<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar BYD di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pasar-byd-di-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jan 2025 09:46:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>pasar BYD di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahun 2024: Saat Penjualan Toyota Cs di Thailand Ambrol, BYD Cuma Susut Tipis</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/tahun-2024-saat-penjualan-toyota-cs-di-thailand-ambrol-byd-cuma-susut-tipis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 08:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Motor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[pasar BYD di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan BYD di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=22421</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Fakta memperlihatkan, sepanjang periode Januari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Fakta memperlihatkan, sepanjang periode Januari – November 2024 penjualan mobil di Thailand anjlok cukup dalam dibanding periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, menunjukkan selama sebelas bulan pertama 2024 itu mobil yang terjual di Negeri Gajah Putih itu hanya 518.650 unit. Jumlah ini anjlok 26,7 persen dibanding total penjualan yang tercetak pada Januari – November 2023, yang mencapai 707.454 unit.</p>
<p>Wakil Ketua Federasi Industri Thailand (FTI) yang juga sekaligus Ketua Klub Otomotif FTI, Surapong Paisitpatanapong, yang dikutip Bangkok Post dan Siam Auto beberapa waktu lalu mengatakan penjualan mobil di Thailand mengalami tekanan akibat melemahnya ekonomi dan semakin selektifnya lembaga pembiayaan kredit dalam menyalurkan pembiayaan.</p>
<p>“Akibat melemahnya ekonomi kredit macet terutama kredit konsumsi rumah tangga meningkat. Ini yang membuat semakin ketatnya penyaluran kredit baru. Kebijakan itu semakin menekan penjualan mobil di saat daya beli melemah,” ungkap Surapong.</p>
<figure id="attachment_19010" aria-describedby="caption-attachment-19010" style="width: 701px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/07/Pabrik-BYD-di-Thailand-dok.Reuters-e1720199754952.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-19010" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/07/Pabrik-BYD-di-Thailand-dok.Reuters-e1720199754952.jpg" alt="" width="701" height="485" /></a><figcaption id="caption-attachment-19010" class="wp-caption-text">Pabrik BYD di Rayong, Thailand wilayah timur &#8211; dok.Reuters</figcaption></figure>
<p>Fakta data FTI berbicara, di periode tersebut penjualan pabrikan-pabrikan besar asal Jepang (Toyota cs) dan dari Amerika Serikat (Ford) terperosok cukup dalam alias ambrol. Toyota (termasuk Lexus) misalnya hanya membukukan penjualan 199.487 unit, ambrol 17,5 persen dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Lalu Isuzu 77.429 unit (ambrol 45,3 persen, Honda 67.322 unit (ambrol 20,3 persen), Mitsubishi 24.640 unit (ambrol 19,1 persen), Nissan 8.570 unit (ambrol 43 persen), dan Ford 19.051 unit (anjlok 43,4 persen). Namun, di tengah himpitan kondisi yang tak bersahabat itu, pabrikan mobil asal Shenzhen, Republik Rakyat Cina, Build Your Dreams (BYD) masih digdaya.</p>
<p>Kendati mengalami penurunan, namun penjualan mobil listrik yang dipasarkannya tak merosot parah. Selama periode Januari – November 2024 itu, penjualan mobil BYD di Thailand hanya menyusut 3,2 persen, dengan total 25.50 unit.</p>
<p>Sebelumnya pada kurun waktu yang sama di tahun 2023, pabrikan besutan Wang Chuanfu itu berhasil meraup angka penjualan sebanyak 26.377 unit. Dari jumlah itu, 1.998 unit dibukukan pada bulan November. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
