<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mobil listrik di Jepang &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/mobil-listrik-di-jepang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Sep 2025 15:12:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>mobil listrik di Jepang &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gempur Pasar Jepang, Xiaomi Segera Jajakan SU7 Ultra</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/gempur-pasar-jepang-xiaomi-segera-jajakan-su7-ultra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 10:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil jepang]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Xiaomi]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Xiaomi]]></category>
		<category><![CDATA[Xiaomi gempur Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Xiaomi SU7 Ultra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25805</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pabrikan gadget kondang asal Republik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pabrikan gadget kondang asal Republik Rakyat Cina yang juga jadi pabrikan mobil listrik – Xiaomi – kini berencana berekspansi ke Jepang. Pabrikan yang bermarkas di Beijing itu telah memperkenalkan Xiaomi SU7 Ultra di Akihabara, Tokyo, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Laporan IT Home dan The People Daily yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (29/9/2025, menyebut jadwal peluncuran mobil itu di Negeri Sakura tersebut memang belum ditentukan. Namun saat ini, Xiaomi telah mengoperasikan dua toko Xiaomi di Prefektur Saitama.</p>
<p>Bahkan pabrikan yang kini dipimpin Lei Jun itu tahun 2025 ini menargetkan telah memiliki lima toko di Jepang. Kelimanya, dua toko di Prefektur Saitama dan tiga lainnya akan dibangun di wilayah metropolitan Tokyo, termasuk Kota Chiba.</p>
<p>Sekadar informasi, Xiaomi SU7 Ultra di Cina dibanderol 529.900 yuan atau sekitar Rp1,2 miliar. Mobil ini diluncurkan di Negeri Tirai Bambu itu pada 27 Februari 2025.</p>
<figure id="attachment_25808" aria-describedby="caption-attachment-25808" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/09/Tampilan-belakang-Xiaomi-SU7-Ultra-dok.Istimewa-e1759158692679.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-25808" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/09/Tampilan-belakang-Xiaomi-SU7-Ultra-dok.Istimewa-e1759158692679.jpg" alt="" width="700" height="504" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/09/Tampilan-belakang-Xiaomi-SU7-Ultra-dok.Istimewa-e1759158692679.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/09/Tampilan-belakang-Xiaomi-SU7-Ultra-dok.Istimewa-e1759158692679-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-25808" class="wp-caption-text">Tampilan belakang Xiaomi SU7 Ultra &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Dia memiliki dimensi panjang 5.115 milimeter (mm), lebar 1.970 mm, dan tinggi 1.465 mm, serta jarak sumbu roda 3.000 mm. Xiaomi membekalinya dengan dua motor HyperEngine V8 dan satu motor HyperEngine V6s, yang menghasilkan tenaga hingga 1.548PS.</p>
<p>Dengan semburan tenag sebesar itu, mobil ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 1,98 detik, dan melesat dengan kecepatan 350 km/jam lebih. Jarak tempuh CLTC-nya dinilai mencapai 620 km, dengan konsumsi energi 16,5 kWh/100 km.</p>
<p>Teknologi digitalnya menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 8295 dengan Xiaomi HyperOS. Xiaomi juga melengkapinya dengan sistem mengemudi cerdas Xiaomi Pilot, didukung oleh dua chip Orin X yang memberikan daya komputasi 508 TOPS. (Din/Aa).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari 2025 Penjualan Mobil Listrik di Jepang Kembali Melorot</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-2025-penjualan-mobil-listrik-di-jepang-kembali-melorot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2025 02:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[pasr mobil listrik di jepng]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan BYD di jepang 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan EV di Jepang 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan EV di Jepang Januari 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan EV Toyota di Jepnag]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=22698</guid>

					<description><![CDATA[Tokyo, Mobilitas – Meski secara total penjualan seluruh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokyo, Mobilitas</strong> – Meski secara total penjualan seluruh (semua jenis mobil dari semua merek) di Jepang pada Januari 2025 meningkat, namun di segmen mobil listrik baterai (BEV) Negeri Sakura itu membukukan amblesnya penjualan.</p>
<p>Data Asosiasi Dealer Mobil Jepang (JADA) dan Asosiasi Importir Mobil Jepang (JAIA) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (9/2/2025) menunjukkan, pada bulan Januari 2025 jumlah mobil yang terjual di Jepang mencapai 376.255 unit. Jumlah ini meningkat 12 persen dibnding total penjualan mobil bulan Januari tahun lalu, yang mencapai 334.876 unit.</p>
<p>Namun di saat yang sama, penjualan mobil listrik baterai hanya, 4.563 unit, melorot 2 persen dibanding jumlah penjualan selama Januari 2024. Jumlah penjualan (pangsa pasar) mobil listrik itu hanya 1,4 persen dari total penjualn mobil yang tercetak di bulan tersebut.</p>
<figure id="attachment_16121" aria-describedby="caption-attachment-16121" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/BYD-Seal-model-terbaru-dok.Istimewa-via-The-Canberra-Times-e1704900274279.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-16121" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/BYD-Seal-model-terbaru-dok.Istimewa-via-The-Canberra-Times-e1704900274279.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-16121" class="wp-caption-text">Ilustrasi, BYD yaitu BYD Seal &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sebelumnya, selama setahun penuh 2024, penjualan mobil listrik di Negeri Matahari Terbit itu ambrol 33 persen dibanding tahun 2023. Jika di tahun 2023 masih sebanyak 88.510 unit, pada tahun 2024 hanya 59.736 unit.</p>
<p>Fakta data JADA juga berbicara, di tahun itu, pabrikan asal Cina yakni Build Your Dreams (BYD) yang masuk Jepang pada Marer 2023, membungkam Toyota dalam penjualan mobil listrik. BYD menjual 2.223 mobil setrum, melonjak 54 persen dibanding 2023.</p>
<p>Sedangkan Toyota 2.038 unit,ambrol 30 persen. Penjualan mobil listrik baterai Toyota itu belum sampai 2 persen dari total penjualan 1,36 jut unit yang dibukukannya. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Penyebab Penjualan Mobil Listrik di Jepang Lemot</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-penyebab-penjualan-mobil-listrik-di-jepang-lemot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2023 22:57:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota masih fokus ke mobil hybrid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11889</guid>

					<description><![CDATA[Tokyo, Mobilitas – Saat negara lain berlomba memacu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokyo, Mobilitas</strong> – Saat negara lain berlomba memacu penjualan mobil listrik, penjualan di Jepang masih lambat.</p>
<p>Laporan Associated Press yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (11/4/2023) menunjukkan hingga 2022 lalu hanya sebanyak 59.000 unit. Jumlah kumulatif itu masih belum sampai 2% dari total penjualan mobil di negeri itu selama setahun saja.</p>
<p>Data Asosiasi Diler Mobil Jepang (JADA) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (11/4/2023) di 2022 saja, penjualan mobil di Jepang mencapai 4.201.321 unit. Jumlah itu sangat jauh di atas jumlah populasi mobil listrik murni (BEV) hingga tahun tersebut.</p>
<p>Fakta juga berbicara, mobil paling laku di Negeri Matahari Terbit itu masih mobil berteknologi pembakaran internal (ICE) dan hybrid. Bahkan, mobil hybrid menyumbang 40% dari total penjualan.</p>
<p>Hasil riset PriceWaterhouse Coopers (PwC) menyebut penyerapan mobil listrik (BEV) di Jepang jauh tertinggal dengan negara-negara lain. Di Cina misalnya, selama 2022 lalu mencapai 20% dari total penjualan mobil secara keseluruhan, 15% di Eropa Barat, dan 5,3% di Amerika Serikat.</p>
<p>Presiden Japan Electrification Research Institute (JERI), Kenichiro Wada,  menyebut lemotnya penjualan BEV di Jepang disebabkan dua hal. Karena infrastruktur pedukung yang minim, dan keengganan pabrikan untuk fokus ke mobil setrum.</p>
<figure id="attachment_6818" aria-describedby="caption-attachment-6818" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6818" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311.jpg" alt="" width="700" height="505" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-696x502.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-582x420.jpg 582w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-6818" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik Nissan Leaf terbaru &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Saya pikir Toyota tidak ingin condong ke arah plug-in hybrid dan kendaraan listrik (BEV) tetapi lebih fokus pada hybrid, karena investasi mereka yang signifikan (di kendaraan hybrid,&#8221; ungkap Kenichiro.</p>
<p>Bahkan, kata Kenichiro, mantan Chief Executive Officer Toyota (Akio Toyoda, yang juga Ketua Asosiasi Pabrikan Mobil Jepang atau JAMA) secara intensif terus mempertanyakan mengapa harus fokus ke mobil listrik, juga menjadi indikasi keengganan industri. “Ini seperti pegulat sumo papan atas, yang ingin mempertahankan status quo selama mungkin,” ujar dia.</p>
<p>Namun, itu tak hanya terjadi di pabrikan, melainkan juga di masyarakat. Seperti diungkap Direktur Industri Otomotif Kementerian Perdagangan Jepang, Kuniharu Tanabe, masyarakat menilai harga mobil listrik mahal dan sumberdaya pendukungnya masih terbatas.</p>
<p>“Sementara mobil berteknologi hybrid harganya terjangkau dan menawarkan penghematan (emisi) yang signifikan,&#8221; kata dia. (Swe/Aa)c</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ternyata, Penjualan Mobil Listrik di Jepang Cuma Segini Doang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ternyata-penjualan-mobil-listrik-di-jepang-cuma-segini-doang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2022 05:07:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Lexus UX300e]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Honda]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik impor di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Nissan Ariya]]></category>
		<category><![CDATA[Nissan Leaf]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna mobil listrik di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota bZ4X]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=6992</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Jepang hingga saat ini masih...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Jepang hingga saat ini masih tercatat sebagai pasar mobil terbesar ketiga di dunia, sekaligus sebagai produsem kendaraan bermotor roda empat atau lebih terbesar kedua di dunia. Negeri Sakura itu berada di belakang Cina dan Amerika Serikat sebagai pasar mobil terbesar, dan di belakang Cina sebagai produsen mobil terbesar sejagat.</p>
<p>“Jepang sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 masih tercatat sebagai negara pengekspor mobil terbesar kedua di dunia,” bunyi keterangan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Minggu (12/6/2022).</p>
<p>Data yang disajikan lembaga pengembangan dan kersajama industri dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu memperlihatkan sepanjang tahun 2021 lalu Jepang memproduksi mobil sebanyak 16,46 juta unit. Jumlah ini naik cukup signifikan dibanding tahun 2020 yang sebanyak 15,38 juta unit.</p>
<p>Pada tahun yang sama – seperti terlihat di data Japan Automobile Dealers Association (JADA) dan Japan Mini Vehicles Association (JMVA) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Minggu (12/6/2022) – total penjualan mobil di Negeri Matahari Terbit itu mencapai 4.448.340 unit.</p>
<figure id="attachment_1847" aria-describedby="caption-attachment-1847" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1847" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Ilustrasi-Nissan-Ariya-dok.Nissan-Ellicott-City-e1625032665165.jpg" alt="" width="700" height="488" /><figcaption id="caption-attachment-1847" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Nissan Ariya &#8211; dok.Nissan Ellicott City</figcaption></figure>
<p>Jumlah ini ambles 3,3 persen dibanding penjualan yang dibukukan sepanjang tahun 2020, akibat seretnya pasokan semikonduktor (chip) dan dampak pandemi Covid-19.</p>
<p>Namun, dalam penjualan mobil listrik baterai (BEV) ternyata di negara kampiun industri mobil ternyata masih sangat minim. Data hasil riset yang dilakukan Energy Tracker Asia memperlihatkan di tahun-tahun itu, penjualan mobil setrum murni (BEV) hanya 1 persen, bahkan di tahun 2021 kurang dari itu.</p>
<p>“Persepsi konsumen tentang kendaraan listrik di Jepang juga memainkan peran penting. Di Jepang, hibrida dan EV dipandang sebagai pilihan yang sama. Ada narasi kuat yang disajikan oleh industri otomotif negara itu yang menunjukkan hibrida merupakan pilihan yang lebih baik untuk jaringan energi Jepang, meskipun penelitian menunjukkan sebaliknya,” papar Juru Kampanye Green Peace di Jepang, Daniel Read.</p>
<figure id="attachment_6818" aria-describedby="caption-attachment-6818" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6818" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311.jpg" alt="" width="700" height="505" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-696x502.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-582x420.jpg 582w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/05/Nissan-Leaf-terbaru-dok.Istimewa-e1653908145311-324x235.jpg 324w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-6818" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik Nissan Leaf terbaru &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Data riset Green Peace Jepang menunjukkan, sepanjang tahun 2021 lalu, mobil listrik murni yang terjual di Jepang hanya kurang dari 20.000 unit alias kurang dari 1 persen dari total penjualan mobil. Dari jumlah itu, 8.751 unit merupakan mobil listrik asal impor. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
