertama (Januari – Mei) 2026 itu terjadi dalam penjualan grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel. Meski secara jumlah, masih jauh di bawah pencapaian selam periode Januari – Mei 2023.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (10//6/2026) menunjukkan penjualan <em>wholesales</em> sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 359.015 unit. Jumlah ini meningkat 12,8 persen dibanding periode sama pada tahun 2025 lalu yang sebanyak 316.981 unit.</p>
<p>Sebelumnya, selama dua tahun berturut, yakni di tahun 2025 dan 2024, total <em>wholesales</em> periode lima bulanan (Januari – Mei) itu merosot. Pada tahun 2025 misalnya, total <em>wholesales</em> Januari – Mei itu turun 5,5 persen dibanding <em>wholesales</em> di kurun waktu yang sama di 2024 yang sebanyak 335.405 unit unit.</p>
<p>Padahal total wholesales di lima bulan pertama 2024 itu juga sudah merosot hingga 21 persen dibanding periode sama di tahun 2023. Sebab di Januari – Mei 2023, total <em>wholesales</em> masih sebanyak 423.404 unit.</p>
<figure id="attachment_25108" aria-describedby="caption-attachment-25108" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/07/Aion-UT-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1753758075412.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-25108" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/07/Aion-UT-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1753758075412.jpg" alt="" width="700" height="488" /></a><figcaption id="caption-attachment-25108" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Aion UT di GIIAS 2025 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Tren seperti ini, ternyata juga terjadi dalam penjualan eceran ke konsumen alias penjualan ritel. Di periode lima bulan pertama 2026 ini, total penjualan ritel sebanyak 359.490 unit, naik 8,8 persen dibanding penjualan selama periode sama di 2025 yang sebanyak 330.486 unit.</p>
<p>Tetapi, total penjualan eceran ke konsumen di lima bulan pertama 2025 itu ternyata sudah merosot 9,2 persen dibanding kurun waktu yang sama di 2024 yang masih sebanyak 361.698 unit. Padahal total penjualan ritel di lima bulan pertama 2024 itu sudah anjlok 14,4 persen dibanding periode Januari – Mei 2023 yang sebanyak 422.514 unit.</p>
<p>Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (10//6/2026) menyebut fakta penjualan mobil – baik <em>wholesales</em> maupun penjualan ritel &#8211; itu menunjukkan meski di lima bulan tahun 2026 ini naik, tetapi kondisi pasar alias market size tidak tumbuh.</p>
<p>“Buktinya, total jumlah penjualan itu masih di bawh tahun 2023. Dan pertumbuhn penjualan di tahun ini dipicu oleh masuknya brand-brand baru. Khususnya yang menawarkan mobil listrik. Banyak konsumen yang switching atau pindah dari mobil konvensional ke mobil listrik. Dan itu <em>second car</em>, dan pembeli mobil listrik ini kelompok yang punya duit dan sudah punya mobil. Ini bukti, kemunculan konsumen baru tidk tumbuh. Coba lihat <em>first buyer</em> pembeli LCGC kan turun totalnya, ,” papar Nailul. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Wholesales dan Ritel Mobil Selama Maret 2026 Merosot, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-wholesales-dan-ritel-mobil-selama-maret-2026-merosot-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 04:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[merek mobil terlaris 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris Maret 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil Maret 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27511</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta berbicara, kemerosotan penjualan grosir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta berbicara, kemerosotan penjualan grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun eceran dari dealer ke konsumen atau penjualan ritel di bulan Maret 2026 itu tak hanya terhadap bulan Maret 2025 saja, tetapi juga dibanding bulan sebelumnya atau Februari 2026.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (12/4/2026) memperlihatkan selama bulan Maret 2026 jumlah <em>wholesales</em> mobil di Indonesia 61.271 unit. Jumlah tersebut merosot 13,8 persen dibanding<em> wholesales </em>di bulan Maret 2025 yang masih mencapai 71.099 unit.</p>
<p>Sedangkan jika dibanding bulan sebelumnya atau Februari 2026, <em>wholesales </em>selama bulan ketiga itu juga merosot. Sebab di bulan Februari <em>wholesales</em> mobil masih mencapai 81.259 unit.</p>
<figure id="attachment_25254" aria-describedby="caption-attachment-25254" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Hyundai-Stargazer-dok.Mobilitas-e1754991910692.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-25254" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Hyundai-Stargazer-dok.Mobilitas-e1754991910692.jpg" alt="" width="700" height="513" /></a><figcaption id="caption-attachment-25254" class="wp-caption-text">Hyundai Stargazer &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, total penjualan ritelnya, di bulan Maret hanya sebanyak 66.637 unit. Jumlah penjualan eceran ini merosot dibanding penjualan ritel di bulan Maret tahun lalu yang sebanyak 76.765 unit.</p>
<p>Begitu pun jika dibanding penjualan ritel selama bulan Februari 2026. Karena di bulan kedua 2026 tersebut, total penjualan ritel mobil masih sebanyak 78.219 unit.</p>
<p>Ihwal kemerosotan penjualan tersebut, Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (12/4/2026) menyebut hal itu dikarenakan jumlah hari kerja efektif yang lebih sedikit.</p>
<p>“Karena H-4 Lebaran orang sudah banyak yang cuti sampai H plus tiga. Selain itu, begitu H-7 orang sudah konsentrasinya persiapan Lebaran. Jadi transaksi pembelian mobil juga turun drastis,” ungkap Jongkie. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
