<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neta Indonesia &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/neta-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 03:23:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Neta Indonesia &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjualan Neta Tak Ada di Laporan Gaikindo Maret 2026, Januari – Februari Masih Laku 75 Unit</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-neta-tak-ada-di-laporan-gaikindo-maret-2026-januari-februari-masih-laku-75-unit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 02:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Neta di Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PT Neta Auto Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27603</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta data juga memperlihatkan sepanjang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta data juga memperlihatkan sepanjang periode Januari hingga Februari atau dua bulan pertama 2026, baik penjualan secara grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun penjualan secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) mobil listrik Neta di Indonesi memng merosot tajam.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (20/4/2026) menunjukkan, pada periodea Januari – Februari 2026, total <em>wholesales</em> mobil Neta sebanyak 47 unit (yang dibukukan di bulan Februari saja). Jumlah penjualan grosir itu anjlok 72 persen dibanding total <em>wholesales</em> selama dua bulan pertama 2025.</p>
<p>Di bulan Februari, jumlah penjualan grosir mobil merek asal Republik Rakyat Cina tersebut sebanyak 47 unit. Total penjualan tersebut anjlok 39,7 persen dibanding penjuan grosir pada bulan yang sama di tahun 2025.</p>
<figure id="attachment_19713" aria-describedby="caption-attachment-19713" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Mobil-listrik-Neta-X-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724256036675.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-19713" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Mobil-listrik-Neta-X-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724256036675.jpg" alt="" width="700" height="499" /></a><figcaption id="caption-attachment-19713" class="wp-caption-text">Mobil listrik Neta X &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Sementara, total penjualan ritelnya di periode Januari – Februari 2026 tersebut, hanya sebanyak 75 unit, anjlok hingga 30,6 persen dibanding dua bulan pertama 2025. Jumlah penjualan itu juga dibukukan hanya di bulan Februari saja, karena seperti <em>wholesales</em> di bulan Januari juga tidak penjualan alias nihil.</p>
<p>“Di Maret memang tidak ada penjualan, dan itu kan lumrah dalam dinamika bisnis ya. Kita juga tidak tahu masalahnya. Memang, beberapa waktu lalu kan dikabarkan prinsipal Neta di Cina manjemen ada masalah finansial, lalu disebut sudah ada restrukrisasi. Itu urusan internal mereka ya,” ungkap pejabat Gaikindo yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Sekadar informasi, Neta melalui PT Neta Auto Indonesia mulai beroperasi sejak diperkenalkan di GIIAS 2023. Namun mulai berjualan pada Oktober 2023 dengan meluncurkan model Neta V. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – Februari 2026, Penjualan Ritel Mobil Neta di Indonesia Anjlok 30,6 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-februari-2026-penjualan-ritel-mobil-neta-di-indonesia-anjlok-306-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 02:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Neta]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PT Handal Indonesia Motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27286</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Seperti diketahui, penjualan eceran dari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Seperti diketahui, penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel mobil Neta di Indonesia pada tahun 2025 sudah anjlok hingga 28,77 persen dibanding tahun 2024. Namun penjualan grosirnya dari pabrik ke dealer alias <em>wholesales</em> masih naik 8,24 persen.</p>
<p>Data Gabungan Indushtri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (17/3/2026) menunjukkan di tahun 2025 tersebut total <em>wholesales</em> yang dicetak Neta Indonesia sebanyak 657 unit, naik 8,24 persen dibanding tahun 2024 yang masih sebanyak 607 unit. Sementara, penjualan ritel di tahun yang sama sebanyak 406 unit,anjlok 28,77 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai 570 unit.</p>
<p>Tetapi kini, di periode Januari – Februari 2026, baik wholesales maupun penjualan ritel mobil asal Republik Rakyat Cina itu membukukan anjloknya <em>wholesales</em> maupun penjualan ritel. Tercatat, <em>wholesales</em> mobil Neta di periode dua bulan pertama 2026 itu sebanyak 47 unit, anjlok hingga 72 persen dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<figure id="attachment_14035" aria-describedby="caption-attachment-14035" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Neta-V-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-1-e1705929780991.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14035" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Neta-V-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-1-e1705929780991.jpg" alt="" width="700" height="500" /></a><figcaption id="caption-attachment-14035" class="wp-caption-text">Neta V saat diperkenalkan di GIIAS 2023 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Sedangkan penjualan ritelnya mencapai 75 unit. Jumlah tersebut masih muram dibanding total penjualan ritel yang dibukukan selama Januari – Februari 2025, karena anjlok hingga 30,6 persen.</p>
<p>Padahal di bulan Februari, penjualan ritel mobil Neta itu masih menunjukkan tren positif, dimana totalnya sebanyak 75 unit, melonjak 36,4 persen dibanding Februari 2025. Meski penjualan <em>wholesales</em> di bulan kedua 2026 tersebut anjlok 39,7 persen dibanding bulan Februari 2025, karena totalnya hanya 47 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ternyata, Penjualan Mobil Neta pada 2025 di Thailand dan Indonesia Anjlok Parah</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ternyata-penjualan-mobil-neta-pada-2025-di-thailand-dan-indonesia-anjlok-parah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 02:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26755</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Anjloknya penjualan mobil listrik yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Anjloknya penjualan mobil listrik yang dijajakan Neta Auto di Thailand selama periode Januari – November 2025 itu merupakan yang kedua kalinya. Sebab di kurun waktu yang sama di tahun 2024, mobil merek itu telah membukukn kemerosotan penjualan yang cukup dalam.</p>
<p>Data Fedearasi Industri Thailand (FTI) dan Asosisi Dealer Mobil Thailand (TADA) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (15/1/2026) menunjukkan selama sebelas bulan pertama 2025 itu, mobil Neta yang terjual di Negeri Gajah Putih itu sebanyak 3.202 unit.</p>
<p>Jumlah tersebut anjlok sangat dalam karena berkurang 3. 332 unit dibanding periode sama di tahun 2024 yang masih mencapai 6.534 unit. Padahal, total penjualan selam Januari – November 2025 itu sudah anjlok hingga 45,8 dibanding penjualan pada periode sama di tahun 2024 yang sebanyak 12.456 unit.</p>
<p>Bahkan di bulan November 2025 saja, mobil listrik asal Republik Rakyat Cina itu di Thiland hanya laku sebanyak 125 unit. Jumlah penjualan di bulan kesebelas 2025 itu aanjlok 85,4 persen dibang penjualan selama bulan yang sama di tahun 2024.</p>
<figure id="attachment_19581" aria-describedby="caption-attachment-19581" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Neta-merek-mobil-listrik-yang-dimiliki-Neta-Auto-dan-merupakan-bagian-dari-Hozon-Auto-dok.Mobilitas-e1723651020456.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-19581" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Neta-merek-mobil-listrik-yang-dimiliki-Neta-Auto-dan-merupakan-bagian-dari-Hozon-Auto-dok.Mobilitas-e1723651020456.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Neta-merek-mobil-listrik-yang-dimiliki-Neta-Auto-dan-merupakan-bagian-dari-Hozon-Auto-dok.Mobilitas-e1723651020456.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Neta-merek-mobil-listrik-yang-dimiliki-Neta-Auto-dan-merupakan-bagian-dari-Hozon-Auto-dok.Mobilitas-e1723651020456-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-19581" class="wp-caption-text">Ilustrasi, logo Neta &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Meski tak separah di Thailand, ternyiata penjualan mobil Neta di Indonesia selama kurun waktu yang juga anjlok . Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em> memperlihatkan, selama sebelas bulan pertama 2025, jumlah penjualan grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 603 unit.</p>
<p>Jumlah wholesales itu anjlok 7,5 persen dibanding periode sebelas bulan pertama 2024. Sedangkan penjualan ecerannya dari dealer ke konsumen sebanyak 404 unit, anjlok hingga 24,5 persen dibanding periode Januari – November 2024.</p>
<p>Sementara di bulan November saja penjualan ritel mobil Neta di Indonesia hanya sebanyak 6 unit. Jumlah tersebut anjlok 94,5 persen dibanding penjualan eceran pada bulan yang sama di tahun 2024. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pamor Mobil Neta di RI Pudar, Januari – November 2025 Penjualan Ritelnya Anjlok 24,5 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pamor-mobil-neta-di-ri-pudar-januari-november-2025-penjualan-ritelnya-anjlok-245-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 04:05:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26554</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Bahkan, penjualan eceran dari dealer...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Bahkan, penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel maupun penjualan grosir dari pabrik ke dealer (penjualan ritel) mobil listrik Neta di Indonesia selama bulan November 2025 anjlok lebih parah.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (14/12/2025) menunjukkan di periode November 2025, total <em>wholesales</em> mobil Neta di Tanah Air hanya sebanyak 61 unit. Jumlah itu anjlok hingga 54,1 persen dibanding bulan yang sama di tahun 2024.</p>
<p>Sementara jumlah penjualan ritelnya di bulan kesebelas tersebut hanya 6 unit. Jumlah penjualan eceran itu ambrol hingga 94,5 persen dibanding bulan November 2024.</p>
<figure id="attachment_19713" aria-describedby="caption-attachment-19713" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Mobil-listrik-Neta-X-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724256036675.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19713" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Mobil-listrik-Neta-X-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724256036675.jpg" alt="" width="700" height="499" /></a><figcaption id="caption-attachment-19713" class="wp-caption-text">Mobil listrik Neta X &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Meski tak separah di bulan November saja, namun penjualan ritel mobil merek asal Shanghai, Republik Rakyat Cina itu juga membukukan anjloknya penjualan <em>wholesales</em> maupun penjualan ritel di kurun waktu Januari – November 2025.</p>
<p>Tercatat, jumlah penjualan grosir yang dibukukannya pada sebelas bulan pertama 2025 itu sebanyak 603 unit. Jumlah penjualan ke konsumen ini melorot 7,5 persen.</p>
<p>Sedangkan total penjualan eceran itu di rentang waktu Januari – November 2025 tersebut hanya sebanyak 404 unit. Jumlah tersebut anjlok 24,5 dibanding penjualan ritel di periode yang sama pada 2024. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usai Santer Isu Krisis: Hozon Umumkan Restrukturisasi Neta Auto, Ini Langkahnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/usai-santer-isu-krisis-hozon-umumkan-restrukturisasi-neta-auto-ini-langkahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 07:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Hozon Autoa]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[restrukturisasi Neta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24606</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Setelah santer dikabarkan berjibaku menghadapi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Setelah santer dikabarkan berjibaku menghadapi kriss, dan bahkan dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan hingga menyetop produksi, kini induk Neta Auto, yakni Hozon New Energy Automobile Co., Ltd menyebut tengah berencana melakukan restrukturisasi.</p>
<p>“Tujuan menyelesaikan krisis utang melalui prosedur hukum, memperkenalkan sumber daya strategis, mengoptimalkan sistem manajemen, dan membuka jalur baru untuk pembangunan berkelanjutan perusahaan, Selain itu untuk memastikan produksi, menstabilkan pengiriman, dan melindungi hak dan kepentingan,” bunyi keterangan Hozon New Energy melalui PT Neta Auto Indonesia yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (12/6/2025).</p>
<p>Pabrikan mobil asal Jiaxing, Zhejiang, Republik Rakyat Cina itu mengakui pilihan langkah restrukturisasi itu mempengaruhi setiap mitra, karyawan, dan pemilik mobil. Namun langkah tersebut tetap harus diambil mengingat perusahaan menghadapi perso alan yang membutuhkan penyelesaian segera.</p>
<p>“Dalam beberapa tahun terakhir, Hozon New Energy menghadapi rintangan berkala akibatpersaingan ketat di sektor energi baru. Penurunan penjualan, beban utang, dan masalah rantai pasokan semuanya mengakibatkan kesulitan operasional,” sebut Hozon New Energy soal latar belakang atau alasan dilakukannya restrukturisasi tersebut.</p>
<p>Hozon Auto menegaskan elemen inti rencana restrukturisasi ini terdiri dari tiga langkah. Pertama, kepemimpinan yang jelas untuk memastikan prosedural yang adil.</p>
<figure id="attachment_14035" aria-describedby="caption-attachment-14035" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Neta-V-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-1-e1705929780991.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14035" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Neta-V-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-1-e1705929780991.jpg" alt="" width="700" height="500" /></a><figcaption id="caption-attachment-14035" class="wp-caption-text">Neta V saat diperkenalkan di GIIAS 2023 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Kedua, memperkenalkan tim investasi strategis dan likuidator, dan operasional bisnis domestik dan internasional yang berkelanjutan. Ketiga, melindungi hak dan kepentingan pemilik mobil.</p>
<p>Untuk mewujudkan dan mencapai rencana restrukturisasi itu, Hozon Auto membuat perencanaan strategis masa depan dengan fokus pada teknologi dan melakukan ppgrade..produk.</p>
<p>Hozon akan memulai kembali penelitian dan pengembangan platform teknologi yang berfokus pada sasis skateboard dan teknologi penggerak cerdas, “Kemudian meluncurkan tiga model baru global sebelum tahun 2027 dan menargetkan pasar massal dengan kisaran harga 150.000 hingga 250.000 yuan, sekaligus memenuhi kebutuhan diferensiasi kelas atas,” kata pabrikan.</p>
<p>Rencana lain yang juga ditetapkan Hozon untuk merestrukturisasi Neta uto itu adalah dengan melakukan globalisasi dan kerjasama ekologi.Caranya dengan meningkatkan kerja sama strategis dengan mitra rantai pasokan seperti CATL dan Huawei.</p>
<p>“Kemudian memanfaatkan sumber daya investor baru untuk menjelajahi pasar luar negeri yang sedang berkembang, dan menciptakan model penggerak ganda yakni teknologi dan lokalisasi,” kata Hozon Auto. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hanya Bertahan Tiga Bulan di Singapura, Neta Cuma Bukukan Penjualan 2 Unit</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hanya-bertahan-tiga-bulan-di-singapura-neta-cuma-bukukan-penjualan-2-unit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 08:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Auto di singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Neta tutup operasi di singapura]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan neta di singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24276</guid>

					<description><![CDATA[Singapura, Mobilitas – Neta Auto resmi masuk dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Singapura, Mobilitas</strong> – Neta Auto resmi masuk dan berjualan di Singapura mulai 9 Januari 2025. Pabrikan mobil asal Shanghai, Republik Rakyat Cina, ini menyodorkan dua mobil listrik buatannya – Neta X dan Neta Aya – ke konsumen negara kota tersebut.</p>
<p>Laman CarNewsChina dalam laporannya pada 10 Jaanuari 2025 menyebut Neta Auto dalam pernyataannya memastikan dua model itu kedu model itu telah memenuhi standar kualitas mobil listrik di negara berpenduduk 6,04 juta jiwa itu.</p>
<p>“Neta Auto bahkan mengaku telah menerima pesanan dari konsumen negara itu sebanyak 52 unit,” tulis CarNewsChina.</p>
<p>Namun, data yang dirilis Land and Transportation (LTA) Singapura yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (15/5/2025) menunjukkan fakta yang berbeda. Selama periode Januari – April atau catur wulang pertama 2025, ternyata Neta Auto baru membukukan penjualan sebanyak 2 unit.</p>
<p>Padahal pada periode empat bulan pertama 2025 itu, totaal penjualan mobil (gabungan berbagai model dari seluruh merek yang ada) mencapai 14.867 unit. Jumlah itu melonjak 28 persen dibanding total penjualan selama periode sama di tahun 2024.</p>
<figure id="attachment_19713" aria-describedby="caption-attachment-19713" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Mobil-listrik-Neta-X-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724256036675.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19713" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Mobil-listrik-Neta-X-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724256036675.jpg" alt="" width="700" height="499" /></a><figcaption id="caption-attachment-19713" class="wp-caption-text">Mobil listrik Neta X &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, laporan laman Auto App Singapore ynag disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (15/5/2025) menyebut Neta Auto ternyata telah cabut dari Singapura setelah bertahan kurang dari tiga bulan.</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini, hanya empat unit kendaraan Neta yang telah terdaftar di Singapura, yakni dua unit terdaftar pada bulan November tahun 2024 lalu (sebelum peluncuran resmi) dan dua unit pada bulan Januari 2025. Sejak itu, jejaknya menjadi dingin. Kami menduga keempat unit ini semuanya dimiliki oleh Evology Automobile, dan tidak ada satu unit pun yang dimiliki pelanggan,” tulis media itu.</p>
<p>Kabarnya, penghentian operasi Neta Auto di Singapura itu imbas dari kondisi pabrikan itu di Cina yang sejak tahun lalu terbelit masalah keuangan. Bahkan, meski sempat membuka kembali pabriknya di Tongxiang, namun proses produksi tidak terjadi karena pasokan suku cadang yang berhenti. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebelas Hari di IIMS 2025 Mobil Neta Diklaim Terpesan 328 Unit, Lampaui Penjualan Januari</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/sebelas-hari-di-iims-2025-mobil-neta-diklaim-terpesan-328-unit-lampaui-penjualan-januari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2025 08:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Neta V-II]]></category>
		<category><![CDATA[Neta X]]></category>
		<category><![CDATA[Neta X di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan neta indonesi]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Neta di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PT Neta Auto Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23180</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebanyak itu merupakan pemesanan untuk dua model Neta yang kini dipasarkan di Tanah Air, yakni Neta V-II dan Neta X.</p>
<p>Keterangan resmi PT Neta Auto Indonesia (PT NAI) yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (1/3/2025) menyebut di hajatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 yang berlangsung di JIEXpo, Kemayoran, Jakarta, 13 – 23 Februari itu, Neta Indonesia menawarkan beragam promo penjualan menarik. Mulai dari gratis wall charger, special insurance, hingga lifetime warranty.</p>
<p>Jumlah pemesanan mobil Neta di gelaran itu diakui Managing Director PT NAI Chris Lan memacu semangat perusahaan untuk terus menghadirkan model-model baru lainnya, selain Neta “Pencapaian ini menjadi semangat kami untuk terus menghadirkan kendaraan listrik berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif,” ungkap Chris Lan.</p>
<p>Di hajatan itu pula, Neta Indonesia memperkenalkan Neta V-II Urban Sport Concept. Mobil konsep ini hadir dengan velg HSR Wheel berukuran 17 inci berdesain sporty, serta berbagai bodykit menarik.</p>
<figure id="attachment_19581" aria-describedby="caption-attachment-19581" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Neta-merek-mobil-listrik-yang-dimiliki-Neta-Auto-dan-merupakan-bagian-dari-Hozon-Auto-dok.Mobilitas-e1723651020456.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19581" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Neta-merek-mobil-listrik-yang-dimiliki-Neta-Auto-dan-merupakan-bagian-dari-Hozon-Auto-dok.Mobilitas-e1723651020456.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Neta-merek-mobil-listrik-yang-dimiliki-Neta-Auto-dan-merupakan-bagian-dari-Hozon-Auto-dok.Mobilitas-e1723651020456.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Neta-merek-mobil-listrik-yang-dimiliki-Neta-Auto-dan-merupakan-bagian-dari-Hozon-Auto-dok.Mobilitas-e1723651020456-180x130.jpg 180w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-19581" class="wp-caption-text">Ilustrasi, logo Neta &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Ragam body kit itu mulai dari Stylish Front &amp; Rear Bumper Kit, Stylish Side Skirts, Aerodynamic Rear Spoiler, Two-tone Roof, Electric Blue Accents, dan Auto Retractable Mirror. Meski begitu, Neta indonesi belum memberikn informasi kapan konsep tersebut diproduksi dan dipasarkan untuk memcu penjualannya di Indonesia.</p>
<p>Sekadar informasi, sepanjang Januri 2025, penjualan mobil listrik Neta di Indonesia cukup moncer. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (2/3/2025) menunjukkan, sepanjang Januari 2025 jumlah mobil Neta yang terjual dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 90 unit.</p>
<p>Jumlah <em>wholesales</em> itu meroket hingga 131 persen dibnding total <em>wholesales</em> pada bulan yang sama di tahun 2024. Sedangkan jumlah mobil yang terjual dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) di saat yang sama, sebanyak 53 unit, melonjak 61 persen dibanding total penjualan ritel selama Januari 2024.</p>
<p>Kendati demikian, jumlah penjulan di bulan perdana 2025, masih jauh di bawah total pemesanan kendaraan (SPK) di hajatan IIMS 2025. (Tan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuartal I 2024: Wholesales Mobil Listrik Neta di Cina Anjlok 33,3 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kuartal-i-2024-wholesales-mobil-listrik-neta-di-cina-anjlok-333-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2024 23:25:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Neta]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Auto di Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Neta V]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik Neta di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Neta Audi Cina]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Neta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17679</guid>

					<description><![CDATA[Beijing, Mobilitas – Padahal sepanjang Januari – Maret...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beijing, Mobilitas</strong> – Padahal sepanjang Januari – Maret 2024 itu total penjualan mobil dari pabrik ke diler (<em>wholesales</em>) di Republik Rakyat Cina (Cina) menanjak 10,6 persen dibanding periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Data Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) dan Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (12/4/2024) menunjukkan sepanjang tiga bulan pertama tersebut total <em>wholesales</em> mobil di Cina mencapai 6.720.088 unit. Sedangkan di bulan Maret saja, sebanyak 2.694.009 unit, meningkat 9,9 persen dibanding tahun lalu.</p>
<p>Pada periode itu, mobil listrik Neta Auto (anak perusahaan Hozon Auto) membukukan <em>wholesales</em> sebanyak 14.969 unit. Jumlah tersebut anjlok hingga 33,3 persen dibanding <em>wholesales</em> pada periode tiga bulan pertama di tahun 2023.</p>
<figure id="attachment_14950" aria-describedby="caption-attachment-14950" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14950" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Neta-V-crossover-listrik-dari-Neta-Auto-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-NAI-e1698147177486.jpg" alt="" width="700" height="505" /><figcaption id="caption-attachment-14950" class="wp-caption-text">Mobil listrik Neta V yang dijual di Indonesia &#8211; dok.PT NAI</figcaption></figure>
<p>Pada bulan Maret saja, total angka <em>wholesales</em> yang diraup pabrikan Zhejiang, Cina, ini sebanyak 3.920 unit. Jumlah tersebut anjlok 38,4 persen dibanding total angka wholesales yang diseroknya pada periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Sekadar informasi, Neta Auto saat ini gencar melakukan ekspansi ke berbagai belahan dunia. Di Asia Tenggara pabrikan yang didirikan sejak tahun 2014 itu telah menjajakan produknya, termasuk di Thailand dan Indonesia.</p>
<p>Bahkan, di Indonesia Neta Auto &#8211; yang saat ini masih menjajakan mobil listrik Net V itu – akan memulai perakitan mobilnya secara lokal. Proses produksi perakitan rencananya akan dilakukan mulai Mei 2024 atau bulan depan. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ternyata Begini Rapor Penjualan Ritel Mobil Korea dan Cina di RI Saat Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ternyata-begini-rapor-penjualan-ritel-mobil-korea-dan-cina-di-ri-saat-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 04:09:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[DFSK Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil Cina di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Korea di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Korea]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Hyundai di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Kia di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Korea di Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17355</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Selama dua bulan pertama 2024...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Selama dua bulan pertama 2024 itu sebagian besar merek atau pabrikan asal Cina tidak mengalami merosotnya penjualan, meski di saat yang sama pasar mobil terpuruk.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (27/3/2023) menunjukkan selama Januari – Februari 2024 itu jumlah mobil (dari berbagai merek dan jenis) yang terjual dari diler ke konsumen (penjualan ritel) sebanyak 148.649 unit. Jumlah tersebut merosot 15 persen dibanding total penjualan ritel selama periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Meski demikian tidak semua pabrikan mencatatkan amblesnya penjualan ritel. Termasuk pabrikan asal Cina, termasuk Morris Garage (MG) merek asal Inggris yang sejak tahun 2007 lalu telah dibeli oleh SAIC Motor Cina.</p>
<figure id="attachment_14950" aria-describedby="caption-attachment-14950" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14950" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Neta-V-crossover-listrik-dari-Neta-Auto-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-NAI-e1698147177486.jpg" alt="" width="700" height="505" /><figcaption id="caption-attachment-14950" class="wp-caption-text">Mobil listrik Neta V yang dijual di Indonesia &#8211; dok.PT NAI</figcaption></figure>
<p>Secara umum, kinerja pabrikan asal Negeri Tirai Bambu itu relatif lebih bagus dibanding pabrikan non Jepang maupun non Eropa lainnya, yakni dari Korea. Sebab, dua pabrikan asal Negeri Ginseng tersebut, yakni Hyundai dan Kia, ternyata membukukan jebloknya penjualan ritel.</p>
<p>Berikut data selengkapnya:<br />
<strong>Pabrikan asal Korea</strong>:<br />
Hyundai : 5.196 unit (ambles 18,2 persen dibanding Januari – Februari 2023)<br />
Kia : 238 unit (ambles 10,2 persen)</p>
<p><strong>Pabrikan asal Cina</strong>:<br />
Wuling : 3.620 unit (meningkat 10,6 persen)<br />
Chery : 678 unit (meroket 204 persen)<br />
Morris Garage : 353 unit (melonjak 94 persen)<br />
Dongfeng Sokon : 232 unit (anjlok 22 persen)<br />
Neta Auto : 58 unit (belum bisa dibandingkan karena baru berjualan)<br />
FAW (kendaraan niaga) : 47 unit (melonjak 67,9 persen)<br />
<em>Sumber : Gaikindo, 2024</em>. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Ritel Mobil Cina di RI Saat Ini: Wuling Masih Terbanyak, Chery Melonjak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-ritel-mobil-cina-di-ri-saat-ini-wuling-masih-terbanyak-chery-melonjak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 05:49:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Omoda E5]]></category>
		<category><![CDATA[DFSK]]></category>
		<category><![CDATA[MG Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Cina di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil DFSK]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Neta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan DFSK]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Neta Auto]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16818</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sampai saat ini ada ada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sampai saat ini ada ada enam pabrikan atau merek asal Republik Rakyat Cina (termasuk merek dari negara lain yang telah diakuisisi pabrikan Cina) yang berjualan maupun berproduksi di Indonesia.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (24/2/2024) menunjukkan keenam merek atau pabrikan asal Cina (atau yang dimiliki pabrikan Cina) itu adalah Wuling, Dongfeng Sokon (DFSK), Chery Automobile, Neta Automobile, Morris Garage (yang sejak 2007 diakuisisi SAIC Motors Corporation), serta FAW (yang menjual kendaraan komersial truk).</p>
<p>Fakta berbicara, dalam penjualan produk dari diler ke konsumen (penjualan ritel) selama bulan Januari tahun 2024 ini, dari enam merek tersebut ada yang mencatatkan kenaikan. Tetapi ada juga yang membukukan kemerosotan.</p>
<p>Data Gaikindo memperlihatkan, Wuling di bulan perdana itu membukukan penjualan ritel sebanyak 2.019 unit. Jumlah ini menanjak 23,7 persen dibanding jumlah penjualan ritel yang dibukukannya pada bulan yang sama di tahun 2023.</p>
<p>Pada saat yang sama, DFSK hanya meraup angka penjualan ritel sebanyak 84 unit. Jumlah ini anjlok 69,8 persen dibanding total penjualan ritel yang dikantonginya di bulan Januari 2023.</p>
<figure id="attachment_16725" aria-describedby="caption-attachment-16725" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16725" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/02/Chery-Omoda-E5-di-IIMS-2024-dok.PT-CSI-e1708141002816.jpg" alt="" width="700" height="475" /><figcaption id="caption-attachment-16725" class="wp-caption-text">Chery Omoda E5 di IIMS 2024 &#8211; dok.PT CSI</figcaption></figure>
<p>Sementara, Morris Garage berhasil menyerok angka penjualan ritel sebanyak 125 unit. Jumlah ini melonjak 108,3 persen dibanding bulan yang sama di tahun lalu.</p>
<p>Sedangkan Chery Automobile yang diageni oleh PT Chery Sales Indonesia memetik angka penjualan ritel sebanyak 268 unit. Sebagai pendatang baru, Chery berhasil mematri kinerja yang ciamik, karena penjualan ritel tersebut melonjak 162,7 persen dibanding Januari 2023.</p>
<p>Sekondan Chery yang juga tercatat sebagai pendatang baru di Indonesia, yakni Neta Auto hanya berhasil mencomot angka penjualan rityel sebanyak 33 unit. Jumlah ini belum bisa dibandingkan karena di Januari tahun lalu, merek ini masih belum menjajakan produknya.</p>
<p>Adapun FAW yang menjual kendaraan komersial, khususnya truk, mengoleksi angka penjualan ritel sebanyak 28 unit. Jumlah penjualan ini meroket 460 persen dibanding Januari di tahun lalu. (Jat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
