<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar mobil impor di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pasar-mobil-impor-di-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Nov 2024 03:31:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>pasar mobil impor di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini 10 Merek Pengimpor Mobil CBU Terbanyak, Selama Januari – September Tahun Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-10-merek-pengimpor-mobil-cbu-terbanyak-selama-januari-september-tahun-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2024 03:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil BYD]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil CBU Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil Honda]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil Suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil impor di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota pengimpor mobil terbanyak di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=21176</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) pabrikan atau merek mobil di Indonesia mengimpor mobil model tertentu dalam wujud utuh (<em>Completley Built Up</em>/CBU) karena belum diproduksi di dalam negeri.</p>
<p>Namun, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (/11/2024) menunjukkan di periode Januari – September tahun 2024 ini, total jumlah mobil CBU yang diimpor Indonesia menurun dibanding periode sama di tahun lalu. Totalnya 68.886 unit tahun ini, sedangkan tahun lalu masih sebanyak 74.057 unit.</p>
<p>Sepanjang sembilan bulan pertama 2024 itu, ada 10 merek atau APM yang mengimpor mobil CBU terbanyak ke Tanah Air. Toyota menjadi merek terbanyak, disusul Build Your Dreams (BYD), dan Suzuki.</p>
<figure id="attachment_19550" aria-describedby="caption-attachment-19550" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Suzuki-Jimny-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723441765490.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-19550" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Suzuki-Jimny-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723441765490.jpg" alt="" width="700" height="507" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Suzuki-Jimny-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723441765490.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Suzuki-Jimny-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723441765490-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-19550" class="wp-caption-text">Suzuki Jimny yang diimpor secara utuh oleh PT Suzuki Indomobil Sales &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Berikut data 10 merek atau APM yang mengimpor mobil CBU terbanyak di Indonesia.<br />
Toyota 22.631 unit atau 32,9 persen<br />
BYD 11.838 unit atau 17,2 persen<br />
Suzuki 9.108 unit atau 13,1 persen<br />
Mitsubishi 4.216 unit atau 6,1 persen<br />
Honda 4.062 unit atau 5,9 persen<br />
Mazda 3.447 unit atau 5,0 persen<br />
Lexus 2.007 unit atau 2,9 persen<br />
BMW 1.608 unit atau 2,3 persen<br />
Hyundai 1.351 unit atau 2,0 persen<br />
Citroen 962 unit atau 1,4 persen.<br />
<em>Sumber : Gaikindo, 2024</em>. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Impor Mobil RI Meroket 74,3%, Untungnya Ekspor Masih Berlipat</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/impor-mobil-ri-meroket-743-untungnya-ekspor-masih-berlipat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2023 10:40:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil impor di RI]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[negara tujuan ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil impor di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil impor di RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=10407</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang tahun 2022 lalu, total...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang tahun 2022 lalu, total produksi mobil di Tanah Air naik 31% dibanding 2021.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Jumat (13/1/2023) menunjukkan, total produksi mobil sepanjang tahun itu mencapai 1.470.146 unit. Sedangkan di tahun sebelumnya, 1.121.967 unit.</p>
<p>Asosiasi industri itu juga mencatat, sepanjang tahun yang sama total penjualan mobil dari pabrik ke diler (<em>wholesales</em>) mencapai 1.048.040 unit. Jumlah ini naik 18,1% dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 887.202 unit.</p>
<p>Pada saat yang sama, penjualan mobil dari diler ke konsumen (ritel) mencapai 1.013.582 unit. Total penjualan ini bertambah banyak 17,4% dibanding tahun 2021, yang masih sebanyak 863.348 unit.</p>
<figure id="attachment_8273" aria-describedby="caption-attachment-8273" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8273" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Daihatsu-GranMax-Pick-Up-versi-terbaru-dok.Istimewa-e1661871156706.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Daihatsu-GranMax-Pick-Up-versi-terbaru-dok.Istimewa-e1661871156706.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Daihatsu-GranMax-Pick-Up-versi-terbaru-dok.Istimewa-e1661871156706-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Daihatsu-GranMax-Pick-Up-versi-terbaru-dok.Istimewa-e1661871156706-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Daihatsu-GranMax-Pick-Up-versi-terbaru-dok.Istimewa-e1661871156706-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Daihatsu-GranMax-Pick-Up-versi-terbaru-dok.Istimewa-e1661871156706-586x420.jpg 586w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8273" class="wp-caption-text">Pikap Daihatsu Gran Max , salah satu mobil yang diekspor Daihatsu Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Sebagian mobil yang terjual berasal dari impor, karena mobil-mobil itu tidak diproduksi di dalam negeri. Penjualan seperti ini lumrah terjadi, di negara manapun, karena ini menyangkut kebutuhan dan selera konsumen yang tentunya juga menjadi peluang bagi industri,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (13/1/2023).</p>
<p>Fakta data berbicara, total impor mobil utuh (CBU) Indonesia selama 2022 mencapai 83.298 unit. Jumlah ini meroket 74,3%, dibanding tahun sebelumnya yang masih sebanyak 47.779 unit.</p>
<p>Beruntungnya, ekspor mobil Indonesia baik CBU maupun terurai (CKD) yang dibukukan semua pabrikan jauh lebih banyak. Total ekspor mobil CBU  mencapai 473.602 unit, melonjak 60,7%, dan ekspor mobil CKD 596.541 unit. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toyota, Merek Paling Doyan Impor Mobil CBU di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/toyota-merek-paling-doyan-impor-mobil-cbu-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2022 14:41:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil impor Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil CBU Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil CBU TAM]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil CBU Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[merek pengimpor mobil terbanyak]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil impor di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pengimpor mobil CBU terbanyak di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil impor Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[TAM]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Astra Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota impor terbanyak]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Raja impor mobil CBU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=6359</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Selama Januari hingga Maret atau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Selama Januari hingga Maret atau kuartal pertama tahun ini, total impor mobil dalam wujud utuh (CBU) yang dilakukan oleh sejumlah merek yang beroperasi di Indonesia mencapai 17.280 unit. Jumlah tersebut melonjak 42% dibanding volume impor mobil CBU yang terjadi selama periode sama tahun 2021.</p>
<p>Data impor di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Rabu (27/4/2022) menunjukkan, jumlah impor tersebut dibukukan oleh 27 merek (baik dari Asia maupun Eropa) yang ada di Tanah Air. Namun, dari jumlah tersebut, angka impor mobil CBU terbanyak dicatatkan oleh Toyota.</p>
<p>Fakta data berbicara, merek asal Jepang yang diageni oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) itu mendatangkan mobil CBU sebanyak 7.176 unit selama tiga bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut melambung hingga 42% dibanding jumlah impor yang dilakukan merek ini pada kurun waktu sama di tahun lalu, yang sebanyak 5.064 unit.</p>
<figure id="attachment_4730" aria-describedby="caption-attachment-4730" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4730" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-Lexus-dok.Insider-Sport-e1640748705766.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-4730" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Lexus &#8211; dok.Istimewa.jpg</figcaption></figure>
<p>Bahkan, jika merek Lexus – yang merupakan merek mewah Toyota yang di Indonesia juga masuk dalam naungan manajemen Toyota Astra – maka impor mobil CBU Toyota Indonesia semakin banyak. Karena Lexus mengimpor sebanyak 304 unit, menanjak 16% dibanding tiga bulan pertama 2021 yang masih sebanyak 261 unit.</p>
<p>Terbanyak kedua, Mitsubishi. Merek berlambang tiga berlian itu mengimpor mobil dalam wujud utuh sebanyak 4.608 unit, meroket 215% dibanding impor yang terjadi di periode sama tahun lalu.</p>
<p>Setelah itu Daimler yang mengimpor 1.420 unit, Hyundai sebanyak 975 unit, Suzuki 405 unit, Mazda 376 unit, Kia Motors 315 unit, dan Morris Garage 220 unit. Kemudian Daihatsu sebanyak 196 unit, Isuzu 146 unit, MINI sebanyak 89 unit,BMW 48 unit, dan FAW juga sebanyak 48 unit.</p>
<figure id="attachment_2667" aria-describedby="caption-attachment-2667" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2667" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Hyundai-Staria-dok.Istimewa-e1628939376317.jpg" alt="" width="700" height="496" /><figcaption id="caption-attachment-2667" class="wp-caption-text">Hyundai Staria &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Menurut kolega Mobilitas di Kementerian Perindustrian yang dihubungi di Jakarta, Rabu (27/4/2022) mobil-mobil yang diimpor tersebut sebagian besar mobil kelas menengah ke atas di jajaran merek Asia seperti dari Jepang dan Korea. Kemudian dari Eropa, dan ada kendaraan niaga seperti truk.</p>
<p>Karena secara volume memang masih belum masuk skala ekonomi untuk diproduksi di dalam negeri, lanjut dia, maka mau tidak mau masih harus diimpor secara utuh. Meski sebenarnya, pemerintah &#8211; melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuanga – sebut sang kolega, sudah menetapkan tarif impor yang cukup besar.</p>
<p>“Tetapi, prinsipal merek mobil melalui pemerintah negaranya melakukan lobi untuk menggunakan skema kerjasama ekonomi yang memungkinkan adanya pengecualian tarif impor. Yang mana, hal itu bisa dimungkinkan,” papar dia. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
