<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar kendaraan listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pasar-kendaraan-listrik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Feb 2024 04:18:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>pasar kendaraan listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banyak Insentif Tapi Penjualan Kendaraan Listrik di RI Lemot, Ternyata Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/banyak-insentif-tapi-penjualan-kendaraan-listrik-di-ri-lemot-ternyata-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2024 04:13:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[biaya cas baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[minat orang RI ke kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pasar kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi kendaraan listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16759</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Padahal sejumlah kebijakan yang dimaksudkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Padahal sejumlah kebijakan yang dimaksudkan untuk memacu percepatan peralihan penggunaan kendaraan konvensional (bermesin pembakaran internal) ke listrik terus digulirkan.</p>
<p>Tercatat pada Maret 2023 pemerintah merilis kebijakan pemberian insentif yakni insentif fiskal dalam rangka program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB). Wujudnya berupa tax holiday selama 20 tahun untuk membangun dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik.</p>
<p>Kemudian super deduction hinggga 300 persen untuk Pusat Penelitian dan Pengembangan (R &amp; D), pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk impor mesin dan perlatan pabrik kendaraan listrik, dan pembebasan bea masuk impor kendaraan Completley Knock Down (CKD).</p>
<p>Selain itu, pemerintah memberikan dana bantuan pembelian (atau yang oleh masyarakat umum disebut subisidi pembelian) sepeda motor listrik senilai Rp 7 juta, dan Rp 100 juta untuk pembelian mobil listrik. Namun ternyata, serangkaian kebijakan itu tidak serta merta membuat penjualan kendaraan listrik langsung melejit.</p>
<p>“Sampai dengan akhir tahun 2023 kemarin, jumlah kendaraan listrik (baik roda dua maupun empat, dengan teknologi hybrid hingga listrik baterai) yang beredar di Indonesia baru sebanyak 108.000-an unit. Artinya masih jauh dari target populasi yang ditetapkan oleh pemerintah (tahun 2025 sebanyak 400.000 unit),” papar pengamat ekonomi energi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi saat dihubungi <em>Mobilitas</em> dari Jakarta, Selasa (20/2/2024).</p>
<figure id="attachment_11020" aria-describedby="caption-attachment-11020" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11020" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Motor-listrik-Yadea-saat-dipmaerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1678113672162.jpg" alt="" width="700" height="518" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Motor-listrik-Yadea-saat-dipmaerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1678113672162.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Motor-listrik-Yadea-saat-dipmaerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1678113672162-300x222.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Motor-listrik-Yadea-saat-dipmaerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1678113672162-150x111.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Motor-listrik-Yadea-saat-dipmaerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1678113672162-485x360.jpg 485w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Motor-listrik-Yadea-saat-dipmaerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1678113672162-696x515.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Motor-listrik-Yadea-saat-dipmaerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1678113672162-568x420.jpg 568w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Motor-listrik-Yadea-saat-dipmaerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1678113672162-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11020" class="wp-caption-text">Ilustrasi, sepeda motor listrik Yadea &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Menurut Fahmy, serangkaian kebijakan bersifat insentif yang diberikan pemerintah sejak tahun 2017 itu boleh saja dilanjutkan. Namun, mengubah persepsi dan perilaku masyarakat harus jauh lebih intensif dilakukan.</p>
<p>&#8220;Sebab, mayoritas masyarakat masih beranggapan menggunakan kendaraan listrik tidaklah seaman kendaraan dimana jika kehabisan bahan bakar masih gampang menemukan BBM baik di SPBU maupun eceran. Msayarakat juga menganggap dengan berkendaraan kendaraan konvensional lebih percaya diri, apalagi di daerah-daerah yang kondisi geografisnya sulit,,” papar Fahmy.</p>
<p>Selain itu, masyarakat juga beranggapan biaya servis kendaraan listrik, terutama jika baterai telah aus akan jauh lebih mahal. Fakta lain juga menunjukkan, masyarakat beranggapan kendaraan listrik tidak seperti kendaraan biasa ketika dijual kembali masih memiliki nilai yang cukup tinggi.</p>
<p>“Jadi perubahan persepsi dan perilaku masyarakat sangat penting untuk dilakukan,” tandas Fahmy. (Rud/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makin Serius, Pabrikan Bus Listrik Milik Bakrie VKTR Jual 20% Saham ke Publik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/makin-serius-pabrikan-bus-listrik-milik-bakrie-vktr-jual-20-saham-ke-publik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 07:47:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kendaraan listrik Grup Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[bus listrik BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[pasar bus listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan bus listrik VKTR Teknologi MObilitas]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan VKTR]]></category>
		<category><![CDATA[produsen mobil listrik milik Bakrie Group]]></category>
		<category><![CDATA[PT Mayasari Bakti]]></category>
		<category><![CDATA[PT TRansJakarta]]></category>
		<category><![CDATA[PT VKTR Teknologi MObilitas]]></category>
		<category><![CDATA[VKTR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12501</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk telah menggelar penawaran umum saham (IPO) pada 26 – 31 Mei lalu.</p>
<p>Selanjutnya, perusahaan akan melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesaia (BEI) pada 16 Juni nanti. Seperti dilaporkan laman e-IPO yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Jumat (26/5/2023) VKTR dalam penawaran saham ke publik ini melepas 8,75 miliar lembar saham, atau setara dengan 20% dari total saham yang disetor setelah IPO.</p>
<p>Sedangkan harga per lembar saham yang ditawarkan adalah Rp 100 – Rp 130. Sehingga, total dana yang diharapkan teraup dalam IPO ini mencapai Rp 1,13 triliun.</p>
<p>Dana hasil IPO itu akan digunakan untuk berbagai keperluan. Pertama, 39,93% untuk belanja modal terutama untuk pengembangan fasilitas kendaraan listrik berbasis baterai. Selain itu untuk pembangunan fasilitas produksi sepeda motor listrik.</p>
<p>Kedua, untuk penyertaan modal ke PT Bakrie Autoparts. Perusahaan ini merupakan pendukung kegiatan VKTR dalam pengembangan dan perakitan kendaraan listrik.</p>
<figure id="attachment_11344" aria-describedby="caption-attachment-11344" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11344" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Bus-listrik-BYD-K-9-pesanan-PT-Mayasari-Bhakti-dok.Youtube-e1678862231625.jpg" alt="" width="700" height="506" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Bus-listrik-BYD-K-9-pesanan-PT-Mayasari-Bhakti-dok.Youtube-e1678862231625.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Bus-listrik-BYD-K-9-pesanan-PT-Mayasari-Bhakti-dok.Youtube-e1678862231625-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Bus-listrik-BYD-K-9-pesanan-PT-Mayasari-Bhakti-dok.Youtube-e1678862231625-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Bus-listrik-BYD-K-9-pesanan-PT-Mayasari-Bhakti-dok.Youtube-e1678862231625-696x503.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Bus-listrik-BYD-K-9-pesanan-PT-Mayasari-Bhakti-dok.Youtube-e1678862231625-581x420.jpg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Bus-listrik-BYD-K-9-pesanan-PT-Mayasari-Bhakti-dok.Youtube-e1678862231625-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11344" class="wp-caption-text">Bus listrik BYD K9 yang dijual PT VKTR Teknologi Mobilitas ke PT Mayasari Bakti untuk armada TransJakarta &#8211; dok.Youtube</figcaption></figure>
<p>Ketiga, digunakan untuk pelunasan pokok dan seluruh utang ke PT Tambara Tama Mandiri dan ke PT Andara Multi Sarana. Dan keempat, untuk biaya operasional atau modal kerja.<br />
Keterangan dalam prospektus VKTR yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Jumat (26/5/2023) menyebut VKTR didirikan pada 23 November 2007.</p>
<p>Perusahaan milik Grup Bakrie ini berganti nama menjadi PT VKTR Teknologi Mobilitas pada 29 Maret 2022. Selain bergerak di bidang perdagangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), baik roda empat maupun sepeda motor, juga memproduksi suku cadang dan aksesori, serta karoseri.</p>
<p>Bisnis di sektor kendaraan listrik dimulai pada tahun 2018, dengan menjualbus listrik. Bus listrik pertama yang diluncurkan adalah bus listrik BYD di gelaran IMF/World Bank Conference.</p>
<p>Pada 2022 kemarin VKTR meneken kerja sama dengan TransJakarta dalam penggunaan bus listrik sebagai salah satu moda transportasi yang akan dioperasikan oleh TransJakarta. Hingga kini, VKTR telah menjual 30 bus listrik ke PT Mayasari Bakti yang dioperasikan olej TransJakarta. (Nur/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
