<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mobil Indonesia &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/mobil-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Feb 2026 05:33:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>mobil Indonesia &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Bukti Penjualan Mobil di Malaysia 2025 Pepet Indonesia, dan Tenggelamkan Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-bukti-penjualan-mobil-di-malaysia-2025-pepet-indonesia-dan-tenggelamkan-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 04:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[IIMS 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mobil baru]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[tiket IIMS 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26982</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang tahun 2025 penjualan mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang tahun 2025 penjualan mobil di Malaysia tidak hanya mendekati kinerja Indonesia, tetapi juga jauh meninggalkan Thailand. Bahkan Malaysia menenggelamkan Negeri Gajah Putih itu ke urutan ketiga dalam daftar negara dengan penjualan mobil terbanyak di Asia Tenggara.</p>
<p>Data laporan penjualan pabrikan kepada Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) dan Malaysian Automotive Association (MAA),yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (12/2/2026) menunjukkan pada tahun 2025 jumlah mobil yang terjual di Malaysia mencapai 820.752 unit. Jumlah itu naik tipis 0,5 persen dari penjualan di 2024 yang sebanyak 816.747 unit.</p>
<p>Total penjualan mobil di negara berpenduduk 32 juta jiwa tersebut mendekati total penjualan mobil di Indonesia pada tahun yang sama. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan di tahun 2025 itu, total penjualan grosir atau <em>wholesales</em> (pabrik ke dealer) di Indonesia mencapai 803.687 unit.</p>
<figure id="attachment_19818" aria-describedby="caption-attachment-19818" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/LCGC-Toyota-Agya-dalam-balutan-gaya-Gazoo-Racing-saat-dipamerkan-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724991543931.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-19818" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/LCGC-Toyota-Agya-dalam-balutan-gaya-Gazoo-Racing-saat-dipamerkan-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724991543931.jpg" alt="" width="700" height="497" /></a><figcaption id="caption-attachment-19818" class="wp-caption-text">LCGC Toyota Agya di Indonesia- dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Jumlah penjualan ke dealer itu merosot 7,2 persen dibanding <em>wholesales</em> tahun 2024. Sementara penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel di 2025 itu sebanyak 833.692 unit turun 6-7 persen dibanding 2024.</p>
<p>Sedangkan di Thailand di saat yang sama, data Federasi Industri Thailand (FTI) memperlihatkan total penjualan mobil di negeri itu pada tahun 2025 sebanyak 595.611 unit. Jumlah ini jauh di bwah total penjualan mobil di Malaysia dan menyebabkan posisi negara itu melorot dari kedua ke urutan ketiga digantikan Malaysia. (Jrr/ Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hingga September 2025 Ekspor Mobil RI Masih Jauh di Bawah Thailand, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hingga-september-2025-ekspor-mobil-ri-masih-jauh-di-bawah-thailand-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 01:44:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil CBU]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota 2025]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26178</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Padahal di periode sembilan bulan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Padahal di periode sembilan bulan pertama atau tiga kuartal pertama 2025 itu, jumlah mobil yang diekspor Thailang anjlok 10 persen. Sementara yang diekspor Indonesia menanjak 10,9 persen.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (31/10/2025) menunjukkan di periode Januari – September 2025 jumlah mobil dalam wujud utuh (CBU) yang diekspor Indonesia mencapai 382.374 unit. Jumlah tersebut menanjak 10,9 persen dibanding jumlah yang diekspor selama periode sama di tahun 2024, yang masih sebanyak 344.780 unit.</p>
<p>Sedangkan menurut data Federasi Industri Thailand (FTI) yng disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (31/10/2025) memperlihatkan di periode tiga kuartal pertama 2025 tersebut, jumlah mobil yang diekspor Negeri Gajah Putih itu mencapai 689.031 unit. Jumlah ini, kata FTI, merosot 10 persen dibanding jumlah yang diekspornya pada kurun waktu yang sama di tahun 2024.</p>
<figure id="attachment_4694" aria-describedby="caption-attachment-4694" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Ford-di-Thailand-dok.Ford_-e1640575143541.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4694" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Ford-di-Thailand-dok.Ford_-e1640575143541.jpg" alt="" width="700" height="509" /></a><figcaption id="caption-attachment-4694" class="wp-caption-text">Produksi mobil Ford di Thailand yang juga ditujukan untuk pasar ekspor &#8211; dok.Ford</figcaption></figure>
<p>Ihwal masih tertinggal jauhnya ekspor mobil Indonesia dari Thailnd, meski jumlah pabrikan mobil yng beroperasi di dua negara ini hampir sama, Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto dikarenkan jumlah varin model yang diekspor pabrikan di Indonesia lebih sedikit. Selain itu, lanjut Jongkie yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta pada Jumat (31/10/2025), belum semua pabrikan yang beroperasi di Tanah Air mengekspor produknya.</p>
<p>“Tentunya, ini tergantung kebijakan prinsipal masing-masing brand. Sedangkan keputusan ekspor atau tidak, pilihan model yang dieskpor sampai negara yang dituju itu berada di tangan prinsipal karena hal itu bagian dari <em>grand strtegy</em> global mereka. Pemerintah hanya mendorong dan memfasilitasi saja,” ujar Jongkie. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – Juli 2025 Penjualan Mobil di Indonesia Jeblok Lagi, untuk Kedua Kali</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-juli-2025-penjualan-mobil-di-indonesia-jeblok-lagi-untuk-kedua-kali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 02:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[GIIAS 2025]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Indonesia 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25222</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta data berbicara, penjualan mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta data berbicara, penjualan mobil di Indonesia – baik dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – pada periode Januari – Juli atau tujuh bulan pertama di tahun 2024 dan tahun 2025 terus anjlok.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (9/8/2025) menunjukkan di periode Januari – Juli 2025, total <em>wholesales</em> mobil di Tanah Air sebanyak 435.390 unit. Jumlah tersebut anjlok hingga 10,1 persen dibanding <em>wholesales</em> selama periode sama di tahun 2024 yang masih sebanyak 484.236 unit.</p>
<p>Padahal, total<em> wholesales</em> di tujuh bulan pertama 2024 tersebut telah anjlok 17,5 persen dibanding <em>wholesales</em> selama Januari – Juli 2023. Saat itu total <em>wholesales</em> masih mencapai 586.931 unit.</p>
<p>Sementara, jumlah penjualan ritel mobil yang dibukukan oleh seluruh pabrikan mobil di periode Januari – Juli 2025 sebanyak 453.278 unit. Jumlah tersebut anjlok 12,2 dibanding penjualan ritel selama periode sama di tahun 2024 yang mencapai 508.050 unit.</p>
<figure id="attachment_25224" aria-describedby="caption-attachment-25224" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/wuling-Airev-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1754707978226.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-25224" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/wuling-Airev-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1754707978226.jpg" alt="" width="700" height="515" /></a><figcaption id="caption-attachment-25224" class="wp-caption-text">Wuling Airev di GIIAS 2025- dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Meski sejatinya, total penjualan ritel di periode tujuh bulan pertama 2024 tersebut juga sudah anjlok dibanding penjualan ritel selama Januari – Juli 2023. Kala itu, total penjualan ke konsumen itu masih sebanyak 578.891 unit.</p>
<p>Artinya, baik <em>wholesales</em> maupun penjualan ritel di periode tujuh bulanan pertama dalam dua tahun terakhir (tahun 2024 dan 2025) masih jeblok. Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudistira saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (8/8/2025) faktor daya beli dan keraguan masyarakat terhadap perekonomian menjadi penyebabnya.</p>
<p>“Masih banyak orang yang menahan belanja. Apalagi barang non kebutuhan primer seperti pangan, apalagi kendaraan bermotor seperti mobil. Sebagian besar masyarakat masih banyak yang berpikir ulang soal pajaknya, perawatannya dan lainnya, mereka ragu dengan kondisi ekonomi,” ungkap Bhima.</p>
<p>Terlebih, kini masyarakat banyak yang merasa biaya hidup lebih mahal, tetapi tingkat pendapatan tidak naik, atau naik tetapi besarannya tak sebanding dengan kenaikan biaya hidup. (Jrr/Aa).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Nikmati Bebas Pajak Ekspor Mobil CBU ke Vietnam hingga 2027</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/indonesia-nikmati-bebas-pajak-ekspor-mobil-cbu-ke-vietnam-hingga-2027/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Sep 2023 03:49:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil CBU RI]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI vs Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Vietnam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14624</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fasilitas bebas pajak ekspor mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fasilitas bebas pajak ekspor mobil dalam wujud utuh (CBU) itu merupakan bagian dari Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN (ATIGA) 2022 – 2027.</p>
<p>“Fasilitas pajak itu sampai tahun 2027. Tentunya ini menjadi kesempatan baik bagi Indonesia, karena Vietnam (yang berpenduduk 98,03 juta jiwa menurut Worldometers) merupakan negara dengan pasar mobil terbesar kelima setelah Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Pertumbuhan pasar negara ini juga cukup massif, dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus,” papar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Jumat (29/9/2023).</p>
<p>Sementara, dalam situs resmi kantor Perdana Menteri Vietnam yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (30/9/2023) menyebut kebijakan pemberian fasilitas bebas pajak ekspor mobil CBU itu diteken Perdana Menteri Negeri Paman Ho itu pada awal 2022 lalu. Dalam Surat Keputusan Nomor 126/2022/ND-CP itu kebijakan ini juga berlaku untuk Thailand.</p>
<p>Dua negara itu selama ini tercatat sebagai dua negara yang mendominasi ekspor mobil CBU ke Vietnam. Meski, baik dalam hal volume atau jumlah maupun nilai ekspor itu, Indonesia masih tertinggal Thailand.</p>
<figure id="attachment_8177" aria-describedby="caption-attachment-8177" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8177" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Hyundai-Stargazer-di-GIIAS-2022-menjadi-mobil-Hyundai-yang-paling-banyak-terpesan-dok.Istimewa.jpg-e1661528751364.jpeg" alt="" width="700" height="506" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Hyundai-Stargazer-di-GIIAS-2022-menjadi-mobil-Hyundai-yang-paling-banyak-terpesan-dok.Istimewa.jpg-e1661528751364.jpeg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Hyundai-Stargazer-di-GIIAS-2022-menjadi-mobil-Hyundai-yang-paling-banyak-terpesan-dok.Istimewa.jpg-e1661528751364-300x217.jpeg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Hyundai-Stargazer-di-GIIAS-2022-menjadi-mobil-Hyundai-yang-paling-banyak-terpesan-dok.Istimewa.jpg-e1661528751364-150x108.jpeg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Hyundai-Stargazer-di-GIIAS-2022-menjadi-mobil-Hyundai-yang-paling-banyak-terpesan-dok.Istimewa.jpg-e1661528751364-696x503.jpeg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Hyundai-Stargazer-di-GIIAS-2022-menjadi-mobil-Hyundai-yang-paling-banyak-terpesan-dok.Istimewa.jpg-e1661528751364-581x420.jpeg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Hyundai-Stargazer-di-GIIAS-2022-menjadi-mobil-Hyundai-yang-paling-banyak-terpesan-dok.Istimewa.jpg-e1661528751364-324x235.jpeg 324w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8177" class="wp-caption-text">Hyundai Stargazer, salah satu mobil Hyundai yang diekspor Indonesia ke Vietnam &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Data Departemen Umum dan Bea Cukai Vietnam (GCDV) dan Asosiasi Pabrikan Mobil Vietnam (VAMA) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (30/9/2023) menunjukkan, selama delapan bulan pertama itu, total jumlah mobil CBU impor yang melenggang ke pasar Negeri Paman Ho itu mencapai 86.749 unit. Total nilai dari impor tersebut mencapai US$ 2,098 miliar.</p>
<p>Sedangkan jumlah mobil impor asal Thailand di periode itu sebanyak 39.261 unit. Total nilainya mencapai US$ 825,2 juta.</p>
<p>Namun, tak hanya ekspor ke vietnam saja Indonesia tertinggal Thailand, tetapi juga total ekspor mobil CBU di delapan bulan pertama 2023. Data Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (30/9/2023) menyebut selama periode itu Thailand mengekspor 724.423 mobil CBU ke luar negeri (meningkat 19,53 persen dibanding Januari – Agustus 2022).</p>
<p>Pada saat yang sama – seperti terungkap di data Gaikindo &#8211; total ekspor yang dibukukan Indonesia sebanyak 337.312 unit. Jumlah ini meningkat 18 persen dibanding total ekspor yang dibukukan selama kurun waktu yang sama di tahun lalu, yang mencapai 285.933 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari &#8211; April, 320.370 Mobil Terjual ke Konsumen di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-april-320-370-mobil-terjual-ke-konsumen-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 10:15:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BMW]]></category>
		<category><![CDATA[DFSK]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[Honda]]></category>
		<category><![CDATA[Mercedes-Benz]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsubishi]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Morris Garage]]></category>
		<category><![CDATA[Nissan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan ritel mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=6618</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Penjualan mobil di Indonesia sepanjang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Penjualan mobil di Indonesia sepanjang bulan April, baik dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun dari dealer ke konsumen (ritel) menyusut dibanding penjualan yang dibukukan oleh seluruh pabrikan atau merek pada bulan Maret. Jumlah hari kerja yang banyak libur menjelang hari raya Idul Fitri menjadi penyebabnya.</p>
<p>Menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, jumlah hari kerja efektif yang lebih sedikit dibanding Maret, menjadikan penjualan selama April berkurang. Karena, masyarakat juga banyak yang cuti, dan kegiatan di dealer juga menyesuaikan dengan ketentuan hari libur yang ada.</p>
<p>&#8220;Tetapi, kalau dilihat dari antusiasme masyarakat untuk membeli, sebenarnya mulai meningkat sejak Maret. Ini dipicu kabar tentang diperbolehkannya mudik lebaran, setelah dua tahun (yakni tahun 2020 dan tahun 2021) tidak diperkenankan mudik,” papar dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (17/5/2022).</p>
<figure id="attachment_5849" aria-describedby="caption-attachment-5849" style="width: 689px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5849" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Daihatsu-All-New-Xenia-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="689" height="493" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Daihatsu-All-New-Xenia-dok.Istimewa.jpg 689w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Daihatsu-All-New-Xenia-dok.Istimewa-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Daihatsu-All-New-Xenia-dok.Istimewa-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Daihatsu-All-New-Xenia-dok.Istimewa-587x420.jpg 587w" sizes="auto, (max-width: 689px) 100vw, 689px" /><figcaption id="caption-attachment-5849" class="wp-caption-text">Daihatsu All New Xenia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Data penjualan di Gaikindo yang dinukil Mobilitas, Selasa (17/5/2022) menunjukkan, total wholesales yang dibukukan seluruh pabrikan pada bulan keempat itu sebanyak 82.877 unit. Jumlah ini merosot 15,9 persen dibanding bulan Maret yang masih sebanyak 98.544 unit.</p>
<p>Sedangkan penjualan ritel yang dicatatkan sebanyak 81.615 unit. Jumlah ini menyusut 9,3 persen dibanding penjualan ritel yang dikantongi pada bulan Maret, yang sebanyak 89.965 unit.</p>
<p>Dengan tambahan penjualan pada bulan April itu, maka total wholesales sepanjang Januari &#8211; April mencapai 346.849 unit. Jumlah ini menanjak 30,4 persen dibanding periode sama tahun 2021, yang sebanyak 265.934 unit.</p>
<figure id="attachment_4215" aria-describedby="caption-attachment-4215" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4215" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wuling-Almaz-RS-salah-satu-mobil-Wuling-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="481" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wuling-Almaz-RS-salah-satu-mobil-Wuling-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wuling-Almaz-RS-salah-satu-mobil-Wuling-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-300x206.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wuling-Almaz-RS-salah-satu-mobil-Wuling-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-150x103.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wuling-Almaz-RS-salah-satu-mobil-Wuling-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wuling-Almaz-RS-salah-satu-mobil-Wuling-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-696x478.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wuling-Almaz-RS-salah-satu-mobil-Wuling-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-611x420.jpg 611w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Wuling-Almaz-RS-salah-satu-mobil-Wuling-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-4215" class="wp-caption-text">Wuling Almaz RS, salah satu mobil Wuling yang dijual di Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sementara, total penjualan ritel yang dibukukan seluruh merek selama Januari – April tahun ini mencapai 320.370 unit. Jumlah ini menanjak 24,2 persen dibanding penjualan ritel pada empat bulan pertama tahun lalu, yang sebanyak 257.958 unit. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>India Wacanakan Mobil Wajib Pakai Airbag Tirai, Bagaimana RI?</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/india-wacanakan-mobil-wajib-pakai-airbag-tirai-bagaimana-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2022 07:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[airbag]]></category>
		<category><![CDATA[fitur keamanan mobil India]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan mobil di India]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil airabg di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil di India]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil produksi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil wajib pakai airbag tirai di India]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan kecelakaan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi darat India]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5142</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pemerintah India melempar wacana aturan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pemerintah India melempar wacana aturan baru yang mewajibkan semua mobil – baik jenis, kategori, maupun kelas – untuk dilengkapi minimal kantung udara (airbag) yakni airbag depan, samping, dan tirai (curtain airbag). Wacana itu disodorkan pemerintah karena banyaknya kecelakaan fatal di negeri itu yang ditengarai kurang perlindungan pada bagian tubuh yang penting.</p>
<p>Seperti dilaporkan <em>Reuters</em> dan <em>Nikkei</em>, Sabtu (15/1/2022) usulan pemerintah itu disampaikan ke masyarakat pada Sabtu (15/1/2022). Pemerintah negeri berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu berharap, mendapatkan masukan dari pabrikan maupun masyarakat selama 30 hari ke depan sejak wacana itu diumumkan.</p>
<p>Tanggapan dari masyarakat maupun pabrikan sangat penting karena penambahan airbag tentu akan berdampak pada besaran harga jual mobil. Sementara, konsumen di Negeri Sari itu termasuk konsumen yang sangat sensitif terhadap harga, artinya besaran harga yang naik akan menimbulkan “gejolak” keputusan membeli atau tidak pada konsumen.</p>
<figure id="attachment_5144" aria-describedby="caption-attachment-5144" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5144" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Mobil-di-kepadatan-lalu-lintas-jalanan-India-dok.The-Hindu-e1642318039501.jpg" alt="" width="700" height="496" /><figcaption id="caption-attachment-5144" class="wp-caption-text">Mobil di kepadatan lalu-lintas jalanan India &#8211; dok.The Hindu</figcaption></figure>
<p>Sebagian besar mobil di India – saat ini – dijual dengan harga rata-rata kurang dari US$10.000 atau sekitar Rp 143 jutaan (kurs US$1 = Rp 14.314). Pasar mobil murah ini didominasi oleh Maruti Suzuki – yakni perusahaan di India yang mayoritas sahamnya dimiliki Suzuki Motor Jepang- dan Hyundai Motor.</p>
<p>Pemerintah berdalih rancangan aturan ini dirancang untuk menurunkan korban jiwa dari kecelakaan di jalanan India. Pada tahun 2020 lalu, hampir 132.000 orang meninggal dalam lebih dari 366.000 kecelakaan di jalanan negeri itu.</p>
<p>“Kantung udara (airbag) samping akan membantu mengurangi cedera bagian badan utama saat terjadi kecelakaan dari arah samping. Sementara airbag tirai akan akan terasa gunanya saat mobil mengalami tabrakan dari samping atau terguling, sehingga membantu mengurangi cedera kepala pada penumpang dan pengemudi mobil,&#8221; bunyi pernyataan Kementerian Transportasi Darat India.</p>
<figure id="attachment_5145" aria-describedby="caption-attachment-5145" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5145" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Airbag-di-mobil-dok.Youtube-e1642318128674.jpg" alt="" width="700" height="468" /><figcaption id="caption-attachment-5145" class="wp-caption-text">Airbag di mobil &#8211; dok.Youtube</figcaption></figure>
<p><strong>Kemungkinan di RI</strong><br />
Lantas bagaimana dengan kemungkinan aturan seperti itu diterapkan di Indonesia? Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian mengatakan, aturan seperti itu memang ideal karena lebih lengkap dalam perlindungan keselamatan pengguna mobil.</p>
<p>“Tetapi, itu semua juga kembali ke masyarakat. Kan, dengan tambahan fitur yang lebih lengkap, khususnya fitur airbag itu maka harga kan juga naik. Nah, seperti apa respon masyarakat. Karena faktor harga itu juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat. Tetapi, sekarang ini semua mobil di Indonesia kan sudah dilengkapi fitur airbag yang paling mendasar semua fitur standar yaitu airbag depan, dan sabuk pengaman. Jadi intinya, memang idealnya lebih lengkap. Tapi kembali lagi ke masyarakat dan pabrikan, karena ini menyangkut harga,” kata Sonny saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (15/1/2022).</p>
<figure id="attachment_2148" aria-describedby="caption-attachment-2148" style="width: 947px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2148" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemacetan-lalu-lintas-di-Jakarta-pada-saat-jam-jam-sibuk-dok.Thejakartapost.com_-e1626097161108.jpg" alt="" width="947" height="666" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemacetan-lalu-lintas-di-Jakarta-pada-saat-jam-jam-sibuk-dok.Thejakartapost.com_-e1626097161108.jpg 947w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemacetan-lalu-lintas-di-Jakarta-pada-saat-jam-jam-sibuk-dok.Thejakartapost.com_-e1626097161108-300x211.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemacetan-lalu-lintas-di-Jakarta-pada-saat-jam-jam-sibuk-dok.Thejakartapost.com_-e1626097161108-768x540.jpg 768w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemacetan-lalu-lintas-di-Jakarta-pada-saat-jam-jam-sibuk-dok.Thejakartapost.com_-e1626097161108-150x105.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemacetan-lalu-lintas-di-Jakarta-pada-saat-jam-jam-sibuk-dok.Thejakartapost.com_-e1626097161108-696x489.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemacetan-lalu-lintas-di-Jakarta-pada-saat-jam-jam-sibuk-dok.Thejakartapost.com_-e1626097161108-597x420.jpg 597w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Kemacetan-lalu-lintas-di-Jakarta-pada-saat-jam-jam-sibuk-dok.Thejakartapost.com_-e1626097161108-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 947px) 100vw, 947px" /><figcaption id="caption-attachment-2148" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil-mobil yang digunakan masyarakat Indonesia -dok.Thejakartapost.com</figcaption></figure>
<p>Pernyataan senada diungkapkan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (16/1/2021). Karena, faktor harga ini juga masih agak sensitif bagi masyarakat dan dengan PDB (Produk Domestik Brutto) per kapita yang sebesar US$ 4.000 per tahun, mobil yang paling terjangkau oleh masyarakat luas berdasar kemampuan daya beli itu adalah mobil berbanderol Rp 250 jutaan.</p>
<p>“Nah kita lihat, mobil-mobil di kisaran harga segitu apakah sudah dilengkapi airbag/ Rasanya sudah, meskipun depan atau ada yang ditambahi samping. Tetapi, yang pasti, produsen mobil sudah menghitung mana fitur yang paling standar dibutuhkan atau minimal harus ada sebagai fitur penunjang keamanan dan keselamatan berkendara,” tandas Jongkie. (Fan/Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebelas Bulan, Penjualan Ritel Mobil Naik Signifikan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/sebelas-bulan-penjualan-ritel-mobil-naik-signifikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2021 12:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[diskon PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[insentif pajak]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4480</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Penjualan mobil – yang terdiri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Penjualan mobil – yang terdiri dari kendaraan penumpang maupun komersial – ke konsumen (ritel) sepanjang Januari hingga November di Indonesia tercatat menanjak dibanding periode sama tahun lalu. Pandemi Covid-19 yang relatif terkendali dan perpanjangan insentif menjadi pemicu paling tokcer.</p>
<p>Data yang dihimpun <em>Mobilitas</em> dari laporan penjualan ritel ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, selama sebelas bulan pertama itu total penjualan ritel mencapai 761.861 unit. Jumlah ini naik signifikan dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 509.788 unit, meski masih ambrol cukup dalam dibanding sebelas bulan pertama 2019 yang mencapai 944.870 unit.</p>
<p>“Januari sampai November kumulatifnya 761.860-an unit, naik signfikan dibanding periode sama 2020. Di bulan November saja mencapai 84.528 unit, atau mendekati rata-rata penjualan mobil bulanan selama tahun 2019 atau sebelum masa pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia,” ungkap Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (15/12/2021).</p>
<figure id="attachment_4117" aria-describedby="caption-attachment-4117" style="width: 670px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4117" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Nissan-Livina-mobil-yang-memdapatkan-diskon-PPnBM-dok.Istimewa-e1637132582317.jpg" alt="" width="670" height="484" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Nissan-Livina-mobil-yang-memdapatkan-diskon-PPnBM-dok.Istimewa-e1637132582317.jpg 670w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Nissan-Livina-mobil-yang-memdapatkan-diskon-PPnBM-dok.Istimewa-e1637132582317-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Nissan-Livina-mobil-yang-memdapatkan-diskon-PPnBM-dok.Istimewa-e1637132582317-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Nissan-Livina-mobil-yang-memdapatkan-diskon-PPnBM-dok.Istimewa-e1637132582317-581x420.jpg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Nissan-Livina-mobil-yang-memdapatkan-diskon-PPnBM-dok.Istimewa-e1637132582317-324x235.jpg 324w" sizes="auto, (max-width: 670px) 100vw, 670px" /><figcaption id="caption-attachment-4117" class="wp-caption-text">Nissan Livina salah- dok.Istimewa satu mobil yang saat ini berhak atas fasilitas diskon PPnBM 100% &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Merangkak naiknya penjualan unit ke konsumen dipicu oleh dua hal. Pertama, karena pengendalian pandemi Covid-19 yang relatif terkendali dan membuahkan hasil, menjadikan kegiatan mobilitas masyarakat mulai berangsur meningkat.</p>
<p>“Dengan meningkatnya kegiatan mobilitas masyarakat ini, baik individu atau keluarga dalam rangka kegiatan sosial seperti berkunjung ke rumah saudara atau lainnya dan kegiatan lembaga atau perusahaan dalam aktifitas bisnis, maka kebutuhan kendaraan juga meningkat,” kata Jongkie.</p>
<p>Pemicu kedua adalah, insentif perpajakan berupa diskon tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diperpanjang hingga akhir Desember tahun ini. Insentif itu, kata Jongkie, memantik minat masyarakar untuk membeli kendaraan karena pengurangan harga yang lumayan.</p>
<figure id="attachment_4073" aria-describedby="caption-attachment-4073" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4073" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-Cross-dok.Mobilitas-e1636724509587.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-4073" class="wp-caption-text">Mitsubishi New Xpander Cross, salah satu mobil yang mendapatkan fasilitas diskon PPnBM &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Dengan kata lain, instrumen pemantik kegairahan pasar itu terbukti tokcer.“Karena insentif ini benar-benar bermanfaat dan dirasakan bagi masyarakat. Terutama di kondisi saat ini,” ucap Jongkie. (Jap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karena Faktor Ini, Potensi Pasar Mobil di RI Masih Tinggi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/karena-faktor-ini-potensi-pasar-mobil-di-ri-masih-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2021 12:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[GIIAS]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[IIMS 2021]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[kepemilikan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pameran mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2545</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sebagai negara dengan jumlah penduduk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia – setelah Cina, India, dan Amerika Serikat – Indonesia (dengan jumlah penduduk menurut data Badan Pusat Statistik Januari 2021, sebanyak 270,2 juta jiwa) memiliki potensi yang tinggi sebagai pasar mobil. Ada beberapa faktor yang diyakini sebagai pendorong munculnya permintaan terhadap produk otomotif khususnya mobil.</p>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menyebut, peluang atau potensi munculnya permintaan itu dari tingkat kebutuhan yang masih sangat tinggi. Sebab, kata Jongkie, dari penelitian sejumlah lembaga internasional baik di Asia maupun global, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah dibanding negara-negara lain.</p>
<p>&#8220;Khususnya di lingkungan regional Asia Tenggara saja. Kita masih 99 orang dari 1.000 orang penduduk, artinya dari 1.000 penduduk baru 99 oarng yang punya mobil. Artinya ini peluang besar,” ujar Jongkie, saat dihubungi <em>Mobilita</em>s di Jakarta, Jumat (6/8/2021).</p>
<figure id="attachment_2547" aria-describedby="caption-attachment-2547" style="width: 670px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2547" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="670" height="480" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_.jpg 670w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Ilustrasi-pameran-mobil-dok.Motoris.id_-586x420.jpg 586w" sizes="auto, (max-width: 670px) 100vw, 670px" /><figcaption id="caption-attachment-2547" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pameran mobil &#8211; dok.Motoris.id</figcaption></figure>
<p>Kedua, budaya masyarakat Indonesia yang khas dalam menjaga hubungan kekeluargaan. Orang Indonesia, kata Jongkie, memiliki budaya mengunjungi keluarga – khususnya orang tua &#8211; di kampung halaman, sedikitnya setahun sekali saat lebaran atau hari besar lainnya.</p>
<p>&#8220;Sementara, dalam bermobilitas ini, masyarakat cenderung menggunakan kenmdaraan pribadi bersama keluarga. Hal ini dikarenakan, banyak masyarakat yang melakukan migrasi (termasuk urbanisasi) ke tempat atau kota lain,&#8221; sebut mantan Presiden Direktur Hyundai Motor Indonesia itu.</p>
<p><strong>Siklus usia kendaraan</strong><br />
Kedua faktor itu juga diakui Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam. Bahkan menurut Bob, karena sebaran penduduk dan area pemukiman masyarakat – khususnya di luar kota besar – yang banyak belum terkoneksi menjadikan banyak masyarakat yang merasa membutuhkan kendaraan pribadi.</p>
<p>“Jadi, fakta (faktor ketiga) kondisi geografis dan jalur transportasi yang ada, menjadikan masyarakat butuh kendaraan yang bisa menjangkau titik tujuan yang akan dicapainya. Sementara, meski saat ini pembelian mobil terus terjadi, namun kendaraan juga memiliki siklus hidup dan keyalakan sehingga perlu penggantian. Dari hitungan kami, saat ini saja (di tahun 2021) jumlah kendaraan (mobil) yang berusia 10 tahun lebih ada 5 juta unit lebih. Padahal, itu normalnya sudah harus diganti. Sehingga kami lihat ini sebagai potensi pasar yang besar,” papar Bob kepada <em>Mobilitas</em>, Jumat (6/8/2021).</p>
<figure id="attachment_2551" aria-describedby="caption-attachment-2551" style="width: 680px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2551" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="680" height="483" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_.jpg 680w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_-300x213.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_-591x420.jpg 591w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mobil-Toyota-di-pameran-otomotif-GIIAS-dok.Motoris.id_-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption id="caption-attachment-2551" class="wp-caption-text">Mobil Toyota di pameran otomotif GIIAS &#8211; dok.Motoris.id</figcaption></figure>
<p>Kepala Riset Lembaga Konsultan dan Riset Pasar, Eternity Marketing Research Specialist, Eko Wahyu Utomo, mengaku sepakat dengan Jongkie dan Bob. Bahkan dia menambah satu faktor (faktor keempat) yakni jumlah penduduk usia muda Indonesia yang porsinya mayoritas.</p>
<p>“Kalau kita bicara milenial (17 tahun hingga 45 tahun) itu jumlahnya hampir 41,3% dari total penduduk kita. Kan menurut BPS jumlah total penduduk kita 270,2 juta, ya tinggal kita hitung berapa jumlah mereka. Para milenial ini adalah orang-orang yang potensial membeli mobil,” kata dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, Jumat (6/8/2021).</p>
<p>Belum lagi, jika bicara orang-orang kelompak usia produktif – yang menurut BPS adalah mereka yang berusia 15 tahun hingga 64 tahun – yang mencapai 53,39% atau sekitar 63,64 juta jiwa. Dia membuat hitungan sederhana, misalnya dari jumlah ini yang membutuhkan dan ingin membeli mobil setiap tahunnya 10 saja, maka akan ada 6,3 juta orang.</p>
<figure id="attachment_823" aria-describedby="caption-attachment-823" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-823" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Ilustrasi-membeli-mobil-secara-kredit-dok.Istimewa-via-CarEdge-e1621068691306.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-823" class="wp-caption-text">Ilustrasi, membeli mobil secara kredit &#8211; dok.Istimewa via CarEdge</figcaption></figure>
<p>“Sekarang ini, tinggal bagaimana menjaga daya beli masyarakat itu stabil dan lingkungan ekonomi baik sosial maupun politrik memberi kepastian terhadap ekonomi. Kalau ekonomi tumbuh, permintaan atau konsumsi barang di luar primer dan sekunder (termasuk mobil) akan tumbuh. Itu sebuah rumusan,” terang Eko. (Jrr/Din/Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
