<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mobil listrik di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/mobil-listrik-di-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2026 16:05:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>mobil listrik di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mobil Listrik Makin Diminati di Indonesia, Ternyata Ini  Empat Faktor Pemicunya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mobil-listrik-makin-diminati-di-indonesia-ternyata-ini-empat-faktor-pemicunya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 09:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik saat harga BBM naik]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan BYD]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan EV di RI]]></category>
		<category><![CDATA[tren mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27623</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi mesin pertumbuhan baru sektor otomotif nasional. Terbukti, tren pertumbuhan pangsa pasarnya berikut volume penjualan unit yang terus meningkat di tengah loyonya pasar mobil di Indonesia.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menunjukkan porsi penjualan mobil konvensional bermesin pembakaran internal (ICE) pada tahun 2021 masih 99,6 persen. Tetapi di tahun 2025 merosot menjadi 78,2 persen.</p>
<p>Sebaliknya, porsi penjualan mobil listrik baterai (BEV) trennya terus merambat naik, jika di tahun 2021 baru 0,1 persen, pada akhir 2025 menjadi 12,9 persen pada akhir 2025. Bahkan per Maret 2026, porsi BEV naik lagi menjadi 15,6 persen,sedangkan ICE melorot menjadi 75 persen.</p>
<p>Menurut Chief Executive Officer Degree Synergy International, Andrea Suhendra, penjualan EV diyakini tambah meledak, setelah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik. Terlebih selisih harga antara harga EV dengan ICE makin tipis.</p>
<p>“Faktor lainnya yang juga menentukan keputusan orang membeli EV adalah jarak tempuh EV makin jauh, bisa mencapai 600 kilometer (km) saat baterai terisi penuh. Ini bisa mengurangi kecemasan jarak (<em>range anxiety</em>) yang biasanya dialami pengguna EV,” papar Suhendra dalam diskusi bertajuk Lonjakan Harga Minyak Dunia, Momentum Genjot Adopsi Electric Vehicle yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Rabu (22/4/2026).</p>
<figure id="attachment_20127" aria-describedby="caption-attachment-20127" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-Fleetmaxx-Solution-e1726635331320.png"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-20127" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-Fleetmaxx-Solution-e1726635331320.png" alt="" width="700" height="492" /></a><figcaption id="caption-attachment-20127" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengisian daya baterai mobil listrik &#8211; dok.Istimewa via Fleetmaxx Solution</figcaption></figure>
<p>Penjualan EV semakin mencuat, lanjut Suhendra, karena ragam pilihan varian model plus teknologi fitur yang menyertainya semakin bertambah banyak. Walhasil, konsumen memiliki referensi pilihan yang lengkap sesuai kebutuhan dan keinginan atau selera.</p>
<p>“Satu hal lagi, total <em>cost ownership</em> mobil listrik lebih rendah dibanding ICE. Biaya energi, biaya perawatan lebih rendah,” jelas Suhendra.</p>
<p>Dia mencatat, jumlah model BEV saat ini mencapai 74, naik tajam dari tahun 2021 yang hanya 11. Adapun model PHEV yang beredar kini mencapai 12, membuat penjualan segmen ini melonjak dari hanya 42 unit per Maret 2025 menjadi 1.521 unit per Maret 2026.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, di forum yang sama menegaskan Kemenperin terus mendorong percepatan pengembangan ekosistem industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional. Ini sebagai bagian dari transformasi industri menuju ekonomi hijau dan penguatan daya saing manufaktur nasional.</p>
<p>“Sebab, industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, transformasi menuju kendaraan listrik harus dipastikan berjalan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi industri dalam negeri,” ujar Setia.</p>
<figure id="attachment_25271" aria-describedby="caption-attachment-25271" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/BYD-Atto-1-di-GIIAS-2025-–-dok.Mobilitas-e1755094249873.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-25271" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/BYD-Atto-1-di-GIIAS-2025-–-dok.Mobilitas-e1755094249873.jpg" alt="" width="700" height="513" /></a><figcaption id="caption-attachment-25271" class="wp-caption-text">BYD Atto 1 di Indonesia– dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Menurut Setia, saat ini terjadi perubahan preferensi konsumen, masyarakat mulai memilih kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. “Ini menjadi sinyal positif bagi transformasi industri otomotif nasional,” tandas dia.</p>
<p>Adapun soal loyalitas merek dari negara tertentu, menurut Andrea Suhendra yang ditemui <em>Mobilitas</em> usai diskusi, saat ini konsumen mobil (yang sebagian besar generasi milinial dan generasi Z) tidak fantik sempit ke merek-merek tertentu dan dri negara tertentu pula.</p>
<p>Konsumen dari dua kelompok itu, yang porsinya dalam struktur konsumen di Indonesia merupakan mayoritas, lebih rasional dalam melihat produk. Mereka <em>melek</em> teknologi, <em>melek</em> informasi, sehingga lebih rasional.</p>
<p>“Dari manapun asal mobil itu, selama teknologinya oke, tampilan oke, fiturnya sangat berguna dalam kekinian, harga msuk akal sehingga <em>value for money</em> tinggi ya mereka pilih. Nah EV banyak mereka nilai menawarkan itu semua,” tandas Suhendra. (Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pakar: Ini yang Harus Dilakukan RI Jika Ingin Pangsa Pasar BEV Capai 20 Persen di 2045</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pakar-ini-yang-harus-dilakukan-ri-jika-ingin-pangsa-pasar-bev-capai-20-persen-di-2045/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 08:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan BEV di RI]]></category>
		<category><![CDATA[populasi BEV di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=22802</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta data menunjukkan sejak tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta data menunjukkan sejak tahun 2020 hingga tahun 2024 jumlah mobil listrik baterai (BEV) yang terjual di Indonesia tertinggi di tahun 2024 dengan pangsa pasar baru 4,98 persen. Laju pertumbuhan terjadi setelah masuknya pabrikan atau merek mobil listrik asal Cina.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (14/2/2025) menunjukkan selama lima tahun (tahun 2020 – 2025) total BEV yang terlego di Tanah Air mencapai 43.188 unit.</p>
<p>Rinciannya, pada tahun 2020, BEV yang terlego 125 unit, dan tahun 2021 naik menjadi 687 unit. Kenaikan terjadi lagi pada tahun 2022 dengan total 10.327 unit, lalu di tahun 2023 sebanyak 17.051 unit, dan tahun 2024 sebanyak 43.188 unit.</p>
<p>Tetapi, tren pertumbuhan penjualan mobil setrum itu jauh dibanding negara-negar lain seperti Cina, atau bahkan dengan   Thailand, tetangga Indonesia. Tercatat, meski di tahun 2024 menurun dibanding tahun sebelumnya atau tahun 2023, namun penjualan di Negeri Gajah Putih itu masih hampir dua kali lipatnya Indonesia.</p>
<p>Data Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand (EVAT) dan Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (14/2/2025) menunjukkan jumlah BEV yang laku terjual di Negeri Gajah Putih itu pada tahun 2024 sebanyak 70.137 unit. Jumlah penjualan itu anjlok 8,12 persen dibnding tahun 2023 yang sebanyak 76.000 unit</p>
<p>Menurut pengamat industri otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, memang jumlah pabrikan mobil listrik di Thailand lebih banyak ketimbang Indonesia. “Untuk mengejar ketertinggalan ini perlu upaya ekstra. Karena meski PDB per kapita atau daya beli tinggi, tidak serta merta orang beralih ke BEV. Ada beberapa alasan, mulai dari infrastruktur hingga alasan lain,” kata Yannes saat ditemui <em>Mobilitas</em> di sela acara Carbon Neutrality Mobility Event bertema Beyond Zero yang digelar Toyota Indonesia di IIMS 2025. di JiExpo, Jakarta, Jumat (14/2/2025).</p>
<figure id="attachment_19943" aria-describedby="caption-attachment-19943" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Penempatan-baterai-pada-Wuling-Hongguang-versi-listrik-dok.CarNewsChina-e1725628988377.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-19943" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/Penempatan-baterai-pada-Wuling-Hongguang-versi-listrik-dok.CarNewsChina-e1725628988377.jpg" alt="" width="700" height="402" /></a><figcaption id="caption-attachment-19943" class="wp-caption-text">Ilustrasi, baterai mobil listrik &#8211; dok.CarNewsChina</figcaption></figure>
<p>Dia mencontohkan Norwegia yang PDB per kapita-nya US$ 89.000 ternyata untuk mencapai populasi BEV hingga 80 persen dari total kendaraan dibutuhkan waktu 30 tahun (hingga tahun 2024 kemarin). Padahal, negara nordik tersebut sebagian besar wilayahnya ditutup gletser (lapisan es) yang jika suhu memanas &#8211; salah satu penyebabny akibat emisi kendaraan  &#8211; maka sebagian daratannya akan tenggelam, tidak seketika beralih ke BEV.</p>
<p>Tetapi, negar ini beruntung karena perekonomiannya sangat mendukung ditambah pemahamn msyarakat terhadap realitas bahaya pemanasan global, yang penyebabnya juga berasal dari emisi kendaraan menjadi ancaman mereka. &#8220;Sehingga antara keinginan pemerintah, kekuatan ekonomi nasional, dan pemahaman masyarakat akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan klop. Ini yang menjadi akselerasi ke era BEV berlangsung linear, walaupun butuh waktu cukup panjang,&#8221; jelas Yannes.</p>
<p>Disisi lain, contoh sebaliknya adalah Thailand yang pangsa pasar BEV-nya baru 10 persen, kendati pemerintahnya gaspol memacu pertumbuhan BEV dengan beragam insentif. Hal itu dikarenakan PDB per-kapitanya masih US$ 7.000, dan infrastrukturnya belum tersedi secar merata di berbagai wilayah.</p>
<p>&#8216;Oleh karena itu, kata Yannes, Indonesia perlu melihat dua contoh tersebut. Dengan PDB per kapita yang sebesar US$ 4.960 Indonesia masih berat untuk mewujudkan target pangsa pasar BEV mencapai 20 persen dari total penjualan mobil pada tahun 2045. Maklum, harga mobil listrik masih mahal, sementra daya beli mayoritas orang Indonesia masih menjangkau mobil dengan banderol Rp 300 juta atau bahkan Rp 250 juta ke bawah.</p>
<p>“Perlu PDB per kapita minimal US$ 12.000. Selain itu pembangunan ekosistemnya harus gencar termasuk infrastrukturnya,” tandas Yannes. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini 10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Sepanjang 2023</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-10-mobil-listrik-terlaris-di-indonesia-sepanjang-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2024 02:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[DFSK Gelora EV]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Hyundai Ioniq 5]]></category>
		<category><![CDATA[insentif mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[MINI EV]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Neta V]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota bZ4X]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling Air EV]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling Binguo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16230</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang tahun 2023 mobil elektrifikasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang tahun 2023 mobil elektrifikasi (terdiri dari mobil listrik murni atau BEV dan mobil hybrid baik PHEV maupun HEV) di Indonesia meroket.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (18/1/2024) menunjukkan sepanjang tahun itu sebanyak 69.763 mobil elektrifikasi yang terjual ke diler (<em>wholesales</em>). Jumlah tersebut meroket 237,3 persen dibanding tahun 2022.</p>
<p>Menariknya, dari total mobil elektrifikasi yang terlego tersebut yang merupakan BEV hanya sebanyak 17.058 unit alias 24,5 persen. Selebihnya, mobil hybrid dan plug-in hybrid.</p>
<figure id="attachment_13809" aria-describedby="caption-attachment-13809" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13809" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Peluncuran-Wuling-Air-Ev-Lite-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-e1692023044707.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-13809" class="wp-caption-text">Peluncuran Wuling Air ev Lite &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Di jajaran mobil setrum murni alias BEV itu, Hyundai Ioniq 5 tercatat sebagai mobil yang berhasil membukukan wholesales terbanyak, yakni 7.482 unit. Jumlah ini meroket dibanding tahun 2022 yang masih sebanyak 1.829 unit.</p>
<p>Dia disusul mobil listrik Wuling Air ev yang laku sebanyak 5.575 unit. Namun, total angka penjualan mobil setrum merek asal Guangzhou, Cina, ini ternyata ambrol dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 8.053 unit.</p>
<p>Berikut 10 mobil listrik murni BEV terlaris sepanjang tahun 2023:<br />
Hyundai Ioniq 5 : terjual 7.176 unit<br />
Wuling Air ev : 5.575 unit<br />
Wuling Binguo : 1.393 unit<br />
BMW iX : 615 unit<br />
Toyota bZ4X : 479 unit<br />
Hyundai Ioniq 6 : 263 unit<br />
DFSK Gelora EV : 260 unit<br />
Lexus RZ 450e : 206 unit<br />
Mini Cooper SE : 185 unit<br />
Neta V : 181 unit<br />
<em>Sumber: Gaikindo, 2024</em>. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Motor Listrik, Indika Energy Kini Hadirkan Charger Super Cepat Mobil</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/setelah-motor-listrik-indika-energy-kini-hadirkan-charger-super-cepat-mobil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2023 13:16:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[charger daya baterai mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitas charger super depat mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Indika Energy]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur pengisian baterai]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[motor listrik ALVA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11564</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; PT Indika Energy Tbk. (Indika...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; PT Indika Energy Tbk. (Indika Energy) bekerjasama dengan Daeyoung Chaevi Co., Ltd. (Chaevi).</p>
<p>Dalam pernyataan resmi yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (27/3/2023) Indika Energy menyebut pihaknya telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Korea itu di sela 2023 Korea-Indonesia Economic Cooperation Forum for the 50th Anniversary of Diplomatic Relations di Seoul, Korea Selatan, Senin (27/3/2023).</p>
<p>“Turut hadir dalam penandatanganan MoU itu adalah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin,” bunyi keterangan tersebut.</p>
<p>Director and Group Chief Investment Officer Indika Energy, Purbaja Pantja, mengatakan kongsi tersebut bertujuan menghadirkan pengisi daya cepat dan ultra cepat untuk kendaraan listrik roda empat atau lebih (termasuk bus). Selain itu memperluas ekspor charger melalui kontrak keagenan dengan PT Energi Makmur Buana (EMB), afiliasi Indika Energy.</p>
<figure id="attachment_8610" aria-describedby="caption-attachment-8610" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8610" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-sepeda-motor-listrik-Alva-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1663254083540.jpg" alt="" width="700" height="506" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-sepeda-motor-listrik-Alva-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1663254083540.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-sepeda-motor-listrik-Alva-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1663254083540-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-sepeda-motor-listrik-Alva-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1663254083540-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-sepeda-motor-listrik-Alva-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1663254083540-696x503.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-sepeda-motor-listrik-Alva-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1663254083540-581x420.jpg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-sepeda-motor-listrik-Alva-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1663254083540-324x235.jpg 324w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8610" class="wp-caption-text">Ilustrasi, sepeda motor listrik Alva yang diluncurkan di GIIAS 2022 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>&#8220;Penguatan kerja sama antara Indika Energy dan Chaevi ini diharapkan dapat memperkuat fasilitas dan infrastruktur kendaraan listrik. Hal ini merupakan bagian dari misi Indika Energy untuk menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif di Indonesia,&#8221; kata dia.</p>
<p>Pada Februari lalu, Chaevi telah memperpanjang perjanjian distribusi dengan EMB selama dua tahun ke depan. Sebelumnya, sejak 2020, Chaevi telah mengekspor pengisi daya listrik cepat dan ultra cepat ke Indonesia.</p>
<p>Seperti diketahui, pada Agustus 2022, Indika Energy meluncurkan sepeda motor listrik merek ALVA. Selain itu, perusahaan ini bersama mitra bisnisnya juga mengembangkan kendaraan komersial listrik roda empat (termasuk bus) dan baterai listrik. (Swe/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sampai Februari, Jualan Mobil Listrik di RI Masih Seujung Kuku Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/sampai-februari-jualan-mobil-listrik-di-ri-masih-seujung-kuku-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Mar 2023 08:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Hyundai Ioniq 5 di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar EV Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Thailandailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Niussan Lea di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling Air ev di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11306</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Total penjualan mobil listrik murni...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Total penjualan mobil listrik murni (BEV) di Indonesia sepanjang Februari bertambah banyak 92 unit.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (13/3/2023) menunjukkan, pada Januari mobil setrum yang laku terjual di Indonesia sebanyak 390 unit. Sedangkan di bulan berikutnya 298 unit, sehingga totalnya 668 unit.</p>
<p>Dari jumlah penjualan selama dua bulan pertama itu, Hyundai Ioniq 5 masih mendominasi. Mobil setrum besutan merek asal Korea Selatan ini laku sebanyak 447 unit, dan disusul Wuling Air EV yang laku 118 unit.</p>
<p>Jumlah ini sangat jauh di bawah total penjualan yang dibukukan oleh Thailand. Data Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (13/3/2023) memperlihatkan di rentang Januari – Februari itu 8.515 mobil listrik murni terjual di Negeri Gajah Putih</p>
<p>Rinciannya pada Januari terlego sebanyak 3.017 unit dan Februari 5.498 unit. Selama dua bulan pertama itu mobil setrum asal Cina BYD Atto 3 paling laris dengan penjualan sebanyak 3.017 unit.</p>
<figure id="attachment_6958" aria-describedby="caption-attachment-6958" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6958" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wuling-Air-EV-yang-akan-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1654739435497.webp" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wuling-Air-EV-yang-akan-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1654739435497.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wuling-Air-EV-yang-akan-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1654739435497-300x215.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wuling-Air-EV-yang-akan-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1654739435497-150x108.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wuling-Air-EV-yang-akan-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1654739435497-696x499.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/06/Wuling-Air-EV-yang-akan-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1654739435497-586x420.webp 586w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-6958" class="wp-caption-text">Wuling Air EV yang akan diproduksi di Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Terlaris kedua dan ketiga juga mobil listrik asal Negeri Tirai Bambu, yakni Neta V dan Ora Good Cat (besutan Great Wall Motor). Masing-masing laku sebanyak 1.809 unit dan 776 unit.</p>
<p>Ihwal lebih larisnya mobil setrum di Thailand, pengamat industri dan pasar otomotif dari sekolah bisnis Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu yang dihubungi <em>Mobilitas</em> dari Jakarta, Senin (13/3/2023) menyebut hal itu tidak lepas dari massifnya insentif yang diberikan pemerintah setempat.</p>
<p>“Baik kepada konsumen yang membeli mobil berupa potongan harga atau subsidi saat pembelian maupun perpajakan dan fasilitas lainnya setelah mobil dibeli, maupun kepada pabrikan atau produsen,” kata dia.</p>
<p>Kemudahan untuk investasi hingga kemudahan prosedur diberikan, sehingga menjadikan Thailand sebagai heaven investments. “Apalagi, infrastruktur pengecasan baterai maupun penjualan juga secara intensif dan ekstensif dibangun dengan kolaborasi pemerintah bersama swasta,” ujar Yannes. (Jap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gegara Pengalaman Ganti Baterai, Keluarga Ini Kapok Beli Mobil Listrik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/gegara-pengalaman-ganti-baterai-keluarga-ini-kapok-beli-mobil-listrik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2022 08:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[baterai mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[harga baterai mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Ford]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Wuling]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik bekas]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman buruk beli mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling Air EV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=9458</guid>

					<description><![CDATA[Miami, Mobilitas – Selain harganya lebih mahal ketimbang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Miami, Mobilitas</strong> – Selain harganya lebih mahal ketimbang harga mobil, ternyata baterai itu tak diproduksi lagi.</p>
<p>Kekagetan keluarga di Florida, Amerika Serikat itu bermula ketika Avery Siwinski dibelikan mobil listrik Ford Focus bekas model 2014 oleh mendiang ayahnya. Mobil yang tercatat telah menempuh jarak sejauh 96.000 kilometer ini awalnya tak menunjukkan masalah apapun selama enam bulan pertama dimiliki.</p>
<p>Namun, seperti dilaporkan <em>Fox Business</em> belum lama ini, Avery mengaku mulai mendapatkan masalah setelah enam bulan. “Awalnya, saya suka mobil ini karena kecil, imut, tenang, dan nyaman. Hingga suatu ketika, saat saya akan menuju bengkel tiba-tiba lampu indikator di dashbor berkedip. Mobil pun tiba-tiba berhenti,” ungkap gadis 17 tahun itu.</p>
<p>Singkat cerita, karena ayahnya telah meninggal, Avery pun menhubungi kakeknya, Ray. Sang kakek pun datang. Setelah menelitinya, Ray mengetahui baterai mobil itu harus diganti karena sudah soak.</p>
<p>Namun, betapa terkagetnya mereka saat mengetahui harga baterai mobil itu mencapai US$ 14.000, jauh di atas harga mobil itu saat dibeli yang sebesar US$ 11.000.</p>
<figure id="attachment_9460" aria-describedby="caption-attachment-9460" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9460" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Mobil-listrik-Ford-Focus-milik-sebuah-keluarga-di-Florida-Amerika-Serikat-ditinggalkan-karena-biaya-penggantian-baterai-lebih-mahal-ketyimbang-harga-mobil-baru-dok.Istimewa-via-Vehicle-Suggest-e1667636802232.webp" alt="" width="700" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Mobil-listrik-Ford-Focus-milik-sebuah-keluarga-di-Florida-Amerika-Serikat-ditinggalkan-karena-biaya-penggantian-baterai-lebih-mahal-ketyimbang-harga-mobil-baru-dok.Istimewa-via-Vehicle-Suggest-e1667636802232.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Mobil-listrik-Ford-Focus-milik-sebuah-keluarga-di-Florida-Amerika-Serikat-ditinggalkan-karena-biaya-penggantian-baterai-lebih-mahal-ketyimbang-harga-mobil-baru-dok.Istimewa-via-Vehicle-Suggest-e1667636802232-300x214.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Mobil-listrik-Ford-Focus-milik-sebuah-keluarga-di-Florida-Amerika-Serikat-ditinggalkan-karena-biaya-penggantian-baterai-lebih-mahal-ketyimbang-harga-mobil-baru-dok.Istimewa-via-Vehicle-Suggest-e1667636802232-150x107.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Mobil-listrik-Ford-Focus-milik-sebuah-keluarga-di-Florida-Amerika-Serikat-ditinggalkan-karena-biaya-penggantian-baterai-lebih-mahal-ketyimbang-harga-mobil-baru-dok.Istimewa-via-Vehicle-Suggest-e1667636802232-696x497.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Mobil-listrik-Ford-Focus-milik-sebuah-keluarga-di-Florida-Amerika-Serikat-ditinggalkan-karena-biaya-penggantian-baterai-lebih-mahal-ketyimbang-harga-mobil-baru-dok.Istimewa-via-Vehicle-Suggest-e1667636802232-588x420.webp 588w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Mobil-listrik-Ford-Focus-milik-sebuah-keluarga-di-Florida-Amerika-Serikat-ditinggalkan-karena-biaya-penggantian-baterai-lebih-mahal-ketyimbang-harga-mobil-baru-dok.Istimewa-via-Vehicle-Suggest-e1667636802232-100x70.webp 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9460" class="wp-caption-text">Mobil listrik Ford Focus milik Avery &#8211; dok.Istimewa via Vehicle Suggest</figcaption></figure>
<p>“Yang membuat kami lebih kaget dan kecewa, ternyata baterai itu sudah tak diproduksi lagi. Sehingga, kalau pun ingin mendapatkannya ada yang menyediakan dengan harga dua kali lipat,” ungkap Avery seperti dilaporkan Vehicle Suggest, yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Sabtu (5/11/2022).</p>
<p>Baik Avery maupun Ray mengaku menyesal membeli mobil listrik. Ray bahkan mengaku kapok dan meminta orang untuk berpikir ulang membeli mobil listrik.</p>
<p>“Jika Anda membeli yang baru, Anda harus menyadari bahwa tidak ada pasar barang bekasnya. Sebab, saat ini pabrikan tidak mendukung mobil tersebut,” tandas Ray.</p>
<p>Kabarnya, Ford bersedia membeli kembali Ford Focus listrik bekas itu tetapi dengan harga yang sangat rendah.(Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semester I Tahun Ini, Penjualan Mobil Listrik Menciut di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/semester-i-tahun-ini-penjualan-mobil-listrik-menciut-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jul 2022 04:07:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga Hyundai Creta]]></category>
		<category><![CDATA[harga Hyundai Stargazer]]></category>
		<category><![CDATA[mobil hybrid di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Hyundai]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Hyundai RI]]></category>
		<category><![CDATA[PHEV di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=7620</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Penjualan mobil elektrfikasi (listrik) di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Penjualan mobil elektrfikasi (listrik) di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni tahun ini melempem.</p>
<p>Data penjualan di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Sabtu (30/7/2022) menunjukkan, yang dimaksud mobil elektrifikasi atau mobil listrik di Tanah Air meliputi mobil hybrid (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV). Totalnya, 1.737 unit.</p>
<p>Jumlah tersebut menyusut 7% dibanding total penjualan yang berhasil dikantongi para pabrikan penjualnya selama Januari hingga Juni 2021. Saat itu jumlahnya mencapai 1.866 unit.</p>
<p>Selama enam bulan pertama itu BEV terjual 495 unit, meningkat 1% dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 488 unit. PHEV terjual 10 unit, aambrol 71% dari tahun lalu yang sebanyak 34 unit.</p>
<figure id="attachment_6273" aria-describedby="caption-attachment-6273" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6273" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Hyundai-Ioniq-5-dok.Hyundai.jpg-e1650613442196.jpeg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-6273" class="wp-caption-text">Hyundai Ioniq 5 &#8211; dok.Hyundai</figcaption></figure>
<p>Adapun HEV, pada semester pertama tahun ini laku sebanyak 1232 unit. Jumlah itu melorot 8% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.344 unit.<br />
Dilihat data ini, mobil hybrid masih mendominasi dengan porsi 71%. Kemudian BEV 28% dan PHEV 1%.</p>
<p>Pengamat otomotif di Sekolah Bisnis Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengakui hingga kini orang Indonesia masih lebih memilih hybrid. Mereka masih enggan menggunakan mobil listrik baterai.</p>
<p>“Harga yang masih mahal menjadikan mobil listrik belum terjangkau secara umum. Lalu, ragu terhadap ketersediaan infrastruktur pengecasan baterai, dan yang tidak kalah penting ragu terhadap penjualan kembali mobil listrik,” kata dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, dari Jakarta, Jumat (29/7/2022). (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasrat Pabrikan Mobil Listrik ke RI Makin Membara, Ini Buktinya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hasrat-pabrikan-mobil-listrik-ke-ri-makin-membara-ini-buktinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2022 03:26:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik RI]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[populasi sepeda motor listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=7562</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Indonesia terus memacu penggunaan kendaraan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Indonesia terus memacu penggunaan kendaraan listrik baterai oleh masyarakat sebagai bagian dari komitmennya terhadap upaya pengurangan gas rumah kaca dunia.</p>
<p>Selain membangun ekosistemnya melalui penyediaan infrastruktur dan memicu minat beli masyarakat agar populasi meningkat, upaya yang dilakukan pemerintah adalah mendorong produksi kendaraan tersebut di Tanah Air.</p>
<p>“Pemerintah terus melakukan edukasi ke masyarakat tentang keuntungan menggunakan kendaraan listrik dengan memberikan informasi soal fakta perbandingan biaya jika menggunakan kendaraan konvensional dengan kendaraan listrik. Sehingga, masyarakat akan tahu keuntungan nyatanya,” papar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufik Bawazier, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (26/7/2022).</p>
<p>Taufiek menegaskan, pemerintah mematok target pada tahun 2025 nanti jumlah mobil listrik yang beredar di jalanan Indonesia sudah mencapai 400.000 unit. Lima tahun kemudian, atau tahun 2030 sudah mencapai 600.000 unit.</p>
<p>Dia menyebut, target itu diyakini bakal tercapai karena tren penggunaan oleh masyarakat maupun pendaftaran kendaraan listrik baru ke lembaga pemerintah untuk bisa dipasarkan juga terus meningkat. Pernyataan Taufiek diamini Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Manajemen Keselamatan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Heri Prabowo.</p>
<figure id="attachment_7564" aria-describedby="caption-attachment-7564" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7564" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/07/Sebuah-Stasiun-Pengisian-Daya-Baterai-Kendaraan-Listrik-di-Jakarta-Selatan-dok.Mobilitas-e1658892343296.jpg" alt="" width="700" height="504" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/07/Sebuah-Stasiun-Pengisian-Daya-Baterai-Kendaraan-Listrik-di-Jakarta-Selatan-dok.Mobilitas-e1658892343296.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/07/Sebuah-Stasiun-Pengisian-Daya-Baterai-Kendaraan-Listrik-di-Jakarta-Selatan-dok.Mobilitas-e1658892343296-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/07/Sebuah-Stasiun-Pengisian-Daya-Baterai-Kendaraan-Listrik-di-Jakarta-Selatan-dok.Mobilitas-e1658892343296-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/07/Sebuah-Stasiun-Pengisian-Daya-Baterai-Kendaraan-Listrik-di-Jakarta-Selatan-dok.Mobilitas-e1658892343296-696x501.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/07/Sebuah-Stasiun-Pengisian-Daya-Baterai-Kendaraan-Listrik-di-Jakarta-Selatan-dok.Mobilitas-e1658892343296-583x420.jpg 583w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7564" class="wp-caption-text">Sebuah Stasiun Pengisian Daya Baterai Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU milik Pertamina yang ber;lokaszi di Jakarta Selatan &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Secara umum, pengajuan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) atau kartu lahir sebuah kendaraan listrik sejak tahun 2019 sampai 21 Juli 2022 menunjukkan tren peningkatan,” kata dia di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/7/2022).</p>
<p>Pada tahun 2019, kata Heri, permintaan SRUT untuk sepeda motor listrik sebanyak 982 dan mobil listrik 79. Tetapi di tahun 2020, permintaan masing-masing mencapai 2.109 pengajuan, 1 untuk kendaraan roda tiga, dan 345 untuk mobil.</p>
<p>Tahun berikutnya, 10.541 pengajuan untuk sepeda motor, 122 roda tiga, dan 1.278 mobil. Sedangkan di tahun 2022, hingga 21 Juli permohonan SRUT untuk masing-masing kendaraan 5.170 pengajuan, 44 pengajuan, dan 939 pengajuan. (Jap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jualan Mobil Listrik Hyundai Anjlok di Indonesia, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/jualan-mobil-listrik-hyundai-anjlok-di-indonesia-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2022 04:34:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobilo listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[iinfrastruktur mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik DFSK]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Hyundai]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Nissan]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Toyota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=6381</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Penjualan mobil listrik murni alias...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Penjualan mobil listrik murni alias Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia sepanjang Januari hingga Maret alias kuartal pertama tercatat anjlok dibanding periode sama di tahun 2021. Masih mahalnya harga plus minimnya minat masyarakat umum menjadi penyebab penurunan tersebut.</p>
<p>Data penjualan di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Jumat (29/4/2022) menunjukkan, selama tiga bulan pertama itu total penjualan mobil setrum di Tanah Air hanya 64 unit. Jumlah tersebut ambrol 75,2% dibanding angka penjualan yang berhasil dikantongi selama kurun waktu sama di tahun 2021, yang sebanyak 259 unit.</p>
<p>Dalam penjualan mobil tanpa asap emisi ini, pabrikan asal Korea Selatan – Hyundai – tercatat masih memimpin penjualan. Total jumlah yang dibukukannya sebanyak 45 unit, alias anjlok hingga 81% dibanding penjualan yang dibukukannya selama tiga bulan pertama 2021 yang sebanyak 237 unit.</p>
<figure id="attachment_3307" aria-describedby="caption-attachment-3307" style="width: 699px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3307" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768.jpg" alt="" width="699" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768.jpg 699w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-listrik-Hyundai-yakni-Hyundai-Kona-listrik-yang-generasi-pertamanya-sudah-dijual-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1634092197768-587x420.jpg 587w" sizes="auto, (max-width: 699px) 100vw, 699px" /><figcaption id="caption-attachment-3307" class="wp-caption-text">Hyundai Kona listrik &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Ada tiga mobil listrik Hyundai yang dijajakan di Indonesia, yakni Hyundai Ioniq, Hyundai Kona, dan Hyundai Genesis G80. Semuanya mencatatkan ambrolnya penjualan.<br />
Mobil listrik lainnya – yakni Nissan Leaf – yang dijajakan Nissan Indonesia hanya laku 16 unit. Sedangkan mobil listrik Toyota COMS yang di tahun 2021 mencatatkan penjualan 20 unit, di tahun ini nihil.</p>
<p>Salah seorang pejabat Gaikindo yang dikonfirmasi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (29/4/2022) mengatakan, selama ini penyerap mobil listrik terbanyak di Tanah Air baru lembaga pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Sisanya, lembaga-lembaga lain seperti lembaga bisnis swasta.</p>
<p>“Karena lembaga pemerintah, tentunya untuk pembelian juga tergantung ada tidak anggaran yang disediakan. Sementara, masyarakat umum perorangan masih minim sekali yang meminati mobil listrik. Harga yang masih mahal, serta masih belum yakinnya mereka terhadap daya dukung infrastruktur menjadi alasan bagi mereka,” ungkap dia. (Fer/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Mobil Listrik di RI Terkini, Hybrid Masih Mendominasi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-listrik-di-ri-terkini-hybrid-masih-mendominasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2022 15:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil elektrifikasi di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil hybrid di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil hybrid di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5963</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Penjualan mobil elektrifikasi – yakni...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Penjualan mobil elektrifikasi – yakni mobil hybrid, Plug In Hybrid (PHEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV) – selama dua bulan pertama atau di Januari hingga Februari tahun ini menunjukkan tren peningkatan alias meninggi. Total penjualan unit ke diler (<em>wholesales</em>) naik lumayan.</p>
<p>Data <em>wholesales</em> mobil jenis itu di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Jumat (18/3/2022) menunjukkan, jika di bulan Februari total penjualan mobil elektrifikasi masih sebanyak 131 unit, di bulan Februari mencapai 357. Artinya ada peningkatan jumlah wholesales sebanyak 226 unit.</p>
<p>Menariknya, dari total <em>wholesales</em> mobil elektrifikasi di bulan Februari tersebut 346 unit merupakan mobil hybrid. Sisanya, PHEV sebanyak 2 unit dan BEV mencapai 9 unit.</p>
<figure id="attachment_3306" aria-describedby="caption-attachment-3306" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3306" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="486" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-300x208.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-150x104.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-696x483.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-605x420.jpg 605w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-mobil-hybrid-buatan-Toyota-Corolla-Cross-Hybrid-dok.Istimewa-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3306" class="wp-caption-text">Salah satu mobil hybrid buatan Toyota, Corolla Cross Hybrid &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Bahkan, kalau ditotal dalam dua bulan pertama yaitu Januari hingga Februari yang sebanyak 468 unit, mayoritas masih hybrid, sekitar 97%,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (18/3/2022).</p>
<p>Mobil berteknologi hybrid masih yang terbanyak dipilih orang di jajaran produk mobil elektrifikasi, Jongkie menyebut karena harga mobil listrik murni (BEV) masih jauh lebih mahal. Selain itu, dengan teknologi hybrid, konsumen berpikir tak membutuhkan infrastruktur untuk mengecas baterai.</p>
<p>“Harus diakui, meski saat ini banyak pihak yang berusaha untuk membangun tempat pengecasan baterai mobil listrik, namun bagi masyarakat hybrid dianggap lebih pas, karena berbagai alasan. Pertama, daya jangkau mobil listrik (BEV) masih terbatas berdasar kapasitas atau kemampuan daya dukung baterai. Kedua, jika dilakukan pengecasan masih membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada isi bahan bakar minyak,” papar Jongkie.</p>
<figure id="attachment_1085" aria-describedby="caption-attachment-1085" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1085" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Hyundai-Ioniq-5-dok.Auto-data-e1622118183198.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-1085" class="wp-caption-text">Mobil listrik baterai Hyundai Ioniq 5 &#8211; dok.Auto-data</figcaption></figure>
<p>Menurut dia, dari berbagai studi yang dilakukan berbagai lembaga di Indonesia, ternasuk Gaikindo, orang membeli mobil elektrfikasi khususnya hybrid karena menilai mobil berteknologi ini lebih efisien bahan bakar.</p>
<p>Mode listrik akan berfungsi ketika dalam kecepatan tertentu, dan mesin konvensional yang menggunakan bahan bakar akan mengisi baterai manakala daya alias cadangan setrum di baterai itu menipis atau nyaris habis.</p>
<figure id="attachment_5152" aria-describedby="caption-attachment-5152" style="width: 703px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5152" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Mitsubishi-Outlander-PHEV-dok.Mitsubishi-Motors-e1642339978352.jpg" alt="" width="703" height="465" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Mitsubishi-Outlander-PHEV-dok.Mitsubishi-Motors-e1642339978352.jpg 703w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Mitsubishi-Outlander-PHEV-dok.Mitsubishi-Motors-e1642339978352-300x198.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Mitsubishi-Outlander-PHEV-dok.Mitsubishi-Motors-e1642339978352-150x99.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Mitsubishi-Outlander-PHEV-dok.Mitsubishi-Motors-e1642339978352-696x460.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Mitsubishi-Outlander-PHEV-dok.Mitsubishi-Motors-e1642339978352-635x420.jpg 635w" sizes="auto, (max-width: 703px) 100vw, 703px" /><figcaption id="caption-attachment-5152" class="wp-caption-text">Mitsubishi Outlander PHEV &#8211; dok.Mitsubishi Motors</figcaption></figure>
<p>“Jadi, faktor pragmatisme yaitu keefisienan (tak perlu repot sering isi BBM) menjadi pertimbangan utama dalam memiliki mobil hybrid. Soal ekologi, meskipun banyak yang paham, tetapi sepertinya belum begitu menjadi faktor utama dalam memilih mobil elektrfikasi,” kata mantan Presiden Direktur Hyundai Indonesia itu. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
