<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar baterai listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pasar-baterai-listrik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Apr 2025 15:36:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>pasar baterai listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Profil Huayou yang Gantikan LG Energy di Konsorsium Proyek Baterai Listrik RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-profil-huayou-yang-gantikan-lg-energy-di-konsorsium-proyek-baterai-listrik-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2025 09:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[Huayou]]></category>
		<category><![CDATA[LG Energy Solution]]></category>
		<category><![CDATA[pasar baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[proyek baterai listrik RI]]></category>
		<category><![CDATA[proyek titan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24050</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan pemerintah telah mendepak pabrikan baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution dari konsorsium karena proses negosiasi yang berlarut-larut.</p>
<p>Padahal, proses negosiasi dalam konsorsium Proyek Titan senilai US$9,8 miliar itu telah berlangsung selama lima tahun. Rosan mengatakan bahwa keputusan mendepak LG Energy Solution itu tertuang melalui surat resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dikeluarkan pada 31 Januari 2025.</p>
<p>“Itu kenapa dikeluarkan surat itu, karena memang negosiasi ini sudah terlalu lama, sedangkan kita kan ingin semua ini berjalan dengan baik, dengan cepat, karena negosiasinya sudah berlangsung 5 tahun,” papar Rosan, di Kantor Presiden, Jakarta, 24 April 2025.</p>
<p>Pada surat tersebut, lanjut Rosan, sekaligus membuka jalan bagi Huayou, perusahaan asal Cina yang sebelumnya sudah menjadi bagian dari konsorsium. Huayou diberi kesempatan mengambil alih peran LG dalam proyek itu.</p>
<p>“Sehingga total investasinya memang tetap tidak berubah dari US$9,8 miliar. Jadi karena memang Huayou ini kan dia juga sudah berinvestasi di Indonesia sebelumnya. Di bidang yang hampir sama juga,” tandas dia.</p>
<p>Lantas siapa sebenarnya Huayou itu? Berbagai sumber yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (27/4/2025) menyebut perusahaan itu didirikan pada tahun 1994 di Tongxiang, Zhejiang, Cina. Spesialisasinya sebagai perusahaan di bidang penelitian, pengembangan, produksi material baterai lithium-ion, serta material kobalt.</p>
<figure id="attachment_24052" aria-describedby="caption-attachment-24052" style="width: 711px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/04/Huayou-Cobalt-dok.-Istimewa-via-Yicai-Global-e1745768114924.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-24052" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/04/Huayou-Cobalt-dok.-Istimewa-via-Yicai-Global-e1745768114924.jpg" alt="" width="711" height="500" /></a><figcaption id="caption-attachment-24052" class="wp-caption-text">Huayou Cobalt &#8211; dok. Istimewa via Yicai Global</figcaption></figure>
<p>Di Indonesia, Huayou mulai beroperasi di sejak 2018 dan telah mengembangkan beberapa proyek di Tanah. Mulai dari Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) di Sulawesi Tenggara dengan proyek Huayue HPAL di Morowali Sulawesi Tengah, hingga proyek Huafei HPAL.</p>
<p>Kemudian di Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara; proyek Huake RKEF di Weda Bay; proyek KNI HPAL di Kabupaten Pomalaa, Sulawesi Tenggara; dan proyek Sorowako di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.</p>
<p>Huayou Indonesia merupakan bagian dari integrasi industri dan operasi skala internasional Zhejiang Huayou Cobalt. Perusahaan ini mengklaim mempunyai lebih dari 17.000 karyawan.</p>
<p>Selain berpengalaman di Indonesia, Huayou juga telah beroperasi di Afrika dengan melakukn bisnis rantai industri material baterai lithium-ion, seperti pengembangan sumber daya nikel, kobalt, lithium, tembaga, dan fosfor.</p>
<p>Perusahaan ini didirikan oleh Chen Xuehua. Perusahaan telah menginvestasikan 5 miliar yuan lebih dalam proses riset dan inovasi bidang ilmiah maupun teknologi, dan kini memiliki 459 paten nasional dan 218 standar. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Samsung Bikin Baterai Anyar, Sekali Cas Mobil Listrik Bisa Ngacir 965 Kilometer</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/samsung-bikin-baterai-anyar-sekali-cas-mobil-listrik-bisa-ngacir-965-kilometer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 07:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[baterai listrik buatan Samsung SDI]]></category>
		<category><![CDATA[baterai Solid-State Samsung SDI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan baterai listrik Samsung SDI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi baterai listrik Samsung SDI]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung SDI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19606</guid>

					<description><![CDATA[Seoul, Mobilitas – Menariknya untuk pengisian ulang daya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seoul, Mobilitas</strong> – Menariknya untuk pengisian ulang daya baterai dari 10 persen ke 80 persen ini cukup membutuhkan waktu 9 menit, dan umur baterai itu mencapai 20 tahun.</p>
<p>Laporan The Elec yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (15/8/2024) menyebut prototipe baterai itu diperkenalkan Samsung SDI di hajatan SNE Battery Day 2024 pada Rabu (14/8/2024) di Seoul, Korea Selatan.</p>
<p>“Kami membangun prototipe baterai solid-state ini dalam sebuah pilot project sejak tahun 2023 lalu. Rencananya, baterai ini akan diproduksi massal pada tahun 2027 nanti,” bunyi keterangan Samsung.</p>
<p>Kini Samsung masih intensif mengujinya dengan cara mengirimkan baterai itu ke produsen mobil listrik untuk dites. Tujuannya bisa mendapatkan masukan langsung dari para produsen mobil setrum tersebut.</p>
<p>“Keungggulan lain baterai solid-state kami ini adalah bobotnya yang ringan, ukurannya yang lebih kecil, namun lebih aman,” klaim Samsung.</p>
<figure id="attachment_19608" aria-describedby="caption-attachment-19608" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Samsung-SDI-dok.Battery-Technology-e1723711265691.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-19608" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Samsung-SDI-dok.Battery-Technology-e1723711265691.jpg" alt="" width="700" height="510" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Samsung-SDI-dok.Battery-Technology-e1723711265691.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Ilustrasi-Samsung-SDI-dok.Battery-Technology-e1723711265691-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-19608" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Samsung SDI &#8211; dok.Battery Technology</figcaption></figure>
<p>Namun, karena biaya produksinya yang mahal, maka untuk tahap awal, baterai ini hanya akan digunakan untuk mobil listrik kelas atas atau super premium. Artinya, baterai dengan densitas energi yang disebut 500 Wh/kg ini masih diproduksi dalam jumlah terbatas.</p>
<p>Sekadar informasi, data perusahaan riset energi asal Korea Selatan – SNE Research – yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (15/8/2024) menunjukkan, Samsung saat ini adalah pabrikan baterai terbesar keenam di dunia. Fakta berbicara, selama Januari – Juni 2024, pabrikan ini berhasil mencomot 4,5 persen pangsa pasar baterai listrik dunia.</p>
<p>Selama enam bulan pertama 2024 itu, sebut SNE Research, total konsumsi baterai listrik oleh pabrikan mobil listrik dunia mencapai 364,6 GWh. Meningkat 22,3 persen dari total konsumsi selama periode sama di tahun 2023 yang sebanyak 298,1 GWh.</p>
<p>Samsung bertengger di urutan keenam pabrikan terbesar dunia setelah CATL, BYD, LG Energy Solution, SK On, dan CALB. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
