<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mobil listrik terlaris di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/mobil-listrik-terlaris-di-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Sep 2024 04:23:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>mobil listrik terlaris di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Meski Pasar Terkoyak Kredit Macet, Penjualan Mobil Listrik di Thailand Masih Menanjak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/meski-pasar-terkoyak-kredit-macet-penjualan-mobil-listrik-di-thailand-masih-menanjak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2024 04:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[investasi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di tahiland 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di thailand 2024]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobillistrik diu Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=20303</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Anjloknya penjualan mobil di Negeri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Anjloknya penjualan mobil di Negeri Gajah Putih di periode Januari – Agustus tahun ini dikarenakan pasar yang “terkoyak” akibat meningkatnya kredit macet yang dilakukan rumah tangga.</p>
<p>Keterangan Federasi Industri Thailand (FTI) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (25/9/2024) menyebut, selama delapan bulan pertama tahun ini banyak keluarga di Thailand yang kesulitan membayar angsuran kredit konsumsi. Termasuk kredit pembelian kendaraan bermotor.</p>
<p>“Sulitnya memperoleh persetujuan kredit otomotif masih menjadi alasan penurunan penjualan kendaraan bermotor roda empat (atau lebih) sampai saat ini,” ungkap Juru Bicara FTI Klub Otomotif, Surapong Phaisitpattanapong.</p>
<figure id="attachment_9318" aria-describedby="caption-attachment-9318" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9318" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545.jpg" alt="" width="700" height="506" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-696x503.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-581x420.jpg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Mobil-listrik-Ora-Good-Cat-yang-juga-dijajakan-di-Thailand-dok.Autovista-Group-e1666946547545-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-9318" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik Ora Good Cat yang juga dijajakan di Thailand &#8211; dok.Autovista Group</figcaption></figure>
<p>Data FTI meunjukkan sepanjang periode Januari – Agustus 2024, jumlah mobil yang terjual di negara itu hanya 399.611 unit. Jumlah ini anjlok 23,9 persen dibanding total jumlah penjualan yang tercetak pada periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Menariknya, meski pasar “terkoyak” oleh kredit macet dan mendapatkan persetujuan kredit baru, ternyata penjualan mobil listrik baterai (BEV) alias mobil listrik murnia di Thailand, masih moncer. Fakta berbicara, selama delapan bulan pertama itu, 69.047 mobil setrum yang terlego di Thailand, menanjak 17,34 persen dibanding periode sama tahun lalu.</p>
<p>FTI juga mencatat, sepanjang tahun 2023 lalu (Januari – Desember) 76.000 mobil listrik baterai terjual di negara yang juga dikenal dengan nama Siam ini. Dari total mobil setrum murni yang terjual itu, sekitar 80 persen berasal dari Cina, baik yang diproduksi di Thailand maupun impor. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Survei Deloitte: Minat Orang Thailand Beli Mobil Listrik Menurun, Pilihan ke Hybrid Melejit</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/deloitte-minat-orang-thailand-beli-mobil-listrik-menurun-pilihan-ke-hybrid-melejit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 08:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[minat orang Thailand beli mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[survei Deloitte tentang mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18902</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Minat masyarakat Negeri Gajah Putih...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Minat masyarakat Negeri Gajah Putih terhadap mobil listrik murni (BEV) yang menurun dalam setahun terakhir itu, terungkap dari hasil survei yang dilakukan perusahaan konsultan multinasional Deloitte Touche Tohmatsu Limited (Deloitte).</p>
<p>Keterangan hasil survei Deloitte bertajuk Deloitte 2024 Global Automotive Consumer Study yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (28/6/2024) menyebut Deloitte telah melakukan survei terhadap 27.000 konsumen mobil dari 26 negara. Survei itu dilakukan perusahaan konsultan asal London, Inggris, itu pada September – Oktober 2023.</p>
<p>Di Asia Tenggara, Delotte mensurvei 5.939 responden, dimana 1.000 orang responden berada di Thailand. Dan khusus di Thailand itu, Deloitte kembali melakukan survei tambahan pada bulan April 2024 dengan mewawancarai 330 responden.</p>
<p>Hasil survei di Thailand memperlihatkan minat orang yang disurvei untuk membeli BEV hanya 20 persen. Besaran minat ini menyusut dibanding tahun 2023 yang mencapai 31 persen.</p>
<p>“Pada saat yang sama minat untuk membeli mobil berteknologi hybrid justru meningkat. Kendaraan listrik hybrid (HEV) muncul menjadi pesaing kuat, hampir setara dengan BEV. Minat pilihan ke hybrid menjadi 19 persen, melejit dibanding tahun lalu yang masih 10 persen,” bunyi keterangan perusahaan konsultan yang berdiri sejak tahun 1845 tersebut.</p>
<figure id="attachment_14136" aria-describedby="caption-attachment-14136" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Mobil-listrik-GAC-Aion-Y-Plus-yang-dipasarkan-di-Thailand-dok.Istimewa-e1693372168743.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14136" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Mobil-listrik-GAC-Aion-Y-Plus-yang-dipasarkan-di-Thailand-dok.Istimewa-e1693372168743.jpg" alt="" width="700" height="508" /></a><figcaption id="caption-attachment-14136" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik GAC Aion Y Plus yang dijual di Thailand &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Alasan menurunnya minat masyarakat negara yang kerap disebut dengan Siam itu untuk membeli BEV dikarenakan ada beberapa alasan. Namun yang utama adalah kekhawatiran terhadap ketersediaan stasiun pengisian daya baterai yang diungkap olh 46 persen.</p>
<p>Selain itu, faktor daya jangkau mobil saat digunakan. Meski hal ini juga tergantung pada tipe atau varian baterai yang digunakan, namun bagi sebagian responden sulit untuk mendapatkan jaminan tempat pengisian daya yang cepat di area-adrea yang dekat dengan domisili mereka.</p>
<p>Sementara, responden yang berminat membeli HEV beralasan minat mereka didasari pemikiran HEV lebih hemat bahan bakar. Alasan ini dilontarkan 73 persen responden, kemudian 68 persen menyebut HEV memiliki jangkauan yang lebih jauh ketimbang BEV, dan 37 persen beralasan demi mengurangi polusi debu, asap, serta gas rumah kaca.</p>
<p>Menariknya, dari responden yang disurvei juga tidak sedikit yang tetap berminat membeli mobil konvensional atau bermesin pembakaran internal (ICE). Dari jumlah reszponden yang memilih ICE ini, 78 persen berasalan karena dengan ICE tidak perlu was-was soal daya jangku mobil dan lebih mudah mengisi bahan bakar.</p>
<p>Kemudian 67 persen beralasan karena tidak ingin terbebani biaya tak terduga jika menggunakan BEV, misalnya untuk perbaikan baterai dan lainnya. Kemudian 52 persen responden menyebut perawatan mobil ICE lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan isi kantong.(Tan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – April 2024 Naik Turun, Begini Fakta Penjualan Mobil Listrik di Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-april-2024-naik-turun-begini-fakta-penjualan-mobil-listrik-di-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 06:30:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18168</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Data Federasi Industri Otomotif ASEAN...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Data Federasi Industri Otomotif ASEAN menunjukkan, sampai saat ini Thailand merupakan pasar mobil listrik murni (BEV) terbesar di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>Data Federasi Industri Otomotif (FTI) Thailand yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (13/5/2024) menunjukkan sepanjang tahun 2023 kemarin, jumlah BEV yang terjual di Negeri Gajah Putih itu mencapai 76.314 unit. Jumlah penjualan itu meroket hingga 684,4 persen dibanding total penjualan yang terekam pada tahun 2022.</p>
<p>Hasil kajian International Energy Agency (IEA) yang dirilis melalui situs resminya dan dikutip Mobilitas di Jakarta, Senin (13/5/2024) saat ini sudah hampir 90.000 BEV yang teregistrasi di otoritas transportasi Thailand.</p>
<p>“Fakta ini tentu mengesankan, mengingat penjualan mobil secara keseluruhan (seluruh jenis mobil) di negara itu terus menurun dari tahun 2022 hingga 2023,” bunyi keterangan IEA.</p>
<figure id="attachment_15686" aria-describedby="caption-attachment-15686" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15686" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/BYD-Dolphin-salah-satu-mobil-listrik-terlaris-BYD-saat-dipameerkan-di-pameran-mobil-Bangkok-Thailand-2023-dok.Xinhua-1-e1702439965737.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-15686" class="wp-caption-text">BYD Dolphin, salah satu mobil listrik terlaris BYD saat dipameerkan di pameran mobil Bangkok, Thailand 2023 &#8211; dok.Xinhua</figcaption></figure>
<p>Menurut Badan Energi Internasional yang berkantor di Paris, Prancis, itu kebijkan subsidi yang diberikan pemerintah baik untuk pembelian mobil melalui potongan pajak, produksi baterai di dalam negeri, hingga pemangkasan pajak impor dan cukai menjadi kunci kencangnya laju penjualan BEV.</p>
<p>“Terlebih, pabrikan yang memasarkan serta memproduksi mobil listrik di Thailand terus bertambah,” sebut lembaga yang berdiri sejak November 1974 itu.</p>
<p>Hanya, ternyata di periode Januari hingga April 2024 ini, kinerja penjualan BEV di Thailand naik turun. Fakta data berbicara, pada bulan Januari jumlah BEV yang terjual di negeri berpenduduk 71,876 juta jiwa ini mencapai 13.653 unit.</p>
<p>Namun, di bulan Februari penjualan longsor 73,4 persen menjadi 3.635 unit. Meski di bulan Maret meningkat sedikit menjadi 5.001 unit, tetapi di bulan April kembali ambrol menjadi 4.088 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Mobil Listrik 2023 di RI Dibanding Thailand Njomplang, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-listrik-2023-di-ri-dibanding-thailand-njomplang-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 04:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[insentif pembelian mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15462</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Secara umum tren penjualan mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Secara umum tren penjualan mobil dengan sumber tenaga berteknologi setrum di kedua negara tahun ini sama-sama mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (28/11/2023) menunjukkan sepanjang Januari – Oktober tahun ini sebanyak 51.831 mobil elektrifikasi (terdiri dari mobil listrik baterai, hybrid, dan plug-in hybrid) terjual di Tanah Air. Jumlah ini meroket 322 persen dibanding jumlah mobil berteknologi setrum yang terjual di sepuluh bulan pertama 2022.</p>
<p>Namun, dari jumlah itu ternyata mobil jenis hybrid yang paling banyak laku yakni 39.911 unit atau 77 persen dari total penjualan mobil elektrifikasi di Indonesia. Terbanyak kedua adalah mobil listrik baterai (BEV), dengan total 11.910 unit atau 22,97 persen dari total penjualan mobil bersumber tenaga dengan teknologi setrum.</p>
<p>Ketiga, plug-in hybrid (PHEV). Mobil jenis ini laku sebanyak 94 unit di Tanah Air selama sepuluh bulan pertama tahun ini. Jumlah penjualan tersebut setara dengan 0,18 persen dari total penjualan mobil elektrifikasi.</p>
<p>Lantas bagaimana dengan penjualan mobil jenis itu di Thailand di kurun waktu yang sama? Data Federasi Industri Thailand (FTI) Klub Otomotif yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (28/11/2023) memperlihatkan mobil hybrid yang terlego selama Januari – Oktober 2023 di negara itu mencapai 71.276 unit, meningkat 42 persen dibanding periode sama pada 2022.</p>
<figure id="attachment_9697" aria-describedby="caption-attachment-9697" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9697" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756.jpg" alt="" width="700" height="499" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-300x214.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-696x496.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-589x420.jpg 589w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Peluncuran-Toyota-bZ4X-di-Thailand-9-NOvember-2022-dok.Istimewa-via-Bangkok-Post-e1669010967756-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9697" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik murni Toyota bZ4X yang dijual di Indonesia dan Thailand &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kemudian mobil listrik murni (BEV) terjual sebanyak 56.119 unit. Sementara mobil PHEV terlego sebanyak 1.738 unit, menyusut 2,1 persen dibanding sepuluh bulan pertama di tahun lalu.</p>
<p>Lantas, apa yang menjadikan penjualan mobil elektrifikasi di Negeri Gajah Putih itu jauh lebih moncer dibanding di Indonesia? Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi, yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (28/11/2023) mengatakan sedikitnya ada tiga yang menyebabkannya.</p>
<p>“Pertama, karena kebijakan pemberian insentif untuk pembelian maupun pajak kendaraan ramah lingkungan di sana sudah gencar diberikan oleh pemerintah sejak beberapa tahun lalu,” ujar dia.</p>
<p>Kedua, ekosistem sudah lebih terbentuk. Hal ini dibuktikan sudah beberapa pabrikan mobil listrik yang memproduksi mobil elektrifikasi (mulai dari listrik hybrid hingga BEV) di negara itu. Begitu pun dengan terus membaiknya infrastruktur pengecasan daya baterai.</p>
<p>Ketiga, adanya pemahaman dari konsumen atau masyarakat, biaya operasional kendaraan elektrifikasi ternyata lebih murah ketimbang kendaraan konvensional berteknologi pembakaran internal. Sebab, ternyata biaya pengecasan baterai lebih murah ketimbang bahan bakar. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Perbandingan Penjualan Mobil Listrik di Thailand dan RI Saat Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/begini-perbandingan-penjualan-mobil-listrik-di-thailand-dan-ri-saat-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Apr 2023 14:35:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12265</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Thailand dan Indonesia, sama-sama berambisi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Thailand dan Indonesia, sama-sama berambisi menjadi pusat produksi sekaligus pasar terbesar mobil listrik di Asia Tenggara.</p>
<p>Pemerintah masing-masing negara terus menggelontorkan kebijakan yang pro industri dan pasar kendaraan listrik. Keduanya berlomba-lomba menggaet pabrikan mobil untuk berinvestasi memproduksi mobil listrik.</p>
<p>Ternasuk, berupaya keras menggaet pabrikan mobil listrik kondang asal Amerika Serikat, Tesla Inc. Meski, sampai saat ini belum ada keputusan dari pabrikan besutan Elon Musk tersebut.</p>
<p>Tetapi yang pasti, baik Thailand maupun Indonesia terus memacu penjualan mobil listrik di negaranya. Terutama mobil listrik murni atau listrik baterai (BEV).</p>
<figure id="attachment_7821" aria-describedby="caption-attachment-7821" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7821" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153.jpg" alt="" width="700" height="504" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153-696x501.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153-583x420.jpg 583w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7821" class="wp-caption-text">Wuling Air ev dirakit di Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Hanya, ternyata penjualan mobil listrik di Negeri Gajah Putih masih jauh lebih melesat ketimbang di Indonesia. Data Federasi Industri Thailand (FTI) Divisi Otomotif, yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Minggu (30/4/2023) di 2023 ini, selama Januari – Maret, penjualan mobil listrik di Thailand mencapai 14.777 unit.</p>
<p>Sementara, di Indonesia, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Minggu (30/4/2023) menunjukkan pada saat yang sama, total <em>wholesales</em> mobil listrik sebanyak 1.780 unit. Jumlah ini sekitar sepersebelas dari total penjualan mobil setrum murni di Thailand. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini 10 Mobil Listrik Paling Laku di Thailand, BYD di Urutan Pertama</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-10-mobil-listrik-paling-laku-di-thailand-byd-di-urutan-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Apr 2023 05:02:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik paling laku di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Tesla]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12069</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Penjualan mobil listrik murni (BEV)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Penjualan mobil listrik murni (BEV) di Thailand merupakan yang terbanyak di Asia Tenggara.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) Divisi Otomotif, yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Kamis (20/4/2023) menunjukkan, tren penjualan mobil setrum di negara itu terus menanjak. Sepanjang kuartal I 2020 misalnya, total BEV yang terjual (ke konsumen atau ritel) di Negeri Gajah Putih itu masih 1.056 unit.</p>
<p>Tetapi, di 2021 melonjak 1.935 unit, tahun berikutnya 9.729 unit. Bahkan, di 2023, selama Januari – Maret, penjualannya telah meroket  menjadi 14.777 unit.</p>
<p>Federasi Industri mencatat, di triwulan 2023 ini, mobil listrik asal Cina buatan Build Your Dream (BYD) tercatat sebagai mobil listrik paling laku.</p>
<figure id="attachment_9058" aria-describedby="caption-attachment-9058" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9058" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Tesla-Model-Y-versi-terbaru-mobil-listrik-terlaris-di-dunia-dok.Teslarati-e1665454619308.jpg" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Tesla-Model-Y-versi-terbaru-mobil-listrik-terlaris-di-dunia-dok.Teslarati-e1665454619308.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Tesla-Model-Y-versi-terbaru-mobil-listrik-terlaris-di-dunia-dok.Teslarati-e1665454619308-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Tesla-Model-Y-versi-terbaru-mobil-listrik-terlaris-di-dunia-dok.Teslarati-e1665454619308-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Tesla-Model-Y-versi-terbaru-mobil-listrik-terlaris-di-dunia-dok.Teslarati-e1665454619308-696x500.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/10/Tesla-Model-Y-versi-terbaru-mobil-listrik-terlaris-di-dunia-dok.Teslarati-e1665454619308-584x420.jpg 584w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9058" class="wp-caption-text">Tesla Model Y versi terbaru, mobil listrik terlaris di dunia termasuk di Thailand- dok.Teslarati</figcaption></figure>
<p>Total penjualannya 5.579 unit, dan dari jumlah ini ternyata BYD ATTO 3 menjadi model dengan penjualan terbanyak, yakni 5.542 unit.</p>
<p>Dengan meraup pangsa pasar 37,5%, BYD ATTO 3 juga tercatat sebagai model mobil listrik paling laku di Thailand selama tiga bulan pertama. Di daftar 10 mobil listrik terlaris, dia disusul Neta V yang terjual 2.502 unit, Tesla Model Y yang laku 1.593 unit, Ora Good Cat 990 unit, dan MG 4 Electric yang terlego 872 unit.</p>
<p>Kemudian, MG EP yang terjual 837 unit, MG ZS EV sebanyak 768 unit, dan Tesla Model yang laku sebanyak 670 unit. Lalu, di posisi kedelapan terlaris ada Volvo XC 40 yang terlego sebanyak 325 unit, dan kesepuluh terlaris adalah Volvo C40 yang laku sebanyak 200 unit. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
