<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mobil listrik di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/mobil-listrik-di-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Aug 2024 08:42:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>mobil listrik di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Potensi Kredit Macet Tinggi, Penjualan Mobil di Thailand Januari – Juli Ambyar</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/potensi-kredit-macet-tinggi-penjualan-mobil-di-thailand-januari-juli-ambyar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 07:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[priduksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19837</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Fakta data memperlihatkan sepanjang Januari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Fakta data memperlihatkan sepanjang Januari hingga Juli 2024 itu penjualan mobil di Negeri Gajah Putih itu ambrol 23,7 persen dibanding periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Keterangan resmi Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (31/8/2024) menyebut ambrolnya penjualan juga berdampak ke total produksi mobil. Data FTI memperlihatkan, jumlah mobil yang terjual selama tujuh bulan pertama 2024 itu, 354.421 unit, ambrol 23,7 persen dibanding Januari – Juli 2023.</p>
<p>Sementara, total mobil yang diproduksi sebanyak 886.069 unit (yang selain dijual di dalam negeri, juga diekspor ke berbagai negara). Jumlah produksi ini ambles 17,28 persen.</p>
<figure id="attachment_9455" aria-describedby="caption-attachment-9455" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9455" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg" alt="" width="700" height="501" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-587x420.jpg 587w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-9455" class="wp-caption-text">Ilustrasi, produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via DSF.my</figcaption></figure>
<p>“Penurunan penjualan di pasar domestik (Thailand) menjadi kontributor yang cukup signifikan dalam jumlah produksi. Penurunan penjualan yang terbesar terjadi di segmen mobil pickup. Hal ini dikarenakan persyaratan permohonan kredit ke bank yang semakin ketat,” papar Juru Bicara FTI Kompartemen Otomotif, Surapong Paisittanapong.</p>
<p>Surapong menjelaskan, bank dan lembagaya pembiayaan memperketat permohonan pembiayaan kredit karena tingginya utang rumah tangga di Thailand. Banyak masyarakat yang berhutang ke bank untuk kebutuhan konsumstif, sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan atau bahkan menurun.</p>
<p>Fenomena itu terjadi karena melemahnya perekonomian nasional. Tingkat inflasi yang tinggi menjadikan biaya hidup sehari-hari juga meningkat. “Ini dinilai menjadikan potensi kredit macet tinggi, jika permohonan disetujui,” tandas Surapong. (Tan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Survei Deloitte: Minat Orang Thailand Beli Mobil Listrik Menurun, Pilihan ke Hybrid Melejit</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/deloitte-minat-orang-thailand-beli-mobil-listrik-menurun-pilihan-ke-hybrid-melejit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 08:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[minat orang Thailand beli mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[survei Deloitte tentang mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18902</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Minat masyarakat Negeri Gajah Putih...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Minat masyarakat Negeri Gajah Putih terhadap mobil listrik murni (BEV) yang menurun dalam setahun terakhir itu, terungkap dari hasil survei yang dilakukan perusahaan konsultan multinasional Deloitte Touche Tohmatsu Limited (Deloitte).</p>
<p>Keterangan hasil survei Deloitte bertajuk Deloitte 2024 Global Automotive Consumer Study yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (28/6/2024) menyebut Deloitte telah melakukan survei terhadap 27.000 konsumen mobil dari 26 negara. Survei itu dilakukan perusahaan konsultan asal London, Inggris, itu pada September – Oktober 2023.</p>
<p>Di Asia Tenggara, Delotte mensurvei 5.939 responden, dimana 1.000 orang responden berada di Thailand. Dan khusus di Thailand itu, Deloitte kembali melakukan survei tambahan pada bulan April 2024 dengan mewawancarai 330 responden.</p>
<p>Hasil survei di Thailand memperlihatkan minat orang yang disurvei untuk membeli BEV hanya 20 persen. Besaran minat ini menyusut dibanding tahun 2023 yang mencapai 31 persen.</p>
<p>“Pada saat yang sama minat untuk membeli mobil berteknologi hybrid justru meningkat. Kendaraan listrik hybrid (HEV) muncul menjadi pesaing kuat, hampir setara dengan BEV. Minat pilihan ke hybrid menjadi 19 persen, melejit dibanding tahun lalu yang masih 10 persen,” bunyi keterangan perusahaan konsultan yang berdiri sejak tahun 1845 tersebut.</p>
<figure id="attachment_14136" aria-describedby="caption-attachment-14136" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Mobil-listrik-GAC-Aion-Y-Plus-yang-dipasarkan-di-Thailand-dok.Istimewa-e1693372168743.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14136" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Mobil-listrik-GAC-Aion-Y-Plus-yang-dipasarkan-di-Thailand-dok.Istimewa-e1693372168743.jpg" alt="" width="700" height="508" /></a><figcaption id="caption-attachment-14136" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik GAC Aion Y Plus yang dijual di Thailand &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Alasan menurunnya minat masyarakat negara yang kerap disebut dengan Siam itu untuk membeli BEV dikarenakan ada beberapa alasan. Namun yang utama adalah kekhawatiran terhadap ketersediaan stasiun pengisian daya baterai yang diungkap olh 46 persen.</p>
<p>Selain itu, faktor daya jangkau mobil saat digunakan. Meski hal ini juga tergantung pada tipe atau varian baterai yang digunakan, namun bagi sebagian responden sulit untuk mendapatkan jaminan tempat pengisian daya yang cepat di area-adrea yang dekat dengan domisili mereka.</p>
<p>Sementara, responden yang berminat membeli HEV beralasan minat mereka didasari pemikiran HEV lebih hemat bahan bakar. Alasan ini dilontarkan 73 persen responden, kemudian 68 persen menyebut HEV memiliki jangkauan yang lebih jauh ketimbang BEV, dan 37 persen beralasan demi mengurangi polusi debu, asap, serta gas rumah kaca.</p>
<p>Menariknya, dari responden yang disurvei juga tidak sedikit yang tetap berminat membeli mobil konvensional atau bermesin pembakaran internal (ICE). Dari jumlah reszponden yang memilih ICE ini, 78 persen berasalan karena dengan ICE tidak perlu was-was soal daya jangku mobil dan lebih mudah mengisi bahan bakar.</p>
<p>Kemudian 67 persen beralasan karena tidak ingin terbebani biaya tak terduga jika menggunakan BEV, misalnya untuk perbaikan baterai dan lainnya. Kemudian 52 persen responden menyebut perawatan mobil ICE lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan isi kantong.(Tan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – April 2024 Naik Turun, Begini Fakta Penjualan Mobil Listrik di Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-april-2024-naik-turun-begini-fakta-penjualan-mobil-listrik-di-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 06:30:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18168</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Data Federasi Industri Otomotif ASEAN...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Data Federasi Industri Otomotif ASEAN menunjukkan, sampai saat ini Thailand merupakan pasar mobil listrik murni (BEV) terbesar di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>Data Federasi Industri Otomotif (FTI) Thailand yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (13/5/2024) menunjukkan sepanjang tahun 2023 kemarin, jumlah BEV yang terjual di Negeri Gajah Putih itu mencapai 76.314 unit. Jumlah penjualan itu meroket hingga 684,4 persen dibanding total penjualan yang terekam pada tahun 2022.</p>
<p>Hasil kajian International Energy Agency (IEA) yang dirilis melalui situs resminya dan dikutip Mobilitas di Jakarta, Senin (13/5/2024) saat ini sudah hampir 90.000 BEV yang teregistrasi di otoritas transportasi Thailand.</p>
<p>“Fakta ini tentu mengesankan, mengingat penjualan mobil secara keseluruhan (seluruh jenis mobil) di negara itu terus menurun dari tahun 2022 hingga 2023,” bunyi keterangan IEA.</p>
<figure id="attachment_15686" aria-describedby="caption-attachment-15686" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15686" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/BYD-Dolphin-salah-satu-mobil-listrik-terlaris-BYD-saat-dipameerkan-di-pameran-mobil-Bangkok-Thailand-2023-dok.Xinhua-1-e1702439965737.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-15686" class="wp-caption-text">BYD Dolphin, salah satu mobil listrik terlaris BYD saat dipameerkan di pameran mobil Bangkok, Thailand 2023 &#8211; dok.Xinhua</figcaption></figure>
<p>Menurut Badan Energi Internasional yang berkantor di Paris, Prancis, itu kebijkan subsidi yang diberikan pemerintah baik untuk pembelian mobil melalui potongan pajak, produksi baterai di dalam negeri, hingga pemangkasan pajak impor dan cukai menjadi kunci kencangnya laju penjualan BEV.</p>
<p>“Terlebih, pabrikan yang memasarkan serta memproduksi mobil listrik di Thailand terus bertambah,” sebut lembaga yang berdiri sejak November 1974 itu.</p>
<p>Hanya, ternyata di periode Januari hingga April 2024 ini, kinerja penjualan BEV di Thailand naik turun. Fakta data berbicara, pada bulan Januari jumlah BEV yang terjual di negeri berpenduduk 71,876 juta jiwa ini mencapai 13.653 unit.</p>
<p>Namun, di bulan Februari penjualan longsor 73,4 persen menjadi 3.635 unit. Meski di bulan Maret meningkat sedikit menjadi 5.001 unit, tetapi di bulan April kembali ambrol menjadi 4.088 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Thailand Jadi Pasar Mobil Listrik Terbesar di ASEAN, Mobil BYD Rajai Penjualan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/thailand-jadi-pasar-mobil-listrik-terbesar-di-asean-mobil-byd-rajai-penjualan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2024 09:03:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Build Your Dreams]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Atto 3]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Dolphin]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Seal]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[peluncuran BYD di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16204</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang tahun 2023, penjualan mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang tahun 2023, penjualan mobil listrik murni alias mobil listrik baterai (BEV) di Thailand mencapai 79 persen lebih dari total penjualan setrum di Asia Tenggara (ASEAN).</p>
<p>Data Counterpoint Research dan Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (16/1/2024) menunjukkan sepanjang tahun 2023 itu, sebanyak 76.314 mobil listrik murni terjual di Thailand. Jumlah ini setara dengan 79 persen dari total jumlah mobil setrum baterai yang terlego di ASEAN.</p>
<p>Fakta menarik dari data itu adalah munculnya pabrikan asal Shenzhen, Republik Rakyat Cina (Cina) yakni Build Your Dreams (BYD) di urutan teratas di daftar pabrikan dengan penjualan BEV terbanyak. Pabrikan yang didirikan Wang Chuanfu pada 2003 itu berhasil melego mobil setrum buatannya sebanyak 30.650 unit.</p>
<p>BYD mengungguli pabrikan satu asal dengannya yakni Neta Auto yang membukukan penjualan sebanyak 12.777 unit, Morris Garage yang melego 12.764 unit, serta Tesla yang meraup angka penjualan sebanyak 8.206 unit.</p>
<figure id="attachment_16076" aria-describedby="caption-attachment-16076" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16076" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Tampilan-bagian-belakang-BYD-Dolphin-dok.Istimewa-via-Wikimedia-scaled-e1704767748233.jpg" alt="" width="700" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Tampilan-bagian-belakang-BYD-Dolphin-dok.Istimewa-via-Wikimedia-scaled-e1704767748233.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Tampilan-bagian-belakang-BYD-Dolphin-dok.Istimewa-via-Wikimedia-scaled-e1704767748233-180x130.jpg 180w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-16076" class="wp-caption-text">Tampilan bagian belakang BYD Dolphin &#8211; dok.Istimewa via Wikimedia</figcaption></figure>
<p>Pabrikan yang sebagian sahamnya digenggam investor kondang Warren Buffet itu juga jauh mengungguli Ora (merek milik Great Wall Motor) yang menjual mobil setrum sebanyak 6.746 unit.</p>
<p>“Mobil listrik BYD Atto 3 menjadi mobil terlaris di Thailand sepanjang 2023 dengan total penjualan 19.214 unit. Sementara, saudaranya BYD Dolphin menjadi mobil listrik terlaris ketiga setelah membukukan penjualan sebanyak 9.410 unit,” bunyi keterangan pabrikan yang dikutip The National.</p>
<p>Berikut angka penjualan lima mobil listrik terlaris di Thailand sepanjang tahun 2023:<br />
BYD Atto3 : 19.214 unit<br />
Neta V : 12.777 unit<br />
BYD Dolphin : 9.410 unit<br />
Ora Good Cat : 6.712 unit<br />
Tesla Model Y : 5.881 unit<br />
<em>Sumber : FTI, CPCA, 2024</em>. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Mobil Listrik 2023 di RI Dibanding Thailand Njomplang, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-listrik-2023-di-ri-dibanding-thailand-njomplang-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 04:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[insentif pembelian mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15462</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Secara umum tren penjualan mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Secara umum tren penjualan mobil dengan sumber tenaga berteknologi setrum di kedua negara tahun ini sama-sama mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (28/11/2023) menunjukkan sepanjang Januari – Oktober tahun ini sebanyak 51.831 mobil elektrifikasi (terdiri dari mobil listrik baterai, hybrid, dan plug-in hybrid) terjual di Tanah Air. Jumlah ini meroket 322 persen dibanding jumlah mobil berteknologi setrum yang terjual di sepuluh bulan pertama 2022.</p>
<p>Namun, dari jumlah itu ternyata mobil jenis hybrid yang paling banyak laku yakni 39.911 unit atau 77 persen dari total penjualan mobil elektrifikasi di Indonesia. Terbanyak kedua adalah mobil listrik baterai (BEV), dengan total 11.910 unit atau 22,97 persen dari total penjualan mobil bersumber tenaga dengan teknologi setrum.</p>
<p>Ketiga, plug-in hybrid (PHEV). Mobil jenis ini laku sebanyak 94 unit di Tanah Air selama sepuluh bulan pertama tahun ini. Jumlah penjualan tersebut setara dengan 0,18 persen dari total penjualan mobil elektrifikasi.</p>
<p>Lantas bagaimana dengan penjualan mobil jenis itu di Thailand di kurun waktu yang sama? Data Federasi Industri Thailand (FTI) Klub Otomotif yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (28/11/2023) memperlihatkan mobil hybrid yang terlego selama Januari – Oktober 2023 di negara itu mencapai 71.276 unit, meningkat 42 persen dibanding periode sama pada 2022.</p>
<figure id="attachment_9697" aria-describedby="caption-attachment-9697" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9697" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756.jpg" alt="" width="700" height="499" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-300x214.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-696x496.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-589x420.jpg 589w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9697" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik murni Toyota bZ4X yang dijual di Indonesia dan Thailand &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kemudian mobil listrik murni (BEV) terjual sebanyak 56.119 unit. Sementara mobil PHEV terlego sebanyak 1.738 unit, menyusut 2,1 persen dibanding sepuluh bulan pertama di tahun lalu.</p>
<p>Lantas, apa yang menjadikan penjualan mobil elektrifikasi di Negeri Gajah Putih itu jauh lebih moncer dibanding di Indonesia? Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi, yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (28/11/2023) mengatakan sedikitnya ada tiga yang menyebabkannya.</p>
<p>“Pertama, karena kebijakan pemberian insentif untuk pembelian maupun pajak kendaraan ramah lingkungan di sana sudah gencar diberikan oleh pemerintah sejak beberapa tahun lalu,” ujar dia.</p>
<p>Kedua, ekosistem sudah lebih terbentuk. Hal ini dibuktikan sudah beberapa pabrikan mobil listrik yang memproduksi mobil elektrifikasi (mulai dari listrik hybrid hingga BEV) di negara itu. Begitu pun dengan terus membaiknya infrastruktur pengecasan daya baterai.</p>
<p>Ketiga, adanya pemahaman dari konsumen atau masyarakat, biaya operasional kendaraan elektrifikasi ternyata lebih murah ketimbang kendaraan konvensional berteknologi pembakaran internal. Sebab, ternyata biaya pengecasan baterai lebih murah ketimbang bahan bakar. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sedan Listrik BYD Seal Gedor Thailand, Harga Mulai Rp 557,21 Juta</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/sedan-listrik-byd-seal-gedor-thailand-harga-mulai-rp-55721-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Sep 2023 02:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Seal]]></category>
		<category><![CDATA[harga BYD Seal]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar BYD]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan BYD Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sedan listrik BYD Seal]]></category>
		<category><![CDATA[spesifikasi BYD Seal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14630</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Peluncuran dilakukan pada 28 September...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Peluncuran dilakukan pada 28 September 2023, dan disuguhkan dalam tiga tipe.</p>
<p>Laporan Autolife Thailand yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (30/9/2023) menyebut ketiga tipe itu dibanderol 1.325.000 baht – 1.599.000 baht atau sekitar Rp 557,21 juta – Rp 672,44 juta (kurs 1 baht = Rp 420,54). “Setelah diluncurkan, dalam waktu satu jam, mobil ini terpesan sebanyak 1.104 unit,” tulis media itu mengutip keterangan resmi BYD Thailand.</p>
<p>Ketiga tipe itu adalah, BYD Seal Dynamic RWD yang dibekali baterai LFP Blade 61,4 kWh dengan sebuah motor listrik bertenaga 204 hp. Tipe ini sanggup menemouh jarak sejauh 510 kilometer (km) dalam satu kali cas baterai.</p>
<p>Tipe kedua adalah Premium RWD yang berbaterai LFP 82,5 kWh dengan motor listrik bertenaga 313 hp. Daya jangkaunya mencapai 650 km sekali isi daya baterai.</p>
<figure id="attachment_7715" aria-describedby="caption-attachment-7715" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7715" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Tampilan-bagian-samping-dan-belakang-All-New-BYD-Seal-dok.CnEVPost-e1659624669266.webp" alt="" width="700" height="499" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Tampilan-bagian-samping-dan-belakang-All-New-BYD-Seal-dok.CnEVPost-e1659624669266.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Tampilan-bagian-samping-dan-belakang-All-New-BYD-Seal-dok.CnEVPost-e1659624669266-300x214.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Tampilan-bagian-samping-dan-belakang-All-New-BYD-Seal-dok.CnEVPost-e1659624669266-150x107.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Tampilan-bagian-samping-dan-belakang-All-New-BYD-Seal-dok.CnEVPost-e1659624669266-696x496.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Tampilan-bagian-samping-dan-belakang-All-New-BYD-Seal-dok.CnEVPost-e1659624669266-589x420.webp 589w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Tampilan-bagian-samping-dan-belakang-All-New-BYD-Seal-dok.CnEVPost-e1659624669266-100x70.webp 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7715" class="wp-caption-text">Tampilan bagian samping dan belakang All New BYD Seal &#8211; dok.CnEVPost</figcaption></figure>
<p>Sedangkan tipe ketiga adalah Performance AWD menggunakan baterai 82,5 kWh dengan dua buah motor lsitrik bertenaga 530 hp. Daya jangkau tipe ini mencapai 580 km sekali isi baterai.</p>
<p>Sedan listrik ini menggunakan e-Platform 3.0 yang sama dengan platform yang digunakan BYD Atto 3 dan BYD Dolphin. Dia memiliki dimensi panjang 4.800 milimeter (mm), lebar 1.875 mm, dan tinggi 1.460 mm, serta wheelbase 2.920 mm.</p>
<p>Thailand menjadi bidikan utama BYD karena negara berpenduduk 71,82 juta jiwa ini merupakan pasar mobil listrik terbesar di Asia Tenggara. Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (30/9/2023) menunjukkan, sepanjang Januari – Agustus tahun ini jumlah mobil listrik murni (BEV) yang terjual di negara itu ke diler (<em>wholesales</em>) sebanyak 43.472 unit .</p>
<p>Pada saat yang sama, jumlah mobil setrum yang terjual ke konsumen (penjualan ritel) mencapai 41.844 unit. Jumlah ini meroket 837,79 persen dibanding penjualan ritel selama periode sama di 2022. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – Agustus 2023, Thailand Rajai Penjualan Mobil Listrik di ASEAN</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-agustus-2023-thailand-rajai-penjualan-mobil-listrik-di-asean/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2023 04:26:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik BYD di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik GAC Aion di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik MG di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Neta V]]></category>
		<category><![CDATA[Ora Good Cat]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik BYD di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14371</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Penjualan mobil listrik murni (BEV)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Penjualan mobil listrik murni (BEV) di Negeri Gajah Putih ini disebut mencapai 70 persen – 75 persen di Asia Tenggara.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (11/9/2023) menunjukkan, sepanjang Januari – Agustus tahun ini, jumlah mobil listrik yang terjual di negara berpenduduk 71,82 juta jiwa ini mencapai 43.472 unit.</p>
<p>“Total penjualan mobil listrik (listrik baterai atau BEV) di Thailand dalam delapan bulan pertama tahun ini, setara dengan 9,58 persen dari total penjualan seluruh mobil (baik konvensional, hybrid, plug-in hybrid, hingga BEV) di periode itu, yang sebanyak 453.748 unit,” bunyi keterangan FTI.</p>
<p>Selama delapan bulan pertama tersebut, mobil listrik buatan pabrikan asal Shenzhen, Republik Rakyat Cina, yakni BYD Atto 3 tercatat sebagai mobil listrik terlaris. Dia meraup angka penjualan sebanyak 14.314 unit, dan pangsa pasar sebesar 33 persen.</p>
<p>Mobil setrum ini diikuti koleganya yang juga berasal dari Cina, yaitu Neta V yang selama Januari – Agutus itu laku sebanyak 8.440 unit. Mobil setrum besutan Neta Auto ini di bulan Agustus saja mengoleksi angka penjualan sebanyak 1.251 unit.</p>
<figure id="attachment_8420" aria-describedby="caption-attachment-8420" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8420" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423.jpg" alt="" width="700" height="513" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-300x220.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-696x510.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-573x420.jpg 573w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-80x60.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8420" class="wp-caption-text">Penjualan Neta V di Cina sepanjang Januari &#8211; Juli 2023 ambrol hingga 55 persen lebih &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Pertumbuhan penjualan mobil listrik di Thailand tak lepas dari gebrakan demi gebrakan kebijakan yang pro industri kendaraan listrik yang dilakukan oleh pemerintah. Laporan</p>
<p>Dewan Investasi Thailand (BOI) yang dilansir The National dan Siam Auto, menyebut BOI memberikan memberikan insentif untuk investasi kepada 14 pabrikan mobil listrik baterai.</p>
<p>Insentif senilai 33,9 miliar baht atau sekitar Rp 14,65 triliun (kurs 1 baht = Rp 432,28) itu diberikan untuk berbagai proyek yang dijalankan oleh pabrikan mobil listrik baterai. Mulai dari pembangunan pabrik mobil, pembangunan pabrik perakitan baterai, impor, hingga pembangunan jaringan penjualan.</p>
<p>“Total produksi 14 pabrikan yang diberi insentif itu mencapai 276.640 unit kendaraan saban tahunnya,” sebut Dewan itu.</p>
<p>Sementara itu, hasil kajian Thailand Automotive Institute yang disitat <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (11/9/2023) menyebut penjualan mobil setrum di Negeri Siam ini bakal mencapai 50.000 unit pada 2023 ini. Jumlah itu meningkat dua setengah kali lipat dibanding tahun 2022 lalu yang sebanyak 20.000 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Bukti Thailand Telah Jadi Pusat Produksi Mobil Listrik ASEAN</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-bukti-thailand-telah-jadi-pusat-produksi-mobil-listrik-asean/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jul 2023 00:20:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Changan Automobile Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[GAC Aion]]></category>
		<category><![CDATA[Geely Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Great Wall Motor Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[investasi mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Neta di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Morris Garage di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Ora Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=13028</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Dewan Investasi (BoI) Thailand memperkirakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Dewan Investasi (BoI) Thailand memperkirakan investasi di sektor kendaraan listrik tahun ini mencapai 600 miliar baht.</p>
<p>Sekretaris Jenderal BOI Narit Therdsteerasukdi yang dikutip <em>The Nation</em> belum lama ini dan dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (3/7/2023) menyebut dari total investrasi yang digelontorkan sejumlah pabrikan 86,8 miliar baht digunakan untuk produksi kendaraan listrik baterai (BEV), hybrid, dan plug-in hybrid.</p>
<p>“Sementara sisanya digunakan untuk pembuatan baterai, suku cadang, dan pemasangan stasiun pengisian daya,” kata dia.</p>
<p>Narit menjelaskan, sampai dengan akhir Mei lalu sudah ada 14 pabrikan yang mengucurkan investasi untuk berproduksi. Total produksi kendaraan setrum yang mereka hasilkan diperkirakan mencapai 270.000 unit saban tahunnya.</p>
<p>“Sebelas pabrikan tersebut sudah mulai memproduksi dan menjual kendaraan di Thailand, di antaranya MG (Morris Garage), Great Wall Motor, BYD, NETA (Hozon Autp Group), dan Foxconn,” jelas Narit.</p>
<p>Sebelumnya BOI mengklaim, sepanjang kuartal pertama (Januari hingga Maret) 2023 ini, ada 397 produsen kendaraan listrik dan suku cadangnya mengajukan permohonan investasi baru. Jumlah pemohon investasi ini meningkat 9 persen dibanding periode sama di 2022.</p>
<figure id="attachment_4165" aria-describedby="caption-attachment-4165" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4165" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Peluncuran-mobil-listrik-GWM-Ora-Good-Cat-di-Thailand-akhor-Oktober-2021-dok.Alexwa.com_-e1637421416714.jpg" alt="" width="700" height="504" /><figcaption id="caption-attachment-4165" class="wp-caption-text">Mobil listrik buatan merek milik Great Wall Motor, Ora Good Cat dijual di Thailand &#8211; dok.Alexwa.com</figcaption></figure>
<p>Narit menegaskan, daya tarik Thailand yang ditopang oleh kebijakan pemerintah dengan memberi insentif kepada investor maupun konsumen kendaraan listrik masih dilirik calon investor. Terbukti, ada sejumlah pabrikan asal Prancis dan Jerman yang menyatakan minat berinvestasi.</p>
<p>Seperti dilaporkan <em>Bangkok Post</em> belum lama ini, Wakil Sekretaris Jenderaol BOI Wirat Tatsaringkansakul, menyatakan dalam lawatannya ke Prancis dan Jerman sepanjang 18 – 23 Juni kemarin mendapat respon positif dari pabrikan di dua negara Eropa itu.</p>
<p>“Mereka ingin memperluas basis produksi mereka dan menjadi perusahaan outsourcing yang memproduksi kendaraan maupun suku cadang untuk melayani pasar Asia,” kata dia.</p>
<p>Terlebih, calon investor melihat perkembangan pasar kendaraan listrik di Thailand yang semakin moncer. Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (3/7/2023) menunjukkan sepanjang Januari – Mei saja, ada 24.106 mobil listrik yang terjual ke konsumen. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pajak Dipangkas 80 Persen, Mobil Listrik Langsung Laku Keras di Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pajak-dipangkas-80-persen-mobil-listrik-langsung-laku-keras-di-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2023 15:28:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BYD di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Great Wall Motor]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Ora]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12844</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Sebanyak 32.000 lebih mobil listrik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Sebanyak 32.000 lebih mobil listrik terjual ke konsumen di Januari hingga Mei tahun ini.</p>
<p>Data Kementerian itu yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (18/6/2023) menunjukkan total ada 32.450 mobil listrik yang didaftarkan konsumen (ritel) ke Kementerian Perhubungan.</p>
<p>“Jumlah mobil listrik yang diregistrasi (terjual ke konsumen) di lima bulan pertama tahun ini, melonjak 474,43 persen dibanding periode sama di tahun lalu,” ungkap Wakil Direktur Jenderal Urusan Teknis, Kementerian Perhubungan, Sirirat Veeravisan.</p>
<p>Sirirat mengatakan, kementeriannya terus mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik. Salah satunya dengan berkkordinasi dengan Kementerian Keuangan, agar pajak kendaraan listrik dipangkas.</p>
<figure id="attachment_8437" aria-describedby="caption-attachment-8437" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8437" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Mobil-listrik-BYD-yang-bakal-diproduksi-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662695952683.webp" alt="" width="700" height="506" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Mobil-listrik-BYD-yang-bakal-diproduksi-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662695952683.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Mobil-listrik-BYD-yang-bakal-diproduksi-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662695952683-300x217.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Mobil-listrik-BYD-yang-bakal-diproduksi-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662695952683-150x108.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Mobil-listrik-BYD-yang-bakal-diproduksi-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662695952683-696x503.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Mobil-listrik-BYD-yang-bakal-diproduksi-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662695952683-581x420.webp 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Mobil-listrik-BYD-yang-bakal-diproduksi-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662695952683-324x235.webp 324w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8437" class="wp-caption-text">Mobil listrik BYD yang bakal diproduksi di Thailand &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Hasilnya, pajak tahunan kendaraan setrum itu dipangkas hingga 80 persen. Misalnya, sedan konvensional berbobot 1,8 ton dikenai pajak 1.600 baht, tetapi jika mobil itu merupakan mobil listrik maka pajaknya hanya 320 baht.</p>
<p>“Kebijakan ini terbukti memang cukup efektif menarik minat konsumen. Tetapi yang tidak kalah besar perannya adalah pembangunan infrastruktur pengisian daya baterai yang dilakukan pemerintah bersama swasta,” kata Sirirat seperti dikutip <em>Asia Business Insight</em>.</p>
<p>Sekadar informasi, data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Minggu (18/6/2023) memperlihatkan sepanjang 2022 lalu total penjualan mobil listrik di Negeri Gajah Putih itu masih sebanyak 9.729 unit. Jumlah ini meningkat berlipat-lipat dibanding tahun sebelumnya, yang hanya 1.935 unit. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Mobil Listrik di Thailand Melesat Lima Kali Lipat, Ini Rahasianya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-listrik-di-thailand-melesat-lima-kali-lipat-ini-rahasianya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 May 2023 08:55:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Great Wall Motors di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[perbandingan mobil listrik di Thailand vs Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SAIC Motor di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12393</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Sepanjang Januari &#8211; April tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Sepanjang Januari &#8211; April tahun ini, penjualan mobil listrik murni (BEV) di negeri itu lima melompat kali lipat dibanding periode sama di 2022.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand Bidang Otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (16/5/2023) menunjukkan, selama empat bulan pertama 2023 ini, mobil setrum yang terjual di Negeri Gajah Putih itu mencapai 18.599 unit. “Jumlah ini meningkat hingga lima kali lipat dibanding jumlah penjualan selama periode yang sama di tahun 2022,” keterangan data Federasi Industri.</p>
<p>Bahkan, jika dibanding penjualan selama satu tahun penuh di 2022, penjualan mobil setrum murni sepanjang Januari – April tahun ini, melesat hampir dua kali lipat. Sebab, di sepanjang 2022 itu, jumlah penjualan mobil listrik murni di negara yang juga dikenal sebagai Negeri Siam ini masih sebanyak 9.729 unit.</p>
<p>Fakta juga berbicara, penjualan mobil listrik di Thailand sejak tahun 2020 terus merayap naik. Jika di 2020 masih sebanyak 1.056 unit, di tahun berikutnya mencapai 1.935 unit, dan di 2022 melonjak menjadi 9.729 unit.</p>
<figure id="attachment_11533" aria-describedby="caption-attachment-11533" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11533" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519.webp" alt="" width="700" height="492" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-300x211.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-150x105.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-696x489.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-598x420.webp 598w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-100x70.webp 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11533" class="wp-caption-text">Neta V, mobil listrik buatan Hozon Auto yang menggempur Thailand &#8211; dok.Hozon Auto</figcaption></figure>
<p>Menurut analis industri di Bursa Saham Thailand, Pattera Pandejpong, lonjakan demi lonjakan penjualan mobil listrik di Thailand terjadi seiring dengan peluncuran insentif yang diberikan oleh pemerintah kepada produsen mobil listrik maupun konsumen.</p>
<p>“Tekad pemerintah yang sangat serius untuk menjadikan Thailand sebagai negara dengan sistem transportasi yang ramah lingkungan, dan sekaligus menjadi pusat produksi kendaraan listrik telah menarik minat pabrikan pembuat mobil listrik,” papar dia seperti dilansir The Asia Business Insight.</p>
<p>Pabrikan yang berlomba masuk Thailand dengan produk yang menarik, plus subsidi harga jual telah direspon positif konsumen. Terlebih, lanjut Patter, masyarakat juga merasakan biaya operasional serta kemudahan bermobilitas menggunakan kendaraan listrik semakin mudah, semudah menggunakan kendaraan konvensional.</p>
<p>Data juga memperlihatkan, sepanjang Januari – April tahun ini, pabrikan asal Cina yakni BYD, masih tercatat sebagai pabrikan dengan penjualan mobil listrik terbanyak di Thailand. Sepanjang Januari – Maret, pabrikan ini melego 5.579 mobil setrum, dan di April saja menjual 1.744 unit. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
