<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pabrik mobil listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pabrik-mobil-listrik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Mar 2023 00:42:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>pabrik mobil listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Mobil Listrik yang Berhak Dapat Subsidi di RI, Segini Besarannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-mobil-listrik-yang-berhak-dapat-subsidi-di-ri-segini-besarannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Mar 2023 14:11:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Hyundai Ioniq 5]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik berhak dapat subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling Air EV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11325</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pemerintah memastikan subsidi pembelian kendaraan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pemerintah memastikan subsidi pembelian kendaraan listrik mulai berlaku 20 Maret.</p>
<p>Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan mobil listrik yang berhak atas subsidi adalah mobil listrik murni (BEV). Kedua, mobil tersebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40%.</p>
<p>Ada dua mobil listrik yang memenuhi syarat dan berhak atas subsidi. Keduanya adalah Hyundai Ioniq 5 (dari Hyundai Motor) dan Wuling Air Ev (buatan Wuling Motor).</p>
<p>“Subsidi mulai berlaku 20 Maret nanti. Untuk Hyundai Ioniq 5 nilianya berkisar Rp70 juta – Rp80 juta, sedangkan Wuling Air Ev Rp25 juta – Rp35juta. Tetapi ini masih belum final dan terus dipertimbangkan. Ini masih kami hitung untuk mendaoatkan angka finalnya,” papar Agus di Jakarta, Selasa (14/3/2023).</p>
<p>Syarat TKDN itu diberlakukan, kata Agus, untuk merangsang produsen mobil menambah penggunaan komponen buatan lokal. Sehingga industri komponen pendukung terus berkembang dan menyerap tenaga kerja.</p>
<p>Sementara, pemberian subsidi diberikan untuk merangsang pembelian mobil listrik yang diproduksi pabrikan. Permintaan konsumen ini diharapkan memantik minat pabrikan mobil setrum berinvestasi di Tanah Air.</p>
<figure id="attachment_7821" aria-describedby="caption-attachment-7821" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7821" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153.jpg" alt="" width="700" height="504" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153-696x501.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Wuling-Air-ev-mulai-diproduksi-di-Indonesia-dok.Istimewa-e1660105308153-583x420.jpg 583w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-7821" class="wp-caption-text">Wuling Air ev diproduksi di Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sekadar informasi, Indonesia masih tertinggal jauh Thailand dalam menarik produsen mobil listrik berinvestasi membangun pabrik. Pernyataan Badan Investasi Thailand (TBOI) yang dikutip <em>Mobilitas, </em>Selasa (14/3/2023) telah berhasil menggaet tujuh pabrikan mobil listrik membangun pabrik.</p>
<p>“Yang terbaru pabrikan asal Shenzhen, Cina, BYD yang 10 Maret lalu resmi memulainya. Pabrik di Rayong itu berkapasitas 150.000 unit per tahun dan mulai beroperasi 2024 nanti,” bunyi keterangan TBOI.</p>
<p>BYD menyusul dua koleganya asal Cina, yakni SAIC Morris Garage (MG) dan Great Wall Motor. “Pertambahan pabrik ini sejalan dengan target pemerintah, jumlah pabrik mencapai 30% dari total pabrik mobil di 2030 nanti,” sebut badan itu.</p>
<p>Sebelumnya, data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (13/3/2023) memperlihatkan di rentang Januari – Februari itu 8.515 mobil listrik murni terjual (Januari 3.017 unit dan Februari 5.498 unit). Pada saat yang sama di Indonesia hanya 688 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dibanding Mobil Biasa, Produksi Mobil Listrik Lebih Boros Mineral</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/dibanding-mobil-biasa-produksi-mobil-listrik-lebih-boros-mineral/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2023 02:54:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan mineral mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[komponen mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11034</guid>

					<description><![CDATA[Paris, Mobilitas – Grafit adalah mineral yang paling...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Paris, Mobilitas</strong> – Grafit adalah mineral yang paling banyak dibutuhkan mobil setrum itu.</p>
<p>Keterangan International Energy Agency (IEA) di situs resmi lembaga itu yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Minggu (26/2/2023) menyebut sedikitnya ada sembilan jenis mineral yang dibutuhkan untuk pembuatan mobil setrum. Sembilan mineral itu adalah Grafit (Graphite), Tembaga, Nikel, Mangan, Kobalt, Lithium, dan dua mineral langka lainnya.</p>
<p>“Kandungan mineral itu menjadi bagian dari bahan pembuatan komponen mobil listrik. Termasuk untuk motor listrik, baterai, hingga glider,” sebut IEA.</p>
<p>Menurut lembaga yang berkantor pusat di Paris, Prancis, itu total berat mineral yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah mobil listrik itu mencapa 206,9 kilogram (kg).</p>
<figure id="attachment_11037" aria-describedby="caption-attachment-11037" style="width: 852px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11037" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Graphite-atau-Grafit-dok.Minerals-Education-Coallision-e1677380019420.jpg" alt="" width="852" height="616" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Graphite-atau-Grafit-dok.Minerals-Education-Coallision-e1677380019420.jpg 852w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Graphite-atau-Grafit-dok.Minerals-Education-Coallision-e1677380019420-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Graphite-atau-Grafit-dok.Minerals-Education-Coallision-e1677380019420-768x555.jpg 768w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Graphite-atau-Grafit-dok.Minerals-Education-Coallision-e1677380019420-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Graphite-atau-Grafit-dok.Minerals-Education-Coallision-e1677380019420-696x503.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Graphite-atau-Grafit-dok.Minerals-Education-Coallision-e1677380019420-581x420.jpg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Graphite-atau-Grafit-dok.Minerals-Education-Coallision-e1677380019420-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 852px) 100vw, 852px" /><figcaption id="caption-attachment-11037" class="wp-caption-text">Graphite atau Grafit &#8211; dok.Minerals Education Coallision</figcaption></figure>
<p>Grafit (Graphite) merupakan jenis mineral yang paling banyak digunakan dengan total berat 53,2 kg, lalu Nikel sebanyak 33,9 kg, Mangan 24,5 kg, Kobalt 13,3 kg, Lithium 8,9 kg, dan mineral langka 0,5 kg.</p>
<p>“Selain itu ada dua penggunaan mineral lainnya masing-masing mencapai 0,3 kilogram,” sebut IEA.</p>
<p>Adapun total mineral yang dibutuhkan untuk pembuatan sebuah mobil konvensional hanya 33,8 kg, dan jenis mineral yang dibutuhkan cuma tiga yakni Tembaga, Mangan, dan mineral lainnya yang masing-masing total kebutuhannya hanya 22,3 kg, 11,2 kg, dan 0,3 kg. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unggul di Harga, Mobil Produksi Pabrik Cina Jadi Andalan Ekspor Tesla</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/unggul-di-harga-mobil-produksi-pabrik-cina-jadi-andalan-ekspor-tesla/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2022 05:12:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik baru]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[produsen mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Tesla buatan Cina Andalan Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Tesla buatan Cina lebih murah]]></category>
		<category><![CDATA[Tesla di Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Tesla Inc]]></category>
		<category><![CDATA[Tesla Inc Cina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5673</guid>

					<description><![CDATA[Beijing, Mobilitas – Asosiasi Kendaraan Penumpang Cina (CPCA)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beijing, Mobilitas</strong> – Asosiasi Kendaraan Penumpang Cina (CPCA) melaporkan sepanjang bulan pertama atau Januari tahun 2022 ini, pabrik milik produsen mobil listrik kondang &#8211; Tesla Inc &#8211; yang berada di Shanghai, Cina, telah menjual mobil buatannya sebanyak 59.845 Unit. Dari jumlah itu, sebagaian besar ditujukan untuk pasar ekspor.</p>
<p>Seperti dilaporkan laman <em>Car News China</em> dan <em>Caijing</em>, Selasa (15/2/2022), data CPCA menyebut, mobil Tesla buatan pabrik Shanghai – terdiri dari Tesla Model 3 dan Tesla Model Y – yang diekspor sepanjang bulan Januari mencapai 40.499 unit. Sementara, 19.346 mobil dikirimkan ke diler lokal Negeri Tirai Bambu itu.</p>
<p>“Saat ini, gigafactory Tesla di Shanghai, telah mengambil sebagian besar ekspor Tesla. Alasan utamanya adalah biaya produksi yang rendah. Mobil yang diproduksi oleh pabrik Tesla Shanghai lebih murah daripada yang dibuat di Amerika Serikat,” bunyi keterangan CPCA mengutip pernyataan pabrikan besutan Elon Musk itu.</p>
<figure id="attachment_5675" aria-describedby="caption-attachment-5675" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5675" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Proses-produksi-mobil-Tesla-di-pabrik-Shanghai-Cina-dok.Teslarati.com_-e1644901806383.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-5675" class="wp-caption-text">Proses produksi mobil Tesla di pabrik Shanghai, Cina &#8211; dok.Teslarati.com</figcaption></figure>
<p>Sekadar informasi, Tesla Model 3 berpenggerak roda belakang buatan pabrik Shanghai dibanderol hanya US$ 41.765 setelah mendapat potongan subsidi dari pemerintah. Versi tertinggi dari model tersebut dibanderol US$ 53.450.</p>
<p>Sementara, Tesla Model Y varian berpenggerak roda belakang buatan pabrik itu dihargai US$ 47.460, varian berjangkauan lebih jauh dibanderol US$ 54.706. Sedangkan versi paling tinggi harganya dipatok US$ 61.000.</p>
<p>Tesla saat ini memang tengah menggenjot produksi di Cina sebagai bagian dari target peningkatan penetrasi pasar ke berbagai wilayah. Termasuk Asia Pasifik, Eropa, dan Afrika.<br />
Pabrikan yang baru saja memindahkan markas besarnya dari California ke Austin Texas itu diketahui juga tengah mengincar pasar Asia Selatan (khususnya India) dan Asia Tenggara, setelah Cina dan Korea di kawasan Asia.</p>
<figure id="attachment_5676" aria-describedby="caption-attachment-5676" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5676" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Tesla-Model-Y-di-Cina-dok.InsideEVs-e1644901923539.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-5676" class="wp-caption-text">Tesla Model Y di Cina &#8211; dok.InsideEVs</figcaption></figure>
<p>Maklum, negara-negara di wilayah tersebut kini tengah berpacu untuk menuju sarana transportasi ramah lingkungan untuk menuju era netral karbon yang telah ditetapkan pemerintah masing-masing. Dalam rangka itulah, pabrikan yang didirikan 1 Juli 2003 itu berupaya untuk menghasilkan mobil yang berteknologi tinggi namun dengan harga bersaing.</p>
<p>Pabrik di Cina dinilai sangat pas untuk menghasilkan produk seperti itu. Kini, Tesla disebut tengah dalam persiapan untuk membangun gigafactory Shanghai tahap ketiga</p>
<p>“Hasil produksi pabrik di Cina memiliki keunggulan komparatif karena biaya produksi yang lebih rendah berkat jejaring pasokan yang integratif hampir semua komponen, tenaga kerja mumpuni yang tersedia, serta berbagai insentif. Sehingga, harga produk pun lebih bersaing,” ujar analis industri di bursa Shanghai, Xiaoyi Liu.</p>
<figure id="attachment_4827" aria-describedby="caption-attachment-4827" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4827" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Tesla-Model-3-di-pabrik-Shanghai-Cina-dok.Japan-Times-e1641135226103.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-4827" class="wp-caption-text">Tesla Model 3 yang diproduksi di pabrik Tesla di Shanghai, Cina &#8211; dok.Reuters</figcaption></figure>
<p>Seperti dilaporkan laman <em>China Daily</em>, Rabu (12/1/2021) selama tahun 2021 kemarin jumlah total mobil Tesla buatan gigafactory Shanghai, Cina, mencapai 484.130 unit. Jumlah ini meroket hingga 235% dibanding penjualan sepanjang tahun 2020.</p>
<p>Dari jumlah penjualan mobil Tesla buatan Cina – yakni Tesla Model 3 dan Tesla Model Y – itu, 160.000 unit di antaranya diekspor ke lebih dari 10 negara. Tujuan ekspor tersebut berada di Eropa dan Asia. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kini Baru Ada 14.400 Kendaraan Listrik di RI, Terbanyak Motor</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kini-baru-ada-14-400-kendaraan-listrik-di-ri-terbanyak-motor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 03:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[bus listrik]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pengecasan baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Perpres Nomor 5 Tahun 2019]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor loistrik]]></category>
		<category><![CDATA[SPKLU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4226</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Indonesia terus berupaya untuk bergerak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Indonesia terus berupaya untuk bergerak menuju era kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB) sebagaimana yang diamanatkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2009. Berdasar beleid ini pada tahun 2025, ditargetkan sebanyak 19.000 unit kendaraan mobil listrik dan 750.000 sepeda motor listrik bisa diproduksi.</p>
<p>Bahkan, pada tahun 2030 atau lima tahun setelahnya, ditargetkan sudah ada 2 juta mobil listrik dan 13 juta unit sepeda motor listrik berseliweran di jalanan. “Dasar pemikiran program pemasyarakatan KBLBB adalah untuk meningkatkan ketahanan Energi Nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM dan lingkungan,” kata Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Tasrif Arifin di Jakarta, akhir Januari silam.</p>
<p>Namun, sampai dengan pertengahan November tahun ini, ternyata jumlah total kendaraan listrik – roda empat atau lebih dan sepeda motor – di Tanah Air baru ada 14.400 unit.</p>
<figure id="attachment_226" aria-describedby="caption-attachment-226" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-226" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Ilustrasi-mobil-listrik-Hyundai-Kona-dok.Nikkei-Asia-scaled-e1619054244997.jpg" alt="" width="700" height="483" /><figcaption id="caption-attachment-226" class="wp-caption-text">Hyundai Kona listrik yang juga dijual di Indonesia- dok.Nikkei Asia</figcaption></figure>
<p>“Iya benar masih sebanyak itu. Dari dari jumlah ini terbanyak sepeda motor yaitu 12.464 unit. Lalu 1.656 unit mobil penumpang, 262 unit kendaraan roda tiga, 13 unit bus, dan 5 unit mobil barang,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (24/11/2021).</p>
<p>Kini, lanjut Budi, pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan setrum itu. Khususnya di lingkungan lembaga pemerintah dan sarana angkutan umum.</p>
<p>“Karena kalau lembaga-lembaga pemerintah dan sarana publik telah menggunakan dibarengi dengan penyediaan infrastruktur pendukung maka masyarakat akan mengikuti. Pola-pola perilaku masyarakat yang kita amati seperti itu,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_3674" aria-describedby="caption-attachment-3674" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3674" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-listrik-buatan-Zhongtong-pabrikan-asal-Republik-Rakyat-Cina-dok.Twitter-e1635297189494.jpg" alt="" width="700" height="513" /><figcaption id="caption-attachment-3674" class="wp-caption-text">Bus listrik buatan Zhongtong, pabrikan asal Republik Rakyat Cina yang kabarnya ditawarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia &#8211; dok.Twitter</figcaption></figure>
<p>Kini di Tanah Air telah lahir sejumlah agen pemegang merek mobil listrik, termasuk untuk bus. Merek mulai aktif mencoba menggelontorkan produk, dan sedikitnya 13 unit bus yang saat ini telahmengajukan uji tipe.</p>
<p>“Nantinya bus-bus itu akan dipakai oleh TransJakarta. Kemudian oleh Perum PPD dan Damri,” ucap Budi.</p>
<p><strong>Konversi sepeda motor</strong><br />
Pemasyarakatan kendaraan listrik juga dilakukan untuk kendaraan jenis sepeda motor. Untuk menpercepat penggunaan kendaraan roda dua setrum ini pemerintah menawarkan program konversi yakni dari motor biasa diubah menjadi motor listrik.</p>
<p>“Kita memiliki dasar hukum berupa Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepea Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai. Nanti akan kita berikan berbagai kemudahan untuk pemiliknya termasuk dalam mengurus surat-surat keabsahannya,” kata mantan Widyaiswara di Korlantas Polri itu.</p>
<figure id="attachment_4228" aria-describedby="caption-attachment-4228" style="width: 1120px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4228" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-pengecasan-baterai-sepeda-motor-listrik-dok.New-Atlas-2.jpg" alt="" width="1120" height="800" /><figcaption id="caption-attachment-4228" class="wp-caption-text">Ilustrasi pengecasan baterai sepeda motor listrik &#8211; dok.New Atlas</figcaption></figure>
<p>Selain itu, pemerintah juga mengupayakan agar tercipta sistem penggantian baterai untuk kendaraan listrik – khususnya sepeda motor – sehingga bukan hanya memudahkan pengguna kendaraan itu kala daya baterainya mulai habis, tetapi juga bisa menekan harga jual motor listrik baru.</p>
<p>“Karena dengan sistem <em>battery swap</em> (tukar baterai) itu motor bisa dijual tanpa baterai karena baterai bisa disewa dari tempat penukaran baterai. Kalau harga murah maka minat orang untuk beli juga tinggi,” ucap Budi.</p>
<figure id="attachment_3357" aria-describedby="caption-attachment-3357" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3357" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="650" height="453" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_.jpg 650w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-300x209.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-150x105.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-603x420.jpg 603w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3357" class="wp-caption-text">Salah satu varian sepeda motor listrik Gesits. Sepeda motor setrum asli buatan Indonesia &#8211; dok.Mobilitas.id</figcaption></figure>
<p>Data Kementerian ESDM menunjukkan hingga September 2021 jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia sebanyak 187 unit. Fasilitas ini tersebar di 155 lokasi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. (Jap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
