<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>motor terlaris 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/motor-terlaris-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2025 08:42:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>motor terlaris 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banyak Orang Beralih Niat Beli dari Mobil ke Motor, Bikin Penjualan di Oktober 2025 Naik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/banyak-orang-beralih-niat-beli-dari-mobil-ke-motor-bikin-penjualan-di-oktober-2025-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 07:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[motor terlaris 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pasar motor RI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan motor 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26379</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta berbicara, di bulan Oktober...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas </strong>– Fakta berbicara, di bulan Oktober 2025 penjualan sepeda motor di Tanah Air Banyak meningkat dibanding bulan September 2025 atau bulan sebelumnya, maupun bulan Oktober 2024.</p>
<p>Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang disitat <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (19/11/2025) menunjukkan, di bulan kesepuluh 2025 itu, total motor yng terjual di Indonesia sebanyak 590.362 unit. Jumla itu naik 4,08 persen dibanding bulan September 2025 dan menanjak 8,4 persen dibanding bulan Oktober tahun lalu yang sebanyak 544.392 unit.</p>
<p>Pencapaian penjualan di bulan Oktober tersebut menyulut kenaikan penjualan secara kumulatif Januari – Oktober 2025 yang sebanyak 5.427.253 unit. Jumlah itu naik 0,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang sebanyak 5.416.888 unit.</p>
<p>Ihwal kenaikan penjualan kendaraan bermotor roda dua ini, Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios) Bhima Yudhistira yang dihubungi <em>Mobilitas </em>di Jakarta, , Rabu (19/11/2025) menyebut sejatinya kenaikan permintaan di bulan Oktober bukan murni karena pulihnya daya beli masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p>Meski, juga tidak bisa dimungkiri faktor dukungan panen (periode musim tanam padi maupun palawija Maret- September dan musim panen komoditas perkebunan), tetapi faktor switching pembelian kendaraan dari mobil ke motor cukup dominan. Hal dikarenakan daya beli yang masih lemah, banyak kelompok kelas menengah lapiasan terbawah dan tengah (yang merupakan calon pembeli potensial LCGC dan Low MPV) menahan pembelian mobil.</p>
<figure id="attachment_11264" aria-describedby="caption-attachment-11264" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11264" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223.jpg" alt="" width="700" height="511" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223-300x219.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223-696x508.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223-575x420.jpg 575w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-11264" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Yamaha Grand Filano Hybrid Connected &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Karena mereka membutuhkan kendaraan untuk mobilitas maka dicari kendaraan yang ongkos operasionalnya murah, yaitu sepeda motor. Apalagi motor ini kan fleksibel. Jadi karena faktor daya beli masyarakat kelompok menengah yang masih lemah, maka banyak yang switching atau berpindah beli dari rencananya mobil ke motor. Apalagi anak yang masuk SMA atau baru kuliah butuh kendaraan,” papar Bhima.</p>
<p>Terlebih, menurut Bhima, jumlah kelas menengah di Indonesia telah menurun drastis, turun kelas karena biaya hidup yang makin m ahal, tetapi pendapatan tetap. Pada tahu 2019 jumlah penduduk kelas menengah masih sekitar 57 juta orang, namun kini hanya 47 juta orang.</p>
<p>“Sementara porsi biaya tranportasi dalam belanja rumah tangga masih besar karena transportasi umum yang tidak efisien. Ini menjadikan beli motor merupakan alternatif pilihan yang rasional, dan sebaliknya penjualan ritel mobil di Januari – Oktober turun kan,” jelas Bhima. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Motor di Januari – Agustus 2025 Masih Lesu, Daya Beli dan Pesimisme Jadi Pemicu</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-motor-di-januari-agustus-2025-masih-lesu-daya-beli-dan-pesimisme-jadi-pemicu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 03:54:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga motor 2025]]></category>
		<category><![CDATA[motor terlaris 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pasar motor 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan motor 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25566</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski besaran penurunan penjualan secara...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski besaran penurunan penjualan secara kumulatif dari Januari – Agustus 2025 itu relatif kecil, namun sebaiknya tidak dianggap remeh. Sebab penjualan kendaraan bermotor roda dua tersebut menjadi salah satu indikator performa kekuatan ekonomi nasional.</p>
<p>Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (12/8/2025) menunjukkan selama delapan bulan pertama 2025, jumlah motor yang terjual di Tanah Air, sebanyak 4.269.718 unit. Jumlah tersebut melorot 1,7 persen dibanding total penjualan selama periode yang di tahun 2024 yang mencapai 4.343.781 unit.</p>
<p>Sementara, di bulan Agustus saja kinerja penjualan sepeda motor ini naik (dengan total 578.041 unit) dibanding bulan Agustus 2024. Tetapi jika dibanding bulan sebelumnya atau bulan Juli 2025, ternyata kinerja penjualan di Agustus 2025 itu melorot.</p>
<p>Memang, di kurun waktu Januari – Agustus tahun ini, penjualan motor di Indonesia dari bulan ke bulan, ada beberapa kali penyusutn jumlah dari satu bulan ke bulan lainnya. Itu terjadi di bulan Maret dari bulan Februari, kemudian April dari Maret, dan Agustus dari bulan Juli.</p>
<p>Rinciannya Januari penjuan yang tercetak 560.301 unit, Februari 581.277 unit, Maret 541.684 unit, dan April 406.691 unit. Kemudian di bulan Mei 505.350 unit, Juni 509.326 unit, Juli 587.048 unit, dan Agustus 578.041 unit.</p>
<figure id="attachment_3541" aria-describedby="caption-attachment-3541" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3541" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="660" height="485" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa.jpg 660w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa-300x220.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa-572x420.jpg 572w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" /></a><figcaption id="caption-attachment-3541" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Honda ADV 150 yang dipasarkan di Indonesia &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Pengamat industri dan keuangan dari Indonesia Industry &amp; Financial Policy Studies (IIFPOS), Dandy Sutalaksana yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (12/9/2025) menyebut, jika dilihat secara keseluruhan atau kumulatif delapan bulan pertama 2025, ternyata masih turun dibanding tahun lalu. “Secara umum, market belum membaik atau staganan terbukti total penjualan turun meski sedikit. Ini karena faktor daya beli, ” ungkap Dandy.</p>
<p>Selain biaya hidup yang makin mahal tetapi pendapatan tidak bertambah, juga dikarenakan maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dandy mengutip data Satudata Kementerian Ketenagakerjaan, yang memperlihatkan di periode Januari &#8211; Juni 2025 sebanyak 42.385 pekerja mengalami PHK. Jumlah tersebut melonjak 32,19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.</p>
<p>Tragisnya di saat yang sama di sektor pertanian khususnya di sub sektor hortilutura banyak petani yang mengalami gagal panen akibat cuaca yang berubah ekstrem. “Akibatnya tidak hanya dialami petani saja, tetapi jug konsumen karena harga produk tersebut makin mahal dan terjadi inflasi, ” kata Dandy.</p>
<p>Muara dari seluruh rangkaian kondisi itu adalah pesimisme konsumen terutama terhadap prospek penghasilan ke depan. “Ini yang membuat masyarakat cenderung menahan belanja atau menunda konsumsi, ” tandas Dandy. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merosotnya Penjualan Motor Januari &#8211; April 2025 Bisa Berlanjut Jika Pemerintah Tak Lakukan Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/merosotnya-penjualan-motor-januari-april-2025-bisa-berlanjut-jika-pemerintah-tak-lakukan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2025 02:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[motor terlaris 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pajak Motor]]></category>
		<category><![CDATA[pasar motor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan motor Januari - April 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24470</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Daya beli masyarakat yang masih...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Daya beli masyarakat yang masih lemah dan potensi kemungkinan masih terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) membayangi penjualan sepeda motor di Indonesia.</p>
<p>Sementara, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (29/5/2025) menunjukkan, pada periode Januari – April 2025 jumlah sepeda motor yang terjual di Indonesia sebanyak 2.089.953 unit. Jumlah ini melorot 2,98 persen dibanding penjulan pada periode sama di tahun lalu yang sebanak, 2.154.226 unit.</p>
<p>Menurut Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (29/5/2025), merosotnya penjualan kendaraan bermotor roda dua itu tak lepas dari masih lemahnya daya beli masyarakat .</p>
<p>“Masih lesunya daya beli ini bisa dilihat dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menurun di kuartal pertama (Januari – April) 2025 yakni dari 4,91 persen (kuartal I 2024) menjadi 4,89 persen (kuartal I 2025). Bahkan, konsumsi yang melemah ini masih terjadi di bulan April,” papar Nailul.</p>
<figure id="attachment_14964" aria-describedby="caption-attachment-14964" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Honda-New-Scoopy-varian-Prestige-Green-bergaransi-rangka-hingga-lima-tahun-dok.AHM_-e1698217776501.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14964" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Honda-New-Scoopy-varian-Prestige-Green-bergaransi-rangka-hingga-lima-tahun-dok.AHM_-e1698217776501.jpg" alt="" width="700" height="508" /></a><figcaption id="caption-attachment-14964" class="wp-caption-text">Ilystrasi, New Honda Scoopy &#8211; dok.AHM</figcaption></figure>
<p>Maraknya PHK yang terjadi di sektor manufaktur (pekerja pabrik) dan sektor jasa) juga turut memicu melemahnya penjualan sepeda motior, yang nota bene merupakan bukan barang kebutuhan primer.</p>
<p>‘Saat ini masyarakat lebih fokus untuk mempriotaskan kebutuhan primer, karena daya beli yang melemah. Dan kalaupun masih punya dana lebih, meraka (khususnya kelas menengah ke bawah, yang merupakan konsumen terbesar sepeda motor) akan menahan belanja,” jelas Nailul.</p>
<p>Potensi kemungkinan terjadinya PHK, kondisi ekonomi yang masih sulit, hinggakondisi cuaca yang memicu gagal panen, serta harga bahan pangan pokok masih menghantui. Jika hal ini terus terjadi maka pasar sepeda motor masih terus tertekan.</p>
<p>“Karena itu, saat ini tantangan yang dihadapi pemerintah adalah bagaiman menciptakan daya ungkit untuk memperkuat daya beli. Menjaga stabilitas harga pangan, menciptakan lapangan kerja, dan menghindari kebijakan perpajakan yang kontradiktif,” tandas Nailul. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
